
Sudah seminggu lamanya Bimo dan Tiara menghabiskan bulan madu mereka di kota Paris negara Prancis.Berbagai tempat-tempat yang romatis sudah banyak mereka kunjungi,mulai dari Notre dame Cathedral, Menumen Arc de Triomphe, menara eiffel dan banyak lagi.
Hari ini mereka berdua akan kembali ke Indonesia.Seperti rencana awal, mereka akan kembali le Indonesia dengan Jet pribadi milik keluarga Bimo.Bimo menggeleng-gelengkan kepalanya, melihat jumlah koper yang akan mereka bawa pulang.Mereka berangkat dengan hanya membawa 1 koper besar,dan kini mereka kembali dengan 5 koper besar dan satu koper kecil. Yang 4 koper besar berisi barang pribadi milik Tiara,Satu koper besar berisi oleh-oleh,dan yang koper kecil baru berisi barang pribadi milik Bimo.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil,yang dikemudikan oleh Seno.Awalnya Seno kesal, lagi enak-enaknya mau makan siang, Bimo dengan teganya meminta tolong untuk segera menjemput mereka.
Sekitar 1 jam kemudian akhirnya mereka tiba di rumah, disambut oleh keluarga besar, baik itu orang tua Bimo, orang tua Tiara, mbok Sumi dan kedua anaknya.Sedangkan Amira tidak nampak sama sekali,karena kata Seno Amira sedang sibuk di butiknya.
"Yah, adik kami mana? kok ga dibawa? " tanya Aariz begitu Bimo dan Tiara turun dari mobil.
Plakk
"Adik itu mana bisa di beli, adik itu mungkin sudah ada riz, tapi mungkin masih ada di perut bunda." ucap Aarash setelah menggeplak kepala adiknya.
"Nah, itu jawabannya nak, makanya Aariz bantu doa aja ya, biar ayah yang mengusahakannya" ucap Bimo sambil mengerling genit ke arah Tiara.
"Itu mah mau kamu! " Ibu Sarah menggeplak kepala Bimo dan yang lainnya langsung tertawa terbahak-bahak.Satu-satunya yang cemberut cuma Tiara.
Setelah mereka semua masuk kedalam rumah,Tiara langsung memberikan oleh-oleh yang dia bawa kepada keluarganya.
*****
"Sen, gue ketemu Gladys disana,untuk sementara ini, aku masih bisa mengatasinya, tapi jujur, hati aku belum tenang. Aku khawatir,kalau sekarang dia sedang merencanakan sesuatu.Kamu tau sendiri kan bagaimana karakter Gladys ?" ucap Bimo setelah orang tua dan mertua mereka pulang.Sedangkan Tiara kini sedang menemani si kembar bermain.
"Hmmm, bagaimana reaksi dia ketika pertama kali ketemu lo? "
" Gila men, dia main peluk aja, dan lo tau, gara- gara itu, Tiara ngambek dan gue hampir aja puasa".
"Ha ha ha, jadi gimana reaksi dia, ketika dia tahu kalo lo udah nikah? "
"Dia menangis kaya orang gila, dia gak terima kalau gue udah menikah.Apalagi setelah dia tahu kalau gue nikahnya sama Tiara".
"Pantesan aja Bim, di group SMA kita banyak yang menghujat Tiara perempuan gak tahu diri dan matre.Ini pasti ulah Gladys yang menyebarkan gosip".
"Brengsek! kayanya gue harus melakukan pers konfrence,untuk mengumumkan pernikahanku,dan memeberitahukan siapa sebenarnya Tiara" Bimo mengepalkan kedua tangannya.Matanya nampak berkilat-kilat,nafasnya memburu karena emosi yang sudah sampai ke ubun-ubun.
__ADS_1
"Memang seharusnya begitu! tapi lo harus minta izin Tiara dulu, karena yang tidak mau pernikahan kalian diliput sama media kan Tiara Bim"
"Iya, nanti gue akan membicarakannya dengan Tiara".
"Kayanya lo juga harus lebih waspada sama keselamatan Tiara Bim, karna Gladys lebih licik dari Jesika" ujar Seno mengingatkan.
"Gue juga udah berpikir ke arah sana Sen.Gue akan nge hire body guard untuk melindungi Tiara dari jauh.Karna kalau terang-terangan, gue yakin Tiara gak bakal mau"
"Jangan lupa,body guard sama Amira juga.Gue takut nanti Gladys nyangkanya kalau bini gue itu Tiara.Gue gak mau, bini lo selamat, tapi bini gue yang celaka"
"Ih, lo nyari body guard sendiri lah! Amira kan bininya lo"
"Hei, jangan lupa,yang buat bini gue ikut dalam bahaya siapa?"
"Hei,salah sendiri ,ngapain mirip sama bini gue coba! Bimo tidak mau kalah.
"Yang ada bini lo yang niru muka bini gue, yang kaka-an siapa? kan bini gue! " ucap Seno yang juga tidak mau kalah.
"Iya,iya gue akan bayar body guard buat bini lo" ucap Bimo mengalah.
"Iya deh iya Sen, gak usah pake otot ngomongnya akh! " ucap Bimo terkekeh.
"Eh, belum pulang Sen? " tanya Tiara yang tiba-tiba saja muncul.
"Kamu mau ngusir aku Ra?" Seno balik bertanya.
"Nggak Suneo, aku cuma bertanya aja kok"
"Enak aja ganti-ganti nama, nama aku Seno bukan Suneo"
"Maaf, maaf deh Sen.Oh ya ini oleh-oleh buat Amira,nanti tolong kasihkan sama dia ya! Tiara menyerahkan sebuah tas branded yang selama ini di incar sama Amira.
"Ok, thank you Ra, nanti aku kasih ke dia" Seno tersenyum gembira saat menerima oleh-oleh dari Tiara.
"Yes, tabungan gue aman.Gue gak perlu lagi beli tas ini. Emang ya, kalau udah rejeki gak bakal kemana!" batin Seno.
__ADS_1
****
Sementara itu, Amira yang beralasan sedang sibuk dibutik,sedang mempersiapkan diri untuk memberikan kejutan kepada Seno.Setelah menyelesaikan pekerjaannya dibutik,Amira menyempatkan diri untuk melakukan perawatan di salon kecantikan langganannya.
Setelah dirasa cukup, dia juga menyempatkan diri untuk membeli pakaian kurang bahan dan tipis,yang dikenal dengan nama lingeria.Awalnya dia merasa geli sendiri, tapi demi menyenangkan Seno,dia tetap membelinya.
Amira tiba di Apartemen milik Seno, tempat dimana sekarang mereka tinggal.Amira mendekor kamar mereka seperti layaknya kamar pengantin.Amira tidak lupa untuk menyemprotkan pewangi aroma lavender,kesukaan Seno.Setelah dirasa semua sudah sesuai, Amira masuk ke kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya. Sebelum mandi, Amira berendam sejenak,untuk sedikit merilekskan pikiran dan hatinya yang sedang berdebar-debar tidak karuan.
Amira keluar dari kamar mandi, dia melirik sekilas ke arah jam di dinding yang ternyata sudah menunjukkan pukul 18.45.Amira cepat-cepat memakai lingeria berwarna merah darah yang tadi dia beli.Dia sedikit memoles bibirnya dengan lipstik warna baby pink.Setelah semuanya sudah siap cepat-cepat dia mengambil photo dirinya dan mengirimkannya ke Seno.
"Sayang, cicilannya sudah bisa dibayar lunas.goa yang berisi berlian, banjirnya sudah surut dan sudah siap untuk digali." pesan yang dikirim oleh Amira yang dibubuhi dengan emoticon sedang kiss jauh.
Sementara itu Seno yang melihat pesan itu,langsung menelan ludahnya sendiri melihat photo sensual Amira, terlebih saat membaca pesab dari istrinya itu.Sesuatu di bawah sana langsung merespon dan mulai sedikit menggeliat.
"Bim, Ra, gue mau pulang dulu.Gue mau melakukan pelunasan cicilan gue" Seno sedikit berlari keluar,sebelum Bimo dan Tiara banyak bertanya.
"Yang, gue gak lagi salah dengar kan? Seno mau melunasi cicilan katanya.Emangnya dia lagi nyicil apa?tanya Bimo.
"Nggak yang! Seno tadi memang bilang mau melunasi cicilan.Cicilan apa,aku juga tidak tahu" sahut Tiara yang juga merasa bingung.
"Ini udah tidak bisa dibiarin lagi sayang.Aku mau ke apartemennya sekarang,aku butuh penjelasan Seno, kenapa dia tidak pernah mau meminta bantuan ku?.Apa dia tidak menganggap aku lagi sahabatnya.sampai-sampai dia mencicil segala?" ucap Bimo emosi.
"Udah lah yang, mungkin saja dia tidak mau merepotkan mu!"
"Tapi aku tetap tidak terima yang,aku harus tetap ke tempatnya sekarang!mungkin Seno akan butuh bantuan kita.Debt kolektornya juga mungkin lagi di sana sekarang dan marah-marah sama Amira,makanya Seno terburu-buru tadi"
"Ya udah aku ikut yang! aku pamit dulu sama ibu Sumi dan anak-anak"
"Ya udah aku tunggu di mobil"
Author:"Bisa dibunuh lo Bim, kalo lo membantu pelunasan cicilan Seno.ckck"
TBC
Maaf sedikit terlambat up nya.karna si husband lagi atit. Yang kalau udah demam, manjanya ngalahin bayi.ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1
Jangan lupa ritualnya guys.Tap like, vote dan komen.Kasih hadiah juga dong.biar aku makin semangat.Thank you🥰🤗