
Seno dan Amira memutuskan untuk menunda bulan madu,yang awalnya direncakan akan melakukan bulan madu bersamaan dengan Bimo dan Tiara.Karena menurut Seno gak ada juga gunanya bulan madu,kalau cuma hanya tidur peluk-pelukan dan melakukan kegiatan cicil-mencicil.
Bimo yang tidak mau menunda lagi, akhirnya berangkat lebih dulu bersama Tiara.Tujuan bulan madu kali ini adalah kota Paris di negara Prancis.Karena dari dulu Tiara ingin sekali mengunjungi kota yang terkenal dengan julukan city of the lights atau kota cahaya,dan Paris juga terkenal dengan kota yang sangat romantis.Bimo dan Tiara berencana akan berbulan madu selama seminggu.
Ini adalah pengalaman pertama Tiara naik pesawat,awalnya Bimo menyarankan untuk menggunakan jet pribadi miliknya,tapi, Tiara menolaknya.Dia ingin menggunakan pesawat komersil saja. Pulangnya saja nanti dari sana baru menggunakan jet pribadi.
Tiara awalnya ingin membawa Aarash dan Aariz untuk ikut serta, tapi ibu Sarah, tidak mengizinkan sikembar untuk ikut. Ibu Sarah beralasan,kalau Aarash dan Aariz ikut,akan menggangu suasana romantis Bimo dan Tiara nantinya. Tiara tidak bisa berbuat apa-apa, karena kebetulan Si kembar juga tidak mau ikut ayah bundanya.Entah apa yang sudah di katakan ibu Sarah pada sikembar,sehingga mereka mau aja menuruti ibu Sarah untuk tidak ikut sama Bimo dan Tiara.
" Bunda ,ayah, hati-hati ya disana, dan jangan lupa untuk segera memberikan kami oleh-oleh adik nanti dari sana" pesan Aarash,saat ikut mengantarkan kedua orang tuanya di bandara,seperti memesan oleh-oleh pada umumnya.
"Hah? oleh-oleh adik? kamu kirain adik itu bisa dibeli rash? " tanya Tiara.
"Tapi kata oma, Ayah sama bunda perginya mau memberikan adik buat kami berdua! ucap Aariz polos.
"Astaga ternyata dalangnya mamah, pantasan mereka mau aja ditinggal" bisik Tiara pada dirinya sendiri sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Sedangkan sang tersangka, ibu Sarah terlihat biasa saja seakan tidak terjadi apapun.Dan dia hanya cengengesan ketika Tiara menoleh ke arahnya.
"Ya udah,kita masuk sekarang sayang, nanti kita bisa ketinggalan pesawat" Bimo mencium kedua putranya sebelum beranjak masuk.
"Baik-baik di sini ya son, jangan nakal" pesan Bimo.
"Ashiap ayah, semangat ya yah kerja kerasnya.Kata oma, biar kami segera punya adik,ayah harus kerja keras" ucap Aarsh tersenyum polos.
"Oh, kalau urusan yang itu, gak usah ditanya, ayah akan bekerja keras tanpa perlu diingatkan sayang" ucap Bimo yang mendapat hadiah cubitan dari Tiara.
"Lama-lama sikembar bakal tertular gesrek nih, liat kelakuan oma dan ayahnya" batin Tiara.
__ADS_1
Bimo melambaikan tangannya kearah mamah dan kedua anaknya, lalu menggeret koper besar miliknya dan Tiara.Entah apa isi koper tersebut, yang pastinya itu sangat berat.
*****
Tiara menggenggam tangan Bimo ketika pesawat komersial yang mereka tumpangi mulai take off.Jantung Tiara berdebar-debar karena merasa sedikit takut.Tiara menutup matanya dan menyembunyikan wajahnya di badan Bimo sampai pesawat itu berada di udara.
Setelah mencapai kurang lebih 16 jam 15 menit,akhirnya pesawat yang mereka tumpangi, tiba di bandara internasional Paris Charles de Gaulle ,yang merupakan salah satu bandara termodren dan tersibuk di dunia.
Bimo terlihat tidak mau melepaskan genggamannya dari tangan Tiara, sambil tetap menarik koper milik mereka. Sepanjang perjalanan menuju hotel yang telah Bimo booking sebelumnya, Tiara berdecak kagum, memandang keindahan kota Paris yang selama ini selalu dia impikan.Bimo tersenyum melihat wajah Tiara yang sangat berbahagia. Tapi tanpa sepengetahuan Tiara, Bimo dari tadi juga sangat khawatir dan berdoa, semoga mereka selama di Paris, tidak bertemu dengan orang yang sangat ingin dihindarinya.Dia tidak mau Tiara salah paham lagi padanya.
Sesampainya di kamar hotel, Bimo langsung merebahkan tubuhnya yang lelah,ke atas ranjang empuk sambil merenggangkan otot-ototnya yang pegal. Baru saja dia memejamkan matanya,tapi guncangan-guncangan kecil sudah dia rasakan.
"Yang, bangun yang, kita jalan-jalan yuk!" rengek Tiara yang sepertinya tidak merasakan rasa lelah sedikitpun.
"Kalau kesini mau tidur aja,mending gak usah kesini." gerutu Tiara mencebikkan bibirnya.
" Ya ampun, kok aku jadi egois gini sih? mungkin Bimo benaran lelah banget.Ya udah deh mending aku masak nasi dulu.Biar nanti pas Bimo bangun, kami bisa makan dulu baru keluar jalan-jalannya" Gumam Tiara sambil mengeluarkan ricecooker mini,kompor listrik mini, beras dan bahan makanan dari kopernya.
Bimo terbangun,karena mencium adanya bau makanan di kamar yang mereka tempati.Dia begitu kaget melihat Tiara sedang jongkok membelakanginya,dan rasa kagetnya semakin bertambah begitu melihat apa yang sedang dikerjakan oleh istrinya itu.
" yang, kamu dapat semua ini dari mana?" tanya Bimo tiba-tiba yang membuat Tiara terlonjak kaget.
" Kamu yang, bikin kaget aja, bangun kok gak bilang-bilang sih?" sewot Tiara,tanpa menjawab pertanyaan Bimo suaminya.
Bimo mengarahkan pandangannya ke arah koper yang terbuka dan kaget melihat isinya.Yang ternyata toples berisi tempe orek, berisi sambal, kerupuk dan teman-temannya yang lain.Sedangkan pakaian mereka, hanya masing-masing 3 helai, 4 helai berikut yang sedang mereka pakai.
__ADS_1
"Jadi, yang aku tarik-tarik berat-berat itu, benda-benda ini semua yang? " tanya Bimo sedikit kesal.
"Ho oh, emang kenapa yang? " Tiara balik bertanya tanpa rasa bersalah sedikit pun.
"Ya ampun yang, kenapa bawa yang beginian? sedangkan pakaian kamu bawanya cuma 3 helai! " Bimo menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal dan mengusap wajahnya dengan kasar.Dia benar-benar frustasi dengan kelakuan ajaib istrinya.
"Yang,kalau pakaian kan kita bisa beli di sini! kalau makanan susah yang.Sebelum kesini aku tuh udah cari-cari informasi di google, kalau orang Prancis itu gak ada makan nasi, mereka itu makannya roti.dan Setiap mau makan harus ada keju.Aku tuh gak bisa makan yang begituan yang.Makan tanpa nasi dan sambal itu bagaikan hidup tanpa adany dirimu disisiku" ucap Tiara dengan sedikit menyelipkan gombalan receh, untuk mengembalikan mood Bimo yang kini terlihat frustasi.
"Tapi gak harus bawa kompor,rice cooker, beras beserta teman-temannya ini yang ! Kamu gak tahu,betapa pegal dan capeknya aku menyeret-nyeret semua ini." protes Bimo.
"Jadi kamu gak ikhlas, bawain ini semua? ya udah nanti kalau mau pulang ke Indonesia biar aku aja yang bawa kopernya,biar kamu gak capek" cerocos Tiara ketus,menampakan wajah kesalnya.
"Bukan gitu yang, aku ikhlas kok, cuma aku gak habis pikir,kamu kok...."
"Halah, bilang aja kamu gak ikhlas,bilang aja kamu malu punya istri yang kampungan kaya aku"
"Ya ampun, kok jadinya begini sih? aku gak malu yang, aku cuma ..."
" Udah, diam, gak usah ngomong, kalau kamu gak mau makan terserah, kamu mau pergi dari sini juga terserah.Aku lapar, aku mau makan!" Tiara beranjak melewati Bimo dan dengan sengaja menyenggol tubuh Bimo
"Salah lagi, salah lagi, wanita memang sangat susah dimengerti. Ingat Bim,Wanita itu selalu benar. Ternyata undang-undang wanita selalu benar itu nyata adanya. Ingat bim, sebagai reminder buat kamu, pasal pertama, wanita itu selalu benar. Pasal kedua, jika wanita itu salah, kembali lagi kepasal pertama" gumam Bimo frustasi.
TBC
please like,vote dan komen dan tetap memberikan dukungan buat novel ini.biar aku semakin semangat😀🥰🤗
__ADS_1