
Maaf tante, Aariz kira in bunda,soalnya tante mirip sekali sama bunda".ucap Aariz yang membuat Amira melebarkan matanya dan melihat Bimo yang juga melihatnya dari kaca spion.
"Apakah yang dimaksud Aariz bundanya adalah Tiara?" batin Bimo
" Apakah mereka berdua anaknya Tiara? Batin Amira.
"Apakah bundanya sikembar memang mirip sekali dengan Amira? berarti Jesika tidak sedang berhalusinasi kemarin" gumam ibu Sarah.
Bimo memutuskan akan menanyakan kembali nanti,sekarang yang terutama adalah membawa Aarash segera ke Rumah Sakit agar segera ditangani.Dan sebelumnya Bimo sudah menghubungi Seno, agar mempersiapkan segalanya di Rumah sakit, dimana mereka merupakan donatur terbesar di Rumah Sakit itu.
Setelah tiba di Rumah tim dokter dan perawat sudah bersiap dan dengan cekatan mereka langsung membawa Aarash ke UGD.
Bimo berjalan mondar-mandir di depan ruangan, wajahnya terlihat sangat panik. Sedangkan ibu Sarah dan Amira sibuk menenangkan Aariz, yang dari tadi tidak berhenti menangis.
"Aariz, tenang sayang, ka Aarash akan baik-baik saja" bujuk ibu Sarah.
" Aariz ,kalau tante boleh tau, siapa nama bundanya sayang?" Amira yang dari tadi sudah sangat penasaran ,akhirnya tidak bisa menahan rasa ingin tahunya.
"bunda Tiara tante" ujar Aariz masih terisak-isak tapi masih bisa dengan jelas didengar oleh Bimo. Sehingga membuat Bimo melebarkan kedua netranya dan refleks melihat ke arah Aariz .
"Ti Tiara? bukanya nama bunda kalian Billa?" kaget Bimo.
"Nama bunda, Tiara salsabilla om" Sahut Aariz pelan.
Bimo refleks mundur sampai membentur tembok,sambil memegang dadanya yang tiba-tiba terasa sakit, karena sangat kaget mendengar Aariz menyebut nama bidadarinya yang selama ini dia cari. Untung Seno dengan cekatan menangkap tubuh Bimo agar tidak terjatuh
"Kamu kenapa Bim?" ibu Sarah panik melihat keadaan anaknya Bimo.
"kenapa kamu segitu kagetnya mendengar Aariz menyebutkan nama bundanya?" ibu Sarah semakin penasaran
"Siapa nama ayah kalian? bukannya menjawab pertanyaan mamahnya, Bimo justru kembali bertanya kepada Aariz.
"Gak tau om,kami tidak pernah mengenal siapa ayah kami,dan bunda juga tidak pernah memberitahukan kami siapa ayah kami".
"Keluarga Aarash?" teriak dokter yang tiba-tiba membuka ruangan UGD.
"Iya dokter" Bimo refleks berdiri menghampiri dokter.
"Nak Aarash kehilangan banyak darah pak Bimo, dan dia butuh transfusi darah segera. Kalau tidak nyawanya akan terancam.Golongan darahnya AB rhesus negatif,kebetulan stok darahnya lagi kosong pak Bimo"
__ADS_1
"Ambil darah saya dok, golongan darah saya AB rhesus negatif juga" ucap Bimo.
"Baik pak, ayo ikut saya,kita cek kesehatan pak Bimo dulu baru kita bisa lakukan transfusi" ujar dokter.
Bimo pum pergi memgikuti si dokter, untuk melakukan pemeriksaan sesuai prosedur.
"Amira,sepertinya mamah mau bawa Aarash dulu keluar dari sini, kamu dan Seno tungguin Bimo disini ya! dan tolong tetap kabarin mamah keadaan Aarash." pamit ibu Sarah sambil mengandeng tangan Aariz keluar.
"Iya mah"
"Apakah Tiara Salsabilla adalah Tiara yang Bimo cari selama ini?" ucap Amira ke pada Seno yang sudah duduk di sampingnya.
"Iya" jawab Seno sambil mengusap wajahnya.
"Jadi Tiara sudah menikah,dan sudah mempunyai anak?" Ucap Amira yang tiba-tiba merasa takut, kalau Tiara sudah menikah,berartii pencarian Bimo sia-sia, dan mau tidak mau dia pun harus beneran menikah dengan Bimo.
"Tidak, Tiara tidak pernah menikah,karena Dimas pernah mengatakan , kalau Billa wanita yang dicintainya itu,tidak pernah menikah sama sekali.Dan kamu tau siapa itu Billa?" tanya Seno, dan Amira tampak menggelengkan kepalanya.
"Billa itu Tiara" ucap Seno
"Jadi Aarash dan Aariz itu berarti anaknya Bimo?" Amira kaget sambil menutup mulutnya.
****
"Perasaanku kok tiba-tiba gak enak ya?" batin Tiara sambil memegang dadanya.
"Kamu kenapa bil? tanya Dimas merasa khawatir.
"Emm, gak pa-pa kak" Tiara terdiam dan tiba-tiba teringat sesuatu.
"Ya Tuhan, aku harus menjemput Aarash dan Aariz ka, mereka mungkin sudah terlalu lama menunggu" panik Tiara.
"Ya udah aku antar kamu"
"Gak usah ka, nanti malah repotin kaka"
"Gak repot sama sekali Bill, lagian kalau nunggu taksi, akan memakan waktu lama. bujuk Dimas.
" ya udah ka" pasrah Tiara
__ADS_1
"Tapi aku coba telpon wali kelasnya dulu" ucap Tiara sambil mencari nomor wali kelas si kembar di handphonenya.Setelah itu dia pun meletakkannya handphone nya di telinga nya.
"Oh iya,iya bu, jadi anak saya sudah tidak ada ya bu? tanya Tiara memastikan, dan wajahnya kelihatan panik.
" Terima kasih bu, saya akan telepon ke rumah bu, mungkin anak-anak saya sudah di rumah".
Tiara memutuskan panggilan dan berniat untuk menelepon mbok Sumi.Tapi sebelum dia melakukan panggilan, handphone nya terlebih dahulu sudah berbunyi.
drttt drtt drtt .
Tiara buru-buru menjawab telepon, yang kebetulan dari mbok Sumi.
" Hallo bu, ada apa?"
"Tiara kamu dimana nak?" ucap mbok Sumi yang sudah terdengar menangis di seberang telepon.
" Masih di resto bu, anak- anak udah di rumah kan bu? Ibu kenapa menangis?"
"Aarash nak, Aarash kecelakaan! dan sekarang di rumah sakit surya Medica"
"APA?? handphone yang dipegang Tiara terjatuh seketika,wajahnya pucat pasi seperti tidak dialiri darah, dan tubuh Tiara tiba-tiba oleng, untungnya Dimas dengan cekatan langsung menangkap tubuh Tiara
"Kamu kenapa Bil? ucap Dimas cemas melihat wajah Tiara yang pucat.
"A A Aarash ka, dia kecelakaan, dan sekarang di Rumah sakit Surya Medica" tangis Tiara
"Ayo aku antar kamu kesana" ucap Dimas, meraih tangan Tiara, dan sedikit berlari ke arah parkiran untuk mengambil mobilnya.
Dimas membuka pintu mobil untuk Tiara, dan setelah Tiara masuk,dia menutup pintunya dan dengan setengah berlari, dia mengitari mobilnya, dan masuk ke mobil dari arah yang berseberangan dengan Tiara. Dimas melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan cepat, menuju Rumah sakit yang sudah di sebutkan oleh Tiara tadi.
Tidak sampai 30 menit mereka berdua sudah sampai di Rumah sakit.Tiara keluar dari mobil, dan berlari meninggalkan Dimas yang masih harus memarkirkan mobilnya.
" Mba, ruangan anak yang bernama Aarash, yang kecelakaan hari ini dimana ya mba?" tanya Tiara kepada resepsionis, yang sedang berjaga di depan.
"Oh, anaknya masih di ruang ICU mba, Mba lurus aja dan nanti langsung belok kiri, ruangan nya ada di sana mba"
" Terima kasih mba" ujar Tiara sambil berlari ke arah yang ditunjuk sama Resepsionis tadi.
To be continue
__ADS_1
Jangan lupa untuk tetap meninggalkan jejak ya guys.please like,vote dan komen.dan kasih rate bintang lima juga.Thank you