
Ponsel Ricky bergetar dan ia segera meraihnya dari saku jaketnya. Ia tersenyum saat melihat layar ponselnya yang menunjukkan istrinya yang sedang meneleponnya.
"Ya sayang? Kau sudah bangun?" Tanya Ricky setelah menjawab telepon dari istrinya.
"Ricky, kenapa kamu meninggalkanku disaat aku masih tertidur??" Tanya Bella dengan marah-marah kepada suaminya.
"Aku minta maaf sayang, jangan marah! Besok kau datang kekantorku dan bawakan makan siang untukku! Kita bertemu disana!" Ucap Ricky terdengar lembut kepada istrinya.
Setelah memberikan penjelasan kepada istrinya dan Bella bisa memahaminya juga tidak marah lagi, mereka mengakhiri panggilan teleponnya.
Ricky merapikan kembali kamar kakeknya. Kemudian ia berjalan keluar dari kamar kakeknya dan turun kebawah.
"Kak Ricky!" Seru Selena kemudian berlari dan memeluk Ricky.
"Kak, apa aku boleh tetap tinggal disini setelah kepergian kakek?" Tanya Selena setelah melepaskan pelukannya dan menatap Ricky dengan sendu.
"Terserah kau saja!" Jawab Ricky dengan wajah tanpa ekspresinya lalu ia melangkah keruang keluarga diikuti oleh Selena.
Dion dan Leo masih duduk disana bersama Riyo dan Rudy. Rudy merupakan suami dari Merry.
'Dimana tente Merry dan Romy??' Tanya Ricky dalam hati kemudian ia duduk disebelah Leo.
"Apa kalian tidak ingin mandi dulu?" Tanya Ricky kepada kedua sahabatnya.
"Tentu saja! Aku juga ingin tidur sebentar!" Jawab Dion kemudian ia dan Leo segera beranjak manuju kamar tamu yang sebelumnya telah mereka tempati saat ikut tinggal disana.
Rumah kakek Ronald memang sangat besar dan megah. Banyak kamar disana dan semua keluarga besarnya memiliki kamarnya sendiri.
"Ehm..Ricky, bagaimana kabar Perusahaan? Uncle dengar kau telah membangun sebuah wisata kuliner yang menakjubkan!" Tanya Rudy dengan ramah dan tersenyum kepada Ricky.
"Ya itu benar! Mungkin dalam waktu dekat ini aku akan membukanya!" Jawab Ricky sambil menyandarkan punggungnya kesandaran sofa.
"Kau memang sangat hebat!" Sahut Riyo yang merupakan adik angkat bungsu Raffi.
"Terimakasih!" Jawab Ricky singkat kemudian meraih gelas dan menuang res wine lalu meguknya hingga habis dalam dua tegukan.
"Wah kak Ricky, apa aku boleh ikut saat pembukaan?" Tanya Selena yang duduk disampingnya.
"Aku akan mengundang kalian semua untuk datang saat acara pembukaan!" Jawab Ricky sambil tersenyum.
__ADS_1
Ponsel Ricky kembali bergetar dan berdering. Ricky meraihnya dari saku jaketnya dan segera bangkit dan pergi setelah melihat siapa yang telah menghubunginya.
Rudy dan Riyo saling pandang ketika melihat Ricky pergi menjauh untuk menerima panggilan telepon.
"Selena, apa kau menyayangi kakak sepupumu yang tampan itu?" Tanya Rudy dengan menatap serius kepada Selena.
"Tentu saja uncle! Aku sangat menyayangi kak Ricky! Kami sejak kecil kan tinggal bersama disini dengan kakek! Kenapa uncle menanyakan itu?" Jawab Selena dengan tersenyum manis.
"Tidak apa-apa! Sepertinya Ricky juga sangat menyayangimu!" Ucap Rudy dengan seringai.
"Itu juga benar sekali uncle! Bahkan kak Ricky rela meninggalkan rapat pentingnya dikantor hanya karena waktu itu aku ingin dikroyok oleh teman-teman kuliahku saat pertama aku pindah kesini!" Jawab Selena dengan riang sambil membayangkan saat kakak sepupunya bagai super hero yang selalu menolongnya.
Rudy tersenyum miring menatap Selena dan tampak memikirkan sesuatu.
'Mungkin bocah ini akan bisa aku jadikan umpan untuk menjatuhkan Ricky!!' Gumam Rudy dengan senyum miringnya.
"Kak, apa yang ingin kau rencanakan?" Tanya Riyo dengan berbisik kepada Rudy.
"Nanti aku beritau! Sekarang aku mau beristirahat dulu!" Jawab Rudy yang kemudian beranjak pergi menuju kamarnya.
"Selena! Apa kau tidak berniat untuk bekerja?" Tanya Riyo setelah Rudy pergi kemudian pindah duduk disamping Selena.
"Tentu saja aku ingin bekerja! Minggu depan aku sudah mulai bekerja diperusahaan kakek karena sebelumnya kak Ricky telah memberikan jabatan kepadaku sebagai sekretarisnya!" Jawab Selena dengan ringan sambil memainkan ponselnya.
"Memangnya aku terlihat sedang berbohong ya? Sudahlah, uncle menggangguku saja jadi kalah kan aku!!" Jawab Selena dengan sangat kesal karena tidak konsentrasi bermain gamenya.
"Dasar kamu ini!!" Ucap Riyo kemudian ia beranjak pergi dan ingin keluar.
Saat Riyo keluar, ia berpapasan dengan Ricky yang berjalan masuk setelah selesai menerima telepon.
"Uncle mau kemana?" Tanya Ricky sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Uncle ada janji dengan teman sekolah yang sedang berlibur disini!" Jawab Riyo dengan tersenyum kemudian melanjutkan langkahnya kembali namun ia kembali menghentikan langkahnya.
"Ricky, boleh uncle meminjam salah satu mobilmu?" Tanya Riyo sambil menoleh kearah Ricky yang yang sudah ingin masuk.
"Pakai saja!" Jawab Ricky singkat dengan wajah datarnya kemudian segera masuk kedalam.
"Dia memang selalu baik dan tidak pernah pelit! Tapi sebentar lagi semua ini akan menjadi milikku!" Gumamnya sambil menyeringai kemudian ia meraih ponselnya karena ada yang menghubunginya.
__ADS_1
"Hallo sayang! Apa kau sudah tidak sabar menungguku?" Tanya Riyo kepada seorang wanita diseberang telepon.
"Aku sudah sangat merindukan kehangatanmu, cepatlah datang honey!" Jawab wanita dari seberang telepon dengan manja dan menggoda.
"Aku segera datang sayang!" Ucap Riyo kemudian segera bergegas menemui selingkuhannya.
Karena istrinya sudah langsung kembali ke Inggris untuk menghadiri acara pernikahan saudaranya disana.
Ricky memang memiliki beberapa mobil mewah diparkiran rumahnya juga diparkiran rumah kakeknya.
Tak hanya mobil mewah saja, Ricky juga memiliki beberapa motor sport dan moge yang telah ia modifikasi menjadi lebih unik dan keren.
Karena dulu ia juga sempat hobi menaiki motor dan iseng ikut balapan dengan teman-temannya termasuk Leo dan Dion. Hanya iseng namun Ricky terlihat sangat jago saat ikut balapan hingga selalu juara.
Itu semakin membuat semua teman wanitanya merasa kagum dan jatuh cinta kepadanya.
Namun setelah ia resmi menjadi pemilik dan pimpinan perusahaan milik kakeknya, ia meninggalkan hobinya itu dan memilih fokus untuk mengembangkan perusahaan kakeknya hingga saat ini.
"Dimana daddy mu?" Tanya Ricky sambil duduk disamping Selena.
"Tadi Dad pergi bersama onty Merry!" Jawab Selena masih sambil fokus memainkan game diponselnya.
"Pergi kemana?" Tanya Ricky sambil merebut ponsel milik Selena.
"Iiiish kak Ricky kembalikan ponselku!! Aku sedang bertanding nanti kalah!!" Ucap Selena dengan intonasi tinggi dan merengek kesal kepada Ricky.
"Jawab dulu! Kemana perginya daddymu dan tante Merry?" Ucap Ricky memerintah Selena sambil menepis tangan Selena yang ingin merebut kembali ponselnya.
"Biasanya mereka sering mendatangi rumah tua kakek! Cepat berikan ponselku!!" Jawab Selena sambil merengek kepada Ricky.
Ricky kemudian mengembalikan ponsel Selena kemudian segera bangkit dan beranjak pergi.
"Tu kan kalah!!" Ucap Selena dengan sangat kesal sambil membanting ponselnya disofa.
Sebelum pergi, Ricky mengirim pesan kepada Dion untuk melacak selalu kemana perginya Riyo yang memakai mobilnya.
Semua mobil Ricky telah terpasang GPS jadi akan sangat mudah untuk melacak dan mengawasi mereka yang sering memakai mobilnya.
Kemudian ia juga meminta Leo untuk tetap menunggu dirumah kakeknya dan memberi kabar kepadanya kalau, karena Ricky akan pergi kerumah tua milik kakeknya yang berada dipesisir pantai.
__ADS_1
Ricky kemudian keluar dan menuju mobilnya yang lain. Ia melacak mobil yang dipakai Rudy bersama Merry kemudian ia segera menyusul mereka.
"Dasar tidak tau malu!!" Gumam Ricky dalam hati dengan mengeraskan rahangnya sambil mengingat rekaman video yang memperlihatkan adegan panas antara Rudy dengan Merry.