
Malam harinya setelah makan bersama di Cafe baru milik Dimas untuk merayakan ulang tahun Bella, semuanya berpamitan untuk pulang. Helmi dan Sofia pun sudah pulang lebih dulu dengan membawa Ariella.
Sedangkan Ricky masih ingin mengajak istrinya ke bukit bintang sebelum pulang. "Ricky, terimakasih banyak ya! Kamu selalu saja membuatku bahagia!" Ucap Bella sambil menyandarkan tubuhnya dilengan suaminya yang sedang menyetir.
"Itu sudah menjadi tugasku sebagai suamimu! Asal kau dan Ella bahagia, aku pun juga akan bahagia!" Jawab Ricky kemudian mengecup kepala istrinya. Bella tersenyum manis lalu mengecup pipi suaminya dan Ricky juga tersenyum.
Mereka tidak menginginkan apa-apa lagi. Hanya ingin selalu bahagia dan jauh dari masalah. Mobil sport milik Ricky telah sampai dibukit bintang.
Ricky segera turun dan membukakan pintu untuk istrinya. Bella juga langsung turun begitu Ricky membukakan pintu untuknya dengan terus tersenyum manis kepada suaminya. "Aku suka sekali tempat ini saat malam hari Ricky! Sangat indah!" Ucap Bella dengan tersenyum sambil menatap kearah lampu-lampu kota dari atas bukit yang tampak seperti bintang-bintang begitu indah.
"Aku juga sangat menyukainya!" Ucap Ricky sambil sedikit membungkukkan badannya dan memeluk istrinya dari belakang lalu mengecup pipinya dari samping. Ricky menyandarkan dagunya dipundak istrinya. "Aku benar-benar sangat mencintaimu!" Lanjutnya sambil mengeratkan pelukannya.
"Aku juga sangat mencintaimu tuan tampanku!" Jawab Bella sambil mengusap pipi suaminya dan tersenyum manis.
"Cintaku kepadamu selalu tumbuh dan tumbuh setiap hari denganย hatiย yang sangat manis! Aku tidak bisa membayangkan, jika hidup tanpamu! Tetaplah selalu bersamaku untuk mengukir hari tua kita bersama!" Ucap Ricky dengan sangat tulis dari hatinya. Membuat Bella semakin terharu hingga tidak mampu berkaca-kaca lagi.
Ricky kemudian melepas pelukanya dan memutar tubuh istrinya, ia meraih dagu istrinya dan menatapnya kemudian mencium bibir manis istrinya dengan sangat lembut.
Bella memejamkan matanya dan membalas ciuman lembut suaminya sambil mengalungkan kedua tangannya dileher suaminya.
Ciuman panjang diatas bukit bintang dimalam hari terasa semakin indah bagi dua sejoli yang tak dapat terpisahkan ini. Ricky yang sebelumnyanya sosok pria dingin dan sombong terutama kepada wanita. Kini dihadapan wanitanya, ia menjadi sangat lembut dan sangat romantis.
__ADS_1
Tak terbayangkan betapa lembutnya ciuman Ricky. Andai saja yang menjadi wanitanya adalah Author. Duuuh, mimpi kali ya!๐
***
Seminggu kemudian.
Dion masuk kedalam ruang kantor Ricky dengan wajah sumringahnya. "Ada apa dengan wajahmu?" Tanya Ricky sambil mengernyitkan keningnya menatap Dion. "Tidak ada apa-apa! Aku hanya ingin memberika ini untukmu!" Jawab Dion dengan terus tersenyum manis sambil menyodorkan sebuah lipatan kertas berwarna putih yang terlihat mewah dengan dihiasi pita merah kepada Ricky.
Ricky menerimanya lalu tersenyum kepada Dion sambil menggelengkan kepalanya. "Aku tidak menyangka, seorang gay bisa menikah dengan seorang wanita juga!" Celetuk Ricky yang begitu menyebalkan pun keluar dan berhasil membuat wajah sahabatnya langsung berubah menjadi sangat kesal tidak ada lagi senyum diwajah tampannya.
Seketika Ricky tertawa terbahak-bahak melihat perubahan wajah sahabatnya itu dari yang tersenyum manis langsung cemberut dan merah padam karena emosi kepadanya. "Sialan!! Puas kamu!!" Bentak Dion sambil melempar pena kearah Ricky dan Ricky dengan sigap menangkap pena yang hampir mendarat diwajah tampannya itu.
"Ricky, kamu benar-benar semakin menyebalkan!!" Ucap Dion sambil mendengus kesal kepada Ricky. "Aku kan hanya becanda saja! Kenapa kau jadi mudah marah?" Ucap Ricky setelah puas tertawa.
"Kalau begitu, aku akan tunggu hadiah darimu! Kau harus memberi hadiah yang spesial dan sangat mengesankan dihari bahagiaku nanti!!" Ucap Dion kepada Ricky dengan kembali tersenyum manis kepada Ricky. "Kau ini benar-benar tidak tau malu sekali!" Ucap Ricky mencibir Dion.
"Biar saja! Ini kan pernikahanku dan hanya sekali seumur hidup, jadi kamu harus memberiku hadiah sesuai dengan keinginanku!" Ucap Dion masih dengan tersenyum manis kepada Ricky.
"Baiklah! Aku akan menyiapkan hadiah yang akan membuatmu sangat terkesan!" Ucap Ricky dengan menyeringai jahil dan membuat Dion seketika merubah wajahnya kembali. "Awas saja kalau kamu memberiku hadiah yang aneh-aneh!!" Ucap Dion dengan menatap tajam Ricky.
Ricky hanya terkekeh kemudian merangkul Dion dan mereka berjalan keluar bersama dari ruang kantor Ricky hingga masuk kedalam lift turun kelantai bawah. "Kau ambillah cuti selama yang kau inginkan dan nikmati bulan madumu setelah menikah!" Ucap Ricky setelah keluar dari lift masih merangkul dan menepuk pundak Dion.
"Terimakasih! Dan jangan bersekongkol dengan Leo untuk menggangguku saat aku berbulan madu nanti!!" Ucap Dion dengan sinis kepada Ricky.
__ADS_1
"Kenapa kamu menyebut-nyebut namaku??" Sahut Leo yang tiba-tiba menghampirinya didepan lift. "Biang kerok panjang umur! Baru disebut sudah langsung muncul saja!" Ucap Dion mencibir Leo dengan menyeringai.
"Mentang-mentang sudah ingin menikah, sombong sekali sekarang!" Jawab Leo dengan ketus menatap Dion dan Dion terkekeh geli. "Leo, kapan kau meberiku undangan pernikahanmu?" Tanya Ricky dengan serius menatap Leo.
Leo tidak menghiraukan pertanyaan Ricky dan hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar. "Ricky, kamu tidak tau kalau dia sedang bertengkar dengan kekasihnya hanya masalah sepele!" Sahut Dion dengan tersenyum miring.
Semua karyawan yang bekerja di Perusahaan tersebut menatap takjub kearah ketiga pria tampan yang sedang asyik berbincang dan tertawa didepan lift khusus Presiden Direktur. Mereka kemudian tidak jadi keluar untuk pulang namun mencari-cari pekerjaan lain untuk bisa melihat pemandangan yang sangat indah bagi mereka.
Karena jarang sekali melihat Pimpinan sekaligus pemilik Perusahaan tempat mereka berkerja itu berbincang dan becanda juga tertawa lepas dengan kedua tangan kanannya sekaligus sahabatnya itu dihadapan semua karyawannya.
"Ini benar-benar sebuah keajaiban melihat PresDir kita tersenyum terlihat semakin tampan juga tertawa lepas seperti itu!" Bisik dari salah satu karyawan wanita kepada rekan wanita lainnya. "Iya kamu benar! Tuan Ricky memang benar-benar sangat tampan! Betapa bahagianya Nyonya Bella!" Balas rekan wanita lainnya sambil terus memandangi Ricky yang masih bergurau dengan Leo dan Dion.
Ricky kemudian segera bergegas keluar dan ingin cepat pulang setelah membaca pesan. Yang pastinya pesan dari seseorang yang sangat dicintainya yaitu istrinya.
Bella mengirim pesan kepada suaminya untuk segera pulang karena ia mengatakan sangat merindukannya. Hanya sebuah kata rindu saja sudah membuat Ricky terburu-buru untuk segera pulang sampai kerumah dan melihat istrinya.
Padahal mereka tinggal satu atap satu kamar juga tidur satu ranjang, bahkan hampir setiap hari Ricky meminta jatah kepada istrinya, namun memang mereka tidak bisa lama-lama saling berjauhan. Semakin hari Ricky semakin lengket kepada istrinya.
Ingin rasanya setiap hari mengajak istrinya kekantor untuk menemaninya bekerja tetapi ia bukan pria yang egois karena ia juga harus memikirkan putri kesayanganya yang lebih membutuhkan istrinya.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...Readers!! Terimakasih banyak atas semangat dan dukungan dari kalian semua ya!! ๐๐ป๐๐๐...
__ADS_1