
"Humm ya!" Jawab Ariella sambil memeganggi gaun kecil yang ditunjuknya tadi. "Wah kamu benar-benar sangat pintar sayang!" Ucap Bella sambil mengusap kepala Ariella dan tersenyum. "Ini kekecilan!" Ucap Ricky sambil mengernyitkan keningnya.
"Maaf, apa ada ukuran yang lain?" Tanya Bella dengan salah satu karyawan wanita toko yang berdiri tidak jauh darinya. "Maaf Nyonya, untuk yang ini hanya tinggal satu saja!" Jawab karyawan wanita tersebut dengan ramah dan sopan.
"Apa kau bilang?? Hanya tinggal satu ini??" Tanya Ricky dengan emosi dan menatap tajam karyawan wanita tersebut membuatnya langsung menundukkan wajahnya dan ketakutan.
"Ricky!!" Ucap Bella dengan menepuk lengan suaminya dan Ricky menghela nafasnya. "Sayang, yang ini kekecilan dan tidak muat ditubuhmu! Kita cari yang lain yang lebih bagus lagi dari ini ya!" Ucap Bella dengan lembut kepada Ariella yang masih digendong Ricky.
"Ya!" Jawab Ariella dengan patuh dan menganggukan kepalanya. Akhirnya Ariella telah memilih dua gaun yang disukainya. Dan Bella membalikan beberapa pakaian santai untuk Ariella dirumah.
"Apa kau tidak ingin membeli untuk keperluanmu?" Tanya Ricky kepada istrinya.
"Tidak! Lagi pula pakaianku sudah banyak dan aku tidak mungkin tumbuh besar lagi kan?" Jawab Bella dengan tertawa.
"Tapi dadamu semakin besar dan sexy sayang!" Bisik Ricky tepat ditelinga istrinya dan langsung mendapatkan pukulan dilengannya.
"Ricky!!" Teriak Bella dengan suara yang ditahan dan melotot, Ricky hanya tertawa.
'Dasar!! Masih saja menyebalkan!!' Gumam Bella dalam hati dengan kesal.
Karena Ariella sudah mengantuk jadi mereka segera pergi meninggalkan RAG Mall dan pulang kerumah.
Sesampainya dirumah, Ricky membukakan pintu mobil untuk istrinya dan meraih Ariella dengan pelan dan hati-hati karena Ariella telah tertidur sejak keluar dari toko pakaian tadi. Ricky memerintah pelayan untuk membawakan belanjaannya masuk dan mencucinya.
***
Di rumah baru yang megah, Dion dan Naila baru saja selesai makan malam. Naila sedang membereskan meja makan dan menaruh piring kotor kedapur lalu ia cuci.
"I love you!" Bisik Dion dicuping istrinya sambil melingkarkan tangan diperutnya dari belakang.
__ADS_1
"Dion!! Kamu membuat kaget saja!" Pekik Naila karena terkejut dengan ulah suaminya yang sekarang sudah berubah menjadi mesum.
"Dion menyingkirlah dulu! Aku ingin menyelesaikan ini dulu!" Ucap Naila sambil berusaha melepaskan diri dari suaminya yang kini sudah hilang kendali meraba tubuh istrinya.
Dion tidak menghiraukan ucapan istrinya dan ia semakin tidak tahan untuk menahan iminnya. Diputarlah tubuh istrinya dan dimengangkat lalu ia dudukkan diwastafel.
"Dion aahhhh!" Lenguh Naila saat suaminya menciumi lehernya hingga meninggalkan jejak merah disana. "Kau selalu membuatku hilang kendali sayang!" Bisik Dion sambil mencium cuping Naila membuat Naila merasakan seperti terkena aliran listrik.
Seluruh tubuhnya merinding dan merespon setiap sentuhan lembut dari suaminya. "Apa kamu mau melakukannya disini?" Tanya Naila sambil menangkup wajah suaminya.
"Ya!" Jawab singkat Dion dengan mata yang tampak berkabut karena sudah sangat bergairah.
"Dion tapi akhhmmm" Dengan cepat bibir Dion membungkam bibir istrinya dan Naila memeluk leher suaminya.
Perlahan Dion talah melepaskan kain yang menutupi area sensitif bagian bawah istrinya dan ia juga mengeluarkan senjatanya.
Sambil terus mencium istrinya dengan lembut, Dion menerobos dan menyerang istrinya dengan posisi Naila duduk diwastafel dan Dion berdiri dihadapan istrinya. Setelah pelepasan keduanya,
Dion duduk disofa ruang tengah dan memangku Naila. Mereka kembali melakukannya dengan posisi Naila duduk menghadap suaminya dan memeluknya erat. Entah sudah berapa kali mereka ganti posisi hingga akhirnya Naila tertidur disofa karena kelelahan akibat serangan maut dari suaminya.
Dion menggendong istrinya naik keatas menuju kamarnya dan membaringkan tubuh istrinya. "Semoga kau cepat hamil sayang!" Ucap Dion sambil mengusap-usap perut istrinya kemudian menyelimuti tubuh istrinya yang sudah polos karena ulahnya.
Dion segera memakai pakaiannya dan ia keluar dari kamar lalu masuk keruang kerja untuk mengecek pekerjaannya.
***
Setelah Ricky membaringkan Ariella ditempat tidur milik Ariella yang ada didalam kamarnya, ia berbalik dan melepas jaketnya.
"Aku ingin menyelesaikan pekerjaanku dulu sebentar, karena besok pagi ada rapat penting diperusahaan!" Ucap Ricky kepada istrinya lalu mengecup keningnya.
__ADS_1
"Apa kamu mau aku buatkan kopi?" Tanya Bella sambil menatap suaminya.
"Boleh, nanti kau antar ke ruang kerjaku saja!" Jawab Ricky dengan tersenyum kemudian mengecup bibir istrinya sekilas dan beranjak keluar dari kamar lalu menuju ruang kerjanya.
Bella tersenyum dan ia juga keluar dari kamar. Ia menuju kedapur bersih yang ada sudut tak jauh dari tangga untuk membuatkan kopi hitam tanpa gula kesukaan suaminya. Selesai membuatkan kopi, ia langsung menuju ruang kerja suaminya.
"Ini kopimu!" Ucap Bella sambil meletakkan secangkir kopi dimeja kerja suaminya.
"Terimakasih sayang!" Ucap Ricky sambil tersenyum kemudian ia fokus kembali ke layar laptopnya.
"Aku tidur duluan ya! Aku sudah mengantuk!" Ucap Bella kemudian ia menguap.
"Baiklah, nanti aku menyusul setelah menyelesaikan pekerjaanku!" Ucap Ricky masih fokus mengetik di keyboard laptopnya.
"Hmm ya!" Jawab Bella kemudian ia berbalik dan keluar dari ruang kerja suaminya. Bella kembali kekamar dan ia segera membaringkan tubuhnya diranjang lalu memejamkan matanya. Karena ia sudah mengantuk dan lelah setelah jalan-jalan tadi tak lama ia terlelap.
Ricky masih sibuk dengan pekerjaannya. Ia sedang mengecek dan membalas email dari Dion tentang laporan keuangan dari cabang-cabang perusahaan milik Ricky juga milik mendiang kakeknya.
Semua laporan menunjukkan tidak ada masalah dan Ricky selalu merasa puas dengan orang-orang kepercayaannya yang telah lama bekerja dengannya membantu dalam mengembangkan perusahaannya.
Ricky selalu memberikan kompensasi kepada mereka dan seluruh karyawan yang telah bekerja dengannya selama ini diakhir taun. Ricky memang dikenal sebagai pemimpin perusahaan yang royal karena ia tidak pernah perhitungan dan selalu memberikan bonus entah itu berupa uang, mobil bahkan rumah kepada seluruh karyawannya yang telah memenuhi syarat yang ditentukan olehnya.
Setelah kurang lebih tiga jam, Ricky baru keluar dari ruang kerjanya dan masuk kedalam kamarnya. Dilihatnya istrinya sudah menutup tubuhnya dengan selimut hingga hanya menampakkan kepalanya saja.
Ia mendekati tempat tidur putri kesayanganya dan mengecup Ariella beberapa kali dengan lembut. Kemudian ia membaringkan tubuhnya diranjang disamping istrinya dan ikut masuk kedalam selimut lalu membawa istrinya dalam pelukannya lalu mengecup kening dan bibirnya. Ia memejamkan matanya dan tak lama ia pun terlelap dengan memeluk istrinya.
...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...
...Readers!! Jangan lupa like, komen and vote ya!! Terimakasih banyak atas semangat dan dukungan dari kalian semua!!...
__ADS_1
...🙏🏻😍😍😍...