YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Pulang


__ADS_3

"Bim, bukannya hari ini, Aarash akan pulang dari rumah sakit?" Tanya Seno ke Bimo, yang pagi ini kelihatan lebih banyak diam,dan murung. Matanya mengarah ke komputer,tapi kalau dilihat secara dekat, satupun tak ada yang dikerjakannya sama sekali.


Brakk


"Woi, Bim, lo dengar gue gak sih?" Seno menggebrak meja,sehingga Bimo terlonjak kaget.


"se**an lo, kaget gue tau!"


"Lo sih melamun aja" gue nanya, bukannya hari ini jadwal Aarash keluar dari rumah sakit?"


"Emm" angguk Bimo.


"Jadi lo gak ada rencana gitu, buat jemput?"


"gue belum siap sen buat ketemu Tiara! gue takut,kalau gue nantinya tidak bisa menahan diri.Karena jujur gue masih mencoba untuk ikhlas dengan pilihan Tiara" ucap Bimo lirih.


"Gue ngerti Bim gimana perasaan lo.tapi apakah kamu tega melihat kekecewaan Aarash kalau kamu tidak datang? dia pasti akan sangat kecewa Bim. please kamu abaikan dulu ego kamu demi Aarash" ucap Seno bijak.


Bimo terlihat terdiam mendengar ucapan Seno.Dia merasa ucapan Seno benar, tidak seharusnya dia mengabaikan perasaan Aarash, karena hatinya yang sedang galau.Karena Aarash tidak tahu apa-apa dalam hal ini.


"Ok,Sen kita berangkat kerumah sakit sekarang" perintah Bimo, yang langsung berdiri meninggalkan Seno.


"dasar edan lo, gue malah ditinggal.orang yang patah hati itu, kadar kepintarannya langsung menurun drastis kali ya? logika berpikirnya gak berfungsi lagi" batin Seno sambil berlari kecil mengejar Bimo.dan lagi-lagi Mia langsung negatif thinking.


"Sepertinya mereka lagi berantem" batin Mia sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


********


Tiara memasukkan semua pakaian dan benda-benda milik Aarash dan miliknya kedalam tas.Tangannya terlihat bekerja,tapi pikirannya penuh dengan nama Bimo.Ada ketakutan didalam hati Tiara,kalau Bimo sungguh-sungguh mengalah dan berhenti memperjuangkannya.


Aarash terlihat sudah menanggalkan pakaian pasiennya dan sudah berganti pakaian dengan pakaian biasa.Dia duduk diatas kasurnya dengan kedua kaki menggantung.Kedua netra Aarash berulangkali menatap pintu,berharap Bimo segera muncul. Sedangkan Amira asyik dengan handphonenya.Sebenarnya, setelah mendengar penjelasan Tiara,Amira sudah mengirimkan pesan kepada ayang bebnya Seno,dan memberitahukan semuanya apa yang didengarnya dari mulut Tiara. Sehingga mereka berdua sepakat untuk memberikan kesempatan buat keduanya untuk menyelesaikan kesalah-pahaman yang terjadi.


Cklek

__ADS_1


" Om Bimo" teriak Aaras girang,sehingga menarik perhatian Tiara,yang tadinya sibuk dengan pikirannya sendiri.Tiara menoleh kearah pintu dan terpaku melihat kedatangan Bimo.Jantungnya tidak usah ditanyakan lagi bagaimana keadaannya sekarang. Kedua netranya dan netra Bimo saling terkunci sepersekian detik,sampai akhirnya Bimo berpaling mengakhiri pandangan mereka.


"hai,boy, udah siap untuk pulang? Bimo seperti biasa melakukan tos dulu dengan putra sulungnya,yang sampai sekarang masih memanggilnya om.


"Siap dong om" Aarash menyunggingkan senyum sumringahnya. Amira jangan ditanyakan lagi,setelah kedatangan Seno dia langsung menempel bagaikan perangko.


"Ra, lo sepertinya harus ikut mobilnya Bimo.Mas Seno dan aku pake mobil ku, kami langsung jemput Aariz dan ibu Sumi aja.Biar nanti ibu Sarah gak perlu repot untuk mengantar mereka" ucap Amira dan diangguki oleh Seno.


"Ta- tapi Mir!"


"no debat, lagian Aarash juga pasti tidak mau ikut mobilku" tegas Amira gak mau di didebat.


Tiara menggigit bibir bawahnya karena deg-degan,dan ekor matanya sedikit melirik ke arah Bimo yang kebetulan juga sedang meliriknya.


"udah lirik-lirikannya entar aja disambung di mobil, jangankan lirik-lirikan ,pelotot-pelototan pun kamu berdua bebas" ucap Amira eksplisit, sehingga wajah Tiara dan Bimo memerah seperti kepiting rebus.


*****


Bimo terlihat mendorong Aarash yang duduk dikursi roda,dan Tiara berjalan di sebelah Bimo.Amira dan Seno mengikuti mereka dari belakang sambil bergandengan tangan.


"Bunda sama om lagi berantem ya? kok diam-diaman" Ujar Aarash yang bingung melihat perubahan kedua orang,yang biasanya kaya Tom and Jerry, sekarang kaya orang gak kenal sama sekali.


"Nggak kok nak, om nya mungkin sekarang lagi capek, jadi, om nya malas untuk Bicara. Tiara mencari Alasan,dan untungnya Aarash mau mengerti.karena Aarash sudah capek dari tadi dengan celotehannya, dia pun tertidur dengan pulasnya.Sejak ditinggal tidur Aarash, suasana didalam mobil pun sekarang sepi kaya kuburan.


Pandangan Tiara, dari tadi selalu mengarah keluar menyusuri jalan yang kebetulan sedikit lengang di siang hari.Ingin rasanya Bimo memulai percakapan, tapi, bibirnya terasa kelu,dia tidak tahu mau memulai dari mana.


Sementara itu, Seno dan Amira kini sudah tiba di depan rumah ibu Sarah.Seno turun dan berputar hendak membuka pintu untuk Amira.


"Ayo sayang turun!" ucap Seno


"Emm, kamu aja deh mas,aku nunggu di mobil aja,soalnya aku nggak tahu nanti mau ngomong apa sama tante Sarah.Soalnya kan, Bimo belum ngomong apa-apa sama tante Sarah"


"emm, ya udah deh, aku masuk dulu ya" pamit Seno yang dibalas Amira dengan anggukan.

__ADS_1


"Siang tante,om" Seno menyapa ibu Sarah dan pak Burhan yang kebetulan sedang duduk santai di ruang tamu.


"Siang Sen, Bimo mana?" tanya ibu Sarah yang sudah tidak pernah bertemu dengan Bimo semenjak Aarash dirawat di rumah sakit.


"Em, Bimo langsung mengantarkan Aarash dan Tiara ke rumah pak wijaya tan!, dan aku kesini mau menjemput ibu Surti dan Aariz tan"


"Kenapa bukan Bimo yang menjemput Aariz kesini?" Selidik ibu Sarah.


"Karena , Aarash tidak mau, kalau bukan Bimo yang mengantarkannya pulang tan"


"Kan bisa saja,Bimo bawa Aarash ke sini dulu, baru sama-sama bawa pulang Aariz."


"takutnya nanti Aarash kecapean tan,kalau dibawa ke sini dulu.Aarash masih butuh banyak istirahat"


"Udahlah mah, betul kata nak Seno, Aarash kan baru keluar dari rumah sakit, jadi butuh banyak istirahat biar cepat pulih" timpal pak Burhan, untuk menghentikan istrinya menginterogasi Seno.


"Hmm, asal jangan karena ada sesuatu yang dirahasiakan aja pah, soalnya dari cara Bimo yang tidak pernah menjawab panggilan mamah, tidak pernah membalas pesan mamah,mamah curiga ada sesuatu yang disembunyikan Bimo dari kita pah!, dan mama yakin, ini ada kaitannya dengan Tiara dan sikembar, bukan begitu Seno?" ibu Sarah menoleh ke arah Seno dan memicingkan kedua netranya.


"ehm,ehem" Seno berdehem untuk mengurangi kegugupannya."maaf tan,untuk hal itu,saya tidak punya hak untuk menjelaskannya tan, biarlah Bimo nanti yang akan menjelaskan"


"Om Seno"teriak Aariz, dari arah tangga.Dia turun bersama mbok Sumi,yang sepertinya sudah siap untuk berangkat.


"Om, ayo om buruan kita pergi" Aariz menarik tangan Seno tidak sabaran.


"Kayanya cucu oma,udah tidak betah di rumah oma,Aariz sudah tidak sabaran ya,buat ninggalin oma?" ibu Sarah pura-pura menampakkan wajah sedih.


"Bukan begitu oma! Aariz betah kok tinggal disini, cuma Aariz rindu sama Aarash dan bunda!"


"hehehe,oma becanda aja kok sayang! ya udah titip salam ya sama Aarash dan bunda! ibu Sarah mengelus kepala Aariz dengan penuh kasih sayang.


"Siap oma"ujar Aariz seraya membuat gerakan menghormat.


Ibu Sarah dan pak Burhan turut mengantar kepulangan, Seno, Aariz dan mbok Sumi ke depan.Amira yang melihat kedatangan ibu Sarah refleks menunduk dan bersembunyi, berharap ibu Sarah tidak melihatnya.

__ADS_1


TBC


Please untuk tetap mendukung novel ini ya readersku tersayang.please like,vote,kasih hadiah dan komen. Thank you🙏🙏🥰🤗


__ADS_2