YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Kabar bahagia 2


__ADS_3

"Kenapa aku ada di rumah sakit sayang?.Memangnya aku kenapa? " tanya Tiara penasaran.


" Kamu gak kenapa-napa sayang,cuma kata dokter, Aarash dan Aariz akan dapat adik baru" Bimo mengelus kepala Tiara dan mengecup puncak kepala Tiara dengan lembut dan penuh cinta.


"Adik baru? Yeee, adik baru... adik baru" sorak Aarash dan Aariz yang tiba-tiba sudah muncul bersama ibu Sarah ,seno dan Amira.


"Benar itu nak? tanya Ibu Sarah menghampiri Bimo dan Tiara dengan sebuah senyuman yang terlihat mengembang di bibir Ibu Sarah.


"Kata dokter tadi iya mah! tapi untuk memastikannya, Tiara dianjurkan untuk melakukan USG setelah sadar dari pingsannya.Untuk memastikan perkembangan janin dan usia kandungannya".


"Jadi tunggu apa lagi?, mana dokternya? kok belum dipanggil juga? Ibu Sarah terlihat tidak sabar,karena terlalu bahagia,akan mendapatkan cucu lagi.


"Sabar mah! Tiara juga baru saja sadar.Lagian kita itu harus ke dokter kandungan mah,Jadi bukan di sini tempatnya"


Tiara yang baru sadar dari pingsannya, masih berusaha mencerna ucapan Bimo suaminya.


"Hamil? siapa yang hamil? aku yang hamil? Tiara bertanya-tanya dalam hatinya.


"Bim... memangnya siapa yang hamil?" Bimo dan yang lainnya menoleh ke arah Tiara,karena pertanyaan yang tiba-tiba tercetus dari bibir Tiara.


"Yang hamil itu ya kamu sayang! gak mungkin kan Seno!


"Hei, kok bawa-bawa nama gue sih?" protes Seno.


"Aku hamil Bim? kamu serius? kamu tidak bohongkan? "


"Iya sayang, aku tidak bohong! Sebentar lagi rumah kita akan tambah ramai" Bimo menyunggingkan senyumannya sambil mengelus lembut perut Tiara.


Tiara tidak bergeming dan belum bisa sepenuhnya percaya, kalau Tuhan akan memberikan mereka anugrah anak lagi,secepat ini.


"Kamu kenapa diam sayang? apakah kamu tidak bahagia akan punya anak lagi?" Bimo merasa was-was, kalau Tiara tidak menginginkan akan punya anak lagi selain Aarash dan Aariz.


"Bu-bukan begitu sayang!.Aku cuma belum percaya sebelum aku melakukan test kehamilan. Karena prediksi dokter itu belum sepenuhnya akurat sayang." Tiara menyampaikan kegundahannya.Dia tidak mau membuat Bimo dan mertuanya memiliki harapan yang tinggi, sehingga kalau ternyata tidak benar,akan menimbulkan kekecewaan.


"Ya udah, kalau kamu tidak percaya,aku akan membawa kamu ke dokter kandungan untuk melakukan cek" Bimo membantu Tiara untuk turun dari kasur dan menuntun dia untuk melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan di ruang yang berbeda.

__ADS_1


Dokter menyingkap sedikit pakaian Tiara, untuk meletakkan probe atau alat pemindai ke permukaan kulit di bawah perut Tiara.


Di wajah Bimo, tampak semburat senyum yang tak pernah lekang dari bibirnya dari tadi.Hal itu justru membuat Tiara semakin was-was, takut kalau hasil pemeriksaan tidak sesuai dengan ekspektasi Bimo.


Bimo menggengam tangan Tiara dengan erat,untuk memberikan ketenagan,karena dia tahu, kalau saat ini Tiara sedang gelisah.


"Bagaimana dok, istri saya benaran hamil kan?" Bimo dari tadi fokus melihat layar,saat dokter menggerakan probe di perut Tiara.


"Iya pak, istri anda beneran hamil.Dan dilihat dari ukuran janinnya, usia kandungan istri anda memasuki usia 4 minggu." Tiara refleks melihat ke monitor setelah mendengar ucapan dokter.Kedua netranya kini tampak berkaca-kaca.Tiara begitu bahagia melihat wajah Bimo yang juga tampak bahagia.


"Karena usia janin masih sangat muda,Jadi, masih sangat rentan.Jadi saya harap,tolong dijaga baik-baik.Jangan melakukan pekerjaan yang berat-berat,dan tolong untuk tetap menjaga mood istri anda." Bimo tampak manggut-manggut saat mendengar penjelasan dokter.


"Apakah ada lagi yang mau ditanyakan pak Bimo?"


"Jenis kelaminnya apa dok?"


"Maaf pak Bimo, untuk jenis kelamin, belum terlihat.Nanti bisa kita lihat setelah usia kandungan sekitar 5 bulan atau 20 minggu."


"Emm, gini dok, apakah selama hamil, kami masih bisa melakukan hubungan seperti itu dok? tanya Bimo pelan dengan menekan sedikit rasa malunya.


"Oh, kalau boleh untuk sekarang jangan dulu ya pak Bimo.Kalau sudah usia 3 bulan, boleh aja, tapi jangan sering-sering dan tolong lakukan dengan lembut."


"Jadi, artinya saya harus puasa selama 8 minggu kedepan dong dok?" Bimo terlihat frustasi ketika melihat dokter itu menganggukkan kepalanya.


"Astaga, nyesel gue puasa seminggu yang lalu! ini semua gara-gara Gladys" gerutu Bimo dalam hati.


"Kalau begitu kami permisi dok, terima kasih buat sarannya yang berguna sekaligus sedikit merugikan buat ku! " Bimo berdiri menjabat tangan dokter yang tersenyum geli mendengar ucapan Bimo,diikuti oleh Tiara.


"Sama-sama pak Bimo. sekali lagi selamat dan untuk Vitamin, dan asam folat tolong diambil di depo farmasi ya pak! "ucap dokter itu seraya menyambut jabatan tangan Bimo.


*****


"Bagaimana nak?" Ibu Sarah dan Ibu Marlina langsung memberondong Bimo dengan pertanyaan,begitu Bimo dan Tiara terlihat keluar dari dalam ruangan.


"Positif dong mah,mi..." sahut Bimo dengan wajah yanh sumringah.

__ADS_1


"Perempuan atau laki-laki Bim?"


"Mah untuk jenis kelamin belum terlihat.Jenis kelamin bisa dilihat setelah usia kandungan 5 bulan mah.Sekarang usia kandungan Tiara sekarang masih 4 minggu.Jadi sabar ya mah!


"Hehehe, iya yah? mamah lupa"


"Jadi, Aarash dan Aariz benaran mau dapat adik ayah?" tanya si kembar bersamaan dengan antusias.


"Yes , boys...both of you will become big brothers soon." Si kembar terlihat melompat kegirangan begitu mendapat kepastian dari Bimo.


"Selamat ya Bim! emang, semburan bisa ular, lo,gak di ragukan lagi!" Bisik Seno di telinga Bimo.


"Iya dong, Bimo gitu lho.emangnya elo," ledek Bimo.


"Sialan lo! Gue juga lagi berusaha ngadon nih.Gue mau buat adonan yang kalis biar hasilnya mantap!"


"Butuh diajarin gak?"


"Ogah! gue bisa sendiri"


"Hahaha, gue udah mau punya 3 anak Sen, lah lo satu aja belum! Bimo tidak berhenti ngeledek Seno yang terlihat cemberut.


"Bimoo jangan diledekin Senonya.Nanti kalau dia nangis disini bisa berabe!"


"Mamah,lagi belain aku atau justru lagi ngeledekin aku? " sewot Seno.


"Eh, Amira mana nak Seno? tanya Ibu Marlina,yang baru menyadari, kalau ternyata dari tadi Amira tidak ada bersama-sama dengan mereka.


"Gak tau mi! bukannya dari tadi dia ada di sini ya? " Seno terlihat panik begitu menyadari kalau Amira istrinya benar-benar menghilang.


"Aunty tadi lagi tidur om, di sofa, ruangan bunda tadi" celetuk Aarash santai dan terlihat cool.


"WHAT? tidur?.Ya ampun istri gue benar-benar ajaib deh" Seno berlari ke ruangan Tiara sebelumnya, diikuti gelengan kepala dan tawa dari semua orang yang berkumpul disana.


TBC

__ADS_1


please like,vote dan komen.serta hadiahi author dengan sebuket bunga mawar,dan segelas kopi juga boleh๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿฅฐ๐Ÿค—


__ADS_2