
"Tong, sabar ya! sepertinya malam ini kita puasa dulu.Jalan menuju gua, lagi ditutup,lagi ada perbaikan jalan.Baik-baik lo di dalam sana, ngeram telor. Jagain baik-baik bibit unggul gue ya tong!" gumam Bimo pada benda pusakanya,yang dari tadi langsung mengkerut, begitu mendengar teriakan stop dari mulut Tiara.
Tiara yang sebenarnya belum tidur, tersenyum mendengar apa yang sedang digumamkan oleh Bimo,tapi dia tetap berpura-pura sudah tidur.
Bimo berulang kali melihat ke tempat di mana Tiara tidur. Berharap Tiara berubah pikiran dan mengizinkannya tidur bersama di ranjang.Tapi sepertinya itu sangat mustahil. Akhirnya karena tubuh Bimo juga sudah cukup lelah,dia pun tertidur dengan kaki yang masih sedikit menjuntai kebawah,karena sofa itu tidak mampu menampung tubuh tinggi Bimo.
Tiara memutar badannya mengahadap ke sofa tempat dimana Bimo tertidur.Dia merasa kasihan melihat cara tidur Bimo.Dengan perlahan dia turun dari ranjang dan melangkah mendekati Bimo.Tiara berjongkok dan memandang wajah lelah suaminya.
"Ya Tuhan, kok aku jadi egois begini sih? ini kan bukan kesalahan Bimo" batin Tiara.
"Bim, sayang,bangun, pindah ke kasur yuk!" Tiara mengguncang-guncang badan Bimo dengan pelan.
Dengan setengah sadar,karena merasa mendapat guncangan di tubuhnya, Bimo perlahan membuka kedua matanya.Bimo sedikit terjengkit kaget melihat wajah Tiara yang sangat dekat dengan wajahnya.
"Yang, kamu ngagetin aja! untung jantung ku baik-baik saja.Kalau tidak,mungkin sekarang aku sudah jadi almarhum " gerutu Bimo.
"Ih, tuh mulut kalau ngomong jangan ngasal deh! aku belum mau jadi janda" Tiara mencebikkan bibirnya,kesal memdengar ucapan Bimo yang sembarangan.
"Hidup dan mati itu, rahasia Tuhan yang, kalau aku sudah ditakdirkan mati sekarang,ya pasti akan terjadi, tidak akan ada yang bisa mencegahnya" ucap Bimo.
"Bimo ,ihh, aku gak mau lagi mendengar kamu ngomong begitu" mata Tiara tiba-tiba berkaca-kaca mendengar ucapan Bimo.Dia tidak sanggup untuk membayangkan seandainya itu terjadi.
"Yang,kok menangis,aku cuma bercanda kok? aku juga belum mau mati sekarang.Aku juga tidak mau mati penasaran, karena belum bisa menebus semua kesalahanku dan belum bisa memberikan kamu dan anak-anak kebahagiaan" ujar Bimo sambil menarik Tiara ke pelukannya.
"Tapi, tunggu dulu, kok kamu ada di sini? bukannya kamu tadi sudah tidur di kasur?" tanya Bimo, baru tersadar.
"Aku kasihan lihat kamu tidur di sofa, Yang ".
"Jadi aku boleh tidur di kasur barsamamu?" tanya Bimo antusias.Dan Bimo tersenyum sumringah dan langsung mengangkat Tiara ke kasur,begitu melihat Tiara menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Aku minta maaf sayang, aku sudah bertingkah egois dan kekanak-kanakan.Harusnya aku tidak perlu menghukummu dengan tidur di sofa.Padahal itu bukan kesalahan kamu!"
"Gak pa-pa sayang, justru aku senang, itu berarti kamu benar-benar mencintaiku.Tapi kalau boleh jangan sering-sering ya Sayang, aku tersiksa" Bimo tersenyum menanggapi penyesalan Tiara.
"Kamu mungkin, menganggap aku berlebihan ya yang? Dan kamu pasti kesal sama aku! "
"Sedikit kesal sih! tapi aku cukup maklum kok yang kenapa kamu bisa begitu! "
"Jadi kamu gak marah yang? kamu tidak akan meninggalkan aku kan? aku takut karena sikap ku tadi,kamu meninggalkan ku. "ucap Tiara dengan mimik khawatir.
"Sttt, aku gak akan ninggalin kamu sayang" namamu sudah terukir di dalam hatiku dengan tinta emas, dan tidak akan ada bisa menghapusnya " ucap Bimo meyakinkan.
"Ihh, gombal ! " wajah Tiara bersemu mendengar ucapan Bimo.
"Aku gak gombal yang! Itu jujur keluar dari hati yang paling dalam" Bimo kembali mengeratkan pelukannya.Sesuatu yang lembut dan kenyal menempel ke dadanya,sehinggga membuat sesuatu yang di bawah sana kembali menggeliat.Sepertinya si tongkat sakti menyadari kalau sipemilik goa kini sudah membuka jalan yang tadinya sempat diportal.
"Amanah apaan yang? Tiara mengrenyitkan alisnya bingung.
"Amanah anak-anak kita untuk segera memberikan mereka adik! ujar Bimo cengengesan.
"Itu mah mau kamu yang, bukan maunya anak-anak!"
"Bukan cuma mauku yang! kan kamu dengar sendiri,ucapan mereka di bandara! Bimo mengingatkan.
"Iya deh, iya, bilang aja kamu yang mau,jangan bawa nama anak-anak segala"
"Jadi boleh nih yang?" tanya Bimo memastikan,dan dia langsung menyambar bibir kenyal milik Tiara, begitu Tiara menganggukan kepalanya.
Bimo me***at bibir Tiara,dia sedikit menggigit bibir Tiara,sebagai isyarat untuk Tiara membuka sedikit mulutnya.Begitu Tiara membuka sedikit mulutnya, lidah Bimo langsung mengeksplor mulut Tiara.
__ADS_1
Tangan Bimo dari tadi juga tidak mau tinggal diam.Tangannya dari tadi juga sudah meraba dan meremas buah melon kelebihan matang milik Tiara.
Suara ******* Tiara seperti yel-yel penyemangat buat Bimo, ciumannya kini sudah mulai berpindah ke leher, ke dada dan Bimo memberikan banyak tanda kepemilikan di sana.
Disaat sudah siap Tempur Bimo berhenti sejenak dan memandang wajah Tiara yang sudah memerah,tapi entah kenapa,Tiara semakin terlihat cantik di mata Bimo dengan wajah memerah itu.
"Yang, hidup ini katanya seperti roda, kadang di atas,kadang di bawah.Selama ini aku sudah merasakan di atas.Kadang aku juga ingin merasakan bagaimana rasanya di bawah" ucap Bimo.
"Kalau kamu mau merasakan bagaimana rasanya hidup di bawah, kamu tinggal menjual semua perusahaan kamu, rumah, pokoknya semua harta kekayaan mu,dan mendonasikannya ke orang-orang yang membutuhkan.Tapi apa kamu tega, kalau kamu menjual semuanya, itu berarti kamu juga egois, membiarkan mamah dan papah, aku dan anak-anak ikut menderita." ucap Tiara.
"Kalau sampai begitu, aku juga gak mau yang. Maksud aku bukan hidup yang begitu" Sahut Bimo menggaruk dagunya.
"Jadi, maksud kamu apa?" tanya Tiara bingung.
"Maksud aku, aku juga mau merasakan posisi di bawah dan kamu di atas" ucap Bimo sambil cengegesan.
Mendengar ucapan Bimo, wajah Tiara seketika berubah warna menjadi merah seperti kepiting rebus.
"Kenapa sih kamu kalau mau meminta sesuatu itu harus berbelit-belit dulu? apa susahnya sih kalau ngomong langsung?" sewot Tiara.
"Biar, keliatan sedikit berwarna aja sayang, karena yang langsung-langsung itu kadang gak enak juga kan?"
"Auk akh, jadi gak nih? gairah ku udah keburu hilang"
"Jadi dong, Sayang! ucap Bimo cepat, dan kembali melancarkan aksinya,untuk membakar kembali gairah Tiara yang sempat padam. Dan kali ini Bimo mendapatkan yang dia mau dengan berganti posisi kadang di atas kadang di bawah.
TBC
Jangan lupa ritualnya untuk tetap tap like,vote dan komen.Dan bagi yang belum update aplikasinya ke versi terbaru,segera di update agar bisa tetap memberi dukungan berupa vote rekomendasi,hadiah bunga,kopi dll. Thank you🥰🥰🤗😀
__ADS_1