YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Dewa dan Vina


__ADS_3

Di Indonesia waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam waktu Indonesia Barat.Tapi, tidak dengan di negara London. Di Lodon sekarang masih pukul 1 siang, karena perbedaan waktu Indonesia bagian barat, dan London itu 6 jam lamanya.


Davina atau Vina, masih terlihat duduk termenung di balkon, Apartemen kakak sepupunya Galang, yang kebetulan sedang pergi kuliah. Dia hampir saja memejamkan kedua matanya, ketika sayup-sayup dia mendengar suara riuh dari arah pintu masuk. Sepertinya Galang sudah pulang, dan dia membawa serta teman-temannya untuk bermain di apartemen Galang.


" Wah, tumben apartemen kamu rapi Bro? biasanya bungkus makanan dan pakaian kotor ada dimana-mana! " terdengar suara seorang laki-laki berucap dengan nada mengejek.


"Sialan! berantakan-berantakan begitu, kamu juga betah nginap di sini. " sahut suara laki-laki yanh berbeda, yang dapat Vina pastikan kalau itu suara Kakaknya Galang.


"Kenapa Ka Galang harus bawa teman- teman nya sih? " gumam Vina sedikit kesal.


"Galang, di kulkas ada minuman dingin gak? " kali ini yang terdengar suara perempuan yang sepertinya berteriak dari arah dapur.


"Ada! Kamu ambil saja! Kebetulan tadi malam aku baru belanja " Galang balas berteriak.


Vina beranjak dari tempat dimana dia duduk, untuk mengintip berapa orang sebenarnya teman Galang yang datang.Dengan membuka sedikit pintu kamarnya, Vina dapat melihat, kalau Galang membawa 5 orang teman, 3 laki-laki dan 2 perempuan.Dan sepertinya mereka semua orang Indonesia.


Galang yang menyadari kalau Vina tengah mengintip, segera berinisiatif memanggil adiknya itu. "Vin, kamu keluar aja! Gak usah pake ngintip-ngintip segala. "


Sontak ke 5 orang itu mengalihkan tatapan mereka ke arah pintu yang sedikit terbuka itu.


"Vin? siapa itu? pacar kamu ya Lang?" tanya salah satu dari teman laki-laki Galang.


Galang beranjak dari tempatnya tanpa menjawab sama sekali.Dia menghampiri pintu kamar Vina, untuk mengajak adiknya itu bergabung.Karena dia tahu, pasti Vina grogi bertemu dengan teman-temannya.


Galang meraih tangan Vina dan mengajaknya untuk berkenalan dengan teman-temannya. Melihat kedatangan Vina, terdengar, sorakan dan siulan riuh dari teman-teman Galang.Hanya satu gadis yang sepertinya tidak senang dengan kehadiran Vina.Itu terlihat dari raut wajahnya yang masam. Dan satu laki-laki yang berwajah tampan, tapi terlihat dingin dan cuek.

__ADS_1


"Cie... Galang udah kebule-bule-an ni ye.., udah main ajak wanita tinggal serumah lagi!" ucap seorang teman Galang yang sepertinya barbar dengan nada yang meledek.


"Cih, pasti perempuan yang gak bener " sindir gadis yang raut wajahnya masam tadi.


Sedangkan laki-laki dingin tadi hanya memandang Vina dengan tatapan tajam.Di dalam hatinya, dia tidak memungkiri kalau Vina gadis yang cantik.


"Hei, kalian semua bisa diam gak?! Dia ini Vina. Dia bukan pacar ku, tapi dia itu adik ku, tepatnya adik sepupu. Dan kebetulan dia akan kuliah di tempat kita kuliah mulai minggu depan." tutur Galang dengan jelas, hingga membuat wanita sang empunya mulut lemes tadi merasa malu dan senang.


"Hai,Vina, aku Dion! dia Rendy, yang sok cool disana itu, Dewa! dan yang...."


"Hei , minggir! kami punya mulut buat ngenalin diri kami sendiri" sambar seorang gadis yang memotong ucapan Dion.


"Apa an sih Beb?" Dion mencebikkan bibirnya seraya mendaratkan tubuhnya untuk duduk di samping laki-laki yang bernama Dewa itu.


Gadis itu, menghela nafasnya sejenak, lalu melangkah menghampiri Vina. "Hai Vina cantik! Kenalin nama aku Kinara! Kamu boleh panggil aku Kinar maupun Nara.Sedangkan perempuan yang bermulut lemes itu, kamu boleh panggil dia Dina! ujar Kinara denga senyuman yang tersungging manis di bibirnya.Terlihat, kalau Kinara orang yang ramah dan menyenangkan.


Dina menghampiri Vina dengan menyunggingkan senyuman. Dia mengulurkan tangannya,yang disambut dengan baik oleh Vina.


"Hai ,Vina. Aku minta maaf ya soal yang tadi! " ucap Dina yang dibalas dengan anggukan kepala oleh Vina.


Dion tanpa sengaja melihat cincin yang melingkar di jari manis Vina. " Eh, adik kamu ini masih single atau gimana sih? Itu bukan cincin tunangan atau cincin nikah kan?" celetuk Dion tiba-tiba, sehingga mata semua orang langsung mengarah ke jari manis Vina, tak terkecuali mata manik hitam milik Dewa.


"Oh, ini ... Vina memang udah bertunangan Ka! " jawab Vina sambil menerbitkan seulas senyuman dibibirnya.


"Entah kenapa orangtua sekarang suka sekali, menjodoh-jodohkan anaknya. Padahal bukan jamannya lagi" Cetus Dewa tiba-tiba dengan nada kesal, hingga semua mata sontak berubah haluan menatapnya.

__ADS_1


Galang tiba-tiba tertawa terbahak-bahak, karena dia tahu, kalau Dewa juga korban perjodohan dari orang tuanya. " Nasib kamu, sama Bro sama adikku ini, sama-sama dijodohkan dan sama-sama tidak tahu dijodohkan dengan siapa " tawa Galang kembali terdengar setelah dia menyelesaikan ucapannya.


Dewa dan Vina, spontan saling menatap, dan sepersekian detik kemudian, keduanya sama-sama melihat cincin yang tersemat di jari masing-masing.


"Atau, jangan-jangan yang dijodohkan itu kalian berdua lagi! " celetuk Dion tiba-tiba yang langsung mendapat anggukan kepala dari yang lainnya.Kecuali Kinara, yang wajahnya langsung berubah sendu.Dia sebenarnya sudah lama menyukai Dewa. Tapi Dewa selalu bersikap biasa saja, bahkan cenderung dingin padanya.


"Emang, kapan kamu bertunangan Bro? " tanya Galang antusias.Karena setahu dia, Dewa juga baru kembali dari Indonesia 4 hari yang lalu, sama persis dengan dirinya dan Vina.


"4 hari yang lalu, di hari yang sama sebelum aku balik ke sini " sahut Dewa yakin.


"Lagi-lagi sama persis kaya Vina! " ujar Galang yang membuat Dewa dan Vina saling menatap kembali.


"Kamu kenal nama Dimas Sanjaya gak, Bro?" tanya Galang memastikan.


"Om Dimas Sanjaya, pemilik Sanjaya group bukan? Dan Om Dimas juga punya berberapa restoran kalau gak salah!"


"Yup! Itu dia orangnya! Jadi kamu kenal Om saya dong? Om Dimas itu Papahnya Vina" ucap Galang seraya tersenyum penuh makna.


Dewa kembali menatap Vina, yang kebetulan juga tengah menatapnya.Jantung Dewa seketika berdebar-debar, saat menatap mata berbulu lentik itu. Entah kenapa dia tiba-tiba berharap, kalau Vina benar-benar,gadis yang telah dijodohkan ke dia.


Tapi, tidak dengan Vina. Dia tidak merasakan apa-apa saat bertatapan dengan Dewa.Sampai saat ini,posisi Aariz di hatinya belum bisa tergantikan oleh siapa pun.


"Ehm, aku ke toilet dulu ya! " pamit Kinara yang merasakan sesak di hatinya.Dia tidak mau, air matanya sampai jatuh di depan teman-temannya.


Dina memandang kepergian Kinara dengan tatapan sendu.Hanya dia yang tahu bagaimana perasaan Kinara sekarang.

__ADS_1


__ADS_2