
"Dimana Laura?" tanya Aarash to the point begitu dia bertemu dengan Cindy.
"Duduk dulu Ka! Ka Laura lagi ke toilet sebentar. Katanya dia grogi buat ketemu sama kaka." ucap Cindy tanpa menaggalkan senyuman yang terulas di bibirnya.
Aarash menyipitkan matanya, menatap Cindy dengan curiga. " Apakah ucapan lo bisa dipercaya Cindy? kamu tidak sedang berbohong kan? "
Cindy terlihat sedikit gugup mendapat pertanyaan Aarash. Tapi, dia menghela nafasnya untuk menetralkan kegugupannya. "Aku tidak berbohong Ka Aarash! Ka Laura memang sedang di toilet " Cindy berusaha untuk meyakinkan Aarash.
"Baiklah! Tapi dimana dia? kenapa lama banget di toiletnya? " Aarash celingukan tidak sabar.
"Aku juga gak tahu ka, kenapa lama sekali.Mungkin dia berdandan sebentar Ka, biar terlihat semakin cantik "
Aarash menarik nafasnya dengan sedikit kasar. Dari dulu dia memang benci dengan yang namanya menunggu. Lagian sebenarnya tujuannya ingin memastikan perasaannya.Dia ingin mengetahui apakah jantungnya akan berdebar bila sudah bertemu dengan Laura,seperti halnya kalau dia bertemu dengan Ayu?. Karena mungkin perasaan anak kecil bisa saja berubah kalau sudah beranjak dewasa.
"Ka Aarash, sambil menunggu Ka Laura datang, minumannya diminum dulu!. Kaka pasti hauskan? Sebelum Kaka sampai, aku sudah pesan orange juice kesukaan kakak" Cindy menyodorkan orange juice yang memang dari tadi sudah ada di atas meja.
Tanpa rasa curiga sedikitpun,dan kebetulan karena dia memang merasa haus, Aarash langsung menyedot minuman menggunakan sedotan sampai jus itu hampir habis setengah.
Cindy menyeringai dengan sudut bibir yang terangkat.Sebuah seyuman senang terlihat terbit di bibir Cindy. " Yes, akhirnya umpan ku behasil menangkap Ka Aarash " batin Cindy kegirangan.
Tak berapa lama, wajah Aarash terlihat memerah. Ada gejolak hasrat yang timbul di dirinya.Hormon libidonya seakan naik dengan sangat dahsyatnya,sehingga dia ingin menuntaskannya segera.
__ADS_1
Cindy menyeringai menyadari perubahan yang terjadi pada Aarash. Dia berdiri dan berpindah duduk ke sebelah Aarash.Dengan sengaja dia mengelus paha Aarash dari bawah meja.
"Ka Aarash kenapa?" bisik Cindy sedikit mendesah sambil menggigit pelan telinga Aarash, sehingga membuat gairah Aarash semakin teransang.
"Kak, kita ke kamar yuk! Aku sudah booking kamar di sini! Kaka tenang saja, aku akan memuaskan kakak"! Suara Cindy dibuat se sensual mungkin untuk semakin membuat Aarash bergairah.
Ditengah gairah yang sudah memuncak, Aarash yang masih punya sedikit kesadaran, mendorong tubuh Cindy dan berlari keluar. Dia langsung mencegat taxi yang kebetulan lewat. Dia sengaja meninggalkan mobilnya di parkiran karena merasa tidak akan sanggup untuk mengemudikannya sekarang.
Cindy berusaha berlari mengejar Aarash. Akan tetapi dia kehilangan jejak karena kalah cepat dengan Aarash. Raut wajah Cindy seketika kesal bercampur takut.Dia telah gagal menjalankan rencana liciknya. Alhasil besok, kalau Aarash sudah tidak di bawah pengaruh obat perangsang yang sengaja dimasukkannya tadi, Aarash pasti akan membuat perhitungan dengannya.
" Aku harus kabur dan sembunyi untuk sementara secepatnya. Aku tidak mau Aarash menghajarku nanti" Cindy buru-buru kembali untuk mengambil tasnya dan keluar kembali meninggalkan hotel itu dengan raut wajah yang ketakutan.
******
Begitu turun dari taksi, Aarash berlari masuk kedalam rumah dengan tergesa-gesa, melewati sekurity yang terlihat keheranan melihat tingkah Tuan mudanya yang tidak biasa.
Aarash membuka pintu dan menutup nya dengan sedikit kasar. Keadaan rumah sudah sangat sepi karena penghuninya sudah terlelap dalam tidurnya. Aarash naik ke atas dan ingin cepat- cepat mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Akan tetapi dia kaget melihat Ayu yang ada di dalam kamarnya. Ayu sebenarnya baru saja menyelesaikan setrikaannya, dan berniat untuk meletakkan pakaian Aarash di tempatnya. Karena perasaan sedih yang dia rasakan sewaktu Aarash pergi ingin bertemu Laura tadi, Ayu jadinya kemalaman selesai menyetrika pakaian.
Ayu merasa kaget melihat wajah Aarash yang memerah dengan nafas yang memburu. Dia yang tidak tahu apa-apa, menyentuh pundak Aarash untuk bertanya apa yang terjadi pada Aarash.
Aarash yang sudah terbakar gairah dan tidak sanggup lagi untuk menahan gairahnya, langsung menyergap Bibir Ayu ********** habis-habisan. Ayu berusaha memberontak tapi usahanya sia-sia, karena tenaganya kalah kuat dengan tenaga yang dimiliki Aarash. Untuk berteriak pun Ayu tidak bisa karena mulut Aarash menyumpal mulutnya.
__ADS_1
Tanpa melepaskan lumatannya , Aarsah membawa Ayu yang sudah lemas ke atas ranjangnya.
"Tolong aku please, tolong aku.aku bisa mati kalau menahannya! Aarsah memohon dengan wajah yang memelas.
Ayu seketika tahu, kalau Aarash sedang di bawah pengaruh obat. Akan tetapi , dia tidak bisa menolong Aarash begitu saja dengan mengorbankan keperawanannya. Dia berniat untuk meminta pertolongan dari Aariz. Akan tetapi sebelum dia berhasil berdiri, Aarash kembali menarik tangannya dan menghempaskan tubuhnya kembali ke atas ranjang.
Dengan beringas dia ******* bibir Ayu,dan berpindah ke leher lalu kedadanya. Dengan kasar Aarash menarik pakaian Ayu dengan paksa sehingga pakaian Ayu tidak berbentuk lagi. Ayu berusaha tetap memberontak tapi tetap saja tidak bisa.Untuk berteriak minta tolong pun tidak mungkin ada yang mendengar, karena kamar Aarash di design kedap suara.
Kini Ayu sudah polos, tanpa sehelai benangpun yang membalut tubuhnya. Aarash semakin kalap begitu melihat pemandangan indah di depannya. Karena gairahnya sudah sampai ke ubun-ubun, Aarash berusaha menerobos paksa untuk memasuki harta berharga yang selalu dijaga oleh Ayu selama ini.
Teriakan kesakitan Ayu, ketika benda tumpul milik Aarash berhasil menerobos miliknya,tidak diperdulikan Aarash sama sekali. Kabut gairah sudah mengambil alih dirinya.Dia tidak memperdulikan lagi jerit kesakitan yang dirasakan oleh Ayu ketika dia menggerakkan miliknya dengan ritme yang cepat dan kasar.
Aarash terkulau lemas ketika dia berhasil mencapai pelepasannya dan meyemburkan bisanya kedalam rahim Ayu.
Ayu menekuk lututnya dan menangis ter isak-isak. Seketika dia merasa dirinya sangat kotor. Aarash yang sudah lelah terkulai lemas seakan tak berdaya. Dia pun seketika terlelap dengan kenikmatan yang masih terasa.
Ayu ingin keluar dari kamar Aarash. Tapi dia tidak tahu bagaimana caranya untuk keluar. Pakaiannya kini sudah tidak layak untuk disebut dengan kata pakaian,karena sudah tidak berbentuk sama sekali. Ayu berniat untuk masuk ke kamar mandi, tapi saat dia menjejakkan kakinya di lantai, dia meringis kesakitan di area pangkal pahanya.
Kedua matanya menoleh ke arah Aarash yang sudah terlelap, ingin rasanya dia membencinya, akan tetapi ini murni bukan kesalahan Aarash. Dia melakukannya bukan karena keinginannya sendiri. Tapi, karena di bawah pengaruh obat.
Ayu kembali menyeka air matanya yang kembali merembes dari sudut matanya. Seketika dia merasakan sakit kepala yang amat sangat,karena tadi kepalanya sedikit terbentur ke sandaran tempat tidur Aarash. Sekelebat bayangan anak laki-laki kecil tiba-tiba datang kepikirannya. Tapi, dia tidak tahu bayangan siapa itu. Karena terlalu sakit, akhirnya Ayu pun terkulai lemas tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Tbc
Please like, vote dan komen ya gais. Thank you.