YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Ayu ( YAMD 2)


__ADS_3

Hallo semua... Terima kasih masih setia dengan karya author recehan ini. Setelah di timang-timang dan di bolak-balik lalu dibanting-banting kembali, akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan kisah Aarash dan Aariz di novel ini. Judulnya tetap sama You Are My Destiny, karena memang Aarash dan Aariz juga disini berjuang untuk menemukan takdir mereka. Tapi tenang saja, alur ceritanya bebeda dengan kisah kedua orang tuanya.


Ok, sekarang tidak mau berlama-lama lagi, sekarang You are my Destiny season 2 sudah up. Semoga suka ya gais.Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejaknya ya.


Happy reading guys


----------------


Jam Alarm milik Aarash sudah melaksanakan tugasnya pagi ini,yaitu berdering membangunkan sang tuan yang masih nyaman bergelung dengan selimutnya. Karena Aarash tak kunjung bangun, sang jam weker terlihat seperti kesal, yang tadinya bunyinya tidak terlalu kencang, kini berdering semakin kencang, sehingga bunyinya membuat Aarash mau tidak mau harus bangun.


"Iya ... iya gue bangun. berisik banget sih lo! " umpat Arrash kepada jam wekkernya, seakan-akan jam wekernya itu manusia seperti dirinya


" Makanya buruan nikah ! biar ada yang bangunin kamu tiap pagi " teriak seseorang dari balik pintu, yang dari suaranya sudah bisa dipastikan, kalau itu suara milik bundanya.


Aarash mencebikkan bibirnya, dan melirik ke arah pintu.


"Sial, kenapa gue gak nutup tuh pintu sih tadi malam? bunda jadi dengar kan gue ngumpatin lo! " gumam Aarash mencampakkan jam wekkernya ke atas kasur.Lalu masuk ke kamar mandi untuk melakukan ritual paginya,yang dirasakannya sangat membosankan.


Sementara di dapur, Tiara kini sedang berkutat untuk menyiapkan sarapan buat orang-orang tersayangnya. Biasanya dia dibantu sama bi Asih seorang ART yang sudah lama bekerja pada keluarga Bimo. Akan tetapi seminggu yang lalu, bi Asih pulang kampung karena ibunya yang sudah sepuh meninggal dunia.


"Bu, ada yang bisa saya bantu? " ucap seseorang tiba-tiba dari belakang Tiara.


Tiara terlonjak kaget sambil memegang dadanya.Dia menoleh ke belakang dan melihat ternyata bi Asih sudah pulang, dan di belakangnya berdiri seorang gadis cantik yang sedang menunduk.


"Huft ...., bi Asih, bikin kaget aja. Kapan nyampenya bi? dan siapa gadis ini? " tanya Tiara sambil mengrenyitkan keningnya.


" Tadi malam bibi udah nyampe bu. Tapi ibu dan semuanya sudah tidur. Ini ponakan saya bu, namanya Ayu. Ibu tidak apa-apakan saya bawa dia kesini? soalnya dia tidak punya siapa-siapa lagi di kampung bu. " ucap bi Asih sambil menggerakan ekor matanya kepada gadis yang bernama Ayu itu,mengisyaratkan Ayu untuk memperkenalkan dirinya juga.


"Pagi bu, nama saya Ayu " Ayu mendongkkan kepalanya sekilas,lalu menundukkan kepalanya kembali.


"Pagi Ayu. Aku Tiara.panggil aja ibu Tiara ya! " Tiara tersenyum ke arah Ayu, dan kembali menoleh ke arah bi Asih.


"Maaf ya bi, aku mau tanya, bukannya bibi bilang kalau bibi itu tidak punya kakak atau adik? Jadi dia keponakan bibi dari mana? " Tiara kembali bertanya ke arah bibi Asih.


Bi Asih menghela nafasnya dengan cepat,menoleh ke arah Ayu yang terlihat masih menundukkan kepalanya.


"Dia itu, gadis yang ditemukan ibu saya 2 tahun yang lalu di dalam hutan, waktu ibu saya cari kayu bakar bu.Keadaannya sangat memprihatikan pada saat itu, ibu saya merawatnya sampai sembuh. Tapi sayangnya dia lupa siapa dirinya bu, dan dia tidak ingat apa-apa. Jadi ibu saya memberikan dia nama Ayu. Sekarang ibu saya sudah meninggal,dia tidak punya siapa-siapa lagi di kampung, makanya saya memutuskan untuk membawanya ke sini, tidak apa-apa kan bu?" ucap bi Asih, sedikit khawatir, kalau Tiara tidak menerima Ayu di rumahnya.

__ADS_1


Tiara menoleh ke arah Ayu, yang terlihat sangat gugup, sambil meremas-remas kedua tangannya. Tiara merasa prihatin dengan hal yang menimpa Ayu.


"Hai, cantik ..., sini ! " Tiara memanggil Ayu sambil tersenyum tulus.


"Kamu tidak usah takut. Ibu tidak makan orang kok. Suami serta anak-anak bibi juga baik semua, iya kan bi Asih? " menoleh ke arah bi Asih, dan dibalas dengan anggukan kepala dari bi Asih.


"Terima kasih bu, kalau ibu mau menerima saya dirumah ibu.Aku siap bantu-bantu apa saja bu! ucap Ayu pelan.


"Sekarang kamu istirahat aja dulu ! kamu pasti masih capek kan? "


"Nggak bu, aku udah istrirahat semalaman. Aku bisa bantu masak. Ibu mau masak apa?" ucap Ayu menawarkan bantuan.


"Kamu serius bisa masak Yu? hmm... ibu tadinya cuma mau masak nasi goreng saja sih, kalau kamu memang bisa, kamu boleh bantu ibu buat memasaknya? karena ibu mau membangunkan suami ibu dulu."


"Boleh bu." Ayu menyanggupinya dengan yakin,karena masakan Ayu memang terkenal enak di kampung bi Asih.Selama di kampung Ayu sudah terbiasa menjual sarapan pagi.


"Baiklah kalau begitu! ibu ke atas dulu ya Yu, bi! "pamit Tiara.Lalu dia beranjak meninggalkan dapur menuju kamar untuk membangunkan suaminya Bimo yang manjanya tidak pernah berubah.


*******


Setelah piring mereka terisi penuh dengan nasi goreng, seperti biasa ketiga anaknya Aarash, Aariz dan Lea harus bergiliran untuk membuat doa. Kini yang membuat doa itu Lea, putri satu-satunya Bimo dan Tiara.


" Emmm, enak banget nih bun.beda seperti biasanya. Iya kan Rash? " Tanya Aariz yang hanya diangguki oleh Aarash.


"Cih, susah amat tuh mulut terbuka buat ucap iya aja! cetus Aariz.


"Bukan susah buka mulut Riz! kamu gak lihat kalau mulut aku penuh,kalau aku ngomong yang ada muncrat " sergah Aarash kesal.


"Udah... udah ! kalian berdua tiada hari tanpa adu mulut " lerai Tiara sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Ini semua bukan bunda yang buat, tapi Ayu" ucap Tiara,yang membuat semuanya berhenti makan bersamaan.


"Lho kok pada berhenti makan? " tanya Tiara pura-pura tidak mengerti arti tatapan keluarganya.


"Siapa Ayu sayang? tanya Bimo.


"Oh, Ayu itu ponakan bi Asih yah.Tadi malam mereka tiba di rumah" ucap Tiara santai sambil memasukkan nasi goreng ke mulutnya.

__ADS_1


"Bi Asih sudah pulang bun?" Lea yang sangat dekat dengan bi Asih,sangat antusias mendengar kepulangan bi Asih.


Tiara mengganggukan kepalanya sebagai jawaban, karena mulutnya tidak memungkinkan untuk menjawab.


"Bi Asiiih, bawa Ayu kesini !." Panggil Tiara, setelah dia menelan makanan yang ada di mulutnya.


Bibi Asih terlihat datang disusul seorang gadis cantik di belakangnya, sambil menundukkan kepalanya.


Tiara berdiri dari kursinya,lalu meraih tangan Ayu untuk ikut bersamanya.


"Sayang... anak-anak, kenalkan ini Ayu, keponakan dari bibi Asih. Dia akan tinggal bersama kita untuk bantu-bantu di rumah ini, sampai di menemukan jati dirinya nanti. Karena sebenarnya, ingatannya sedang dipinjam seseorang dan belum dikembalikan lagi! "


Semua orang yang ada di sana membelalakan matanya,tak terkecuali Ayu yang tidak menyangka kalau majikannya itu bisa berbicara konyol juga.


"Apa-an sih bun? oh ya.. hai cantik, nama ku Aariz dan yang disebelah saya ini...,hei gue yang ngenalin lo,atau lo sendiri? " Aariz menyikut lengan Aarash sehingga nasi goreng yang ada di mulut Aarash hampir muncrat.


Aarash menghunuskan pandangannya ke arah Aariz lalu melirik kearah Ayu.Satu kata yang terbersit di benaknya ketika melihat Ayu adalah " cantik".


Aariz mendecih melihat Aarash yang hanya melirik sekilas lalu melanjutkan makannya.


" Oh ya Ayu, si kulkas ini kamu bisa panggil Aarash.Gantengan mana aku apa Aarash? ganteng aku kan? jelassss Aariz gitu lho! " ucap Aariz membanggakan diri, yang disambut sama ucapan prett dari semua yang ada di sana.


" Mereka kan kembar, mukanya sama aja. Jadi sama- sama ganteng lah" Gumam Ayu, yang merasa bakal susah untuk mengenal yang mana Aarash dan yang mana Aariz.


"Kalau mau bisa membedakan kami, kamu tinggal melihat hidung kami berdua, kalau aku mancung tegak berdiri, kalau Aarash mancung miring ke kanan " ucap Aariz yang langsung membuat Ayu memperhatikan Hidung keduanya.


"Perasaan sama aja! " batin Ayu.


Aarash menghunuskan pandangannya ke arah Aariz dengan sorot mata yang sangat tajam.


"Nggak... nggak aku hanya bercanda Yu. Kamu tinggal lihat tai lalat di wajah kami.Kalau Aarash ada di dagu, kalau aku, di atas bibir seksi ku".


Ucapan Aariz yang dari tadi asyik membanggakan dirinya, membuat yang lain memutar bola matanya jengah.


"Hola....Selamat pagi duniaaaaa" teriak seseorang dari arah luar.


"Mati gue... si lalat pengganggu sudah datang " Aariz sontak sembunyi ke bawah meja makan, sambil menghunuskan pandangannya ke Aarash dan Lea, agar tidak memberi tahu dimana keberadaannya.

__ADS_1


__ADS_2