
"Dok, kok anak saya jadi ada dua? bukannya kemarin hanya satu ya?" Aariz tidak bisa lagi menahan rasa ingin tahunya.
"Tuan Aariz, bisa bersabar sebentar ya! soalnya jalan lahir istri anda, ada yang robek, jadi harus di jahit dulu. Nanti setelah kita selesai menjahitnya, baru kita bicara lagi!"sahut dokter sembari tersenyum ke arah Aariz.
"Dijahit Dok? apa itu artinya, istriku kembali perawan lagi Dok? kalau iya, mending tidak usah Dok. Aku tidak mau kerja keras ngebobolnya lagi.Gak tega lihat dia kesakitan." tegas Aariz,sok jadi suami yang perhatian pada istri, padahal dia sudah mempertontonkan kebodohannya.
"Tuan, dijahit bukan berarti istri anda kembali perawan. Hanya saja kalau tidak dijahit, jalan lahir istri anda ini, lubangnya akan menganga seperti lubang paralon air, apa anda mau seperti itu?"
"Oh, nggak lah Dok! ya udah dok jahit aja ...jahit! Tapi tolong sisakan sedikit." ucap Aariz.
Dokter hanya tersenyum dengan menggeleng-gelengkan kepalanya sembari menjahit jalan lahir yang sudah dilalui oleh dua bayi itu.
Setelah Vina selesai dibersihkan, dokter itu mengajak Aariz untuk membicarakan apa yang telah terjadi.
"Tuan Aariz, dalam beberapa kasus, hal seperti ini bisa saja terjadi. Dan hal ini namanya, Hidden twins atau kembar tersembunyi.Kembar tersembunyi bisa membuat salah satu janin selalu bersembunyi di balik janin yang lain.
Dalam banyak kasus, peristiwa janin kembar yang tersembunyi ini disebabkan karena kedua janin berada dalam satu kantung chorion. Sehingga membuat posisi mereka sangat berdekatan dan membuat salah satunya menjadi tersembunyi dan tidak terdeteksi pada mesin pemindai.Kasus janin kembar yang tersembunyi ini memang langka. Pemeriksaan USG memberikan gambaran di dalam rahim, namun kadang gambar tersebut juga bisa di misinterpretasi." jelas dokter itu panjang lebar.
"Tapi,bagaimana dengan detak jantungnya Dok?" tanya Aariz kembali.
"Dalam kehamilan kembar, tak semua detak jantung bayi bisa dibedakan Tuan Aariz. Bila detak jantung kedua janin berjalan sinkron, maka kemungkinan besar yang terdengar hanya satu detak jantung." Dokter itu kembali menjelaskan.
"Tapi, aku sangat bingung Dok, bagaimana bisa, alat USG yang sudah mutakhir seperti itu, tidak bisa mendeteksi anakku yang satu lagi?
"Hidden twins bukan sesuatu yang mustahil, walaupun teknologi USG sudah sangat mutakhir. Ada beberapa alasan kenapa bayi kembar tidak terdeteksi oleh gelombang ultrasound, bahkan hingga trimester akhir kehamilan.salah satunya, si bayi benar-benar tersembunyi, di balik tubuh saudara kembarnya. dan bisa juga pada saat USG, posisi bayi yang notabenenya sering berubah-rubah itu, kebetulan sangat dekat sekali,sehingga tidak terlihat di layar. "dokter masih dengan sabar memberikan penjelasan.
"Oh begitu!" Aariz mangut-mangut. Lalu dia mengulurkan tangannya ke arah dokter,dengan senyuman yang mengembang. " Terima kasih Dok, buat pertolongannya dan buat penjelasannya."
"Sama-sama Tuan Aariz! selamat juga, sudah menjadi seorang ayah." dokter menyambut tangan Aariz yang terulur padanya, sembari membalas senyuman Aariz.
__ADS_1
*********
Vina kini sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Ruangan itu masih belum terlalu ramai, karena masih hanya ada Bimo, Tiara , Dimas dan Sinta. Aarash belum bisa datang, karena ada sesuatu yang sangat penting ,yang harus dikerjakan segera. Laura tidak bisa hadir, karena bayinya masih berusia 2 bulan. Sedangkan Lea Cs masih ada di kampus.
"Papah kok bingung, bagaimana bisa kalian jadi punya anak kembar?" Dimas sudah tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya.
"Ho,oh! Ayah juga ingin tahu kenapa bisa. Aku kirain tadi, si Aariz yang berubah jadi bayi lagi." Bimo ikut-ikutan menimpali ucapab Dimas.
Aariz menghela nafasnya terlebih dahulu, baru menjelaskan seperti yang dijelaskan oleh dokter tadin
"Oh, seperti itu ceritanya!" Dimas mangut-mangut, mengerti, demikian juga dengan Bimo dan yang lainnya.
"Tapi, ngomong-ngomong, kenapa anak kalian belum diantar juga ke sini? Bunda sudah tidak sabat mau menggendongnya." Tiara buka suara sembari menoleh ke arah pintu.
"Entah, Bun! Mereka mungkin masih ngajak anak-anakku selfi, baru upload ke media sosial dengan caption 'Bayi terimut sepanjang masa.love this dengan emoticon love-love di udara'." tukas Aariz
Tawa mereka terhenti, ketika pintu terbuka, dan ada dua orang perawat dengan membawa bayi di tangan masing-masing.
"Akhirnya cucu-cuku datang juga!" Tiara mengambil alih salah satu bayi dari tangan seorang perawat yang di pergelangan tangannya terpasang gelang dengan tulisan Bayi 1 Ny. Davina.Demikian juga dengan Sinta,yang juga sudah menggendong bayi yang satu lagi, disusul dengan Bimo dan Dimas yang menghampiri istri masing-masing.
"Mereka imut sekali."Sinta mencium wajah bayi yang ada di gendongannya dengan gemas.
"Iya,jadi teringat waktu Aarash dan Aariz baru lahir dulu." timpal Tiara sembari mendaratkan ciuman juga di pipi bayi yang masih merah itu dan memberikanya ke gendongan Aariz, yang menyambutnya dengan manik mata yang berbinar-binar.
"Kamu mau kasih nama siapa mereka,Riz?" tanya Sinta sembari memberikan bayi yang ada di gendongannya ke pangkuan Vina
"Kalau yang ini, aku sudah pikirkan namanya,sebelum dia lahir. Aku mau kasih nama Ardan Rolando Aryaguna. Ardan artinya berkeinginan keras, cita-cita tinggi. sedangkan Rolando artinya terkenal ke penjuru negri Aku ingin dia menjadi seseorang yang memiliki cita-cita yang tinggi dan terkenal sampai kepenjuru negri." Aariz meletakkan putra pertamanya ke dalam box bayi dan menghampiri Vina.
"Kalau yang ini aku masih bingung karena aku belum menyiapkan sama sekali." ucap Aariz sembari menghela nafasnya.
__ADS_1
"Hmm, bagaimana kalau___"
"Hai, Bro, mana ponakan gue?" tiba-tiba Aarash muncul dan langsung menyapa Aariz, sehingga Bimo urung menyampaikan pendapatnya.
"Loh kok jadi ada dua?" Aarash kembali bertanya dengan raut wajah kebingungan.
"Gak usah nanya-nanya lagi deh. Jawabannya kamu tanya aja sama Ayah.Kalau nggak tanya sama Papah.Mulutku tadi sudah berbuih-buih ngejelasinnya sama mereka dan aku sudah capek." sahut Aariz. "Sekarang aku lagi pusing buat cari nama anakku yang satu ini." sambung Aariz lagi.
"Hmm, memangnya, putra mu ini kamu kasih nama siapa?" Aarash tidak mempermasalahkan lagi,kenap keponakannya jadi ada dua.
"Ardan Rolando Aryaguna." tegas Aariz.
"Nama yang bagus! sebenarnya, aku juga ada nama yang sudah aku siapkan buat putramu.Berjaga-jaga,kali aja kamu lupa buat cari namanya. Tapi karna kebetulan kamu sudah siapkan nama buat dia, jadi nama yang aku siapkan, aku kasih aja buat putramu yang kedua ini.Itupun kalau kamu suka. Kebetulan nama dan artinya hampir sama dengan putra pertamamu," jelas Aarash panjang lebar.
"Siapa Rash?" semua yang ada di ruangan itu,bertanya hampir bersamaan.
"Hmm, bagaimana kalau dia dikasih nama Ardi Orlando Aryaguna. Ardi artinya jadi orang besar, sedangkan Orlando sama artinya dengan Rolando. Jadi dia akan menjadi orang besar dan terkenal sampai ke penjuru negri.
"Hmm, bagus! bagaimana Bee, apa kamu setuju dengan nama yang diberi Aarash?" Aariz mengalihkan tatapannya ke arah Vina, untuk meminta pendapat.
" Bagus,Bee! aku sih setuju aja. Tapi, ada baiknya kita tanya ayah juga. Soalnya sebelum Ka Aarash datang, ayah sepertinya mau kasih nama. Jadi, kita bisa buat perbandingannya." ujar Vina yang ingin memberikan kesempatan buat ayah mertuanya, untuk menyematkan nama buat putranya.
"Hmm, gak usah! nama yang dikasih Aarash sudah bagus kok!" Bimo dengan cepat menyambar ucapan Vina.
"Hmm, tadinya aku mau kasih nama Ardath.Tapi kalau dipikir-pikir itukan nama merek rokok jaman dulu? untung aku gak sampai keceplosan." bisik Bimo pada dirinya sendiri
Tbc
Jangan lupa buat like, vote dan komen.Thank you
__ADS_1