
Ricky membuka pakaian istrinya dan mengelap tubuh istrinya dengan handuk basah dengan sangat hati-hati supaya tidak membangunkan istrinya.
Dengan pelan dan penuh kelembutan Ricky membersihkan tubuh istrinya. Setelah selesai, ia segera mengambil pakaian ganti istrinya lalu memakaikannya.
Ricky menatap intens wajah istrinya yang sedang terlelap. Kemudian ia mengecup sekilas bibir istrinya.
Ia benar-benar merasa sangat bersalah kepada istrinya.
Masalah yang kini sedang dihadapinya adalah masalah yang sangat serius dan ia tidak ingin mengambil resiko untuk membahayakan nyawa istrinya lagi.
Ia harus segera bertindak dan membalas perbuatan mereka yang telah menghilangkan nyawa orang tuanya dan kakeknya juga hampir mencelakai istrinya.
Kini Ricky tidak akan berpura-pura untuk tidak tau lagi dengan apa yang telah ia ketahui. Ia segera bengkit dan beranjak pergi.
Ricky menuruni tangga dan mendekati mertuanya. "Yah, Bu, aku minta maaf untuk semua yang telah terjadi! Aku berjanji akan segera mengakhiri semua ini! Aku mohon jangan izinkan istriku pergi keluar rumah, apapun alasannya!" Ucap Ricky dengan serius setelah mendekati mertuanya.
"Baik Nak Ricky! Ayah dan ibu juga minta maaf karena kemarin tidak ada yang tau kalau Bella pergi keluar! Bella mengatakan kepada pelayan ingin membeli sesuatu sebentar tanpa berpamitan kepada kami!" Ucap Helmi memberitau kepada Ricky.
Ricky sebenarnya telah mengetahui kalau istrinya kemarin ingin pergi berbelanja keperluan Ariella, namun Bella hanya diantar oleh supirnya saja.
Ricky mengetahuinya setelah ia membaca pesan dari istrinya yang berpamitan kepadanya, namun sayangnya saat itu Ricky tidak membuka pesannya.
Ricky baru membacanya setelah istrinya dibawa kerumah sakit setelah keluar dari villa yang terbakar.
Bella yang selalu diikuti oleh beberapa pengawal yang telah diperintahkan oleh Ricky untuk selalu mengawasi dan menjaganya kemana pun istrinya pergi.
Namun karena kecerobohan dan kebodohan dari para pengawal tersebut, Bella dengan mudah dibawa oleh orang-orang suruhan dari Romy dan Merry untuk memancing Ricky.
Ricky juga telah memberi pelajaran kepada para bodyguard yang telah gagal menjaga istrinya hingga hampir membuatnya celaka.
***
Ricky membawa lebih banyak pengawal bersamanya, Dion dan Leo juga ikut. Ricky sudah tidak mau lagi memakai cara halus.
Selama ini ia sudah cukup baik dan selalu sabar menghadapi keluarga besar Grissham. Setelah berpamitan kepada mertuanya dan meminta mereka untuk melarang Bella keluar rumah,
ia segera mengerahkan seluruh pengawalnya untuk ikut dengannya dan memerintahkan sebagian untuk menjaga rumah mertuanya.
Ricky berada didalam mobil lain miliknya dibagian penumpang bersama Leo dengan disupiri oleh Dion.
__ADS_1
Mereka sedang menuju kekediaman Ronald Grissham dengan menahan emosinya yang telah memuncak.
'Kek, aku minta maaf kalau harus menghancurkan istanamu! Aku berjanji setelah ini akan memperbaikinya kembali!' Gumam Ricky dalam hati setelah mobilnya sampai dihalaman depan rumah kakeknya.
"Ricky, kamu yakin?" Tanya Leo sambil menoleh kearah Ricky.
"Lakukan saja sesuai rencana!!" Jawab Ricky dengan wajah garangnya kemudian segera turun dari mobil dan masuk kedalam rumah kakeknya.
"Kak!!" Seru Selena dan Alena bersamaan saat melihat Ricky masuk dengan tersenyum lebar kemudian segera menghampirinya dan memeluknya.
Namun sebelum mereka menyentuh Ricky, dua pengawal Ricky menghadang Selena dan Alena.
"Kalian apa-apaan sih??" Tanya Alena dengan membentak pengawal tersebut.
Mereka tidak memperhatikan wajah kakak sepupunya yang tidak seperti biasanya.
"Cepat bawa mereka keluar setelah itu tutup semua akses untuk keluar atau masuk dirumah ini!!" Ucap Ricky dengan tegas dan penuh penekanan tanpa menoleh.
"Baik Tuan!" Jawab pengawal tersebut dengan menganggukan kepalanya kemudian segera membawa paksa Selena dan Alena keluar.
Selena dan Alena terkejut setelah mendengar Ricky memerintahkan pengawalnya dengan suara yang terdengar sangat tegas dan baru menyadari bahwa kakak sepupunya sedang sangat marah.
Namun Ricky menghempaskan tangannya dengan kasar. Selena dan Alena segera ditarik oleh dua pengawal Ricky keluar.
Mereka pun terus berteriak dan memaki pengawal yang telah menyeretnya keluar.
Setelah dua adik sepupunya dibawa keluar, Ricky langsung menghancurkan semua barang-barang yang ada didekatnya.
"Keluar kalian!!" Teriak Ricky sambil membanting barang-barang yang ada disana.
"Ada apa ini?" Tanya dari para pelayan yang mendengar suara gaduh kemudian mereka menuju suara tersebut dan melihat Ricky sedang menghancurkan barang-barang disana.
"Ya Tuhan, Tuan muda Ricky kenapa dia?" Tanya pelayan saat melihat Ricky yang sedang mengamuk.
"Kalian pergilah!! Bawa barang-barang kalian!! Aku akan memberikan gaji sepuluh kali lipat kepada kalian!! Capat pergi!!" Ucap Ricky dengan penuh emosi kepada para pelayan dirumah kakeknya.
Dengan cepat para pelayan pun langsung masuk untuk memberesi barang-barangnya dan pergi.
"Hey Ricky! Apa-apaan kau ini??" Seru Riyo yang baru saja turun dan mendapati seluruh ruangan telah hancur seperti terkena bom.
__ADS_1
"Panggil semua saudaramu!!" Ucap Ricky dengan sangat tegas memerintahkan Riyo dengan tatapan membunuh.
"Ada apa ini?" Tanya Desy istri Riyo yang menyusul Riyo turun kebawah dengan terkejut sambil mengamati tiap sudut ruangan yang telah hancur.
Kemudian Romy, Merry, Rudy, Hugo, Axton, dan adik-adik sepupu Ricky lainnya berkumpul kecuali Selena dan Alena.
Ricky sengaja meminta pengawal untuk membawa Selena dan Alena pergi dari sana karena Ricky tidak mau kedua adik kesayangannya terluka.
Hanya Selena dan Alena yang baik dan memiliki hati yang tulus tidak seperti orang tua mereka yang berhati iblis.
Ricky menyeringai menatap mereka yang telah berkumpul diruang tengah.
"Kak Ricky, apa kamu sudah gila??" Tanya Hugo dengan menatap sinis Ricky.
"Ya! Aku sedang gila dan ini semua karena kalian!!" Jawab Ricky dengan menatap tajam Hugo.
"Kak Ricky, apa maksudmu?" Tanya Axton dengan bingung.
"Jangan berlagak seperti orang idiot!! Aku sudah cukup baik dan sabar selama ini kepada kalian!! Tapi apa yang telah kalian perbuat kepadaku?? Kini aku akan benar-benar menghabisi kalian semua!!" Ucap Ricky dengan penuh emosi kepada mereka.
"Ricky, kamu pikir kamu itu siapa?? Kamu sudah tidak punya siapa-siapa lagi!! Jadi sebaiknya kamu pergi saja dari sini dan jangan pernah kembali lagi!!" Ucap Romy dengan sengit dan mengejek Ricky.
Ricky menyeringai kemudian melangkah maju dua langkah. "Tanpa kalian minta aku juga akan pergi!" Ucap Ricky dengan menyeringai kemudian berbalik sambil menyalakan korek api dan melemparnya kesamping.
'BLUG!'
Api langsung membakar ruangan tersebut dan dengan cepat menyebar hingga keseluruh ruangan rumah.
Ricky berjalan dengan santai keluar dari rumah kakeknya. Para pengawal yang berjaga telah membukakan pintu untuk Ricky keluar kemudian menutupnya kembali dan menggemboknya.
"Sialan!! Ricky telah membalasa kita!!" Seru Rudy dengan sangat panik.
"Dad Mom!!" Teriak dari adik sepupu Ricky yang terjebak api didalam rumah kakeknya.
"Oh GOD!! Aku tidak mau mati dulu!!" Teriak Hugo dengan histeris.
"Panas..panas!!" Teriak Riyo dengan mengusap-usap tubuhnya.
"Ayo cepat!! Kita cari jalan keluar!!" Teriak Romy kepada mereka semua.
__ADS_1
"Rom..Romy..tolong aku!!" Teriak Merry dengan suara bergetar memanggil Romy.