YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Aarash Sadar


__ADS_3

"Tiara kamu sudah sadar?" ucap Bimo lega.


Tiara kembali terpaku di tempatnya, dia kembali kaget, dan langsung duduk seketika.Tiara terlihat ketakutan karena dia teringat kembali ancaman Bimo


"Ka kamu ngapain di sini? ma maaf aku tidak sengaja muncul di hadapan mu, ka kamu tidak akan ngapa-ngapain aku kan? a aku berani bersumpah Bim, a aku tidak pernah memberitahu siapapun, tolong jangan apa-apakan aku dan anak-anak ku" mohon Tiara dengan kedua telapak tangan yang disatukan, dan diletakkan di depan wajahnya yang sudah berlinang air mata.


Bimo yang melihat reaksi Tiara, merasakan sakit di hatinya.Bimo tidak menyangka kalau Tiara masih mengingat semua ucapannya dulu.Dengan sedikit keberanian,Bimo berusaha meraih Tiara kepelukanya,tapi tiba-tiba Tiara menepis tangan Bimo, dan refleks turun dari ranjang Rumah Sakit.Tiara berlari keluar tanpa memperdulikan Bimo,karena dia tiba-tiba ingat kondisi Aarash.


Dengan tidak sabar, Tiara membuka pintu ruangan ICU dengan sedikit keras, dan langsung berlari ke tempat tidur, dimana Aarash terbaring lengkap dengan alat-alat medis yang masih menempel di tubuhnya.tidak lama kemudian Bimo pun menyusulnya.


" Nak bangun nak, ini bunda, maaf bunda telat jemputnya,sekarang Aarash bangun ya sayang, nanti kalau Aarash udah bangun, Aarash bisa kasih hukuman apapun sama bunda, ucap Tiara dengan air mata yang sudah banjir memenuhi wajahnya.


"Tiara, kamu tenang nak, Aarash baik-baik saja,kata dokter kondisinya sudah stabil" ucap mbok Sumi,menenangkan Tiara.


"Tapi kok dia gak bangun - bangun bu?"


"Kata dokter mungkin sebentar lagi dia akan sadar, jadi kita tunggu saja ya"


"Bunda, maafin Aarash dan Aariz ya bun. kami tidak mendengar kata-kata bunda, untuk tetap menunggu di sekolah, sampai bunda datang menjemput" Aariz tiba-tiba menghampiri Tiara dan memeluknya.


" Bunda yang harusnya minta maaf nak,karena sudah telat jemput kalian berdua.Aariz tidak apa-apakan nak? tidak ada yang luka?" ucap Tiara sambil membolak-balikkan tubuh Aariz untuk melihat apa ada yang terluka di tubuh Aariz.


"Aariz tidak apa-apa bun, Aarash tadi nyelamatin Aariz bunda.Dia ngedorong Aariz, dan jadinya cuma Aarash yang tertabrak.Untung ada om Bimo dan oma Sarah, yang langsung nolong bawa Aarash ke Rumah Sakit."


"O om Bimo? Oma Sarah? ucap Tiara kaget dan langsung menoleh ke arah Ibu Sarah.


"Hai nak Tiara,saya Sarah, mamahnya Bimo, dan yang itu pak Burhan, papahnya Bimo" Ibu Sarah menghampiri Tiara dan memperkenalkan dirinya, dan suaminya yang sudah ada di sana sejak 15 menit yang lalu.Dengan tangan yang gemetar dan wajah yang tegang, Tiara menyambut tangan ibu Sarah yang terulur di hadapannya, dan mengaggukkan kepalanya ke arah pak Burhan.

__ADS_1


"Ti Tiara tante"


"Berarti selama ini, yang mereka maksud dengan oma Sarah itu, mamahnya Bimo? itu berarti selama ini anak-anak sudah dekat dengan oma kandung ,serta ayah kandung mereka" batin Tiara.


Banyak hal yang hadir di pikiran Tiara.Tiba - tiba dia merasa takut,kalau nantinya Aarash dan Aariz diambil paksa oleh Bimo dan Keluarganya.


"Kamu tenang Tiara, jangan panik, mereka tidak tahu kalau Aarash dan Aariz anak Bimo.jadi ,mereka tidak akan mengambil mereka darimu" bisik Tiara pada dirinya sendiri


"uhhh" terdengar lenguhan lirih dari arah tempat Aarash terbaring. Semua mata langsung menoleh ke arah Aarsh yang nampak sudah tersadar. Bimo refleks sedikit berlari ke arah Aarash


"Ka kamu sudah bangun nak?bagian mana yang sakit?"ucap Tiara merasa lega.


"Aarash tidak apa - apa bunda, Aarash kan kuat, seperti kata bunda selama ini. Aariz dimana bunda? dia tidak terluka kan bunda?"matanya celingukan melihat keberadaan Aariz.


"Aariz disini Aarash, dan Aariz tidak terluka.terima kasih, sudah tolong Aariz," ucap Aariz terisak - isak.


"Aku kan kaka kamu, jadi sebagai seorang kaka kan sudah menjadi kewajiban ku untuk melindungi mu.Kamu jangan nangis akh, anak jantan kan, kata bunda gak boleh menangis" ucap Aarash sambil mengusap air mata yang jatuh dipipi Aariz.Aarsh berpaling menoleh ke arah Bimo dan dia tersenyum.


"Memanggil kamu pulang? maksud kamu apa nak?"tanya Tiara bingung.


" bunda, tadi Aarash mimpi ada di suatu tempat, yang indah sekali.Aarash sangat senang sekali berada di sana.Tapi Aarash bingung, kenapa bunda, Aariz dan nek Sumi tidak ada di sana. Tiba - tiba ada om Bimo yang memanggil Aarash untuk pulang.Tapi anehnya, om Bimo manggil Aarash son bunda. Om Bimo bilang 'Son ayo kita pulang,bunda dan Aariz menunggumu" Tiara menelan ludahnya sendiri dan refleks menatap Bimo yang juga sedang menatapnya,setelah memdengar penuturan Aarash.


"I itu hanya mimpi saja nak,kamu tadi ke enakan tidurnya" ujar Tiara yang langsung bisa menguasai keadaan.


Lain Tiara, lain Bimo, Bimo langsung menarik kesimpulan kalau feelingnya yang mengatakan kalau Aarash dan Aarish adalah benar darah dagingnya.


"Maaf ibu, pak, saya mau periksa dulu kondisinya, kalau sudah stabil,pasien akan segera kita pindahkan ke ruang perawatan". Ucap dokter yang masuk tiba-tiba.

__ADS_1


****


Setelah Aarash sadar tadi, Seno langsung melangkah keluar,untuk memanggil dokter dan menginformasikan kalau Aarash sudah sadar.


Selain itu, Seno juga berniat mencari keberadaan Amira yang sedari tadi tidak nampak batang hidungnya.Banyak hal yang dipikirkan oleh Seno dengan menghilangnya Amira, salah satunya ,apakah Amira sudah jatuh cinta sungguhan kepada Bimo? sehingga dia kecewa dengan bertemunya Bimo dan Tiara?.


Seno melihat Amira keluar dari salah satu ruangan dokter.Entah apa yang barusan di lakukan oleh Tiara di ruangan tersebut.


"Amira"panggil Seno,dan seketika Amira menoleh dan membalas panggilan Seno dengan senyuman yang sumringah.


"Kamu dari mana aja? dan apa yang kamu lakukan didalam sana?" cecar Seno sambil memicingkan kedua matanya.


"Aku hanya melakukan sebuah tes DNA mas, untuk melihat apakah ada kecocokan antara aku dan Tiara.Tadi sewaktu dia pingsan, aku diam - diam mengambil rambut Tiara.


"Ohh" Seno mengangguk-anggukan kepalanya.


"Aku kirain kamu kecewa dengan bertemunya Bimo dan Tiara" ucap Seno yang tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.


" Ya nggaklah, justru aku bahagia,dengan begitu aku tidak perlu lagi menikah dengan Bimo! Apa mas Seno tidak merasa bahagia,karna aku tidak perlu lagi menikah dengan Bimo?"


"hmm, kenapa aku harus merasa bahagia? kayanya tidak ada alasan buat untuk merasa bahagia" ucap Seno


"Hmm Apa kah mas Seno tidak memiliki perasaan apa pun kepada ku? tanya Amira dengan mimik wajah yang sedih.


"sudahlah berhenti bertanya yang aneh-aneh!" sahut Seno tidak menjawab pertanyaan Amira. " Apakah kamu mau kembali ke ruangan Aarash?"Tanya Seno kembali untuk mengalihkan percakapan yang saat ini masih ingin dia hindari.


To be continue

__ADS_1


jangan lupa untuk tetap meninggalkan jejak.please like, vote dan komen.


kritik dan sarannya tetap ditunggu ya guys. thank you🥰🥰🥰


__ADS_2