
Ricky menggendong istrinya ala bridal style setelah mobil mewah milik Dion sampai dihalaman depan rumah mertuanya untuk mengantar istrinya pulang.
Karena Bella tertidur dalam perjalanan menuju rumah orang tuanya, Ricky tidak tega kalau harus membangunkan istrinya.
Jadi dengan sangat hati-hati ia menggendong istrinya turun dari mobil mewah Dion dan membawanya masuk langsung menuju kamarnya.
Setelah membaringkan istrinya, ia segera membersihkan dirinya dengan mandi. Selesai mandi dan berganti pakaian, ia mendekati istrinya yang masih tertidur sangat pulas.
Ricky duduk ditepian ranjang disamping istrinya.
"Sayang, aku pergi dulu! Aku akan menghubungimu nanti!" Ucap Ricky sambil mengusap pipi istrinya kemudian ia mengecup kening istrinya dengan lembut beberapa detik.
Setelah berpamitan kepada istrinya yang masih tertidur, ia segera turun untuk menemui putri kecil kesayanganya.
Dion dan Leo masih menunggunya dan sedang berbincang dengan Helmi juga Sofia sambil menggendong Ariella diruang tengah.
Ricky mengambil alih untuk menggendong putri kecilnya yang semakin menggemaskan itu karena malam ini ia akan tinggal sementara dikediaman kakeknya.
"Jadi kamu akan tinggal dirumah Tuan Ronald Nak?" Tanya Helmi saat Ricky duduk sambil menggendong Ariella.
"Iya Yah hanya beberapa hari saja selama keluarga besarku masih disini!" Jawab Ricky sambil mengecup kepala Ariella.
"Lalu, kenapa kamu tidak mengajak istrimu juga Ella? Mereka pasti akan senang melihat putrimu yang menggemaskan ini?" Tanya Sofia dengan tersenyum dan mengusap pipi Ariella.
"Ehm..untuk saat ini aku tidak bisa membawa mereka dulu Bu!" Jawab Ricky dengan sedikit bingung.
Ricky belum berniat untuk memberitahu kepada mertuanya tentang masalah besar yang sedang ia hadapi saat ini.
Ia tidak ingin membuat mereka khawatir kepadanya. Dan mertuanya juga tidak banyak bertanya lagi. Mereka memaklumi dan mengira kalau Ricky ingin merasakan kebersamaannya dengan keluarga besarnya.
Setelah menggendong Ariella dan berpamitan kepada mertuanya, Ricky segera pergi menuju kediaman kakek Ronald bersama kedua sahabatnya.
***
Di kediaman Ronald Grissham.
Adik-adik dari Raffi Aditya Grissham yang merupakan mendiang ayah Ricky, mereka sedang berkumpul diruang keluarga membahas rencana untuk merebut Perusahaan milik Ronald Grissham yang telah menjadi milik Ricky.
"Kita tidak boleh gegabah! Karena Ricky tidak akan dengan mudah menyerahkan Perusahaan ayah kepada kita! Kita harus pelan-pelan untuk menghancurkannya!" Ucap Rudy yang merupakan adik bungsu dari Raffi dengan tatapan sinis.
__ADS_1
"Kamu benar! Ricky itu sangat pintar juga cerdas melebihi Raffi! Mungkin anak itu lebih berbahaya dari yang kita kira!" Ucap Romy adik kedua Raffi sambil meneguk minumannya.
"Aku tau bagaimana caranya supaya Ricky menyerahkan Grissham Corp kepada kita!" Sahut Merry dengan tersenyum licik.
Mereka yang mendengarnya langsung menatap kearah Merry dengan menyelidik.
"Apa yang akan kamu rencanakan Merry??" Tanya Rudy sambil memicingkan matanya.
"Kita cukup memanfaatkan kelemahannya saja dan kalian pasti sudah bisa menebak apa kelemahan dari keponakan kesayanganya kita yang satu ini?" Ucap Merry dengan melirik sinis dan menyunggingkan senyum devilnya.
Mereka pun menganggukan kepalanya dan tersenyum karena langkah paham dengan rencana Merry untuk merebut kekayaan Ronald Grissham yang telah menjadi milik Ricky.
Tak lama Ricky datang dibelakangnya diikuti oleh Leo dan Dion.
"Ricky, kamu sudah datang?" Seru Rudy terdengar ramah dan tersenyum kemudian melangkah mendekati Ricky lalu memeluknya.
'Mari kita bersandiwara Uncle!' Gumam Ricky dalam hati sambil membalas pelukan Rudy.
"Hallo Dion, Leo! Duduklah dan ikut mengobrol dengan kami!" Seru Romy juga terdengar sangat ramah.
"Hallo Uncle dan juga Aunty!" Jawab Leo dengan tersenyum manis kemudian melangkah dan ikut bergabung dengan mereka.
"Maaf, aku ingin istirahat dulu!" Ucap Ricky kemudian beranjak menaiki tangga menuju lantai dua.
Dion kemudian ikut duduk disamping Leo dan mendengarkan perbincangan mereka.
Ricky masuk kedalam kamar kakeknya lalu mengunci pintunya. Ia menuju lukisan besar lalu menurunkan lukisan itu dengan hati-hati.
"Kakek, sebelum mereka menghancurkanku, aku yang akan lebih dulu menghancurkan mereka!" Gumam Ricky setelah menurunkan lukisan besar tersebut.
Kemudian Ricky menekan tombol sandi pada brangkas rahasia milik kakeknya. Didalam ternyata banyak uang dolar dan emas batangan juga ada sebuah amplop.
Ricky mengernyitkan keningnya dan ia langsung mengambil amplop tersebut.
"Ini sebuah surat?!" Gumamnya saat membuka amplop tersebut.
Kemudian Ricky segera mengambil lembaran kertas yang lipat didalam amplop tersebut dan ia melihat ada benda yang terjatuh saat ia mengeluarkan surat tersebut.
"Apa ini yang dimaksud kakek?" Gumam Ricky bertanya kepada dirinya sendiri setelah berjongkok dan mengambil sebuah flashdisk berwarna hitam.
__ADS_1
Ricky menggenggam erat benda tersebut kemudian ia memasukkan kedalam saku jaketnya.
Ia bangkit dan melangkah ke sofa lalu duduk disana. Ia membuka lipatan kertas surat yang tadi ia ambil.
"Surat dari daddy?!" Gumam Ricky dengan rasa yang begitu penasaran.
Ricky pun membaca isi surat yang ternyata dari ayahnya yang ia tulis seminggu sebelum terjadinya kecelakaan maut dua belas tahun silam.
Ricky tersenyum namun meneteskan airmatanya saat membaca isi surat dari ayahnya.
Ayahnya yang selalu membanggakannya dan berharap bisa membantu kakeknya untuk mengembangkan Perusahaannya, karena ayahnya memiliki firasat buruk dan firasatnya ternyata benar.
Ayah dan ibunya mengalami kecelakaan maut saat ingin menuju bandara melakukan perjalanan bisnisnya keluar negeri.
Dan ayahnya memberikan bukti rekaman rencana kejahatan dari adik-adiknya yang ternyata sangat membencinya karena merasa sangat iri kepadanya.
Ricky kemudian mengambil laptop yang ada didalam kamar kakeknya. Ia ingin melihat rekaman rencana kejahatan dari saudara-saudara ayahny.
Rekaman tersebut diambil dari CCTV yang ada dirumah tua milik kakeknya. Disana terlihat ada Romy, Merry juga Rudy.
Mereka mengatakan kalau ingin mengambil alih harta dan perusahaan milik Ronald Grissham, mereka harus menghabisi Raffi.
Mereka membenci Raffi karena kakek Ronald menyerahkan Perusahaannya kepada Raffi, tak hanya itu. Kakek Ronald telah merubah kepemilikan Perusahaannya atas nama Raffi.
Mereka semakin membenci Raffi dan ingin menghabisinya supaya kakek Ronald merubah kembali keputusan tersebut dan membagikannya kepada mereka.
Kakek Ronald sengaja melakukan itu karena sebenarnya Romy dan Riyo bukanlah adik kandung Raffi.
Adik kandungnya hanya Merry namun karena Merry yang tidak pernah dekat dengan kakaknya, jadi Merry dengan mudah terpengaruh oleh Romy dan Riyo.
Bahkan Merry diam-diam menjalin hubungan dengan Romy yang merupakan kakak angkatnya itu.
Didalam flashdisk yang diberikan oleh ayahnya juga ada beberapa video saat Merry bercumbu hingga melakukan hubungan intim dengan Romy di rumah tua milik kakeknya yang memang tidak pernah lagi ditempati dan telah dijadikan sebagai tempat penyimpanan barang-barang antik koleksi dari kakeknya.
"Brengsek!! Aku bersumpah akan menghabisi mereka dengan tanganku sendiri!!" Ucap Ricky mengumpat sambil mengeraskan rahangnya dan mengepalkan tanganya.
Ricky kemudian menghela nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya pelan. Ia mengusap wajahnya dengan kasar.
Ia benar-benar tidak menyangka dengan kelakuan tante Merry. Ia juga tidak menyangka kebaikan dan keramahan mereka hanyalah topeng saja.
__ADS_1