
Suasana pagi di ruang rawat Aarash, yang biasanya berisik karena tingkah absurd Bimo, hari ini terasa sepi.Pagi ini tidak ada lagi kata rayuan-rayuan pulau kelapa, dari Bimo untuk Tiara.Dan yang pastinya,tidak ada Bimo di sana.
"Bunda,di mana om Bimo ? kok gak ada?" ternyata yang merasa kehilangan bukan hanya Tiara. Aarash yang sudah terbiasa dengan hadirnya Bimo pun merasa kehilangan.
"Em, om Bimonya,lagi mempunyai banyak pekerjaan nak, jadi om Bimo tidak bisa datang kesini." bohong Tiara yang tidak mau melihat Aarash kecewa.Padahal, dia sendiri juga tidak tahu, apa alasan Bimo tidak datang.
"Oh, tapi , nanti om Bimonya akan datang lagi kan bunda? om Bimo akan jemput kita pulang kan bunda?" ucap Aarash penuh harap.
"mudah-mudahan ya nak", berdoa aja, semoga pekerjaan om Bimo nya cepat selesai" Tiara tidak mau mengiyakan pertanyaan Aarash.Dia tidak mau menghancurkan harapan Aarash, jika nantinya Bimo tidak datang.
Siang hari ini, memang Aarash dijadwalkan sudah bisa pulang,dan dia akan melakukan pemulihan dirumah saja. Bohong, kalau Tiara tidak menginginkan kehadiran Bimo, untuk ikut mengantarkan mereka pulang.Tapi, dia gengsi untuk mengungkapkannya.
"Aarash sarapan dulu ya! habis itu kita siap-siap pulang" Tiara mengambil makanan yang sudah disediakan oleh pihak rumah sakit 5 menit yang lalu, dan mulai menyuapi Aarash.
"Aarash sayang banget ya sama om Bimo?" ucap Tiara disela-sela kegiatannya menyuapi Aarash.
"em" Aarash menganggukkan kepalanya sebagai jawaban,karena mulutnya penuh dengan makanan.
"kenapa bisa sayang?"
"emm, karena semenjak ada om Bimo,Aarash dan Aariz, bisa merasakan seperti punya ayah bunda! Teman-teman disekolah, selalu bercerita, kalau mereka dibelikan mainan, diajak main, dan dibacain cerita sama ayah mereka,semua itu, juga kami dapat dari om Bimo bun.Cuma satu yang buat beda bun, om Bimo gak tinggal serumah dengan kita".
Tiara tidak bergeming mendengar penuturan Aarash.Hati Tiara begitu sakit, kedua netranya terlihat berkaca-kaca.
"Segitu rindunya kalian nak, akan hadirnya seorang ayah! maafkan bunda yang belum bisa memenuhi keinginan kalian berdua.Tanpa kalian sadari, kalau sebenarnya kalian sudah bersama dengan ayah kandung kalian selama ini" batin Tiara.Dia sengaja beranjak dari kursi tempat dia duduk, dan memalingkan wajahnya,agar Aarash tidak melihat air mata yang sedari tadi berusaha dia tahan.
"Bun, bunda nangis ya?"
" Ng -ngak kok nak, bunda tadi cuma kelilipan aja" sangkal Tiara sambil menghapus air matanya.
" bun, boleh Aarash bertanya?"
__ADS_1
" Aarash mau nanya apa sayang?"
"Bun, katanya, setiap orang pasti punya seorang ayah, berarti, kami juga pasti punya ,apa ayah kami juga baik seperti om Bimo bunda?" tanya Aarash.
"ya Tuhan, aku mau jawab apa? apa aku harus kasih tau yang sebenarnya, kalau Bimo itu lah ayah kandung mereka?" Jerit hati Tiara
"Hello,selamat pagi ponakan aunty yang super ganteng, walaupun masih ganteng Cha Eun Woo sih" teriak seorang wanita dengan suara cemprengnya.Siapa lagi wanita itu, kalau bukan Amira. Kedatangan Amira merupakan penolong bagi Tiara, sehingga dia tidak harus menjawab pertanyaan Aarash.
"Aunty, bisa tidak suaranya dikecilin sedikit? telinga Aarash sakit dengarnya"
"hehehe, maaf sayang, gimana kabarnya? udah siap untuk pulang kan?"
"siap dong aunty"ucap Aarash antusias.karena dia sudah bosan di rumah sakit.
"Oh ya Aunty, Cha Eun Woo itu siapa? pacar aunty ya?"
"Hehehe, nggak sayang, dia itu artis Korea idola aunty, orangnya sangat tampan"
"Hei, tuan muda Aarash, kamu gak sadar kamu lagi ngomongin bunda mu juga! Aunty cantik begini juga"
"wajah Bunda sama Aunty memang mirip tapi tetap lebih cantik bunda lah.Aunty mah cantik karena pake merah-merah dipipi"
"Astaga..anak lo ra, kebangetan deh.lo ngidam cabe ya pas lagi hamil dia? ngomongnya pedas banget"
"Hahaha, lo juga salah Mir, anak- anak lo ladenin. Oh ya,Mami sama papi kemana Mir? kok mereka gak ikut?"
"katanya mereka nunggu di rumah aja! Aariz gimana? apa kita harus jemput dia dulu ke rumah ibu Sarah?"
"kata bu Sumi gak usah Mir,nanti dia sendiri katanya yang bawa Aariz."
"Ra, sini deh, aku mau nanya sesuatu sama kamu! Amira mengajak Tiara agak menjauh dari Aarash. Dia tidak mau Aarash mendengar pembicaraan mereka.
__ADS_1
"Ada apa sih Mir? kok pake menjauh segala? tanya Tiara bingung.
"Emang benar ya, kamu lebih milih Dimas daripada Bimo?"
" hah, siapa yang ngomong Mir?"
"Mas Seno yang bilang!, katanya kemarin Bimo galau. Dia melihat kamu lagi pelukan sama Dimas."
"Tapi , itu bukan berarti aku milih dia Mir! kami pelukan karna permintaan Dimas Mir, katanya untuk yang terakhir kalinya. Dan pelukannya pun cuma sebagai kakak dan adik tidak lebih"
"berarti Bimo sudah salah paham ra,dia mengatakan akan mundur demi melihat kebahagiaanmu.Dia mengatakan dia rela melepasmu,asalkan kamu bahagia," ujar Amira.
"berarti ini alasan kenapa dia tidak datang, Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan? harusnya aku senang, dengan ini berarti dia tidak akan menggangguku lagi.Tapi kenapa aku merasa tidak rela dia tinggalkan ya Tuhan?" batin Tiara.
" Ra, jujur walaupun pada awalnya aku sangat membenci Bimo, karena perbuatannya padamu, tapi setelah aku mendengar dan melihat sendiri perjuangannya,rasa benciku sedikit demi sedikit terkikis. Ra kamu tahu tidak,demi menolak perjodohannya dengan Jesika,dia memohon kepadaku agar mau berpura-pura menjadi kekasihnya, sampai kamu bisa ditemukan.dan kamipun hampir menikah dengan perjanjian kalau kamu ketemu, kami akan berpisah"
Tiara tidak bergeming mendengar penuturan saudari kembarnya.Dia tidak menyangka ternyata apa yang diucapkan Bimo, kalau dia mencari dirinya selama ini benar.
"Tapi Bimo tidak mencintaiku Mir! Dia mencariku selama ini hanya karena merasa bersalah saja, bukan karena dia mencintaiku" lirih Tiara.
"Apakah kamu bodoh ra? dia memang mencarimu karena rasa bersalah,tapi dia juga mencintaimu ra!, Apakah kamu tidak bisa melihat dan merasakannya?gara-gara dirimu, selama 7 tahun dia menutup dirinya untuk semua wanita.Dia mengatakan sebenarnya awalnya, dia tidak ingin melakukan perbuatan itu padamu, tapi dia tidak sengaja melakukannya, kamu tanya sendiri pada Bimo alasan kenapa dia bisa khilaf melakukan hal itu padamu, karena ini bukan ranah ku untuk menjelaskan padamu." ujar Amira panjang lebar,tanpa mau memberikan jeda.
"Ra, satu hal yang harus kamu tahu, dia mencintaimu, sangat mencintaimu.kali ini jangan ragukan rasa cintanya"
"Darimana kamu yakin,kalau dia sangat mencintai ku Mir? padahal kamu baru saja mengenalnya?"
"Ra, aku memang mendengarnya karena cerita dari mas Seno, tapi aku juga bisa melihat dari matanya kalau dia memang benar mencintaimu.Lagian apakah kamu tidak mau memberikan orang tua yang utuh buat sikembar? tolong kamu pikirkan kebahagiaan anak-anak mu itu Ra!, dan aku tahu kalau kamu juga mencintainya kan? ucap Amira.
TBC
Jangan lupa untuk like,vote dan komennya ya guys .thank you🤗🤗
__ADS_1