YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
pertemuan Bimo dan si kembar part 2


__ADS_3

"Tentu om mau," ucap Bimo sambil mengelus kepala bocah itu dengan lembut.Sehingga Seno yang melihatnya menautkan kedua alisnya, karena heran melihat Bimo yang cepat akrab dengan dua bocah itu. Sedangkan Dimas merasa sedikit cemburu melihat dua bocah itu sangat cepat akrab dengan Bimo, dan sepertinya lebih nyaman berbicara dengan Bimo di bandingkan dengan dirinya.


"Om Bimonya sering sibuk boys,nanti Aarash dan Aariz bisa belajar juga sama om Dimas"ujar Dimas tersenyum, berusaha untuk melibatkan dirinya didalam pembicaraan Bimo dan sikembar.


"kami juga nantinya belajar, menunggu om Bimonya gak sibuk om Dimas" ujar Aarash.


"Tapi kan nantinya kalian akan butuh waktu lama untuk menunggu,jadi selagi menunggu om Bimonya ada waktu, ya belajarnya sama om Dimas dulu" ucap Dimas lagi.Dimas berbicara seperti sedang bernegosiasi dengan klien ,yang berharap tawarannya di ACC.Akan tetapi bernegosiasi dengan klien rasanya lebih gampang daripada bernegosiasi dengan si kembar,yang diharapkannya bisa menjadi anaknya kelak.


Seno merasa ada aroma-aroma persaingan untuk mendapatkan perhatian si kembar.


"Emm nanti kalau om Bimony sibuk,kalian berdua bisa belajar ke om Dimas,begitu juga sebaliknya,kalau om Dimas sibuk,om Bimo yang akan mengajari kalian.Om Dimas itu sama juga seperti om Bimo,sama-sama pengusaha yang sukses." ucap Seno menengahi.


"terima kasih Sen, kamu memang yang terbaik" batin Dimas tersenyum sambil melihat ke arah Seno.


"Sama-sama Dim,tapi sebagai ucapan terimakasih,makanan kami gratis ya" ucap Seno dalam hati, seakan mengerti apa yang di ucapkan Dimas lewat sorot matanya tadi.


"Beres itu" ucap Dimas lagi-lagi dalam hati yang mengerti hal yang paling di inginkan Seno.


"Tapi om, kalau om Bimo sama om Dimas sama-sama sibuk gimana?" ucap Aariz tiba-tiba, menghentikan pembicaraan telepati Dimas dan Seno.


" Yah berarti kalian harus nunggu ,sampai salah satu dari mereka tidak sibuk".ucap Seno yang membuat kedua bocah itu cemberut.


"Udah, udah anak ganteng gak boleh cemberut,nanti gantengnya hilang" ucap Bimo lembut.


"tapi kalau dilihat-lihat mereka berdua mirip sama kamu deh Bim, ya nggak Dim?" ucap Seno tiba-tiba, yang membuat Bimo memperhatikan dengan seksama dan membenarkan ucapan Seno.


"Nggak lah, jauh kali" ujar Dimas menyangkal padahal hatinya membenarkan.


"Ih iya Dim,coba deh liat,hidungnya, matanya, rambutnya,bibirnya,hampir semua ke kamu Bim"ucap Seno bersemangat tanpa menyadari sesorang dari tadi kepalanya sudah hampir mengeluarkan asap.


"Brengsek lo Sen, gak jadi gue gratisin ntar baru nyaho lo" batin Dimas kesal.


"Akh kamu ada-ada aja Sen, yang nggak lah" ucap Bimo sambil berkedip memberikan kode ke Seno.


" Oh iya iya, ternyata gak ada" ucap Seno Sadar.

__ADS_1


" Kalian berdua kok tampan sekali sih boys?"ujar Seno mencairkan suasana akward tadi.


"Semua laki-laki itu kata bunda namanya tampan om,kalau cantik namanya perempuan," tegas Aarash.


"berarti Om tampan dong?" ujar Seno.


"om laki-laki atau perempuan?" tanya Aariz


" laki-laki lah"


" Ya berarti om tampan" sahut Aariz lagi.


"Kalau yang itu juga berarti tampan dong? ucap Seno sambil menunjukkan seorang laki-laki berkacamata tebal dan rambut kribo seperti sarang tawon, yang baru saja memasuki cafe dengan menggandeng seorang wanita.


" Om sudah punya pasangan belum?" bukannya menjawab,Aarash justru bertanya balik.


"Belum, emank kenapa?"tanya Seno bingung.


"Berarti om yang tadi tampan, bahkan lebih tampan dari om, buktinya dia udah punya pasangan sedangkan om belum" ujar Arash santai tanpa beban.


"Anjrit,gue dikatain sama nih bocah" batin Seno sambi menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.


"Halo mah,ada apa?"


"Dimana Bim? dirumah ada mbok Sumi.katanya kangen sama kamu, bisa pulang sekarang nak?"


"Mbok Sumi di rumah?? iya mah Bimo langsung pulang sekarang,kebetulan Bimo lagi sama Seno, Dimas dan si kembar Aarash dan Aariz.


"oh ya udah, sekalian bawa sikembar ya.mamah kangen sama mereka"


"Iya mah, bye mah".ucap Bimo mengakhir panggilannya.


Sejak bertemu dengan si kembar Bimo baru mengerti kenapa mamahnya selalu senang kalau sudah menceritakan kedua anak ini. "Aku saja yang baru bertemu langsung suka." batin Bimo.


"Kenapa Bim?" tanya Seno.

__ADS_1


"Mbok Sumi ada di rumah, jadi mamah mau aku pulang sekarang.sekalian bawa si kembar, boleh kan Dim?" izin Bimo ke Dimas.


"Ya tentu saja boleh, aku boleh ikut kan? " tanya Dimas.


" Ya boleh lah, yuk Sen lo bawa mobilnya"


"mau kemana Om? tanya si kembar hampir berbarengan.


"Mau kerumah om,disana ada oma Sarah dan nenek Sumi, kalian mau ikut kan?"


"Oma Sarah,nenek ? kenapa oma Sara dan nenek ada di rumah om? "ucap Aariz bingung.


"karna oma Sarah itu mamahnya om dan nenek Sumi lagi berkunjung ke rumah om"


"Jadi oma Sarah itu mamah nya Om?ucap Aarash senang dan Bimo mengangguk sambil tersenyum.


" Jadi perginya gak nih?atau kita masih harus menunggu sesi tanya jawab kalian selesai dulu baru kita pergi?"ucap Seno tidak sabar.


"rese lo Sen.ayok kita berangkat" ucap Bimo sambil menggandeng si kembar.sehingga Dimas yang melihat itu sedikit tidak terima,karena si kembar selalu tidak mau digandeng olehnya, dengan alasan mereka bisa jalan sendiri.


Sesampainya diparkiran suasana canggung kembali terulang dimana Dimas mengajak si kembar untu ikut ke dalam mobilnya.Akan tetapi si kembar menolak.Sikembar maunya ikut mobil Bimo.


Bimo merasa serba salah.dilubuk hatinya dia memang mau si kembar ikut dia tapi disisi lain dia tidak mau mengecewakan Dimas.


"Aarash dan Aariz ikut om Dimas ya, nanti kita kan ketemu lagi di rumah oma Sarah" bujuk Bimo lembut.


"gak mau om, kami mau ikut om Bimo aja" ucap keduanya memegang tangan Bimo dengan erat, seakan tidak mau terpisah dengan sosok idola mereka atau perasaan nyaman dengan Bimo walaupun baru bertemu.


"Ya udah gak pa pa Bim, biar mereka ikut kamu saja.nanti kita ketemu di sana" ucap Dimas mengalah walaupun hatinya sedikit menyimpan amarah.


"Kamu yakin gak pa pa Dim? ucap Bimo memastikan.Bimo tahu kalau saat ini Dimas lagi bejuang mendekati ibu dari kedua anak kembar itu, lewat pendekatan kepada si kembar.


" Iya Bim, gak pa -pa , kamu tenang saja,lagian kita gak mungkin kan memaksa mereka berdua?"ujar Dimas lagi untuk memastikan kalau dirinya baik-baik saja.


"ok baiklah Dim,sampai ketemu di rumah.Come on boys,let's get in to the car" ucap Bimo.

__ADS_1


"yee, om duduk dibelakang ya sama kami,biar om Seno sendiri aja di depan,om Seno kan udah biasa sendiri"ucap Aarash yang memang selalu berbicara eksplisit tanpa menyadari kalau perkataannya bisa menimbulkan sakit hati.


to be continue


__ADS_2