
Waktu terus berputar dan hari berganti dengan hari. Sudah tiga hari ini antara Ricky dan Bella masih tidak saling memberi kabar.
Bella merasa semakin gelisah dan sangat mengkhawatirkan suaminya mengingat masalah yang telah dihadapi oleh suaminya bukanlah masalah sepele.
Bella memutuskan untuk pergi mencari suaminya. Ia menitipkan Ariella kepada Sofia dan ia berpamitan ingin menemui Ricky.
Setelah berpamitan kepada Sofia dan Ariella, Bella bergegas pergi menuju perusahaan karena sebelumnya ia sudah menanyakan keberadaan Ricky kepada Dion.
Bella diantar oleh supir dan diikuti oleh beberapa pengawal dengan mobil yang berbeda dibelakangnya. Sesampainya diperusahaan, ia segera turun dan dengan langkah cepat ia masuk menuju lift yang dikhususkan untuk sang Presiden Direktur.
Saat sampai didepan lift ia menoleh karena ada yang memanggilnya. "Arabella!!" Seru Dion yang baru datang entah dari mana.
Dion menghampiri Bella kemudian ia mengantarnya menuju lantai atas di ruangan kantor Ricky berada.
"Apa dia selalu disini beberapa hari ini?" Tanya Bella setelah masuk kedalam lift bersama Dion. "Ya! Dia menghabiskan waktunya untuk bekerja! Dan keluar saat meeting saja!" Jawab Dion dengan wajah datarnya.
Bella hanya menganggukan kepalanya lalu tidak bertanya kembali karena pintu lift telah terbuka. Mereka keluar dan menuju ruangan Ricky.
'Tok! Tok! Tok!'
Dion mengetuk pintu ruangan kantor Ricky dan setelah mendengar suara Ricky yang menyuruhnya masuk, Dion segera membukanya dan langsung mempersilahkan Bella untuk masuk terlebih dahulu.
Namun saat Bella masuk dua langkah, Bella terpaku dan hanya diam saja. Mengetahui Bella yang berdiri diam dipintu, Dion pun melihat kearah dalam ruangan Ricky.
Dion langsung menghela nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya pelan. 'Semakin rumit sepertinya!' Gumam Dion dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.
"Ehem-ehem!!" Dion sengaja berdehem dengan keras, sontak yang ada didalam menoleh kearahnya termasuk Ricky dengan wajah terkejut namun hanya sesaat kemudian kembali datar seperti tidak terjadi apa-apa.
__ADS_1
Ricky masih duduk dan melanjutkan meeting nya seolah tidak menghiraukan istrinya yang datang karena sangat mengkhawatirkannya.
"Hai Bella!" Seru Leo menyapa Bella dengan tersenyum manis dan dibalas dengan anggukan kepala juga senyuman manis oleh Bella.
Sedangkan Stella terlihat tersenyum sinis kepada Bella kemudian memalingkan wajahnya dan melanjutkan membahas pekerjaan dengan Ricky.
Ricky sedang meeting membahas pembukaan proyek pembangunan Mall dikota B dengan Stella juga ada Leo disana tapi melihat Stella yang duduk dekat dengan Ricky membuat Bella terbakar api cemburu.
Bella kemudian melangkah masuk dan duduk dipangkuan suaminya dengan melingkarkan kedua tangannya dileher suaminya.
Ia sudah tidak peduli dengan adanya Leo, Dion dan Stella yang menyaksikannya. Ia hanya tidak ingin suaminya dekat-dekat dengan wanita lain selain dirinya.
Ricky menatap istrinya dengan mengernyitkan keningnya. "Sayang, kenapa kamu diam saja saat aku datang? Apa kamu sudah tidak merindukanku karena sedang bersama wanita cantik?" Tanya Bella dengan suara terdengar sangat lembut dan menekankan kata-kata terakhirnya.
"Aku sedang bekerja, dan tolong jaga sikapmu dan duduklah disini!" Ucap Ricky dengan pelan meminta istrinya untuk duduk disampingnya. "Tidak mau!!" Jawab Bella dengan tegas.
Leo dan Dion hanya mengulum bibirnya menahan tawanya menyaksikan dua sejoli yang sebelumnya sedang bertengkar kini dikejutkan dengan kedatangan Bella dengan sikapnya yang agresif.
Ricky menghela nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya pelan. Sejujurnya ia sangat merindukan istrinya sejak dihari ia pergi begitu saja tanpa berpamitan kepadanya.
Dalam hati, Ricky juga sangat senang dengan sikap istrinya yang tiba-tiba menjadi agresif seperti ini. Seperti sedang melindungi suaminya dari sang pelakor.
Namun Ricky mencoba bersikap profesional karena saat ini ia sedang meeting bersama rekan bisnisnya. "Tunggu sebentar!" Ucap Ricky kepada Stella juga Leo.
Kemudian Ricky mengangkat dan menggendong istrinya, membawanya masuk kedalam kamar yang ada didalam ruangannya. Ricky membaringkan istrinya diatas ranjang dan ia duduk menghadap istrinya lalu menatapnya.
Bella mendengus kesal dan memalingkan wajahnya kearah lain. "Tunggulah disini, aku akan menyelesaikan pekerjaanku dulu!" Ucap Ricky dengan pelan kemudian ia bangkit dan beranjak keluar dan duduk kembali disofa yang ia duduki sebelumnya.
__ADS_1
Ia melanjutkan pembahasan tentang proyek pembukaan Mall dikota B bersama Leo dan Stella. Dion telah pamit undur diri karena ia juga harus menyelesaikan pekerjaannya.
***
Didalam kamar ruangan kantor Ricky, Bella merasa sangat kesal. Ia sudah datang menemui suaminya karena sangat mengkhawatirkan keadaannya, tapi malah suaminya terlihat biasa saja dan tidak menyambutnya.
Yang membuatnya sangat kesal saat melihat suaminya duduk dekat dengan Stella. Meski sedang meeting namun Stella dengan jelas sekali seperti berusaha mendekatkan dirinya kepada Ricky dan Ricky membiarkannya tanpa menghiraukan kedatangan istrinya.
Bukan kedatangan istrinya, tapi hati istrinya yang merasa sangat cemburu. Bella memilih untuk memejamkan matanya dan tak lama ia terlelap tidur.
Kurang lebih satu jam kemudian Ricky telah selesai meeting dan Stella juga Leo juga sudah pergi meninggalkan ruangan kantor Ricky.
Ricky segera beranjak masuk kedalam kamarnya untuk menemui istrinya yang sangat ia rindukan beberapa hari ini. "Ternyata tidur!" Gumam Ricky kemudian ia duduk ditepi ranjang disamping istrinya lalu menatap wajah cantik istrinya.
Ricky mengusap lembut pipi istrinya dengan tersenyum. "Aku sangat merindukanmu sayang!" Ucap Ricky sambil mengusap lembut pipi istrinya.
Kemudian Ricky mengecup kening istrinya, lalu mengecup pipi dan bibir istrinya. "Aku minta maaf karena telah meninggalkanmu dan tidak memberimu kabar!" Ucap Ricky kemudian kembali mengecup bibir istrinya dengan lembut dan menempelkannya beberapa detik.
Ricky kemudian melepas jas dan dasinya, lalu ia ikut berbaring disamping istrinya sambil memeluk istrinya dan ia pun terlelap dengan memeluk istrinya.
Bella yang merasa sesak karena seperti ada beban berat yang menindih dadanya, ia pun membuka matanya dan mendapati suaminya sedang tidur disampingnya sambil memeluknya erat.
Bella sedikit menggeser kebawah tangan suaminya yang berada didadanya karena ia merasa sesak. Kemudian ia menatap wajah tampan suaminya yang sedang tidur.
"Pria menyebalkan! Kenapa tega sekali meninggalkanku dan tidak menanyakan bagaimana kabarku juga kabar putrimu!" Gumam Bella lirih menggerutu sambil menatap dan membelai rahang suaminya dengan lembut.
"Aku sangat merindukanmu tapi sepertinya kamu tidak merindukanku!" Gumam Bella lirih sambil meneteskan airmatanya dan menempelkan telapak tangannya dirahangn suaminya.
__ADS_1
Ricky mengeratkan pelukannya. "Aku juga sangat merindukan istriku yang katanya sedang tidak ingin melihatku!" Ucap Ricky sambil memejamkan matanya dan memeluk erat istrinya.
"Dasar menyebalkan!! Jadi kamu hanya pura-pura tidur??" Tanya Bella sambil memukuli dada bidang suaminya dan Ricky hanya diam memejamkan matanya membiarkan istrinya terus memukulinya.