YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
189 "Terpaksa Menuruti Istrinya"


__ADS_3

"Untuk apa kamu ingin kesana?" Tanya Bella sambil mengernyitkan keningnya menatap suaminya.


"Hanya minum!" Jawab Ricky datar dan tanpa menoleh kearah istrinya.


"Ya sudah kalau begitu ayo kita kesana!" Ucap Bella masih menatap suaminya dari samping.


Sontak Ricky menoleh kearah istrinya dan mengernyitkan keningnya kemudian menepikan mobilnya dan berhenti.


"Apa kau tau Club malam itu seperti apa?" Tanya Ricky sambil menatap istrinya dengan mengernyitkan keningnya.


"Aku hanya sering mendengar saja, dulu waktu masih kuliah, banyak teman-temanku yang sering datang kesana! Katanya juga sekedar ingin having fun dan menenangkan pikiran! Dan tadi kamu bilang juga ingin menenangkan hati dan pikiranmu kan? Kalau begitu ayo kita kesana, aku juga ingin menenangkan hati dan pikiranku!"


Ricky menghela nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya pelan. Ia baru menyadari bahwa istrinya ini sangat polos dan sama sekali belum pernah tau tentang Club malam yang sesungguhnya.


Mana mungkin ia mengajak istrinya ketempat seperti itu. Ia sangat bersyukur kalau istrinya sama sekali belum pernah menginjakkan kakinya kesana dan tidak tau tentang Club malam.


"Ricky, kenapa kamu diam saja? Ayo kita kesana!" Ucap Bella sambil menggoyangan lengan kekar suaminya.


"Tidak!!" Jawab Ricky dengan tegas sambil menatap istrinya.


"Lalu kenapa tadi kamu ingin kesana?? Dan sekarang kamu menolak saat aku ikut denganmu?" Tanya Bella dengan mendengus kesal kepada suaminya dan mengerucutkan bibirnya.


"Kau belum tau tempat itu! Dan aku tidak akan pernah mengajakmu kesana!! Mengerti??" Ucap Ricky dengan membentak istrinya yang memaksa mengajak ke Club malam.


Bella terkejut karena suaminya membentaknya. Setelah sekian lama menikah dengannya baru kali ini membentaknya.


Dulu sebelum menikah, memang Ricky pernah membentaknya sampai ia menangis dan kebur darinya.


Bella menundukkan wajahnya dan tiba-tiba airmatanya menetes dan terus menetes.


Ricky menghela nafasnya kembali kemudian menarik istrinya dan memeluknya dengan erat.


"Maaf! Maafkan aku! Aku tidak bermaksud untuk membentakmu!" Ucap Ricky dengan lembut sambil memeluk erat istrinya dan mengecup kepala istrinya.


Bella hanya diam dan masih menangis tidak membalas pelukan suaminya.


"Aku menolak untuk mengajakmu kesana karena tempat itu sangat tidak baik dan tidak cocok untuk wanita sepertimu!" Lanjutnya sambil mengusap-usap punggung istrinya dengan lembut.


Bella mendorong kuat suaminya hingga suaminya melepaskan pelukannya. Bella kemudian mengusap airmatanya sendiri.


"Tidak baik dan tidak cocok untuk wanita sepertiku?? Apa maksudnya??" Tanya Bella masih sangat kesal dengan suaminya.

__ADS_1


"Kau adalah wanita baik-baik dan tidak pantas pergi ketempat seperti itu! Kau belum tau seperti apa tempat itu! Dan jangan pernah memaksaku untuk mengajak kesana karena aku tidak akan pernah mau membawamu kesana!" Jawab Ricky dengan lembut sambil mengusap pipi istrinya.


"Kalau tadi aku tidak menghentikanmu, apa kamu akan tetap pergi kesana sendirian?" Tanya Bella sambil menatap sinis suaminya.


"Mungkin! Dan terimakasih karena kau menghentikanku!" Ucap Ricky sambil tersenyum menatap istrinya lalu mengusap puncak kepala istrinya.


"Tapi aku sangat penasaran dengan tempat itu! Sekali saja ajak aku kesana sebentar Ricky!" Ucap Bella dengan merengek kepada suaminya.


Ricky kembali menghela nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya pelan. Ia tidak bisa melihat istrinya yang terus merengek hanya memintanya untuk mengajaknya ke Club malam.


"Ricky, sekali saja dan hanya sebentar! Aku janji setelah setelah ini aku tidak akan memintanya lagi!" Pinta Bella kembali masih terus merengek kepada suaminya yang sedang menatapnya.


"Oke!" Dengan sangat terpaksa akhirnya Ricky menuruti permintaan istrinya.


Seketika Bella tersenyum manis dan memeluk leher suaminya lalu mengecup pipinya.


Ricky masih dengan wajah tanpa ekspresinya kemudian melajukan mobilnya kembali menuju ke Club malam yang dulu sering ia datangi.


Sesampainya diparkiran Club, Ricky segera turun dan membukakan pintu mobil untuk istrinya.


Ricky merangkul pinggang istrinya dan mengeratkannya. Ia tidak akan membiarkan istrinya terlepas darinya.


Alunan musik yang begitu memekakkan telinga membuat Bella meringis namun ia terus melangkah bersama suaminya.


Banyak pasang mata yang langsung memandangi kedatangan mereka.


Ricky melirik kearah istrinya yang sedang menatap sesuatu sambil meringis ngeri kemudian ia mengikuti arah pandang istrinya dan terkekeh.


"Ya Tuhan! Menjijikan sekali! Tidak tau malu dan tidak bermoral!!" Gumamnya sambil bergidik ngeri saat melihat beberapa pasangan yang bercumbu disudut ruangan hampir bertelanjang.


"Masih ingin lanjut atau kita pergi dari sini?" Tanya Ricky sambil mendekatkan wajahnya kearah istrinya.


"Apa yang kamu lakukan kalau disini??" Tanya Bella dengan menyelidik.


"Hanya minum!" Jawab Ricky datar.


"Benarkah?? Hanya minum saja??" Tanya Bella kembali karena masih belum percaya sambil pandangannya mengamati beberapa pasangan yang sedang melakukan adegan panas.


Ricky paham dengan maksud istrinya menanyakan itu kepadanya.


"Jangan berpikiran negatif tentang suamimu! Kau pikir aku pria yang bisa dengan mudah dekat dengan wanita??" Tanya Ricky balim sambil menatap istrinya kemudian menarik tangan istrinya dan mengajaknya duduk didepan meja bar.

__ADS_1


Ricky membantu istrinya duduk kemudian ia duduk disampingnya.


"Hallo Tuan Ricky! Apa kabar? Lama tidak datang!" Ucap bartender menyapa Ricky dengan ramah.


"Ya! Tolong berikan softdrink untuk istriku ini!" Jawab Ricky sambil menatap tajam bartender yang sedang memandangi istrinya.


"Oh baik Tuan!" Jawab bartender tersebut lalu memberikan softdrink kepada Bella.


"Terimakasih!" Ucap Bella dengan tersenyum kemudian ia masih terus mengedarkan pandangannya mengamati tiap sudut dalam Club tersebut.


Ricky merangkul pinggang istrinya dan meraih dagunya lalu mengecup bibirnya.


"Ricky!" Ucap Bella sambil memukul dada bidang suaminya karena mereka sangat malu, suaminya menciumnya ditempat keramaian dan dihadapan bartender pula.


"Nyonya tidak perlu malu! Disini sudah terbiasa orang-orang bermesraan bahkan kebih dari sekedar berciuman!" Sahut bartender tersebut dengan tersenyum.


"Hah?? Apa kamu sering melakukannya saat datang kesini sendiri??" Tanya Bella dengan melotot kepada suaminya membuat Ricky mengernyitkan keningnya menatapnya.


"Hahaha..Tuan Ricky tidak pernah tersentuh oleh wanita Nyonya! Dan aku baru melihatnya malam ini saja itu pun hanya dengan anda!" Sahut bartender itu dengan cepat menjawab pertanyaan Bella yanh ditujukan untuk Ricky.


Bartender itu sudah lama kenal dengan Ricky dan sudah cukup akrab. Jadi tidak merasa sungkan dengan Ricky.


"Kau ini selalu ikut campur urusan orang lain!! Istriku ini bertanya kepadaku dan kenapa kau yang menjawabnya??" Tanya Ricky dengan menatap tajam bartender tersebut yang dibalas kekehan oleh bartender tersebut.


"Aku benar-benar merasa jijik melihatnya!" Ucap Bella sambil bergidik ngeri kemudian tidak lagi mengamati mereka yang sedang melakukan adegan panas.


"Aku sudah memberitaumu sebelumnya tapi kau terus saja merengek kepadaku minta kesini!" Ucap Ricky dengan wajah dinginnya menatap istrinya.


"Maaf!" Ucap Bella pelan sambil menundukkan wajahnya.


"Berikan red wine untukku!" Ucap Ricky dengan dingin kepada bartender didepannya.


"Siap Tuan!" Jawab bartender tersebut kemudian langsung memberikan red wine kepada Ricky.


"Kamu minum apa itu?" Tanya Bella sambil mengernyitkan keningnya menatap minuman yang diminum suaminya.


"Anggur merah!" Jawab Ricky datar kemudian meneguk red wine nya yang ia tuang kedalam gelasnya sampai habis dalam dua tegukan saja.


"Apa itu enak?" Tanya Bella masih mengernyitkan keningnya.


"Jangan bilang kau ingin mencobanya!" Ucap Ricky masih dengan wajah datarnya.

__ADS_1


__ADS_2