
Yang, buruan jawab, udah pegal nih!" ucap Bimo pelan,sangking pelannya hanya Tiara yang bisa mendengar.
"Maaf aku tidak bisa" ucap Tiara berbalik membelakangi Bimo
"Maaf aku juga tidak bisa" Ucap Amira yang juga ikut berbalik.
Suasana yang tadinya riuh,berubah senyap karena melihat reaksi Tiara dan Amira.Tamu-tamu yang hadir di tempat itu pun,mulai berbisik-bisik.
Wajah Bimo dan Seno kini terlihat pucat, mereka tidak menyangka,akan mendapat penolakan dari Tiara dan Amira.
"Awas aja,kalau sampai gue ditolak,ini semua gara-gara lo, gue kutuk lho jomblo seumur hidup" umpat Bimo dalam hati,melotot ke arah Seno.
"Maafin gue bim! gue gak nyangka bakal begini jadinya.Gue kirain mereka akan senang dan terharu setelah tahu sandiwara kita. jangan kutuk gue ya !" Seno melihat ke arah Bimo dengan wajah memelas. Mereka berdua berbicara dari hati ke hati,tapi entah kenapa bisa nyambung.
"Maaf aku tidak bisa nolak kamu" Tiara berbalik kembali dengan menyunggingkan senyuman.
"Aku juga gak bisa nolak " ucap Amira juga.
Senyuman dan mata yang berbinar-binar, kini datang menghampiri Bimo dan Seno.Karena terlalu bahagia, dari sudut mata Bimo menetes air mata, karena merasa terharu, dia kini mengabaikan image cool yang melekat di dirinya selama ini.Dia memasukkan cincin yang dia pegang ke jari manis Tiara dan dia langsung berdiri memeluk erat Tiara.
"Urusan kita belum selesai ya!" bisik Tiara yang membuat,mata Bimo membesar dengan sempurna dan menelan ludahnya sendiri.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Seno ke Amira.kini status kedua pasangan kekasih itu naik level dari berpacaran menjadi bertunangan.
Gemuruh tepuk tangan kini menggema, di lokasi itu, menyambut kedua pasangan itu yang tinggal menunggu satu langkah lagi, untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu pernikahan.
Acara demi acara berlangsung dengan lancar sesuai dengan yang di rencanakan. Para Tamu kini satu persatu sudah meninggalkan tempat itu. Kini yang tersisa di sana, hanya keluarga besar kedua belah pihak.Berhubung Seno,sudah Yatim piatu sejak lulus SMA, keluarganya yang hadir hanya pakde, bude serta sepupunya.
*****
"A-aduh sakit yang" teriak Bimo ketika Tiara menarik kupingnya dengan keras.
"Bunda, jangan siksa ayah! sikembar datang sebagai penyelamat.Bimo merasa senang dengan pembelaan kedua anaknya.
"Oh, jadi kalian berdua mau bela ayah? seharusnya kalian berdua juga bunda hukum, kalian mau aja nurutin rencana gila ayah. Sekarang kalian tingal pilih, kalau kalian diam saja, hukuman yang seharusnya buat kalian, bunda limpahkan ke ayah, tapi kalau kalian tetap mau bela ayah, kalian akan menerima hukuman dua kali lipat, gimana? "
__ADS_1
" Lebih baik bunda hukum aja ayah,kalau boleh dua telinganya bunda tarik sekalian, biar adil bun.Jadi telinga yang sebelah lagi gak iri" Aarash menarik tangan Aariz agar menjauh dari amukan bundanya.
" Riz, ayo buruan, bakat singa bunda lagi keluar" bisik Aarash.
" Aarash, bunda masih bisa dengar " teriak Tiara ke arah kedua anaknya yang langsung ngibrit.
" bye bye ayah, selamat menikmati, yang semangat ya ! " teriak keduanya sambil melambaikan tangan ke arah Bimo dan kepalan tangannya di udara sebagai tanda semangat.
"dasar anak-anak gak ada akhlak" umpat Bimo dalam hati.
"Kamu lagi ngumpatin anak kamu ya? " Tanya Tiara melototkan matanya
"Nggak yang, gak mungkin aku ngumpatin anak aku sendiri " sangkal Bimo.
"Gak usah bohong bim, aku bisa baca pikiranmu"
" beneran sayang,aku gak bohong, suer dah " Bimo masih berusaha mengelak.
Tiara mendengus,dia masih merasa kesal, akan kejadian yang membuatnya dan Amira sport jantung.
" Tapi bim, ini terlalu berlebihan.seandainya aku punya penyakit jantung gimana? aku bisa langsung mati di tempat bim !"
" Maaf deh yang, tapi ini semua idenya Seno.dan sebenarnya rencananya, gak pake acara seret-menyeret, pukul- memukul, ini semua karna acting si mak lampir Bianca yang terlalu berlebihan, tidak sesuai dengan skenario yang telah dirancang"
"Hei, siapa yang kamu pangggil mak lampir? hah? Bianca tiba-tiba muncul,dengan Dimas
" emang siapa yang bilang tentang mak lampir ka? kaka salah dengar kali! "
" Iya lah tuh" Bianca mencebikan bibirya.Bianca tersenyum dan melangkah ke arah Tiara.
"Maaf in kakak ya , Tiara, aku udah membuat kalian berdua berada di situasi yang menakutkan tadi " Ucap Bianca kepada calon adik iparnya itu.
"Gak pa-pa kak, aku tahu ini bukan salah kakak, kaka pasti dipaksa sama Bimo kan?" geram Tiara sambil memandang sinis ke arah Bimo.
" Iya, Bimo dan Seno, maksa kaka buat berpura-pura, kalau kaka tidak mau, katanya kaka gak bakal ga dianggap kaka lagi, hiks hiks hiks" Bianca mulai acting playing victim.
__ADS_1
"Hei, mana ada seperti itu kak?, justru ini semua diluar skenario. Kakak tadi beneran nampar aku lho.mana tamparan kakak sakit lagi! protes Bimo tidak terima disalahkan.
"Hehehe, itu biar kelihatan lebih real aja bim" Bianca nyengir.
" Maafin kakak juga ya ra, aku gak ikut-ikutan,aku cuma ikut menyetujui aja" timpal Dimas tersenyum kikuk.
"Sama aja kak dim " sewot Tiara, mencebikkan bibirnya.
" Maksud kamu tadi, bilang mamah sama papah itu udah bangkotan apa? " Ibu Sarah tiba-tiba muncul dan tanpa ba-bi-bu langsung menarik telinga Bianca.
"sakit mah ! kan memang kenyataan kalau mamah sama papah udah bangkotan! masa mamah sama papah gak nyadar sih?"
"Mana ada?mamah masih keliatan muda begini, kamu bilang bangkotan, yang bangkotan itu cukup papah kamu aja " ucap ibu Sarah yang tidak mau dibilang kelihatan tua.
"ish, dasar orang tua,gak nyadar diri" gumam Bianca.
"mamahbmasih bisa dengar Bianca" ibu Sarah melotot ke arah Bianca.Lalu dia menoleh ke arah Tiara.Ibu Sarah tersenyum dan langsung memeluk Tiara.
" Terima kasih ya sayang, udah mau menerima anak mamah,terima kasih juga,kamu sudah membawa Aarash dan Aariz ke dunia ini. " ucap ibu Sarah dengan mata yang berkaca-kaca.
" Justru Tiara yang seharusnya berterima kasih tante, karena sudah mau menerima Tiara menjadi menantu tante! Tiara sebenarnya merasa tidak pantas untuk menjadi menantu tante."
"Nggak sayang, kamu sangat pantas menjadi menantu mamah, justru anak saya yang tidak pantas mendapatkan seorang wanita baik sepertimu, mulai hari ini, kamu jangan panggil mamah tante lagi ya! kamu juga harus panggil mamah,sama seperti Bimo. Dan atas nama anak saya, mamah juga meminta maaf atas perbuatan anak saya ke kamu dulu" ibu Sarah tersenyum tulus,dan tanpa di sadari air matanya menetes membasahi pipinya.
" mah, gak usah nangis deh! mamah gak cocok sama sekali menangis" ucap Bianca, tiba-tiba untuk mencairkan suasana yang tiba-tiba berubah melow itu.
"Dasar anak gak ada akhlak kamu" umpat ibu Sarah, membuka sepatunya untuk dilemparkan kearah Bianca yang sudah berlari menjauh.
Tiara merasa bahagia, dia tidak menyangka, keluarga Bimo, mau menerimanya dengan senang hati dan bahkan menyayanginya.
Semetara itu di tempat lain, nampak Seno dan Amira sedang duduk berdampingan,memandang keindahan malam. Amira meletakan kepalanya di bahu Seno. Mereka kelihatan sangat berbahagia.Amira nampak tidak marah sekalipun atas ide konyol Seno.Justru dia merasa sangat senang, karena acara lamarannya berbeda dengan yang seperti biasanya.
**TBC
jangan lupa ritualnya ya sayang.please like,vote dan komen.
__ADS_1
Happy valentine day.author gak butuh hadiah coklat, cukup di hadiahi bunga juga,othor udah terima kasih banget. Tapi kalau boleh hadiah bunga nya yang banyak ya.😀😀🥰🥰**