
" Hah, mereka kok bisa di sini tante?" mata Jesika melebar ,karena Jesika kaget melihat kehadiran dua bocah, yang merupakan anak dari wanita yang di duganya calon istri Bimo.
"Memangnya kenapa? mereka itu cucu saya" ucap ibu Sarah.
" Aarash, Aariz kalian berdua ke belakang dulu, minta minum sama bibi" ucap Ibu Sarah lembut sambil mengusap kepala dua bocah kembar itu.
"Iya oma,Tapi oma beneran udah suruh om Bimo buat cepat pulang kan oma?Aarash dan Aariz udah rindu sama om Bimo" ucap Aariz yang semakin membuat Jesika kaget, tidak menyangka kalau ternyata Bimo juga sudah dekat dengan kedua bocah itu.
"Ternyata tante dan Bimo, udah tahu juga ya, kalau calon menantu tante itu udah punya anak? Jesika tersenyum sinis.
"Maksud kamu apalagi Jesika? tante beneran gak ngerti sama kamu. Halusinasi kamu makin kesini makin aneh kayanya."
"Tan, gak usah sok gak ngerti deh. Jesika tidak lagi berhalusinasi.dua anak tadi bukannya anak, calon menantu tante itu? ternyata tante membatalkan perjodohan Jesi dengan Bimo demi seorang janda.ternyata selera tante rendah juga" Jesika tersenyum sinis.
" jaga mulut mu Jesi, calon menantu saya bukan seorang janda.Seandainya pun dia seorang janda,saya akan tetap memilih dia,sebagai menantu saya,karena dia punya akhlak yang baik dan tidak manja seperti dirimu." bentak ibu Sarah keras.
"Sekarang kamu lebih baik keluar, karena tante tidak mau lagi mendengar ocehan mu yang makin ke sini makin ngawur"
" tante ngusir saya?"tante sekarang jahat sama Jesi.Jesi tidak terima tante perlakukan Jesi seperti ini. Jesi akan balas semua ini tan.lihat aja" ancam Jesika dengan kilatan mata penuh amarah.
" Kamu kirain tante takut Jesi, sekali saja kamu melakukan yang tidak-tidak nantinya, ingat Perusahaan orang tuamu jadi taruhannya.Dengan mudahnya Bimo akan membuat perusahaan orang tua mu akan gulung tikar.dan tante dapat pastikan, kalian sekeluarga akan hidup melarat" ancam balik ibu Sarah yang membuat Jesika diam tidak berkutik.
" Tante jahat, kalian semua jahat" ucap Jesika,lalu berlari keluar.
Jesika masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"lihat saja nanti,apa yang akan Jesi lakukan?Jangan panggil aku Jesi kalau tidak bisa membuat pernikahan Bimo gagal" seringai licik jesika, yang sudah mempunyai rencana jahat dipikirannya.
***
__ADS_1
"Bagaimana Sen?apakah sudah ada kabar dari detektif yang kita sewa, buat nyari keberadaan Tiara di Bandung?" ucap Bimo penuh harap.
" Belum Bim, mereka bahkan sudah menyelidiki Sinta.Kata mereka, Sinta tidak pernah bertemu dengan Tiara.Akan tetapi, kata mereka Sinta sering bolak-balik Jakarta- Bandung. Sinta katanya punya cabang Restoran baru di Jakarta. Dan yang mengelola cabang restorannya itu Sahabatnya. Tapi itu kayanya gak mungkin Tiara,karena sahabatnya ini katanya sudah punya anak dua Bim" Ujar Seno melaporkan semua informasi yang dia dapat.
"Tapi Sen, bagaimana kalau itu memang Tiara? apakah mungkin Tiara sudah menikah Sen? Kalau benar dia sudah menikah, pupus sudah harapan gue Sen!"
"Lo tenang aja,gue yakin itu bukan Tiara.Tapi untuk lebih pastinya, gue akan tanya orang suruhan kita itu, untuk menyelidiki dimana alamat restorannya di Jakarta".
"Baiklah Sen,tolong lo urus secepatnya, gue ingin segera menemukan Tiara sebelum pernikahan ini".
"Baik Bim, lo tenang aja, lo terima beres aja.besok gue bisa pastikan kita akan mengetahui alamat restorannya." ujar Seno meyakinkan.
"Terima kasih Sen, lo memang selalu bisa diandalkan" ucap Bimo sambil menyunggingkan senyumnya.
"Sen, kita pulang sekarang, Aarash dan Aariz, kata mamah ada di rumah.Kangen juga gue sama tuh bocah-bocah" senyum sumringah Bimo berkembang, begitu teringat dengan wajah dan tingkah laku dua bocah kembar itu.
"ini mah alamat gue di bakal di kacangin sama tuh dua bocah" batin Seno sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
***
Bimo merasa beban hatinya sedikit terlupakan dengan adanya sikembar.Untuk mengisi kekosongan mereka memutuskan bermain u,bidak siapa yang terlebih dahulu masuk ke penjara akan mendapat coretan spidol di wajahnya. Waktu sudah berlalu hampir satu jam, Wajah Seno sudah penuh dengan coretan spidol,karena dia dari tadi kalah main dadu, sedangkan wajah Bimo belum ada coretan secuilpun.Sebenarnya bukan karena Bimo tidak pernah kalah,tapi itu karena kebijakan si kembar,kalau Bimo kalah, yang justru mendapat coretan tetap Seno.
Waktu terus berputar,tidak terasa langit yang tadinya cerah kini sudah berganti warna menjadi jingga.Mentari perlahan-perlahan kembali ke peraduannya,dan saatnya giliran bulan yang akan menggantikan Mentari buat menerangi bumi.
"Bimo, udah dulu mainnya.Ajak Aarash dan Aariz makan malam dulu, habis itu kamu antarkan mereka pulang" ibu Sarah datang tiba-tiba dan menghentikan permainan mereka.
"Yes, akhirnya gue bebas juga, Thanks God" gumam Seno lega.
"Ok, boys its time to have your diner,after that, om will send, both of you home." Bimo meraih kedua tangan si kembar dan Seno langsung berlari ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya.
__ADS_1
***
Sementara itu, Tiara sudah kembali dari restaurant,tapi dia tidak menemukan si kembar dirumah.
"Bu,anak- anak kok belum kembali ya?" sambil melihat jam didinding yang sudah menunjukkan pukul 19.30.
"Katanya sudah di jalan menuju kesini nak, sebentar lagi pasti nyampe. Kamu tenang saja,tadi mereka makan malam dulu di sana" ucap ibu Sumi menenangkan Tiara.
"Oh iya deh bu, kalau begitu aku pamit kekamar dulu ya bu,mau mandi sebentar" Tiara melangkah masuk ke kamar.
tin tin tin
bunyi klakson mobil yang memasuki pekarangan rumah sederhana itu.Seperti biasa Aarash dan Aariz akan selalu tertidur di mobil karena sudah kecapean bermain seharian. Bimo turun dan keluar dari mobil sambil membawa Aarash di gendongannya.Sedangkan Seno dengan Aariz digendongannya.
Ibu Sumi dengan senyuman menyambut kedatangan Bimo dan Seno.Ibu Sumi dengan cekatan membuka pintu kamar si kembar, agar Bimo dan Seno bisa meletakkan si kembar langsung di kamarnya.
"Duduk dulu den Bim,Den Seno, mbok ambilkan minum dulu"
"Gak usah repot-repot mbok, kita berdua kebetulan tidak haus juga."jawab Bimo
"Iya mbok,tidak usah" timpal Seno.
"Emm,bundanya si kembar belum pulang kerja ya mbok?" ucap Bimo sambil melihat sekeliling.
"Sudah kok den, kebetulan dia lagi mandi.Tapi mungkin sebentar lagi juga akan keluar den"
"Oh begitu ya mbok?, ucap Bimo.
**To be continue
__ADS_1
please like,vote dan komen ya guys.
Author receh ini perlu banget kritik dan saran yang membangun buat kebaikan novel ini.jadi jangan sungkan untuk mengkritik dan memberikan saran.thank you**