YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Hari H -1 ( Road to Seno's wedding)


__ADS_3

Tiara menggeliat bangun.Dia mengerjab-ngerjabkan kedua matanya,dan menguceknya untuk menyesuaikan cahaya yang langsung terasa silau begitu dia membuka matanya.


Hampir saja dia berteriak,melihat Bimo yang sedang tidur di kasur yang sama dengannya.Untung dia langsung menyadari,kalau dia dan Bimo sudah sah. Tiara tersenyum melihat wajah damai Bimo yang masih pulas tertidur.Dia membelai lembut wajah Bimo,mulai dari kening sampai kebibir.


Pergulatan panas yang terjadi antara dirinya dengan Bimo tadi malam, masih sangat membekas.Tiara sangat menikmati sentuhan-sentuhan lembut yang dilakukan oleh Bimo.


"Yang, jangan pancing aku lagi deh " Suara Bimo terdengar parau.Sebenarnya ketika Tiara bangun, Bimo juga sudah terbangun.Tapi dia pura-pura tidur untuk melihat apa yang akan dilakukan oleh wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya itu.Sentuhan lembut Tiara, membuat tongkat sakti Bimo,langsung tegak berdiri lagi.


"Eh, kamu udah bangun ya?" Tiara terlonjak kaget.


"Bukan cuma aku yang bangun yang, si ular berkepala dua juga sudah ikutan bangun! " ucap Bimo ambigu.


"Ular berkepala dua? apa-an tuh? " Tiara menautkan kedua alisnya,pertanda kalau dia beneran bingung.


"Yang ini sayang!" Bimo menyingkapkan selimut yang menutup badannya,memperlihatkan benda yang disebutnya ular berkepala dua,yang kini sudah terlihat tegak berdiri.


"Ahhhh, mesum, " teriak Tiara,dan reflek memukul keras si ular.


"Ouchhh, sakit yang, hancur masa depanku yang!" Teriak Bimo tak kalah kencang, memegang siular dengan kedua tangannya.


"Ma-maaf yang, aku gak sengaja" ucap Tiara dengan wajah bersalah.


"Gak pa-pa yang, tenang aja, nanti sakitnya bakal hilang dengan sendirinya kok" ucap Bimo setelah melihat ekspresi rasa bersalah Tiara,yang membuat matanya berkaca-kaca,hendak menangis.


"Kita mandi aja yuk! " Bimo mengecup kening Tiara dan melu**t bibir Tiara sekilas, sebelum beranjak dari atas ranjang.


Dengan tetap memegang si ular,Bimo berjalan sedikit mengangkang ke arah kamar mandi dengan wajah meringis.Karena jujur, masih terasa cenat-cenut pada benda yang ada di area pangkal pahanya. Nafsu yang tadinya sudah mencapai level 10,langsung menguap dan turun seketika ke level nol. Niat hatinya yang ingin sarapan pagi dengan daging mentah dan bernyawa pupus sudah.


*****


Pernikahan Seno dan Amira juga kini tinggal menunggu hari esok.Persiapannya juga sudah mencapai 100 persen.Sesuai janji Bimo, semua biaya pernikahan Seno semuanya, ditanggung oleh Bimo.


Sama seperti halnya Bimo dan Tiara, Seno dan Amira pun kini juga harus dipingit. Tapi Seno kali ini masih lebih beruntung dari Bimo.Karena dia masih bisa memegang yang namanya handphone. Jadi, walaupun tidak bisa bertemu, Seno dan Amira tetap bisa saling bertukar kabar dan VC-an.

__ADS_1


" Lagi apa yang? " tanya Seno ketika wajah Amira muncul di dalam layar benda pipih yang sedang dipegangnya.


"Lagi tiduran aja yang! aku bosan banget yang, udah tiga hari gak bisa kemana-mana " Amira terlihat mencebikkan bibirnya.


" Ih, imut banget sih kamu yang! pengen aku caplok tuh bibir" ucap Seno gemas.


"Ihhh,mau dong yang dicaplok! "


" Kamu udah makan yang? " tanya Seno lagi.


"Belum yang, aku rasanya gak berselera.Dag dig dug nunggu hari esok"


"Makan lah yang,ntar kamu sakit lho! kalau kamu sakit,nanti gak ada lagi yang mau nyakitin aku"


"Ihh, mas Seno.Emang kapan aku pernah nyakitin mas Seno? yang ada mas Seno tuh yang pernah nyakitin aku. " sewot Amira.


"Idih, gak nyadar dianya.Kamu tuh pernah nyakitin aku sayang.., waktu kamu menyetujui mau menikah sama Bimo, kamu ingat gak?"


" Bukan jual mahal sayang, cuma pada saat itu, aku masih bingung dengan perasaan ku sendiri yang! .Waktu kamu mengatakan setuju, perasaan ku pada saat itu, perih seperti diiris pisau belati.Tapi, pada saat itu aku ragu dengan perasaan ku." Jujur Seno.


"Yang,sepertinya tanggal pernikahan kita salah tanggal deh! harusnya kita nikahnya minggu depan aja" Ucap Amira dengan mimik muka sedih.


" Lho, kok gitu? bukannya lebih cepat lebih baik ya? atau jangan-jangan kamu gak mau kita menikah secepatnya! " Seno memicingkan kedua matanya,curiga dengan ucapan Amira.


"Bu-bukan begitu yang! kamu jangan salah paham dulu. Aku senang kok kalau kita cepat menikah,tapi aku takut, nanti kamu kecewa di malam pertama" ucap Amira lirih.


"Kecewa kenapa? " tanya Seno masih dengan nada curiga.


Amira terlihat gugup. Itu terlihat dari gesturnya, yang menggigit bibir bawahnya sambil meremas-remas tangannya sendiri.


"Sayang, kamu gak lagi menyembunyikan sesuatu kan? Tanya Seno,semakin penasaran sekaligus merasa was-was.


"Ng-nggak ada yang! A-aku cuma takut kamu kecewa,ka -karena tadi pagi, ta-tamu bulanan ku datang yang"

__ADS_1


"Tamu bulanan? maksud kamu, ada laki-laki lain yang rutin datang bertamu ke rumah mu tiap bulan?" tanya Seno dengan suara yang keras, karena marah dan cemburu sudah menguasai hati dan pikirannya.


"Apaan sih kamu? Maksud aku bukan itu bo**h. Aku baru saja datang bulan tadi pagi.Kamu itu bodoh,atau pura-pura bodoh sih? masa tamu bulanan aja gak tau! Ucap Amira jengkel, karena merasa kalau Seno lagi menuduhnya selingkuh.Mungkin karena Hormon baru datang bulan,membuat Amira sensitif dan mudah terpancing emosinya.


"Ma-maaf sayang,aku benaran gak tahu! Aku kirain tadi...."


klik


Tiara yang sudah terpancing emosinya,langsung menutup panggilan videonya tanpa menunggu Seno selesai berbicara.


"Astaga, salah lagi,salah lagi! mana gue tahu kalau tamu bulanan itu maksudnya datang bulan! Yang gue tahu, namanya itu menstruasi,haid dan datang bulan.Sejak kapan datang bulan ganti nama tamu bulanan? Gerutu Seno frustasi.


"Eh, tunggu dulu, kalau dia datang bulan,berarti besok malam gue belum bisa Aiueo dong?


arghhhh, apes, apes. Jangan sampai Bimo tahu masalah ini, yang ada ntar dia gak berhenti-berhenti ngejek gue! " Seno berbicara sendiri sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.


*****


Sementara itu, di rumah pribadi Bimo, nampak Tiara yang sedang tertawa sendiri, membaca pesan kakak kembarnya Amira. Yang merasa khawatir yang berlebihan,memikirkan kekecewaan Seno nantinya di malam pertama mereka.


"Kamu kenapa yang? Ada yang lucu ya?" tanya Bimo bingung dan penasaran.


"Ini yang, si Amira, dia merasa khawatir malam pertamanya besok?"


"Kok bisa?"


"Amira datang bulan sayang, pagi tadi. Jadi otomatis kan malam pertamanya bakal tertunda yang! Dia takut Seno kecewa! " Jelas Tiara.


"Hahahaha, rasain lo Seno! " Bimo menyeringai licik, karena tiba-tiba ada ide yang muncul di kepalanya untuk membalas keisengan Seno di malam pernikahannya.


TBC


please like,vote dan komen dan rate serta kasih hadiah dong.😁🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2