
Ricky masih terus terjaga hingga pagi. Ia sama sekali tidak merasa mengantuk. Pikirannya masih terus tertuju kepada kakeknya.
Ia juga masih terus bertanya-tanya dalam hatinya. Ia terus memikirkan tentang sesuatu hal yang ingin disampaikan oleh kakeknya sebelum kakeknya mengalami kecelakaan karena ingin menemuinya.
Ricky semakin menebak-nebak tentang apa yang ingin disampaikan oleh kakeknya. Ia yakin pasti itu sangat penting dan ada hubungannya dengan keluarga besarnya.
Ricky tidak bisa meninggalkan istrinya sendirian. Tapi ia harus pergi untuk mengurus masalah yang telah terjadi.
Kemudian ia meraih ponselnya yang ia letakan diatas nakas samping tempat tidurnya. Lalu ia beranjak menuju balkon kamar hotelnya untuk menghubungi seseorang.
"Ya Tuan Grissham, ada yang bisa aku bantu?" Tanya dari seberang telepon setelah menerima panggilan telepon dari Ricky.
"Aku butuh bantuan istrimu sekarang juga! Aku tidak bisa meninggalkan istriku sendirian, jadi aku butuh bantuan istrimu untuk menemani istriku!" Jawab Ricky dengan serius.
"Kalian ada dimana sekarang? Aku dan Tasya akan segera menemui kalian!" Ucap Dimas dari seberang telepon yang telah mengetahui tentang berita kecelakaan yang baru saja dialami oleh Ronald Grissham.
Kemudian Ricky memutuskan sambungan teleponnya setelah memberitau keberadaannya saat ini, karena istrinya masih terlelap sangat pulas jadi ia tidak ingin mengganggunya.
Ia ingin meminta Dimas dan istrinya untuk menemani istrinya. Karena ia harus pergi kerumah sakit dan juga ingin menemui keluarga besarnya.
Ricky harus bisa menahan diri untuk tidak terpancing emosi dengan apa yang akan ia tau nanti.
Setelah beberapa menit kemudian, Dimas dan Tasya datang. Ricky mempersilahkan mereka masuk.
Ricky pun menjelaskan kepada Dimas tentang kejadian kecelakaan yang menurutnya memang sangat tidak wajar.
Dimas memutuskan untuk ikut bersama Ricky dan Tasya yang akan menemani Bella dihotel.
Sebelum pergi, Ricky mendekati istrinya. Ia duduk ditepi ranjang dan membungkukkan badannya lalu mengecup kening, pipi hidung juga bibir istrinya dengan sangat lembut.
"Sayang, aku pergi dulu! Maaf aku harus meninggalkanmu, karena ada hal yang sangat penting yang harus aku urus! Aku akan menghubungimu nanti!" Ucap Ricky sambil mengusap pipi istrinya yang tertidur dengan sangat pulas lalu mengecup bibirnya kembali.
Setelah itu Ricky segera pergi bersama Dimas menuju Grissham Hospital untuk melihat kembali jenazah kakeknya.
Ia juga ingin memandikan jenazah kakeknya sebelum disemayamkan ditempat peristirahatannya yang terakhir.
"Aku turut berduka atas meninggalnya Tuan Ronald Grissham! Kamu yang tabah dan ikhlas ya!" Ucap Dimas saat didalam mobil menuju Grissham Hospital.
__ADS_1
"Terimakasih!" Jawab Ricky sambil sekilas menoleh kearah Dimas.
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di Grissham Hospital. Leo dan Dion masih ada disana bersama dengan beberapa orang petugas dari kepolisian.
Disana juga ada tante Merry, Selena, Alena, Axton dan Hugo. Untuk yang lainnya masih dalam perjalanan dari Jerman dan Inggris.
Dimas menyapa Leo dan Dion dengan ramah.
"Wah kenapa kalian bisa kompak seperti ini?" Tanya Leo dengan tersenyum kepada Dimas.
"Aku meminta istrinya untuk menemani istriku!" Jawab Ricky dengan wajah datarnya.
"Kak Ricky!!" Seru Selena yang kemudian berlari dan memeluk Ricky sambil menangis.
Ricky membalas pelukan Selena. Kemudian Alena juga mendekatinya ikut memeluk kakak sepupu kesayanganya, orang yang paling dekat dan juga kesayangan kakeknya.
Ricky melirik kearah tante Merry dan Hugo yang terlihat biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa.
Ricky ingin sekali langsung menghabisi mereka, namun selama kasus kakeknya masih dalam proses pemeriksaan dan belum ada bukti, jadi Ricky harus bisa menahan dirinya untuk tidak tersulut emosi.
"Ricky..!" Merry mendekati Ricky dan ingin memeluknya namun Ricky langsung melangkah melewatinya dan masuk kembali kedalam kamar jenazah diikuti oleh Dimas, Dion dan Leo.
Ia terus menatap kakeknya dengan wajah sendu. Dalam hati ia masih sangat terkejut dan tidak percaya kalau kakeknya sudah meninggal.
Bagaimanapun juga ia harus bisa mengikhlaskan kakeknya supaya kakeknya tenang dialam sana. Namun ia masih belum bisa terima kalau memang kematian kakeknya terjadi akibat kesengajaan yang mungkin membencinya.
'Kek, aku bersumpah akan menghabisi siapapun yang telah mencelakai kakek!!'
Gumam Ricky dalam hati sambil mengeraskan rahangnya dan mengepalkan kedua tangannya.
Dimas menepuk pundak Ricky karena ia tau perubahan raut wajah Ricky yang terlihat sangat emosi.
Dimas telah mengetahui kronologi kejadian kecelakaan yang dialami kakek Ronald malam tadi. Jadi ia akan ikut membantu Ricky dalam mengurus masalah ini.
Bagaimanapun juga Ricky adalah rekan bisnisnya yang juga telah membantunya dalam mengembangkan usaha bisnisnya.
Selain itu, Ricky juga suami dari Bella yang telah ia anggap sebagai adiknya sendiri. Jadi hubungan mereka sudah sangat baik dan akrab.
__ADS_1
Jenazah kakek Ronald kemudian dibawa oleh petugas dari rumah sakit untuk segera dimandikan dan kafani.
Ricky beserta Dimas, Leo, Dion, Axton dan Hugo mengikuti dari belakang karena mereka juga ingin ikut serta memandikan jenazah kakek Ronald dan mengkafaninya.
Ricky sudah merasa sedikit tenang setelah memandikan dan mengkafani jenazah kakeknya.
Ia mencoba untuk tidak memperlihatkan kesedihannya dihadapan saudara-saudaranya.
*****
Hallo Readers!! π
Author kembali ingin memperkenalkan visual yang kemarin ketinggalanππ»π
Ini visual kakek "Ronald Grissham"
Kemudian ini visual tante "Merry"
Lalu yang ini visual "Helmi"
Kemudian ini visual adik-adik sepupu Ricky ada "Axton, Hugo, Selena, Alena"
Yang ini visual "Tasya (Natasya istri Dimas)"
Ada lagi supaya tidak penasaran, ini visual "Monica (Mantan kekasih Ricky)"
__ADS_1
Terimakasih banyak ya atas dukungan dan semangat dari kalian semua!! ππ»ππ