YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Dewa mulai melancarkan aksinya


__ADS_3

Pukul 10 pagi, waktu London, Aariz baru saja terbangun dari tidurnya, karena dia tertidur sudah hampir pukul 5 subuh. Aariz sontak melompat dari atas ranjang dan langsung menuju kamar mandi.


Aariz menghabiskan waktu mandi hanya sekitar 10 menit, waktu tersingkat dia mandi selama ini. Perut yang sudah keroncongan tidak diperdulikannya lagi. Yang penting sekarang dia bisa bertemu dengan Vina.


Aariz menuju alamat Vina menggunakan taksi. Setelah memakan waktu lebih kurang 20 menit dari hotel ke rumah Vina,dia pun langsung turun dengan wajah yang berbinar-binar dan jantung yang berdebar-debar.Dia bahkan sudah sangat siap, jika dia akan bertarung adu jotos, untuk memperebutkan Vina dengan Galang.Karena sampai saat ini, dia masih belum tahu kalau Galang hanyalah Kakak sepupu Vina.


Aariz kini sudah berdiri tepat di depan pintu apartemen Galang. Dia menarik nafas dalam-dalam terlebih dahulu, lalu menghembuskannya dalam satu hentakan. Dia merapikan rambut, memperbaiki pakaiannya lalu diapun mulai menekan bel.


Aariz menekan bel berulang-ulang, tapi tetap tidak ada tanda-tanda, akan ada orang yang akan membukakan pintu untuk Aariz.


"Dimana sih mereka?mereka lagi pergi keluar atau gimana sih? atau jangan- jangan mereka berdua lagi enak-enak lagi di dalam? " Aariz membatin, dengan perasaan dongkol dan khawatir. Khawatir kalau apa yang baru saja dipikirkannya itu, benar-benar terjadi. Karena terlalu kesal, Aariz hampir saja ingin menendang pintu apartemen itu. Untungnya Tuhan masih melindunginya dengan keluarnya seseorang dari pintu apartemen sebelah apartemen Galang. Kalau tidak, dia pasti akan di giring ke kantor polisi sekarang,kalau tadi dia sempat menendang pintu apartemen Galang itu.


"Who are you looking for Sir?(siapa yang sedang anda cari Tuan?) " tanya orang asing seraya menyipitkan matanya,ke arah Aariz.


"I'm looking for the occupant this apartment! Did you see them?( Aku lagi mencafi penghuni apartemen ini.Apakah anda melihat mereka?)" sahut Aariz.


"Hmmm, I'm sorry, I didn't see them! but, ussually they are in their colage, at this hour!(Maaf, aku tidak melihat mereka! Tapi, bisanya mereka ada di kampus jam segini)"


"Hmmm,Ok, I see! thank you Sir!( Hmm, baiklah! saya paham. Terima kasih Tuan) " Jawab Aariz sambil menerbitkan seulas senyuman di bibirnya. Lalu dia pun mengayunkan kakinya, beranjak meninggalkan apartemen Galang dengan sedikit kecewa di hatinya." Hmm, kayanya aku sedikit terlambat! Aku akan kesini lagi nanti!" gumam Aariz seraya mengusap kasar wajahnya.


********


Vina saat ini terlihat sangat cantik, berbalut gaun merah selutut tanpa lengan. Riasannya juga sangat sederhana, tapi tetap memancarkan aura kecantikan bagi orang yang memandangnya. Dia tengah menunggu kehadiran Dewa untuk menjemputnya, seperti yang dijanjikannya tadi pagi.

__ADS_1


Tidak berselang lama, orang yang ditunggu pun tiba.Dewa terpaku, terpesona melihat kecantikan Vina malam ini. Perasaan ingin memiliki Vina seutuhnya semakin kuat .


"Ka Dewa... Ka! Kaka kenapa? " tanya Vina seraya mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Dewa.


Dewa tersentak kaget begitu Vina menyentuh bahunya. " Eh, iya Vin? ada apa?" tanya Dewa gelagapan.


"Justru aku yang harus tanya, Ka Dewa kenapa?" Vina menyipitkan matanya, menatap bingung ke arah Dewa.


"Oh, aku tidak apa-apa! Aku tadi cuma terpesona aja, melihat ada bidadari berdiri di depanku! " Dewa mulai melancarkan gombalannya.


"Ohh," Vina tidak merasa tersanjung sedikitpun atas pujian yang baru saja diucapkan oleh Dewa.Dia bersikap santai dan biasa saja.Mungkin kalau saat ini Aariz yang mengatakannya, mungkin dia akan seperti melayang dengan pipi yang merona.


Dewa merasa kesal melihat ekspresi biasa aja yang ditunjukkan oleh Vina, saat dia memuji gadis itu tadi. Tapi, dia berusaha untuk menahannya.Dia tidak mau kalau dia menunjukkan kekesalannya sekarang, rencana yang telah dia susun rapi akan berantakan.


"Ka, boleh kita berangkat sekarang? atau kita tidak jadi pergi? kalau tidak jadi, aku mau masuk kamar sekarang!"


"Ka Galang, lagi di Kamar. Dia katanya banyak tugas yang harus dia kejar! tenang saja, aku tadi udah permisi sama Ka Galang ".Sahut Vina.


"Oh, kalau begitu, kita berangkat sekarang! " Dewa meraih tangan Vina untuk menggandengnya, tapi Vina segera menepis tangan Dewa. Dewa merasa semakin geram, begitu mendapat penolakan dari Vina.Tapi masih seperti tadi, dia masih tetap berusaha menahan amarahnya.


Dewa memarkirkan mobilnya di sebuah hotel megah, tempat dimana party ulang tahun temannya dilaksanakan.


"Vin, kamu temani aku dulu ke kamar tempat teman ku itu menginap ya! aku mau langsung memberikan dia hadiahku saja.Soalnya dia baru ngirim pesan,kalau partynya di undur sampai jam 10 malam nanti. Aku tidak enak sama Galang kalau aku mengantar kamu pulang terlalu malam" ujar Dewa dengan wajah yang memelas.

__ADS_1


"Hmm, ya udah! cuma ngasih hadiah aja kan? habis itu kita langsung pulang? tanya Vina sedikit senang dan tidak merasa curiga sedikitpun, karena dengan begitu dia tidak akan berlama-lama bersama Dewa.


" Iya Vin! maaf ya kalau jadinya harus seperti ini? kamu gak marah kan? " raut wajah Dewa kini terlihat khawatir.


"Oh, gak apa-apa kok Kak! Vina mah fine- fine aja!" sahut Vina dengan menyematkan seulas senyuman di bibirnya.


Mereka berduapun melangkah memasuki lift dan berhenti di lantai 6 hotel itu.Kini mereka berdiri di depan pintu kamar nomor 306. Dewa terlihat menoleh ke kanan dan ke kiri,dia melihat selasar lantai 6 itu sangat sep. Dengan sigap dia membungkam mulut Vina dan membawa paksa Vina masuk ke dalam kamar itu, menggunakan kunci kamar yang dari tadi sudah ada di dalam saku celananya. Setelah dia berhasil membawa Vina masuk, dia pun langsung mengunci kamar itu kembali.


Vina berlari, ke arah pintu berusaha untuk membukanya kembali.Keringat dingin kini sudah menetes di keningnya. Dia kini diliputi oleh rasa takut yang amat sangat.


"A-apa maumu Ka Dewa? Kenapa kamu bawa aku kemari? " tanya Vina sedikit membentak, berusaha untuk melawan rasa takutnya.


Dewa melangkah perlahan menghampiri Vina yang beringsut mundu,seraya menyeringai sinis ke arah Vina. " Kamu bertanya apa mauku? aku mau kamu! Aku mau kamu jadi milik ku selamanya! " Ucap Dewa sambil menatap Vina dengan sorot mata penuh nafsu.


"Ka Dewa, jangan mendekat, kalau kamu mendekat, aku akan teriak! " ancam Vina.


"Hahahaha, kamu mau teriak? teriak lah! tidak akan ada yang mendengarmu Vina. Jadi sekarang jadilah wanita penurut! Mari kita nikmati sama kebersamaan kita! " Dewa berucap sangat lembut, tapi sangat menakutkan buat Vina.


"Ka Dewa ...please jangan macam-macam! Kalau kamu macam-macam, Kamu akan tahu akibatnya nanti.Papah pasti tidak akan melepaskan mu dan Asal kamu tahu, Papah bersahabat dengan Om Bimo dan Om Seno, Kamu pasti tahu siapa mereka bukan? ucap Vina berusaha membuat Dewa menghentikan perbuatanya, dengan membawa nama Bimo dan Seno.


Tbc


Jangan lupa buat like, vote dan komen. Thank you

__ADS_1


Bagi readers yang beragama Islam, Aku mau mengucapkan Selamat menunaikan Ibadah Puasa.Semoga puasanya berjalan dengan lancar sampai tiba di hari yang Fitri nanti.


#salamtoleransi


__ADS_2