YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Menghadiri Acara


__ADS_3

Sudah lebih dari satu bulan usia pernikahan Bimo dan Tiara.Setiap hari Bimo semakin menunjukkan rasa cintanya pada Tiara dan kedua buah hatinya.Dia selalu meyempatkan diri untuk sekedar menanyakan sudah makan disela-sela kesibukannya.


Rumor tentang dia dan Seno yang menyimpang di kantor, lambat laun sudah hilang setelah mereka melihat dengan kepala mata sendiri,betapa bucinnya kedua pria itu terhadap pasangan masing-masing.


Pandangan dan tanggapan buruk teman-tema SMA mereka terhadap Tiara juga kini sudah sirna,setelah Bimo atas izin Tiara mengumumkan pernikahannya dengan Tiara ke media, dan memberitahu kan juga tentang siapa sebenarnya Tiara.


Para teman-teman mereka yang bermuka dua, kini berganti menghujat Gladys,.Apalagi mereka yang selama ini merasa terintimidasi oleh sikap Gladys yang sombong dan semena-mena.Mereka justru memanfaatkan pernikahan Bimo dan Tiara,sebagai ajang untuk menunjukkan kebenaran pada Gladys, kalau sebenarnya dari dulu mereka sudah jengah dengan sikap Gladys.Mereka sudah lelah untuk tetap berpura-pura baik di depan Gladys.Kini saatnya bagi mereka untuk menunjukkan wajah asli mereka di depan Gladys.


Setelah mengetahui kebenarannya, dan mendapat serangan dari teman-teman yang dulu memujanya,Gladys semakin dendam, dan dia akan berusaha mendapatkan Bimo.Lalu dia akan menyumpal mulut mantan sahabat-sahabat palsunya itu.


*****


Suara berisik Aarash dan Aariz dari luar mengetuk-ngetuk pintu, membangunkan Bimo dari tidur pulasnya.Dia melirik ke arah jam di nakas, ternyata sudah menunjukkan pukul 7.10 menit.Bimo menoleh ke arah Tiara yang masih tertidur sampingnya. Dia heran, tidak biasanya Tiara bangun telat. Jam segini biasanya Tiara, sudah ada di ruang kebesarannya, alias dapur tercinta, untuk mempersiapkan sarapan dan bekal pada orang-orang tercinta.


Bimo melangkah kearah pintu dan membukanya lebar-lebar untuk kedua jagoannya,yang terlihat sudah rapi dengan seragam sekolahnya.


"Yah, bunda mana? kami mau pamit berangkat ke sekolah" tanya Aarash begitu Bimo membuka pintu.


"Bunda masih tidur nak" jawab Bimo.


"Tumben bunda masih tidur jam segini? biasanya kan nggak! pantasan bunda gak masak sarapan buat kami"


"Mungkin bunda kecapeaan boy, tapi kalian sudah sarapan kan?"


"Sudah yah! dibuatin sama nenek Sumi. Tapi bunda gak lagi lagi sakit kan yah?"


"Nggak bunda sehat-sehat aja kok' Aarash terlihat sangat khawatir.


"Nggak boys, bunda gaka pa-pa! ya udah kalian berangkat sekolah aja dulu,hari ini kalian diantar sama mamang Tejo dulu ya! Bimo mengelus kepala kedua anaknya dengan lembut dan penuhbkasih sayang.


" Ya udah yah! kalau begitu Aarash dan Aariz berangkat dulu ya yah! " ucal Aarash sambil mencium punggung tangan Bimo disusul dengan Aariz.


"Yang, bangun yang,udah siang!" Bimo menoel-noel hidung minimalis milik Tiara.


Tiara,menggeliat dan mengerjab-erjabkan matanya.Dia melirik ke arah Bimo yang sedang tersenyum memandangnya.

__ADS_1


"Hemm, pagi yang! emang udah jam berapa sih sayang? tanya Tiara, dengan malas dan mata yang masih terlihat mengantuk.


"Udah hampir jam setengah 8 yang"


"APA?" Tiara sontak duduk, dan buru-buru turun dari ranjang.Tapi ketika dia baru saja menyentuhkan kakinya di lantai hendak berdiri, tiba-tiba dia merasa sangat pusing.Tiara terduduk kembali sambil memijit pelipisnya.


"Kamu kenapa sayang? Bimo terlihat panik ketika melihat keadaan Tiara.


"Aku gak pa-pa yang, cuma sedikit pusing"


"Tapi muka kamu pucat yang! kita kedokter ya!" ucap Bimo lembut.


"Gak usah yang, aku gak pa-pa kok! aku cuma kelelahan aja mungkin, kerena kamu serang tiap malam." sindir Tiara.


"Maaf yang, habis enak sih! kamu juga menikmatinya kan? " kekeh Bimo menggoda Tiara.


"Yang, aku mau ke bawah mau lihat anak-anak dulu,mereka pasti udah telat sekolahnya"


" Mereka udah berangkat yang.Tadi mereka udah pamit."


"Ya udah, kalau gitu aku mau mandi dulu ya!. Aku juga mau berangkat ke kantor." Bimo melangkah ke kamar mandi untuk membersihkah tubuhnya.


Tidak berselang lama, Bimo selesai mandi dan keluar dari kamar mandi.Diatas kasur terlihat sudah ada pakaian kantor Bimo.Ternyata setelah Bimo masuk ke kamar mandi, Tiara bangun kembali untuk menyiapkan pakaian Bimo.


"Yang, nanti malam kamu tidak lupakan sama acara Pak Broto?" Aku jemput kamu jam 6 ya!" ucap Bimo mengingatkan Tiara.


"Sayang,kayanya kamu harus pergi sendiri deh, badan aku sepertinya gak enak! aku di rumah aja ya?" Tiara memohon dengan tatapan memelas.


"Kamu kenapa sih yang? kita ke dokter aja ya!" Bimo terlihat khawatir melihat wajah Tiara yang terlihat pucat.


"Gak usah yang! kan aku udah bilang aku cuma kecapean!" Tiara berusaha menenangkan Bimo.


"Ya udah, kalau begitu aku gak usah berangkat kerja hari ini.Dan untuk acara pak Broto,biar Seno sendiri aja yang pergi"


"Yang,berapa kali aku harus bilang sama kamu,kalau aku tidak apa-apa! Kamu berangkat kerja aja, bukannya tadi malam kamu bilang kalau hari ini ada pertemuan penting?"

__ADS_1


"Oh iya, aku hampir lupa? tapi aku tidak tega ninggalin kamu dengan kondisi seperti ini yang!"


"Aku gak pa-pa yang! gak usah terlalu khawatir.Nanti ke acara pak Broto kamu pergi sama Seno aja ya"


"Pasangan ku bukan Seno yang! " protes Bimo dengan sedikit memanyunkan bibirnya.


"Aku tahu yang! tapi aku gak janji bisa ikut.Lagian kamu bilang Pak Broto salah satu orang yang sangat penting, gak mungkin kamu gak hadir.'


"Ya udah deh kalau begitu, tapi kamu harus janji, kalau ada apa-apa kamu langsung hubungi aku ya!" ucap Bimo.


"Siap bos! Tiara tersenyum, membuat gerakan menghormat.


Bimo mencubit pipi Tiara yang terlihat sedikit makin chuby karena melihat ekspresi wajah Tiara yang menggemaskan.


"Ya udah, aku berangkat dulu yang! Kamu istirahat aja.Ingat kabarin aku kalau ada apa-apa!" Bimo mengecup kening Tiara,setelah Tiara mencium punggung tangan Bimo.


*****


Bimo dan Seno memasuki ball room hotel dimana pak Broto, partner kerja sama perusahaan Bimo sedang mengadakan resepsi pernikahan putrinya.


Karena keaadan Tiara yang masih lemas, akhirnya Bimo harus pergi berdua dengan Seno, yang juga tidak bisa ditemani oleh Amira.


Banyak tamu yang memandang kagum pada kedua pria itu,ketika mereka memasuki ruangan pesta itu. Khususnya para wanita-wanita muda yang sedang menghadiri pesta itu.


Dengan gagah dan berwibawa Bimo dan Seno menghampiri pak Broto untuk memberikan ucapan selamat.Melihat sikap Bimo dan Seno yang seperti itu, tidak akan ada yang bakal menyangka, kalau dibalik sikap dingin kedua pria itu,akan berubah 360 derajat ketika berhadapan dengan orang-orang terdekat mereka.


Setelah berbasa-basi sebentar dengan pak Broto dan istrinya, Bimo dan Seno duduk di tempat yang telah disiapkan. Banyak tamu-tamu yang menghampiri dan menyapa Bimo, untuk cari muka dan sedikit menjilat,agar perusahaan Bimo mau bekerja sama dengan perusahaan mereka.


"Bim,aku ke toilet dulu ya" Seno pamit dengan menggunakan bahasa formal. Bimo terlihat hanya menganggukkan kepalanya.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata, yang tidak pernah lepas memperhatikan Bimo,semenjak mereka memasuki ruangan itu.


TBC


Jangan lupa untuk tetap meninggalkan jejaknya.tap like,vote, rate dan komen.Thank you.Sebuket bunga, segelas kopi, hati dll juga boleh,sebagai bonus buat Author remahan ini🄰

__ADS_1


__ADS_2