YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Maaf yang tak terucap


__ADS_3

21+


Bimo mengemudikan mobilnya dengan keadaan hati yang sangat kalut dan kacau. Di dalam hatinya timbul Perasaan bersalah yang sangat besar terhadap Tiara.Apalagi setelah melihat puluhan panggilan tak terjawab dan puluhan pesan dari Tiara di ponselnya.


Bimo, berkali-kali menjambak rambutnya sendiri dan memukul kemudi mobil sambil berteriak.Air matanya juga dari tadi sudah merembes membasahi pipinya.Dia bingung jawaban apa,yang akan di berikannya seandainya nanti Tiara bertanya.Bimo takut kalau nanti Tiara akan meninggalkannya, kalau dia tahu apa yang sudah terjadi. Tanpa dia sadari seseorang membuntuti mobilnya mulai dari dia keluar dari area hotel itu.


Bimo melihat Tiara sudah berdiri di depan pintu untuk menyambutnya.Perasaan bersalah kembali menyeruak,kala Bimo melihat wajah Tiara yang terlihat sangat pucat dan menyimpan ke khawatiran.


Sebelum keluar dari mobil, Bimo menghapus air matanya,agar Tiara tidak curiga dan khawatir. Sedangkan mobil yang tadi membuntutinya, putar balik dan meninggalkan rumah Bimo.


"Itu kan mobilnya Pak Seno? tapi kok pergi lagi ya?" guman satpam rumah Bimo bingung.


"Sayang, kamu kenapa? kok kacau begini? Kok gak pulang tadi malam? kok gak jawab panggilan aku? Tiara bertanya bertubi-tubi, tanpa memberikan Bimo waktu untuk menjawab satu-satu pertanyaannya.


"Aku capek, aku mau tidur dulu" Bimo meninggalkan Tiara,tanpa memberikan satu pun jawaban atas pertanyaan Tiara.


Tiara mau menangis mendapat respon yang dingin dari Bimo.Dia menyusul Bimo untuk masuk ke dalam kamar.Di dalam kamar Tiara mendengar suara gemericik air, dari arah kamar mandi, yang berarti kalau saat ini Bimo sedang mandi.


Didalam kamar mandi,Bimo kembali menangis sejadi-jadinya di bawah guyuran air dari shower.Berkali-kali dia memukul tembok dengan keras,sehinga punggung pangkal jari tangan Bimo mengeluarkan darah.Kini air yang tadinya bening kini berubah warna menjadi merah, karna tercampur dengan darah yang berasal dari tangan Bimo.


Cukup lama Bimo meratapi nasib dan kesalahan yang telah dia perbuat di dalam kamar mandi.Dia memutuskan untuk keluar karena ketukan pintu yang berkali-kali oleh Tiara.


Dia mengutip pakaiannya dan memasukkannya kedalam plastik, untuk dia berikan pada ART buat dibakar.Bimo membuka pintu kamar mandi dan melihat Tiara yang sudah berdiri di depan pintu, dengan mata sembab dan sedikit bengkak karena menangis.


"Ka-kamu kenapa sayang? aku salah apa? kenapa kamu mendiamkan ku dari tadi? tanya Tiara sambil sesunggukan.


Melihat Tiara menangis,Bimo merasa semakin bersalah.Dia meraih Tiara ke dadanya dan memeluk istrinya dengan erat.


"Maafkan aku sayang! aku belum siap buat jujur.Aku tidak sanggup untuk kehilangan kamu lagi" batin Bimo dengan mata berkaca-kaca.


"Aku tidak apa-apa sayang! aku cuma kecapean aja.Kamu tidak usah berpikiran macam-macam ya!" ucap Bimo menenangkan Tiara.


"Kamu beneran tidak apa- apa? kamu tidak bohong kan? Tiara kembali bertanya untuk memastikan,kalau Bimo memang tidak apa-apa.

__ADS_1


"Aku tidak bohong sayang" Bimo menangkup pipi Tiara dan berusaha memperlihatkan senyumannya.


Bimo mengecup kening, kedua mata Tiara yang penuh dengan air mata, lalu turun ke bibir.Bimo ingin sekali me***at bibir Tiara,tapi dia mengurungkan niatnya, karena seketika dia membayangkan kalau tadi malam bibirnya sudah mencium bibir Gladys.Bimo merasa bibirnya tidak pantas untuk mencium bibir Tiara sekarang.


"Aku ke bawah dulu ya yang!.Aku mau kasih ini ke bibi buat dicuci" ucap Bimo melepaskan pelukannya dan keluar dari kamar untuk memusnahkan segera pakaian yang membuat dia mengingat kembali kejadian yang benar-benar ingin dia buang jauh-jauh.


Tiara memandang punggung Bimo yang meninggalkannya,dengan perasaan yang kalut.Ingin rasanya Tiara mengatakan sesuatu, tapi bibirnya terasa kelu dan tidak sanggup untuk mengeluarkan sepatah kata pun.


Sementara itu Bimo, menyerahkan pakaiannya kepada ART, bukan untuk dicuci,tapi untuk dibakar.


"Bi, tolong ambil pakaian ini,dan bakar sampai hangus.pastikan pakaiannya sampai jadi debu.Dan satu lagi,jangan sampai Tiara tahu!. Ngerti bi? " titah Bimo dengan sorot mata yang mengintimidasi.


"Ba-baik tuan" sahut Art itu dengan sedikit gemetar.


"Ok, kalau begitu,terima kasih bi!. " Bimo melangkah meninggalkan Art itu dan kembali kedalam kama


*****


Berbanding terbalik dengan Bimo yang disambut dengan wajah khawatir oleh Tiara, Seno justru disambut dengan wajah garang sambil berkacak pinggang.


"Kamu dari mana? kok tidak pulang tadi malam? hah?!" bentak Amira sambil melotot.


"Kan aku udah ngasih tahu tadi malam yang! "jawab Seno melakukan pembelaan.


"Ngasih tahu apa? kamu gak ada ngomong apa-apa SUNEOOO! teriak Amira.


"Sayang, aku udah tepon kamu,tapi kamu gak jawab.Makanya aku kirim pesan.Memang kamu gak ada terima pesan aku?"


"Jangan bohong kamu ya Sen!.Kamu sama wanita lain kan tadi malam? "kedua netra Amira kini tampak sudah mulai berkaca-kaca.


"Nggak sayang, aku benar-benar ada kerjaan mendadak tadi malam! "


"Kamu bohong! aku sakit hati pada mu Sen!" Amira tidak kuat lagi untuk menahan air matanya.Akhirnya cairan bening itu pun mengalir membasahi pipinya yang putih.

__ADS_1


"Kalau hatimu yang sakit,berarti kamu masih normal yang! yang penting bukan jiwa mu yang sakit.Kalau udah sakit jiwa jadi lain nanti ceritanya! ucap Seno mencoba untuk bercanda.


"SENOOO, aku tidak lagi bercanda ya!sekarang kamu harus jujur,kamu dari mana tadi malam? hah?!" bentak Amira dengan mata yang berkilat-kilat karena sudah dipenuhi dengan amarah.


"Aku sudah jujur yang,aku benar-benar ada pekerjaan mendadak.Kalau kamu tidak percaya kamu boleh tanya Tiara,Bimo juga tidak pulang tadi malam."


Amira melihat mata Seno dalam-dalam,untuk melihat apakah Seno benar-benar berkata jujur atau tidak.Tapi Amira tidak menemukan adanya kebohongan di mata Seno.


"Ok, kali ini aku percaya.Tapi kalau aku tahu kamu bohong, masa depan kamu aku potong " ancam Amira.


Amira berjalan masuk ke dalam kamar disusul oleh Seno. Amira meraih ponselnya untuk melihat apakah benar Seno ada meneleponnya atau mengirimkan pesan tadi malam.Ternyata ucapan Seno benar, Seno ada melakukan panggilan berkali-berkali dan sudah mengirimkan pesan.


Amira melirik ke arah Seno,malu atas sikapnya yang sudah marah-marah tadi tanpa melihat ponselnya terlebih dahulu.


"Gau usah lirik-lirik! kalau mau minta maaf, minta maaf aja,gak usah malu-malu!." sindir Seno meledek.


"Ma-maaf sayang! " Amira memeluk Seno dari belakang.


Mendapat pelukan dari Amira, membuat libido Seno naik.Dia berbalik menghadap Amira,dan langsung mencaplok Bibir Amira.Dengan lembut dia me***at bibir Amira yang lembut.


Mengeksplor isi mulut Amira.Cukup lama keduanya larut dalam buaian ciuman yang selalu membuat Seno candu. Tangan Seno juga dari tadi sudah ikut bekerja meraba dan me***as benda bulat dan kenyal milik Amira.Ketika bibir Seno sudah mulai turun ke leher, Amira langsung mendorong dada Seno.


"Kamu mandi dulu sana yang" ucap Amira dengan nafas yang memburu.


"Nanti aja yang, aku pengen makan kamu dulu sekarang.Tadi malam aku menonton drama live, yang membuat aku ingin makan kamu segera" ucap Seno tanpa sadar, membuat Amira mengrenyitkan alisnya.


"D-drama live apa? " tanya Amira sambil memicingkan kedua matanya.


"E..e itu,aku tadi nonton film yang ada adegan itunya yang! " ucap Seno gugup.


"Oh, gitu? " Amira manggut-manggut, berusaha untuk mempercayai Seno.


"Maaf sayang, aku belum bisa kasih tahu kamu sekarang.Tunggu waktu yang tepat.Setelah tujuan ku tercapai,aku akan jujur sama kamu" ! bisik Seno pada dirinya sendiri.

__ADS_1


TBC


Jangan lupa untuk tetap memberikan dukungan ya guys.Tap love untuk memfavorite kan. tekan like,vote ,rate dan komen juga. Thank you🥰


__ADS_2