YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
218


__ADS_3

Keesokan harinya sudah pukul sembilan pagi. Naila mulai terbangun dari tidurnya. Ia merasa terkejut karena ada tangan yang melingkar diperutnya. Namun saat ia menoleh ia langsung teringat kalau ia sudah menjadi istri Dion, pria yang sangat ia cintai.


Wajahnya kembali merona saat teringat kejadian semalam saat pria yang telah berstatus menjadi suaminya yang kini masih memejamkan matanya dan memeluknya telah merenggut kegadisannya dalam sekejap.


Kini ia sungguh merasa sangat bahagia telah menjadi milik Dion seutuhnya. Naila menatap wajah suaminya dan membelai wajah suaminya yang sangat tampan itu dengan tersenyum.


Kemudian ia ingin menyingkirkan tangan Dion yang melingkar diperutnya dan ingin beranjak kekamar mandi karena merasakan lengket ditubuhnya. Ia merasa tubuhnya sakit semua terutama dibagian bawahnya.


"Awhhh!" Pekik Naila saat hendak turun dari ranjang dan membuat Dion langsung terbangun.


"Hey, ada apa?" Tanya Dion dengan panik saat mendengar istrinya yang baru saja ia renggut kegadisannya itu memekik kesakitan. "Ini aku sakit!" Jawab Naila sambil merintih karena merasakan perih dibagian bawahnya. Dion pun tersenyum saat melihat bercak darah diranjang yang mereka tempati sebagai saksi dimalam pertama mereka melakukan pergulatan panasnya.


Dion kemudian mengambil handuknya dan melilitkan dipinggangnya lalu mendekati istrinya. "Ayo aku bantu!" Ucap Dion sambil mengulurkan tangannya kearah istrinya. Naila menarik selimutnya dan menutupi tubuh polosnya lalu meraih tangan Dion.


"Tidak perlu kamu tutupi, aku sudah melihat dan hafal semua tiap inci tubuhmu itu!" Ucap Dion dengan terkekeh dan langsung mendapatkan pukulan dari Naila. "Dasar kau ini!! Aku tidak menyangka kalau ternyata kamu semesum ini!" Ucap Naila sambil memukul dada bidang suaminya dan kembali merona karena malu.


Dion membantu istrinya berjalan menuju kamar mandi dan ia mengisi bathtup dengan air hangat lalu menarik selimut yang masih menutupi tubuh polos istrinya dengan paksa dan melemparnya keluar. "Dion!!" Teriak Naila sambil menyilangkan kedua tangannya untuk menutupi asetnya.


Dion langsung mengangkat tubuh polos istrinya dan memasukkannya kedalam bathtup yang telah terisi air hangat dengan sangat hati-hati. "Jangan berpikiran kotor! Aku hanya ingin membantu istriku mandi!" Ucap Dion setelah memasukkan istrinya kedalam bathtup yang telah ia campur dengan busa. Dengan lembut ia menggosok tubuh istrinya lalu ia ikut masuk kedalam bathtup.


Yang tadinya hanya ingin membantu istrinya mandi, namun ia kembali menyerang istrinya karena tidak bisa menahan imannya dan membuat iminnya kembali menegang saat menyentuh tubuh polos istrinya yang indah.

__ADS_1


Setelah dua jam, mereka baru selesai melakukan mandi yang diselingi dengan pergulatan panas karena ulah Dion.


Dion menggendong istrinya keluar dari kamar mandi dan mendudukkannya disofa. Naila masih cemberut karena suaminya terus saja menyerangnya hingga ia tak berdaya dan tubuhnya terasa sangat lemas.


Ia benar-benar tidak menyangka kalau pria yang dikenal sebelumnya itu adalah sosok pria yang dingin dan tidak pernah dekat dengan wanita, namun setelah menikahinya, sosok pria tersebut berubah menjadi panas dan selalu bisa membuatnya melayang mabuk kepayang menikmati indahnya surga dunia.


Setelah mereka berpakaian dan Dion menyingkirkan sprei juga selimut yang terkena darah dari perbuatannya semalam yang berhasil membobol gawang istrinya dan mencetak goal berkali-kali, Dion juga telah menyuruh petugas hotel untuk mengantar makanan juga meminta menggantikan dan merapikan kamar hotelnya.


***


Sore harinya di Grissham Corp.


Leo melakukan itu semua untuk mengalihkan rasa rindunya yang mendalam kepada kekasihnya yang berada jauh darinya. Leo yang sebelumnya adalah seorang play boy yang selalu mampu meluluhkan hati wanita yang didekatinya dan sering bergonta ganti pasangan untuk sekedar menghiburnya, kini ia telah berubah setelah bertemu dan mengenal sosok Alice.


Alice yang mampu merubah dan membuat pikiran dan hatinya selalu tertuju olehnya, juga mampu membuat dirinya berubah dari seorang play boy menjadi seorang budak cinta. Leo telah memantabkan hatinya hanya untuk Alice seorang. Hanya Alice wanita satu-satunya yang ada didalam hatinya.


Meski tidak bisa menemui kekasihnya, Leo dan Alice selalu saling memberi kabar dan melakukan video call. Mereka saling memberitau kegiatan mereka sehari-hari. Itu yang membuat Leo juga merasa lebih tenang dan lega juga sangat mempercayai Alice, karena Alice selalu melakukan video call kepadanya dan menceritakan semua keluh kesahnya dalam pekerjaannya menjadi seorang model dan bintang iklan disana.


"Hallo honey! I miss you somuch!" Ucap Leo saat menerima panggilan telepon dari Alice.


"I miss you more honey! Apa kamu masih setia menungguku?" Pertanyaan yang selalu dilontarkan oleh Alice ketika menelepon Leo, pria yang sangat dicintainya.

__ADS_1


"Tentu saja! Aku selalu setia menunggumu dan aku menghabiskan waktuku hanya untuk bekerja dan terus bekerja hanya untuk mengalihkan rasa rinduku kepadamu yang sudah begitu mendalam!" Jawab Leo dengan sungguh-sungguh kepada kekasihnya.


"Benarkah honey?" Tanya Alice menggoda Leo dengan pura-pura tidak percaya dengan apa yang dikatakan olehnya.


"Apa kau masih meragukanku?" Tanya Leo kembali dengan serius.


"Tentu saja, karena kau kan seorang play boy yang selalu dikelilingi wanita cantik!" Jawab Alice dengan mengeluh.


"C'mon honey, aku yang sekarang sudah benar-benar berubah dan itu semua karena dirimu! Hanya kau yang tercantik dimataku dan hanya kaulah yang selalu membuatku terus merindukanmu!" Jawab Leo dengan jujur sambil membayangkan wajah cantik kekasihnya yang kini sedang meneleponnya.


"Baiklah, aku sangat percaya kepadamu honey! Kalau begitu aku mau istirahat dulu ya!" Ucap Alice dengan suara lembut dan sedikit serak karena sudah mengantuk.


Mereka pun mengakhiri panggilan teleponnya. Alice selalu menghubungi Leo sebelum ia tidur supaya bisa menemuinya walau hanya dalam mimpi.


Leo tersenyum setelah mendengar suara kekasih yang sangat dicintainya.


"Aku akan selalu setia menunggumu honey! Cepatlah kembali dan aku akan membuat pesta pernikahan yang sangat megah untuk kita!" Gumam Leo sambil terus tersenyum sambil membayangkan wajah cantik Alice yang selalu muncul dalam mimpinya.


Leo kembali melanjutkan pekerjaannya sebelum nanti ia harus bersiap untuk ke London menggantikan Ricky mengurus cabang perusahaan yang telah dibangun disana. Setelah menyelesaikan pekerjaannya, ia meminta sekretarisnya menyiapkan segala sesuatunya sebelum berangkat ke London.


Ia pun segera bergegas pulang untuk mandi dan bersiap menuju bandara bersama sekretarisnya untuk perjalanan bisnis menuju London.

__ADS_1


__ADS_2