
Sebulan kemudian.
Dion dan Naila telah kembali dari negeri sakura untuk berbulan madu sesuai keinginan dari sang istri tercinta yang dari dulu ingin berlibur ke Jepang. Dan setelah menikah dengan Dion, Dion selalu mengabulkan keinginan dari wanita yang sangat ia cintai.
Kini mereka telah kembali lagi ke Indonesia karena Dion harus kembali bekerja dan semoga setelah kepulangannya dari berbulan madu akan memberikan berita baik dan membahagiakan bagi mereka. Dion berharap istrinya akan segera hamil dan ia inilah sekali memiliki anak laki-laki.
Dion yang telah rapi dengan setelan jasnya, ia menghampiri istrinya yang sedang menyiapkan sarapan untuknya.
"Selamat pagi istriku!" Ucap Dion sambil memeluk istrinya dan mengecup pipinya.
"Selamat pagi juga suamiku! Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu!" Ucap Naila dengan tersenyum manis kepada Dion.
Dan Dion duduk dikursi makan bersama istrinya lalu mereka sarapan bersama. Selesai sarapan Dion segera beranjak pergi menuju Grissham Corp setelah berpamitan dan menciun istrinya.
***
"Pengantin baru apa sudah puas berbulan madu?" Tanya Ricky saat Dion masuk kedalam ruangan kantornya.
"Terimakasih banyak ya! Istriku sangat menyukai dan merasa takjub saat melihat hadiah darimu! Kau pasti mengeluarkan uang yang sangat besar!" Ucap Dion setelah duduk didepan meja kerja Ricky.
"Bagiku itu masih belum seberapa! Selama ini kau dan Leo selalu menemaniku dan ikut merasakan perjalanan hidupku dengan berbagai masalah yang ada!" Ucap Ricky dengan serius menatap Dion.
__ADS_1
"Karena kamu orang yang sangat baik terlebih kakek Ronald juga selalu membantuku dan menyayangiku!" Ucap Dion dengan tersenyum sambil membayangkan saat kebersamaan mereka waktu mereka masih remaja hingga tumbuh dewasa mereka selalu bermain dan belajar bersama juga berlatih beladiri bersama, semua itu kakek Ronald yang selalu mendorong mereka untuk kebaikan masa depan mereka.
"Aku masih ada hadiah lagi untukmu!" Ucap Ricky masih dengan serius menatap Dion. "Apa itu?" Tanya Dion sambil memicingkan matanya menatap Ricky.
"Aku akan memberinya setelah kau memberikan seorang adik untuk putri kesayanganku!" Ucap Ricky dengan tersenyum kepada Dion sambil menyandarkan tubuhnya kesandaran kursi kebesarannya. "Kenapa kau tidak menghamili istrimu lagi?" Tanya Dion dengan tersenyum meiring.
"Aku tidak akan membuat istriku hamil dulu sebelum Ariella berusia empat atau lima tahun! Jadi sebaiknya kau yang secepatnya menghamili istrimu dan memberikan adik untuk putriku!" Jawab Ricky dengan santai.
"Baiklah, doakan saja semoga istriku segera hamil!" Ucap Dion dengan tersenyum. "Apa senjatamu masih berfungsi dengan baik? Kau kan selama ini jomblo dan belum pernah menyentuh wanita!" Ucap Ricky dengan seringai mengejek sahabatnya seketika membuat Dion cemberut dan sangat kesal dengan ucapan sahabatnya yang mengejeknya.
"Sialan kau ini!! Apa aku perlu membuat video dan mengirimkannya kepadamu bagaimana istriku selalu menjerit nikmat dibawahku??" Ucap Dion dengan geram dan membuat Ricky langsung terbahak-bahak karena berhasil memancing emosi sahabatnya.
"Sudahlah, ayo kita berangkat!!" Ucap Ricky sambil bangkit dan beranjak keluar dari ruangan kantornya dan diikuti oleh Dion. Pagi ini mereka akan menuju wisata kuliner yang dibangun oleh Ricky beberapa bulan yang lalu telah selesai namun masih belum dibuka. Ricky dan Dion ingin melihatnya terlebih dahulu sebelum nanti Ricky akan mengadakan rapat untuk rencana pembukaan wisata kulinernya tersebut.
***
Bella sedang bermain dikamar Ariella yang sebelumnya telah disiapkan dan direnovasi oleh Ricky. Kamar Ariella yang begitu luas karena sebagian ruangan kamarnya dibuat sebagai taman bermain khusus untuk putri kecil kesayanganya.
Ricky telah memboyong istri dan putri kesayanganya kembali kerumahnya setelah mengirim para tersangka penyebab kecelakaan kedua orang tuanya juga kakeknya ke negara terpencil dengan selalu dijaga ketat oleh banyak pengawalnya disana.
Mereka telah diamankan dan tidak akan pernah bisa hidup bebas dan nyaman lagi seumur hidup mereka, karena para pengawal Ricky selalu memberi siksaan kepada mereka.
__ADS_1
"Mommy..Ella mau es kim!" Ucap Ariella yang menginginkan es krim kepada Bella sambil menunjuk-nunjuk buku yang bergambar banyak es krim didalamnya. "Ella mau es krim? Baiklah sayang, ayo kita keluar dan mengambil es krim!" Jawab Bella dengan tertawa sambil menggendong Ariella keluar dari kamar dan menuju kearah dapur bersih yang ada dilantai tersebut.
Ricky juga sebelumnya telah menyiapkan berbagai macam rasa dan kemasan es krim beserta lemari pendinginnya karena istri dan putri kesayanganya begitu doyan memakan es krim.
"Ella mau yang mana sayang? Ambillah!" Tanya Bella sambil mengangkat tubuh Ariella agar memudahkan Ariella memilih dan mengambil es krimnya sendiri. "Ini mom..ella mau ini!" Jawab Ariella sambil meraih cup es krim dengan dua rasa vanila dan strawberry.
"Anak pintar! Sekarang kita cuci tangan dulu sebelum makan es krim, oke?" Ucap Bella dengan tersenyum dan mencium pipi Ariella dengan gemas.
"Oke mom!" Jawab Ariella dengan patuh.
Kemudian Bella menggendong Ariella menuju wastafel yang ada didapur tersebut untuk mengajari Ariella cuci tangan sebelum makan. Bella begitu sabar dan telaten mendidik Ariella dan Ariella selalu patuh dengan mommy dan daddynya.
Bella mengajak Ariella duduk atas karpet bulu diruang tv dilantai tersebut sambil membantu Ariella makan es krimnya. Ariella semakin pintar makan sendiri. Cara makannya mirip dengan Ricky, tidak pernah terburu-buru dan rapi. Namun Ariella masih terlalu kecil dan masih sedikit belepotan saat makan, wajar saja diusianya yang belum genap satu tahun ia sedang menjalani proses belajar.
Bella selalu membiarkan Ariella melakukan apapun yang ingin dilakukannya, ia hanya selalu mengawasinya dan memberikan instruksi supaya putri kesayanganya juga bisa mengerti mana yang berbahaya mana yang tidak.
"Dad..daddy..es kim!" Seru Ariella dengan riang saat melihat Ricky datang dan Bella menoleh kearahnya lalu tersenyum manis. "Tunggu ya sayang, daddy mau mandi dulu!" Jawab Ricky dengan tersenyum kemudian segera menuju kamarnya untuk mandi.
Lima belas menit kemudian Ricky keluar dan menghampiri istri juga putri kesayanganya. "Malam ini kita makan diluar saja, aku ingin mengajak kalian jalan-jalan!" Ucap Ricky kepada istrinya kemudian mengecup keningnya.
"Daddy!" Ariella langsung berdiri dan melangkah kearah Ricky dan Ricky menangkap tubuh mungil putri kesayanganya dan memberikan ciuman bertubi-tubi diwajah Ariella.
__ADS_1
Ariella terus tertawa sambil mendorong wajah daddynya karena merasa risih daddynya selalu gemas kepadanya.
"Kalau begitu aku akan bersiap dulu, kamu bantu mengganti pakaian Ella ya!" Ucap Bella dengan tersenyum manis kepada suaminya. "Oke! Ayo sayang, daddy akan mengajakmu jalan-jalan dan kau boleh minta apa saja!" Ucap Ricky sambil beranjak dan mengangkat tubuh putri kecilnya masuk kedalam kamar Ariella.