YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Curhatan si kembar


__ADS_3

"Mah, katanya Vina dan Aariz mau makan malam di sini, tapi kok,sampai jam segini batang hidung mereka belum kelihatan?" tanya Dimas, yang dari tadi matanya tidak pernah berhenti untuk melihat ke luar.


"Ya elah, Pah, ini masih jam setengah 6. Mungkin sebentar lagi mereka sampai," sahut Sinta santai, namun diapun sama seperti Dimas,yang dari tadi juga sibuk melihat ke arah pintu.


Sesuai dugaan Sinta, 15 menit kemudian, mobil Aariz terlihat memasuki area pekarangan rumah Dimas dan Sinta. Dimas sontak berdiri dari kursinya dan dengan senyuman yang mengembang dia menyambut kedatangan putri dan menantunya.


Dimas hampir saja memeluk Vina, tapi Aariz tiba-tiba berdiri di depan Vina, sehingga yang Dimas peluk bukan Vina tapi Aariz.


"Terima kasih Pah udah merindukanku! Aariz jadi terharu." ucap Aariz dalam dekapan Dimas.


"Dasar menantu sableng! sana kamu! Papah rindunya sama Vina, bukan kamu!" Dimas melepaskan pelukannya dan mendorong tubuh Aariz ke samping, dan langsung memeluk Vina.


"Riz, bau badanmu kok aneh ya? seperti bau minyak urut. Kamu baru diurut ya?" ucap Dimas sembari mengendus-endus tubuh Aariz.


Wajah Aariz berubah manyun, begitu mendengar pertanyaan Dimas. Dia juga sangat membenci bau tubuhnya sekarang. Tapi, hanya itu jalan satu-satunya cara, supaya Vina mau dekat dengan dirinya.


"Tanya sama Vina Pah, ini kerjaannya!" Aariz mendaratkan tubuhnya duduk dengan bibir yang mengerucut.


Dimas mengalihkan tatapannya ke arah Vina yang terlihat cekikikan melihat ekspresi suaminya itu.


"Aariz lagi sakit ya Vin, makanya harus diurut?" tanya Dimas dengan kening yang berkerut.


"Bukan Pah! Aariz baik-baik saja. Cuma, Itu karena Vina____"


"Vina hamil ,Pah!" Celetuk Aariz mendahului Vina.


"Hah?! hamil? I-ini serius?" kedua netra Dimas, membulat dengan sempurna mendengar kabar gembira yang dibawa oleh anak dan menantunya itu.


"Iya,Pah! ini serius."


"Selamat ya sayang! jaga cucu mamah baik-baik!" Sinta buka suara seraya memeluk Vina.


"Berapa usia kandungannya Sayang?"


"Kata dokter baru 8 minggu Mah." sahut Vina sembari mengelus-elus perutnya.


"Oh, Kamu jangan terlalu cape, rajin minum vitamin, asam folat, dan makan makanan yang bergizi, ya Sayang! agar cucu mamah, sehat di dalam sana dan nutrisinya terpenuhi." Sinta memberikan nasehat dengan lembut. Sedangkan Dimas terlihat masih mematung, sibuk dengan pikirannya sendiri, dengan kening yang berkerut

__ADS_1


"Kamu kenapa, Pah? Kok bengong aja dari tadi?" tanya Sinta.


" Emm, Jadi apa hubungannya, Vina hamil dengan minyak urut di badanmu?" celetuk Dimas masih dengan kening yang berkerut ke arah Aariz.


"Astaga! jadi Papah dari tadi diam aja, karena mikirin itu?" Sinta menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Vina gak suka bau parfum Aariz Pah, Vina justru suka nyium bau minyak urut." sahut Vina cengengesan, yang dibalas gelegar tawa dari Dimas.


"Tertawa aja teruss! Papah, bukannya ngucapin selamat malah ngetawain." cetus Aariz dengan kesal.


"Eh,iya, selamat ya buat kalian berdua. Itu berarti, tanggung jawab kalian berdua akan bertambah." ucap Dimas dengan senyum yang mengembang di bibirnya. "Tapi ngomong-ngomong, anak kalian kembar kaya Aarash gak?"


"Nggak, Pah! janinnya cuma satu," sahut Vina dengan wajah sedikit lesu.


" Oh, gak Pa-pa! dikasih satu aja udah syukur. Mungkin anak kedua dan ketiga nanti kembar. kalau gak kembarpun gak papa." Senyuman tetap mengembang di bibir Dimas saat mengucapkan kata-katanya.


"Ya, udah, sekarang kita ke meja makan yuk! kalian mungkin sudah lapar. Sela, Sinta menghentikan pembicaraan antara suaminya dan kedua anak dan menantunya.


"Tau aja Mamah, kalau Aariz udah lapar." Aariz berdiri dengan semangat, karena memang cacing dalam perutnya sudah bernyanyi dari tadi.


"Mah, makan malamnya gak ada telur kan?" celetuk Vina, tiba-tiba bertanya pada Sinta Mamahnya, sebelum benar-benar melangkah ke dapur.


"Lah kenapa? justru Mamah masak telur balado, karena tahu, Aariz suka makan itu," sahut Sinta.


"Astaga! aku bakal gak makan lagi dong!" Aariz kembali terduduk dengan lemas.


"Kok bisa?" Sinta masih kebingungan.


"Ka Aariz, sekarang selalu muntah Mah kalau lihat telur!" sahut Vina, sembari menatap suaminya dengan iba.


******


Waktu terus berputar dengan cepat. Tidak terasa, kandungan Laura sudah memasuki usia 9 bulan, dan tinggal menunggu hari untuk dilahirkan. Menurut prediksi dokter, anak mereka akan siap dilahirkan kurang lebih seminggu lagi.


Tubuh Laura terlihat semakin bulat. Tapi di mata Aarash, justru istrinya semakin terlihat seksi, yang membuat cintanya selalu bertambah setiap harinya


"Sayang, malam ini anak-anak rindu sama ayahnya gak?" tanya Aarash saat dia dan Laura bersiap-siap untuk tidur.

__ADS_1


"Kayanya gak tuh, Mas! mereka malah bosan katanya di jengukin sama Ayahnya." sahut Laura, yang langsung ngerti kemauan suami mesumnya itu.


"Tapi, aku kok rindu banget sama mereka ya? sehari aja tidak bertemu, rasanya seperti udah setahun gak ketemu." tukas Aarash dengan ekspresi wajah yang dibuat seperti seseorang yang benar-benar merindukan seseorang.


"Ya elah, tuh muka gak usah dibuat semelas itu dong! bilang aja kalau mau nengokin anak-anak, pakai banyak alasan rindu-rindu segala." cetus Laura seraya mendengus kesal.


"Hehehe, kamu tahu aja, Sayang.Kata dokterkan , saat-saat sekarang, justru kita harus sering-sering ngelakuinnya, biar anaknya cepat keluar." tutur Aarash sembari memamerkan deretan giginya.


"Alasan aja!" cetus Laura sembari mengerucutkan bibirnya.


"Tapi bolehkan sayang? nanti kan kalau anak-anak udah lahir, aku kan harus puasa selama 40 hari.Jadi, sekarang aja dipuasinnya. Boleh ya?"


"Ya udah deh! tapi jangan lama-lama ya Mas.Soalnya besok kan acara 7 bulanan Vina. Aku gak mau gara-gara ngelayanin kamu terus, akunya kecapean dan gak bisa hadir ke acara itu. sahut Laura pasrah.


"Yes!" Dengan semangat, Aarash pun langsung mulai melancarkan aksinya.Menjamah setiap inci tubuh istrinya,yang selalu membuatnya candu.


Tbc


Percakapan sikembar di dalam perut Laura.


Kembar 1 : Gue heran deh, dengar ayah yang selalu bilang, kalau dia mau nengokin kita. Gue udah nunggu dengan semangat, mau liat muka ayah kita itu gimana. Tapi, yang datang kok ular ya? Apa ... ayah kita ular ya?πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”


Kembar 2 : Iya, gue juga heran.Udh gitu ularnya pakai topi lagi! kan aneh!"πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”


Kembar 1 : Iya! udah gitu dia masuk, habis itu keluar lagi, masuk lagi, keluar lagi. Gitu terus sampai kepalaku pusing ngeliatnya.


kembar 2 : Tapi, kayanya ayah kita, lagi ngajakin kita main ciluk ba deh!


Kembar 1 : kok gitu?


Kembar 2 : iya lah. pas Ayah keluar, dia pasti lagi bilang cilukkkk, kan pas di situ ayah gak nampak lagi tuh, pas ayah masuk lagi, giliran bunda yang bilang baaa. Tapi kata Baanya digantiin sama bunda jadi haaahhh.( dengan nada mendesah)


kembar 1: berarti bukan main cilukk baa,tapi main cilukkkk haaahhh.( dengan nada mendesah lagi)


Kembar 2 : Hahahaha, iya, iya ... itu benar!


Author: Hush diam! gak baik,ngomong begitu. bobo ... bobo ...bobo.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen ya gaisπŸ˜πŸ€—


__ADS_2