
Saat Ricky dalam perjalanan menuju rumah tua milik kakeknya, ditengah perjalanan ia dihubungi oleh Dion.
Ricky kemudian langsung memutar balik laju mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan tinggi.
"Sialan!! Aku akan benar-benar menghabisinya kalau mereka berani menyakiti istriku!!" Ucap Ricky dengan wajah yang telah berubah.
Setelah hampir satu jam, mobil Ricky telah sampai di sebuah Villa dan disusul oleh mobil Dion juga beberapa bodyguard yang dibawanya.
Ricky langsung masuk kedalam Villa yang cukup besar yang letaknya ditengah-tengah hutan dan jauh dari pemukiman warga.
Saat Ricky dan Dion masuk kedalam Villa hanya berdua saja karena menyuruh para bodyguard nya untuk berjaga diluar, pintu Villa tiba-tiba ditutup lalu Ricky dan Dion langsung dikepung oleh orang-orang yang berbadan besar dengan jumlah yang lumayan banyak.
"Bos!" Dion melirik Ricky dan Ricky menganggukan kepalanya dengan pelan.
Mereka langsung mengeluarkan keahlian beladiri mereka untuk melumpuhkan semua orang-orang berbadan bersar itu.
Dua orang melawan dua puluh orang berbadan besar pastinya membutuhkan tenaga yang cukup besar apa lagi mereka main kroyok begitu saja.
Ricky telah mendapatkan satu bogeman diwajah tampannya hingga mengeluarkan darah dihidung juga disudut bibirnya.
Namun Ricky tetap berusaha untuk selalu melawan mereka dengan kemampuan beladirinya.
Dion juga memiliki kemampuan bela diri sama seperti Ricky namun jika dibandingkan dengan Ricky, Dion masih dibawahnya.
Dion juga telah mendapat bogeman diperut dada juga wajah tampannya dan mengeluarkan darah seperti Ricky.
Setelah mereka berdua telah mampu membuat sebagian orang-orang itu jatuh terkapar. Mereka terpaksa menghentikan aksinya.
"Hentikan!! Kalau tidak aku akan membunuhnya!!" Ucap seorang wanita yang sangat dikenal oleh Ricky dan Dion.
Sontak Ricky dan Dion menoleh kearah suara tersebut dan mendapati Bella sedang berdiri dengan tangan yang diikat juga mulut disumpal dan lengannya dicengkeram oleh dua orang berbadan besar.
"Lepaskan istriku atau kau akan benar-benar aku habisi Jane!!" Ucap Ricky dengan lantang dan menatap Jane dengan tajam penuh amarah.
"Hahaha..aku akan melepaskannya tapi ada syaratnya!!" Dengan tertawa sangat keras dan menatap sinis kepada Ricky.
"Katakan apa syaratnya!!" Ucap Ricky dengan tegas.
Bella yang tidak bisa bicara karena mulutnya disumpal hanya menggelengkan kepalanya dan meneteskan airmatanya menatap suaminya.
__ADS_1
"Bos! Jangan turuti wanita gila itu!!" Ucap Dion sambil menoleh kearah Ricky.
"Kalian!! Cepat ikat dia dan sumpal mulutnya!!" Perintah Jane kepada anak buahnya dengan lantang.
"Kalau kalian melawan, aku tidak akan segan-segan menancapkan ini kewajahnya!!" Ucap Jane dengan memegang jarum besar dan diarahkan diwajah Bella.
Ricky menghela nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya pelan untuk berusaha tenang.
Kedua tangan Dion pun diikat oleh anak buah Jane dan mulutnya disumpal. Sedangkan Ricky masih dibiarkan karena Jane tidak ingin menyakiti pria yang sangat ia cintai itu.
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang mendekat. Ricky dan Dion menoleh dan menatap siapa yang datang.
"Brengsek!!" Umpat Ricky dengan mengepalkan kedua tangannya dan menatap tajam kearah seorang pria yang sangat ia kenal.
"Hallo keponakanku yang sangat tampan!" Seru Riyo dengan tersenyum menatap Ricky.
"Tidak usah marah Ricky! Santai saja! Kalau kamu mau menandatangani ini, semua langsung beres! Dan kami tidak akan pernah mengganggumu lagi!" Ucap Riyo dsambil melempar sebuah surat diatas meja disamping Ricky.
"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyerahkan Perusahaan milik kakek kepada orang-orang seperti kalian!!" Ucap Ricky dengan tegas dan mengeraskan rahangnya.
Tak lama Romy dan Merry muncul dari dalam dengan Merry yang merangkul mesra lengan Romy. Sambil tersenyum.
Dion yang melihatnya melebarkan matanya. Ia benar-benar tidak habis pikir, rencana yang telah disusun olehnya ternyata kalah cepat.
Ricky yang memang telah mengetahui hubungan mereka hanya menatap jijik kepada mereka.
"Ricky, kamu jangan serakah!! Kamu sudah memiliki Perusahaan sendiri, jadi sebaiknya serahkan Perusahaan kakekmu kepada kami dan biar kami yang melanjutkannya!!" Ucap Romy dengan keras dan menatap Ricky.
"Baiklah kalau begitu aku yang akan membuatmu menandatangani surat itu!!" Sahut Merry dengan menyeringai kemudian melangkah mendekati Bella.
"Jangan pernah menyentuh istriku!!" Ucap Ricky dengan sangat tegas dan lantang kepada Merry.
"Kamu pilih untuk menandatangani surat itu atau melihat istrimu kesakitan??" Ucap Merry sambil menggores tangan Bella dengan pisau kecil yang ia bawa.
Bella langsung merintih kesakitan dan meneteskan airmatanya.
Ricky terus menatap istrinya dengan mengepalkan kedua tangannya dan mengeraskan rahangnya.
"Tante, ternyata Ricky tidak benar-benar mencintai istrinya!" Ucap Jane dengan tersenyum miring.
__ADS_1
Ricky menghela nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya pelan. Ia saat ini merasa sangat frustrasi setelah mendengar ucapan Jane.
'Kek, aku minta maaf kalau harus melepaskan Perusahaan kakek dan menyerahkan kepada mereka! Karena aku akan hancur kalau sampai terjadi apa-apa dengan istriku!' Gumam Ricky dalam hati dengan penuh emosi.
Bella terus merintih kesakitan karena Merry menggores kulitnya lagi ke tubuh Bella.
"Cukup!! Oke!! Aku akan menyerahkan Perusahaan kakek kepada kalian!!" Ucap Ricky dengan keras dan menghentikan ulah Merry yang telah menyakiti istrinya.
'Aku bersumpah akan membunuh kalian setelah ini!!' Gumam Ricky dalam hati sambil mengepalkan tanganya.
"Cepat tanda tangani dulu surat itu!!" Perintah Riyo kepada Ricky.
"Aku akan membacanya dulu!!" Ucap Ricky dengan dingin lalu mengambil berkas tersebut untuk ia baca.
Bella hanya terus menggelengkan kepalanya supaya Ricky tidak menandatangani surat itu.
Setelah membacanya Ricky langsung menandatangani surat tersebut.
"Lepaskan istriku dan juga Dion!!" Ucap Ricky sambil melempar surat tersebut.
"Tunggu!!" Sahut Jane dengan lantang.
Jane pun melangkah mendekati Ricky kemudian memeluk Ricky. Ricky langsung mendorongnya dengan kuat hingga Jane tersungur kelantai.
"Aaawhk!!" Pekik Jane saat tersungkur kelantai.
"Jane sayang, apa kamu baik-baik saja??" Tanya Merry sambil membantu Jane berdiri.
"Tante, aku hanya ingin Ricky menciumku!!" Ucap Jane dengan merengek kepada Merry.
Ricky mengernyitkan keningnya menatap Jane dan Merry. Ia merasa tidak habis pikir dengan keinginan mereka yang membuatnya semakin frustrasi.
"Ricky, Jane sangat mencintaimu! Apa salahnya kalau kamu menciumnya sekali saja!" Ucap Merry dengan melotot kepada Ricky.
"Jangan mimpi!!" Ucap Ricky dengan penuh penekanan.
"Kalau begitu kamu akan melihat istrimu dicium oleh Riyo!!" Ucap Merry dengan tersenyum miring kepada Ricky.
"Kalian benar-benar brengsek!!" Ucap Ricky mengumpat sambil mengepalkan tanganya.
__ADS_1
Jene kembali mendekati Ricky dengan tersenyum manis dan menggoda. Saat bersamaan Riyo juga mendekati Bella.
"Jangan sentuh istriku!!" Ucap Ricky berteriak kepada Riyo.