
" Hallo tante, apa kabar? "Jesika yang sudah lama tidak ada kabar,kini tiba-tiba datang ke rumah Bimo.
"Kabar baik Jesi" ucap ibu Sarah yang masih mencoba untuk bersikap ramah.
" Gimana tan? katanya Bimo mau nikah,tapi kok aku lihat-lihat belum ada ciri-ciri mau nikah ya? Jesika tersenyum sinis.
"Hmm, kamu tunggu aja kabar baiknya ya Jes" ibu Sarah tersenyum berusaha untuk sabar.
"Oh ya? kapan ya? atau jangan-jangan, Bimo batal nikah ya tan? Jesika masih tetap berusaha memancing emosi ibu Sarah.
" Nggak kok Jes,Bimo sebentar lagi juga akan nikah, undangannya juga sudah disebar! cuma tante sengaja aja gak ngundang kamu,karena kata Bimo, kamu gak penting, yang ada nanti pernikahan Bimo akan kacau gara-gara kamu,jadi maaf ya kalau gak diundang" Ibu Sarah mulai sedikit terpancing emosinya.
Hah? tante jangan ngarang deh, gak usah malu buat ngakuin,kalau Bimo batal nikah! ucap Jesika dengan wajah yang sudah berubah merah,akibat menahan emosi.
"Terserah,kalau kamu gak percaya.tante gak maksa kamu kok buat percaya! "
" Sore mah" sapa Bimo yang baru saja datang bersama dengan Tiara.Mereka tidak menyadari kehadiran Jesika, yang kebetulan duduk membelakangi Bimo dan Tiara.
"Oh sore bim" udah selesai fitting gaun pengantinnya? tanya ibu Sarah yang dengan sengaja mengeraskan suaranya, dan sedikit memberi penekanan dikata gaun pengantin.
Jesika berdiri dan berbalik menoleh ke arah Bimo dan Tiara, dengan tatapan yang sangat tajam.Bimo sedikit kaget dengan kehadiran Jesika di rumahnya,sekaligus khawatir kalau Jesika nekat berbuat yang membahayakan Tiara. Dengan sigap Bimo pasang badan di depan Tiara.sehingga Tiara mengrenyitkan keningnya heran dan bertanya-tanya dalam hati, siapa gadis yang ada di depannya.
" Jadi, dia calon menantu tante? Jesi kira dia bukan seorang ibu yang baim lho tan! " Jesika tersenyum licik dan yakin kalau hari ini tante Sarah akan tahu kebenaran tetang.Tiara sebenarnya.
"Hah? kok kamu bilang begitu? "
" ya, iya lah, ibu apa yang mau nikah,kalau anaknya kecelakaan?dan mungkin sampai hari ini, masih kritis di rumah sakit? "
"Kok lo tahu, kalau Aarash kecelakaan? atau jangan-jangan lo ya pelakunya? " kali ini Bimo yang bertanya.
__ADS_1
" Ng- ngak lah, kamu jangan asal nuduh ya? Jesika langsung gelagapan mendengar pertanyaan Bimo.
"Jadi lo kok bisa tahu tentang kecelakaan yang menimpa Aaraah? hah?" bentak Bimo.
" A-aku melihatnya di televisi, ya di televisi" Jesika semakin merasa terpojok.
"Setahu gue, berita mengenai kecelakaan yang menimpa Aarash, tidak pernah diberitakan di TV, jadi kamu gak usah ngeles lagi" ucap Bimo yang semakin menyudutkan Jesika.
"Kamu jangan fitnah bim, kamu bisa aku tuntut" Jesika berusah menggertak Bimo.
" Tapi, yang dikatakan Bimo itu bukan fitnah nona Jesika!, karena lo memang pelaku yang seaungguhnya." Seno tiba-tiba muncul bersama dengan Amira. Membuat Jesika kaget, melihat ada dua orang yang sama.
"Apa maksud kamu nak Seno? tanya ibu Sarah kaget.
"Iya tante, dia lah pelakunya" Seno berbicara tegas sambil menunjuk langsung ke wajah Jesika.
" Jes, jes ,gue bukan orang bodoh,yang menuduh orang tanpa bukti.jadi, sebelum gue mengeluarkan bukti-buktinya, ada baiknya lo mengaku sekarang" tegas Seno dan menoleh ke arah Amira dan memberikan kode,agar Amira segera menelepon polisi.
"lo gak usah menggertak gue Seno! karena memang bukan gue pelakunya" Jesika masih berusaha mengelak,padahal gestur tubuhnya sudah menunjukkan kalau dia sedang gugup dan keringat dingin sudah mengucur di pelipisnya.
"Ok, baiklah,sepertinya lo gak bakal mengaku. Jadi, mau gak mau gue harus menunjukkan bukti-bukti yang membuat lo gak bisa mengelak lagi! Seno tersenyum sinis.
Seno membuka dokumen yang sedang dia pegang di tangannya, yang berisi semua bukti-bukti kejahatan Jesika.
" Ini buktinya Jesika! lo sengaja melakukan kejahatan lo dengan menggunakan mobil rentalan, salah satu warga yang melihat kejadian itu, sempat memfotokan mobil yang kamu rental itu, gue langsung mencek nomor flat itu,setelah gue mengetahui pemiliknya dan menemukan alamat rental mobil itu,gue langsung kesana.Lo memang menyuruh orang lain untuk melakukan transaksi,tapi ketika dia gue ancam, bakal gue masukkan ke penjara,dia mengaku kalau dia disuruh seseorang.Lo tau sendirikan, kalau dengan uang,gue bisa memaksa dia untuk memberitahu siapa orang yang sudah menyuruh dia? dan gue sudah merekam semua pengakuannya.dan menyimpan semua isi chat kalian berdua" Seno menjelaskan secara detail, membuat Jesika bungkam,tidak berkutik.
"Dasar perempuan iblis, tante bersyukur kamu gak jadi menantu tante" ibu Sarah tiba-tiba menarik rambut Jesika dengan kencang, sehingga Jesika menjerit kesakitan.
mendengar kenyataan itu, Bimo yang biasanya tidak pernah kasar pada perempuan,langsung menarik Jesika, mendorongnya ke tembok sambil mencekik lehernya, sampai Jesika kesulitan untuk bernafas.
__ADS_1
"sabar bim, sabar.. jangan buat emosimu mencelaka-kan dirimu sendiri.Lo bisa membunuh dia,dan lo akan berakhir di penjara" ucap Seno menarik tangan Bimo. Jesika langsung terbatuk-batuk begitu Bimo melepaskan tangannya.Belum selesai rasa sakit nya di cekik, Tiara kembali menampar keras wajah Jesika.
" Ini semua salah kalian, kenapa kalian tidak ada yang mai mengerti perasaan ku? hah? dengan membuat celaka anak itu, aku yakin,pernikahan Bimo tidak akan pernah terjadi. pokoknya Ini semua salah kaliannnn" Jesika histeris, berteriak-teriak seperti orang gila.
" Dan ini semua salah kamu wanita j***ng, kenapa kamu bisa hadir di dunia ini? hah?.Kalah kamu tidak ada,Bimo pasti jadi milik ku" Jesika berusaha meraih Tiara, untungnya Bimo sudah siap pasang badan untuk melindungi Tiara.
Disaat bersamaan, polisi yang sudah di hubungi oleh Amira ,tiba di tempat itu dan langsung menangkap Jesika,lalu menyeret paksa Jesika keluar dari rumah Bimo.
"AWAS KAMU PEREMPUAN J***NG! LIHAT SAJA NANTI AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANMU BAHAGIA" Jesika masih berusaha berteriak dan mengancam Tiara.
"Terima kasih nak Seno,kamu sudah berhasil mengungkapkan siapa pelaku yang membuat cucu saya celaka" ibu Sarah menepuk-nepuk pundak Seno.
"Sama-sama tante,itu memang sudah menjadi tugas saya"
"kamu jangan panggil saya tante terus nak, kamu manggil saya mamah sama seperti Bimo,karena kamu juga sudah saya anggap anak sendiri"
"Ba-baik tan,eh mamah" ucap Seno terharu dengan mata berkaca-kaca.
"sebagai hadiah pernikahan,nanti mamah akan kasih kamu tiket bulan madu,kemanapun yang kamu inginkan"
" yang benar mah?" ucap Seno dengan mata yang berbinar-binar.
"yes, udah biaya nikah gratis, bulan madu pun gratis, nikmatnya hidup"
TBC
Jangan lupa ritualnya ya readers tercinta.please like,vote dan komen.
Author juga minta kopi dong biar kuat begadangnya.😁😁😁😁
__ADS_1