
Prok...prok...prok tiba-tiba ada suara tepuk tangan yang datang dari arah pintu.
Semua mata langsung melihat ke arah pintu, tak terkecuali Bimo yang masih berlutut.
"Se-Seno?! Kamu kok ada di sini? Bimo berdiri dan memicingkan kedua matanya, karena setahunya, dia tidak memberi tahukan Seno kemana dia pergi tadi.
"Nih, HP yang lo biasa pakai kerja,tertinggal di ruangan lo" Seno melempar ponsel Bimo, lalu menatap tajam ke arah Gladys.Sehingga membuat Gladys beringsut mundur dan sedikit gemetar.
"Jadi, kamu mau menyebarkan photo-photo itu?. boleh! Silahkan Gladys.Tapi kamu juga harus sudah siap menerima kenyataan ,kalau kamu tidak akan mendapatkan simpati sedikitpun dari masyarakat." Seno mendaratkan bokongnya di sofa dan di sudut bibirnya nampak Seno menyeringai sinis melihat ke arah Gladys.
"A-apa maksud mu Seno?.Kamu kirain aku takut? tantang Gladys.
"Yakin, tidak takut?. seandainya kamu sudah melihat ini bagaimana? "Seno mengambil remot tv dan menekan tombol on untuk menyalakan TV.
"Aloha...any body home? aunty cantik is coming! teriak seorang wanita dari luar.
"Sttttt" Semua orang di ruangan itu kecuali Gladys, meletakan jari telunjuk ke bibir masing-masing, sebagai tanda arahan ,agar si pemilik suara,.yang ternyata adalah Amira untuk diam.
"Ups, sorry" Amira cengengesan sekaligus bingung dan penasaran dengan apa yang terjadi.Amira duduk di samping Seno, untuk ikut menyaksikan acara yang sedang ditayangkan di TV.
Di dalam TV, terlihat sedang menayangkan berita tentang seorang model di Prancis yang berasal dari Indonesia, sering mempunyai hubungan gelap dengan pengusaha-pengusaha , bahkan terlihat sering check-in di hotel,untuk mendongkrak popularitasnya sebagai model internasional.
Gladys sangat kaget melihat model yang sedang diberitakan itu, adalah dirinya sendiri.Dia tidak habis pikir bagaimana berita scandal tentang dirinya bisa bocor,padahal selama ini semuanya baik-baik saja.
"Apa maksud semua ini perempuan murahan?" Ibu Sarah refleks menatap Gladys dengan tatapan horor.
"I-itu fitnah!.A-aku ti-tidak pernah ada hubungan dengan siapapun di Prancis.A-aku bersama pengusaha-pengusaha itu murni karena kerja sama saja.Perusahaan mereka memakai aku sebagai model, untuk promosi produksi mereka.Udah itu aja, tidak ada hal lain" Gladys berusaha untuk tetap tenang.Padahal wajahnya kini sudah terlihat panik.
Bimo tidak bergeming melihat apa yang sedang di tayangkan di TV.Antara percaya dan tidak percaya dengan ucapan Gladys.Karena hari itu Gladys bisa membuktikan dengan noda darah,di sprey yang menandakan kalau dia masih perawan.
"Kalian semua bisa menanyakan sendiri ke Bimo,bagaimana keadaan ku saat itu.Apakah aku masih suci atau tidak" Gladys meyunggingkan senyum, merasa mendapat angin segar,untuk membantah semua yang sedang diberitakan itu.
__ADS_1
Bimo merasa semakin tersudut saat ini.Semua mata kini tertuju kepadanya untuk meminta penjelasan.Bimo terdiam,tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi.Dia tidak bisa membantah ucapan Gladys.
"Kamu yakin, kalau itu noda darah Gladys? bukan noda lain? " Seno menyeringai sinis ke arah Gladys.
" Ma-ma -maksudmu aku berbohong? Aku tidak mungkin berbohong masalah begini!." tegas Gladys.
"Baiklah,kalau kamu tidak mau mengakui.Kamu yang memaksaku untuk menunjukkan bukti ini. Kamu siap-siap aja menerima kehancuran mu dys" Seno mengeluarkan sebuah Flashdisc dari sakunya dan melangkah ke arah TV dan mencolokkan flashdisc tadi ke DVD.
5 menit kemudian nampak adegan, dimana empat orang lelaki bertubuh besar membopong Bimo ke dalam sebuah kamar.Setelah itu terlihat kepala Gladys nongol dari dalam kamar celingukan,untuk memastikan apakah ada orang yang melihat aksi mereka sebelum dia menutup pintu dengan rapat.
Seno menekan tombol pause dan menoleh ke arah Gladys yang kini sudah terlihat gemetaran.Keringat dingin kini sudah mengucur di pelipis Gladys.Sedangkan Bimo yang sudah geram, mengepalkan kedua tangannya,berdiri dan hendak melangkah ke arah Gladys.Seno segera menahan Tangan Bimo dan menggelengkan kepalanya dan menyuruh Bimo untuk duduk kembali.
"Kamu masih mau aku menunjukkan hal yang lebih gila lagi dys? " Seno kembali menekan tombol play, dan tampak terlihat di dalam kamar itu, Bimo tertidur dengan pulas.Sedangkan Gladys melakukan hal yang tidak senonoh dengan seorang laki-laki yang dia bayar untuk memuaskannya.
Ketika Gladys hendak membuka semua pakaiannya dan pakaian lelaki itu, Seno langsung, men-skip adegan itu, karena tidak mungkin dia menonton hal begituan,ketika mertua dan mamah angkatnya ada di tempat.
Setelah Gladys selesai melakukan hubungan layaknya suami istri dengan lelaki bayaran itu, Tampak Gladys menuangkan cairan merah ke sprey, dan dia masuk kedalam selimut, bersiap-siap untuk melakukan akting berikutnya.
"Ta-tapi bagaimana bisa ada video di dalam kamar?" Gladys terlihat gugup sekaligus geram.
"Aku akan menuntut hotel itu,kenapa bisa ada video di dalam kamar" Geram Gladys
"Kamu lupa hotel itu milik siapa? dan kamu mau tahu bagaimana aku bisa mengetahui rencanamu? " ucap Seno dengan senyuman sinis yang dari tadi tidak pernah surut dari bibirnya.
Flashback on
"Bim, aku mau ke toilet dulu ya! Seno beranjak menuju tolilet.
Selesai menuntaskan hajatny,seno keluar dari toilet,dan hendak kembali bergabung dengan Bimo.Tetapi sesuatu yang mencurigakan tertangkap matanya.Seno kaget karna melihat ada Gladys di acara pernikahan pak Broto.Dan dia yakin kalau Gladys pasti sedang merencanakan sesuatu.
Dengan hati-hati Seno, melangkah mendekati Gladys,untuk mengetahui apa rencana busuk Gladys.Seno duduk membelakangi dan persis dibelakang Gladys .
__ADS_1
Gladys memanggil seorang pelayan pria,dan menyuruh pria itu untuk,pura-para jatuh kearah Bimo dan dengan cepat memasukan obat tidur ke minunan bimo disaat perhatian semua orang teralih ke arah insiden itu.
Awalnya pelayan itu menolak, dan pergi meninggalkan Gladys yang sedang jengkel.
Seno buru-buru memanggil pelayan tadi, karena sebuah ide,untuk menjebak Gladys kembali,tiba-tiba muncul di pikirannya.
"Psttt, sini kamu! "panggil Seno kepada pelayan tadi.
"Iya pak Seno ada apa? " pelayan itu terlihat takut mendekat kearah Seno.Dia takut kalau dia ada berbuat kesalahan.
"Kamu tidak usah takut,justru aku mengapresiasi tindakan kamu yang menolak perintah gadis itu.Padahal aku tahu,kalau dia menawarkan imbalan yang sangat besar kepadamu!, apa alasan kamu menolaknya?"
"Aku memang sedang membutuhkan uang yang banyak pak, untuk pengobatan ibu, tapi aku tahu kalau aku menggunakan uang itu untuk pengobatan ibu, itu tidak akan membawa berkah.Biar lah aku bekerja dengan keras untuk mendapatkan uang yang halal buat pengobatan ibu. "jawab sang pelayan itu dengan menundukkan kepalanya.
"Ok, baik lah, urusan pengobatan ibumu, nanti aku yang akan tanggung.Sekarang kamu balik ke wanita tadi, kamu pura-pura untuk menerima tawarannya.Dan lakukan apa yang dia perintahkan padamu" titah Seno.
"Tapi pak Seno aku..."
"Tenang, kamu tidak usah khawatir,justru yang kamu lakukan ini untuk menolong pak Bimo.Jadi kamu gak usah khawatir kalau uang yang aku kasih itu tidak berkah" Seno berusaha meyakinkan pelayan tadi.
" Baiklah kalau begitu pak! " Pelayan itu, beranjak dan melangkah kembali mendekati Gladys,untuk berpura-pura menerima tawaran Gladys. Tampak wajah Gladys yang berseri-seri setelah pelayan itu menyanggupi perintahnya.
Sementara itu Seno langsung mencari tahu,kamar yang di booking oleh Gladys.Karena ini salah satu hotel milik Bimo, Seno dengan leluasa bisa meminta kunci cadangan untuk masuk ke kamar Gladys dan dibantu dengan pegawai hotel,Seno memasang video di kamar itu,untuk memantau apa yang akan Gladys lakukan nantinya.
Setelah semua selesai Seno kembali ke ball room dengan berpura-pura seakan tidak ada yang terjadi sama sekali.Ketika Bimo hendak pulang.Seno sebenarnya mengikuti dari belakang,dan ketika Bimo tersungkur jatuh,dia sengaja tidak menolong, dan justru membiarkan empat orang laki-laki suruhan Gladys membopong Bimo masuk kedalam kamar Gladys.
Setelah itu Seno juga langsung masuk ke kamar persis disebelah kamar Gladys.Untuk memantau kali aja Gladys akan berbuat macam-macam nantinya.Dan kalau sampai itu terjadi,Seno bisa dengan cepat untuk menghentikan tindakan Gladys.Tapi sebelumnya Seno menghubungi Tiara dan memberitahukan semua rencananya,agar Tiara tidak khawatir dan meminta Tiara untuk tidak memberitahukan apa-apa terlebih dahulu ke Bimo,sebelum Seno menemukan hal lain untuk menjatuhkan Gladys.
Seno memutuskan untuk tidak pulang juga malam itu.Dan ketika Bimo keluar dari kamar itu dengan keadaan kacau, Seno membuntutinya,untuk memastikan apakah Bimo sampai di rumah dengan selamat.
TBC
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya gaes.like,vote dan komen. Please kasih juga dong bunga Rose nya sama Author.,karena jujur Author juga penyuka bunga Rose lho😁😁