
Setelah jenazah kakek Ronald dikafani kemudian dibawa ke tempat ibadah yang ada dirumah sakit tersebut. Ricky menunggu kyai besar yang merupakan teman baik kakeknya untuk mengimami dalam menyolatkan jenazah kakeknya.
Tak lama kyai Umar datang beserta beberapa santrinya untuk ikut menyolatkan jenazah kakek Ronald.
Ricky dan para sahabat sudah bersiap, kemudian kyai Umar segera mengimami mereka juga para santrinya. Dari pihak rumah sakit juga kepolisian ikut serta menyolatkan jenazah kakek Ronald.
Jenazah kakek Ronald telah selesai disholatkan dan Ricky langsung meminta untuk segera membawa jenazah kakeknya ke tempat peristirahatannya yang terakhir.
Dion memberi kabar kepada anak buahnya yang berjaga dikediaman kakek Ronald kalau jenazah kakek Ronald akan langsung dibawa ke tempat pemakaman. Dan meminta semua pengawal untuk segera mengamankan tempat disana supaya prosesi pemakaman akan berjalan dengan lancar.
Ricky meminta Dimas untuk membawa mobilnya karena ia ingin ikut mobil ambulance bersama jenazah kakeknya menuju tempat peristirahatan terakhir kakeknya ditemani oleh Selena dan Alena juga Axton.
Dalam perjalanan menuju tempat pemakaman, tidak ada perbincangan dari mereka. Ricky juga tidak berniat untuk mengajak adik-adiknya mengobrol.
Karena pikirannya masih terus berputar memikirkan sesuatu tentang kakeknya.
Beberapa menit kemudian, mobil ambulance telah sampai dan Ricky mengangkat keranda yang didalamnya terdapat jenazah kakeknya dibantu oleh Dimas, Dion dan Leo menuju liang lahat yang telah disiapkan.
Disana juga sudah ramai sekali para reporter yang terus menyiarkan berita tentang meninggalnya Ronald Grissham secara live.
Ricky membiarkan mereka namun tetap menyuruh para pengawalnya untuk berjaga dan mengawasi orang-orang disana.
__ADS_1
Tak lama Helmi datang kesana sendiri dengan digiring pengawal, karena Sofia harus menemani Ariella dirumah.
Helmi langsung mendekati menantunya.
"Nak Ricky, ayah turut berduka ya! Kamu yang tabah dan ikhlas! Jangan pernah merasa sendiri karena ayah dan ibu akan selalu ada bersamamu!" Ucap Helmi kemudian Ricky memeluknya erat.
Dari awal ia sudah menganggap Helmi seperti ayahnya sendiri dan ia selalu bersikap sopan dan ramah kepada mertuanya yang selalu baik kepadanya.
"Terimakasih banyak Yah!" Jawab Ricky sambil memeluk Helmi.
Ricky tidak peduli dengan keluarganya yang sudah tiba atau belum, yang ingin dia lakukan hanyalah segera mengebumikan jenazah kakeknya.
***
"Kamu sudah bangun?" Tanya Tasya sambil melangkah mendekati Bella dengan tersenyum.
"Hmm! Kenapa kakak bisa ada disini? Lalu kemana Ricky?" Jawab Bella sambil mengangguk dan balik bertanya kepada Tasya.
"Semalam suamimu menghubungi Dimas dan meminta kami untuk menemanimu! Karena suamimu harus kerumah sakit mengurus jenazah Tuan Ronald! Dimas juga ikut bersamanya!" Jawab Tasya sambil duduk ditepi ranjang disamping Bella.
"Bella, aku turut berduka ya atas meninggalnya Tuan Ronald!" Lanjutnya sambil mengusap lengan Bella yang masih terdiam.
__ADS_1
"Terimakasih banyak kak! Aku ingin menyusul suamiku!" Ucap Bella dengan wajah sendu menatap Tasya.
"Tadi Dimas menghubungiku kalau pagi ini jenzah kakek telah dimandikan juga akan disholatkan lalu akan segera dimakamkan!" Ucap Tasya dengan pelan sambil menatap Bella.
"Kalau begitu aku akan mandi dulu setelah itu aku akan langsung kepemakaman kak!" Ucap Bella kemudian langsung bergegas menuju kamar mandi.
Dengan cepat ia menyelesaikan ritual mandinya. Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, ia segera keluar dari kamar hotel bersama Tasya. Dilobi sudah ada pengawal yang telah diperintahkan Ricky untuk membawa istrinya menuju ke pemakaman.
Mereka pun segera masuk kedalam mobil dengan disupiri pengawal dan diikuti oleh beberapa pengawal dengan mobil yang berbeda dibelakangnya.
"Kak, terimakasih banyak ya sudah menamaniku! Maaf jadi merepotkanmu!" Ucap Bella setelah berada didalam mobil bersama Tasya menuju kepemakaman.
"Iya sama-sama! Kamu tidak perlu merasa sungkan! Kamu sudah aku anggap seperti adiku sendiri! Jadi kapanpun kamu butuh bantuan selama aku mampu pasti aku akan membantumu!" Jawab Tasya sambil tersenyum kepada Bella.
Bella kemudian memeluk Tasya dan tersenyum. Ia merasa sangat senang bisa memiliki kakak seperti Tasya yang sangat baik dan tulus.
Dalam perjalanan menuju pemakaman, Bella tampak melamun. Pikirannya melayang. Ia kembali mengingat saat pertemuan pertamanya dengan kakek Ronald. Kakek Ronald sangat ramah dan sangat baik kepadanya.
Ia juga merasakan kasih sayang yang diberikan oleh kakek Ronald melebihi dari kakeknya sendiri.
Kakek Ronald yang selalu ramah dan ceria juga selalu memberikan nasehat baik untuknya dan suaminya, kini sosok tersebut telah tiada dan hanya meninggalkan kenangan.
__ADS_1
"Kenapa ini terjadi begitu tiba-tiba? Aku masih belum bisa percaya dengan ini!" Ucap Bella sambil menatap kaca jendela mobil.
"Kamu yang sabar ya! Kita doakan Tuan Ronald supaya tenang disana!" Ucap Tasya sambil merangkul dan mengusap-usap lengan Bella.