YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Kehadiran lo buat hidup gue apes. (YAMD 2)


__ADS_3

Semua orang menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Aariz, yang pasti akan lari menghindar,kalau sosok pemilik suara yang baru saja berteriak itu muncul. Hanya satu orang yang bingung melihat tingkah Aariz, siapa lagi kalau bukan Ayu.


"Hai tante.. hai om... hai semuanya" sapa seorang gadis belia yang imut, sambil celingukan mencari keberadaan seseorang. Kedua netranya langsung menangkap sosok Ayu yang juga sedang menatapnya.


"Pagi Vina. Pagi sekali kamu datangnya sayang? kamu gak kuliah? " sahut Tiara kepada gadis bernama Vina itu. Ya ..., dia adalah putri pertama dari Dimas dan Sinta, berusia 18 tahun dan baru saja menyelesaikan SMA nya.Kini dia sedang duduk dibangku kuliah semester pertama. Dimas dan Sinta akhirnya memutuskan untuk stay di Jakarta dan memilih rumah yang dekat dengan rumah Bimo dan Tiara.


Aariz sangat tidak suka kepada Davina, karena gadis yang biasa dipanggil Vina itu, sangat suka menganggunya dan selalu menempel padanya.Davina juga sering mengaku-ngaku pada teman-teman wanitanya, kalau dia itu calon istrinya.


"Vina kuliah kok tan, tapi nanti jam 10. " ujar Vina cengengsan.


"Cih, kuliah jam 10, jam 7 udah nangkring di rumah orang, kurang kerjaan amat sih " Umpat Aariz dari bawah meja.


"Siapa dia tan? apakah dia saingan ku? " tanya Vina melirik sinis ke arah Ayu.


" Bukan Vin. Dia ponakan Bi Asih namanya Ayu"


Vina mengahampiri Ayu, sambil menyunggingkan senyumannya.


" Hai kak Ayu, Aku Davina ..., calon istri ka Aariz" ucap Davina sambil menjulurkan tangan kanannya,dan disambut dengan seyuman oleh Ayu.


"Bohong .... bohong itu ! enak aja ngaku-ngaku calon bini gue, mimpi lo ?! " lagi-lagi Aariz mengumpat dari bawah meja.


"Kamu udah sarapan Vina" kali ini Bimo yang berucap.


"Udah om " sahut Davina.


"Ka Aarash, ka Aariz mana? " tanya Vina penasaran,karena dari tadi dia tidak melihat sang pujaannya ada di meja makan.


"Hmm, Aariz sudah berangkat ke kantor dari tadi. Katanya dia ada pekerjaan yang belum diselesaikannya kemarin.Maklum lah dia kan emang lamban dalam bekerja" Sahut Arrash dengan ekor mata yang bergerak-gerak ke arah bawah meja, meng-isyaratkan kepada Vina kalau Aariz sembunyi dibawah meja. Sedangkan yang lainnya berusaha untuk menahan tawa.


"Lo memang yang terbaik bro..., eh, tunggu dulu! dia tadi bilang, kalau gue lamban kan? dasar kakak tidak ada akhlak. Kali ini gue maafin lo karena lo udah nolongin gue. " batin Aariz senang sekaligus kesal.


Davina mengerti maksud dari isyarat yang di berikan oleh Aarash. Dia pun mengendus- enduskan hidungnya seperti mencari sesuatu.

__ADS_1


"Ngapain lo ngendus-ngendus begitu ? " tanya Lea bingung.


" Hmmm, kayanya aku mencium aroma parfum Ka Aariz, Lea "


deg..deg..deg ( di bawah meja )


"Oh, itu mungkin aromanya saja yang tertinggal, karena dia baru saja berangkat. " Aarash masih bersikap pura-pura seakan-akan sedang membantu Aariz.


" Bagus bro. lo memang benar-benar kakak gue "batin Aariz senang.


"Nggak kok ka Aarash, masa aromanya sangat menyekat begini? Ka Aarash bohong ya? " Davina mengerlingkan matanya di balas dengan ancungan jempol oleh Aarash.


Davina menundukkan badannya dan melihat ke bawah meja. " Ciluk baaa.. yee ka Aariz ketemu ! " teriak Davian kencang.


Aariz yang kaget sontak berdiri tanpa sadar sehingga kepalanya langsung kejedot ke pinggiran meja makan itu.


"Ouchh, sakit! " rintih Aariz sambil keluar dari bawah meja dengan kesal.


"Sakit ya ka? sini biar Vina tiupin ! " Vina hendak meraih tangan Aariz tapk segera ditepis dengan kasar oleh Aariz.


" Ka Aariz ngapain sembunyi di bawah meja? lagi main petal umpet ya? buat ngagetin Vina? " ucap Vina yang sudah kembali ceria.


"Ngagetin dengkulmu! gue sembunyi dari lo tau nggak? Gue tuh gak mau ketemu lo, bisa-bisa mood gue hancur seharian ini karena apes lihat muka lo pagi-pagi gini! " sarkas Aariz


"Aariz! bisa tidak bicara sopan !" bentak Tiara.


Aariz terdiam mendengar bentakan Tiara bundanya. Sejurus kemudian dia menghunuskan tatapan tajamnya ke arah Davina. " Lihat gara-gara lo, bunda gue ngebentak gue. Bisa gak sih lo berhenti menguntit gue. Kehadiran lo selalu bikin gue apes tau gak! " bisik Aariz di telinga Davina, yang air mukanya langsung berubah sedih.


"Bun, Ayah... Aariz berangkat dulu, selera makanku udah hilang " Aariz mengayunkan langkahnya menghampiri kedua orang tuanya untuk salim.


"Aarash juga berangkat bun, yah. Lea ingat kuliah yang benar jangan main-main, dan ..."


"Jangan berpacaran dulu " sahut Lea yang sudah hapal pesan kakak-kakaknya hampir setiap hari.

__ADS_1


"Good ! adik pintar." Aarash nyengir sambil mencium puncak kepala adik perempuan satu-satunya itu, lalu beranjak menghampiri kedua orangtuanya untuk melakukan hal yang sama,seperti yang Aariz lakukan barusan. Setelah itu, dia menghampiri Davina yang masih berdiri tidak bergeming, lalu menepuk-nepuk pundak Davina lembut seraya berbisik " sabar ".


"Rash... ingat nanti malam keluarga Hartono akan datang makan malam di rumah malam ini. untuk membicaraka perjodohan kalian !" teriak Bimo sebelum tubuh Aarash menghilang denga sempurna.


"Baik yah! " sahut Aarash sambil mengacungkan jempolnya.


"Oh, ternyata tuan Aarash akan menikah?" batin Ayu, yang tiba-tiba merasa sedih setelah mendengar kabar itu.


" Pak... bu, non, Ayu pamit kebelakang ya! "


" Oh iya, Yu, silahkan." ucap Bimo dan Tiara hampir bersamaan.Sedangkan Lea hanya tersenyum dan mengangukkan kepalanya.


"Maafin anak tante ya Vina! " ucap Tiara pada Davina.


"Tidak pa-pa tan.Vina udah bisa kok diperlakukan seperti itu sama ka Aariz." ujar Vina memaksa untuk tersenyum.


"Tan, om, Lea, Vina pamit dulu ya ! mau kuliah ." ucap vina sambil menyalimi Bimo dan Tiara.


"Kok buru-buru Vin? katanya jam kuliahnya jam 10, ini bahkan belum pukul 8. " ucap Lea sambil mengreyitkan keningnya.


"gue baru ingat Lea, kalau ada tugas yang belum gue kerjakan" ucap Vina mencari alasan.


"Oh ya udah deh. Kalau gitu lo hati-hati ya !"


"Ok ! sipp. Mari semua! " Davina melangkah keluar dari rumah Bimo. Akhirnya air mata yang sudah dia tahan dari tadi kini merember keluar membasahi pipinya.


"Oh, jadi kamu udah melamar Laura, ke keluarga Hartono sayang? " tanya Tiara untuk memastikan ucapan yang baru saja diucapkan Bimo tadi ke Aarash, setelah Lea putri meraka sudah kembali ke kamarnya, untuk bersiap-siap berangkat kuliah.


" Udah sayang! dan keluarga mereka menyambut dengan sangat antusias.Jadi nanti malam aku mengundang mereka untuk makan malam di rumah kita, gak pa-pa kan sayang? "sahut Bimo.


"Ya gak pa-pa dong yang! justru bunda senang, karena sebentar lagi kita bakal punya menantu."


Tbc

__ADS_1


Please like,vote dan komen. Thank you🤗


__ADS_2