YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
195 "Mengatur Rencana"


__ADS_3

Ricky dan Bella sungguh sangat terkejut dan sangat tidak menyangka. Selama ini Ricky berjuang sendiri meneruskan dan. mengembangkan Perusahaan kakeknya hingga menjadi Perusahaan terbesar hingga kepenjuru dunia.


Bahkan Ricky selalu menuruti keinginan mereka untuk mengirimi uang tiap bulannya kepada mereka dengan jumlah yang sangat besar. Karena bagi Ricky uang masih bisa dicari dan keluarga tidak akan pernah bisa digantikan.


Namun setelah ia mengetahui kebenaran dan kebusukan kejahatan dari keluarganya, Ricky bersumpah tidak akan pernah lagi akan bersikap baik kepada mereka.


Saat ini dalam benaknya hanya ada satu kalimat yaitu 'nyawa dibayar dengan nyawa'.


Mereka begitu jahat dan sangat kejam hingga membunuh orangtuanya dan juga kakeknya.


Sungguh Ricky tidak bisa memaafkan perbuatan mereka. Sesuai pesanan dari kakeknya ia akan tetap berusaha keras untuk tetap tenang dan menahan dirinya untuk tidak emosi.


Ricky dan Bella beranjak keluar dari kamar kakek Ronald. Ricky merangkul pinggang istrinya berjalan menuruni tangga.


Dion dan Leo menghampiri mereka setelah melihat mereka turun.


Ricky memejamkan matanya dan menghela nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya dengan pelan berusaha untuk mengatur emosinya setelah mengetahui semua kenyataan yang telah terjadi.


Dion yang berdiri disamping Ricky menepuk pundaknya seolah menyalurkan kekuatan kepadanya. Ricky kemudian mengajak istrinya segera keluar dari rumah kakeknya diikuti oleh Dion dan Leo.


"Aku akan mengantarmu pulang!" Ucap Ricky sambil merangkul istrinya.


"Maksud kamu ingin mengantarku pulang apa? Kamu mau pergi kemana memangnya?" Tanya Bella sambil menahan langkah suaminya dan mengernyitkan keningnya menatap suaminya.

__ADS_1


"Untuk beberapa hari kedepan, aku akan tinggal dirumah kakek!" Jawab Ricky sambil menatap istrinya.


"Kalau begitu aku akan ikut bersamamu!" Ucap Bella sambil menggenggam erat tangan suaminya dan menatapnya.


"Tidak! Aku tidak ingin membahayakanmu kalau kau ikut bersamaku!" Jawab Ricky sambil mengusap pipi istrinya.


"Lalu kamu pikir aku juga akan membiarkanmu dalam bahaya sendirian??" Tanya Bella dengan ngotot sambil menatap suaminya.


Ricky terkekeh melihat ekspresi istrinya lalu ia mengusap kepala istrinya.


"Dengar sayang! Aku tidak sendirian! Aku bersama mereka!" Ucap Ricky sambil menunjuk kearah Dion dan Leo.


"Meskipun aku sendirian, kau tidak perlu khawatir karena suamimu ini bukan orang yang mudah dihabisi oleh orang-orang seperti mereka!" Lanjutnya sambil menatap istrinya dan tersenyum.


"Sudah, jangan ngeyel! Ariella lebih membutuhkanmu! Sebaiknya kau pulang dan menemaninya! Aku akan sering menghubungimu dan mendatangi kalian!" Ucap Ricky dengan lembut kepada istrinya kemudian sekilas mengecup bibir istrinya.


Bella mendengus kesal dan mengerucutkan bibirnya. Ia terpaksa harus menyetujui permintaan suaminya demi menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya.


Kini mereka sedang berada didalam mobil mewah milik Dion. Dan Ricky duduk bersama istrinya dibarisan penumpang.


Dalam perjalanan menuju rumah mertuanya, Ricky memberitau semuanya kepada kedua sahabatnya juga memberitau rencana yang akan ia lakukan untuk membalas semua perbuatan mereka yang telah dengan kejam menghilangkan nyawa orang-orang yang sangat ia cintai dan ia sayangi.


"Ricky!! Aku tidak mau kalau suamiku menjadi seorang pembunuh seperti mereka!!" Seru Bella setelah mendengar rencana suaminya dengan rasa keterkejutan dan sangat cemas.

__ADS_1


"Ricky, apa kamu yakin dengan rencanamu itu??" Tanya Leo sambil menoleh kebelakang.


"Ya! Jadi aku minta kepada kalian untuk bersikap seperti biasa seolah tidak terjadi apa-apa!" Ucap Ricky dengan santai sambil merangkul pinggang istrinya dan menyandarkannya ditubuhnya.


Leo menganggukan kepalanya, ia dan Dion sudah paham dan akan langsung memulai menjalankan rencana dari Ricky.


"Ricky!! Aku tidak setuju!! Kalian ini teman macam apa?? Kenapa dengan mudah langsung mau saja mengikuti rencana suamiku??" Ucap Bella sambil mengangkat tubuhnya yang bersandar disuaminya dan marah-marah.


"Sayang, dengarkan aku! Percayalah kepadaku! Aku tidak akan menjadi pembunuh seperti apa yang telah kau pikirkan! Aku tidak akan mengotori tenganku ini hanya untuk menghabisi mereka! Aku hanya ingin membuat mereka tersiksa seumur hidup!" Ucap Ricky menjelaskan kepada istrinya.


Bella menghela nafasnya kemudian ia duduk menyandarkan tubuhnya kebelakang dan memalingkan wajahnya menatap kearah kaca jendela mobil.


Ricky menarik tubuh istrinya dan menyandarkan kembali kedada bidangnya lalu ia mengecup puncak kepala istrinya.


"Bella, kau tenang saja! Jangan mengkhawatirkan suamimu! Kau cukup selalu percaya saja dengannya!" Ucap Leo sambil menoleh kebelakang.


Bella hanya diam dan tidak menghiraukan ucapan Leo. Bella merasa sangat lelah dan ia tertidur dipelukan suaminya saat perjalanan pulang kerumah orang tuanya.


Ricky terus mengusap-usap dengan lembut lengan istrinya dan sesekali mengecup kepalanya.


Karena semua saudara dari daddynya akan tinggal dirumah kakeknya setelah kakeknya meninggal, jadi terpaksa Ricky juga akan tinggal dirumah kakeknya untuk menjalankan rencananya.


Dan ia tidak bisa mengajak istri juga putrinya untuk ikut bersamanya, karena ia yakin mereka akan menyakiti istri juga putrinya.

__ADS_1


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


__ADS_2