
Mobil Dion telah sampai diparkiran Club. Dan Bella langkah turun dan dengan langkah cepat masuk kedalam.
Dion mengejarnya dengan cepat dan menghentikan langkahnya.
"Arabella tunggu!" Ucap Dion sambil menarik tangan Bella untuk menghentikan langkahnya.
"Jangan menyentuhku!!" Ucap Bella sambil menghempaskan tangan Dion dan menatapnya tajam.
"Sorry! Aku hanya ingin kamu menungguku supaya tidak tersesat saja!" Ucap Dion dengan wajah datarnya.
"Kalau begitu cepat kamu duluan yang jalan!!" Ucap Bella memerintah Dion masih dengan amarahnya.
Dion menghela nafasnya kemudian melangkah mendahului Bella. Bella mengikutinya dari belakang.
Mereka berjalan menuju ruang VIP dan Bella merasa bingung kemudian menarik jaket Dion dari belakang.
"Ada apa?" Tanya Dion saat menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Bella.
"Kamu mau membawaku kemana?? Awas kalau kamu berani macam-macam denganku!!" Tanya Bella dengan marah dan panik saat Dion mengajaknya berjalan melewati koridor dengan banyak pintu seperti kamar kost-kostan menurut Bella.
"Mana mungkin aku macam-macam dengan istri serigala!! Kamu ini jangan berpikiran buruk tentangku!!" Ucap Dion dengan menatap tajam kepada Bella membuat Bella menciut karena takut dengan tatapan Dion yang seperti ingin membunuhnya.
"Jangan marah! Aku hanya bercanda! Ayo cepat tunjukkan dimana serigalaku!!" Ucap Bella dengan tersenyum kaku kemudian kembali galak memerintahkan Dion.
Dion mendengus kesal kemudian kembali melangkah menuju ruang VIP. Dion membuka ruang tersebut dan dengan cepat Bella mendorong Dion lalu ia menerobos masuk kedalam.
Dion menghela nafasnya sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah Bella.
"Ricky!!" Bella berteriak memanggil suaminya yang sedang duduk ditemani wanita yang sangat sexy yang sedang menuangkan minuman ke gelasnya.
Disana juga ada Leo yang dari tadi menemaninya. Leo langsung bangkit dari tempat duduknya saat melihat Bella masuk.
Ricky yang sudah banyak mainum ia sudah mabuk dan tidak menghiraukan teriakan istrinya.
Dengan menghentakkan kakinya Bella berjalan mendekati suaminya. "Minggir kalian!! Jangan dekat-dekat dengan suamiku!!" Ucap Bella dengan penuh emosi sambil menyeret dua wanita sexy yang duduk disamping kanan dan kiri suaminya.
__ADS_1
Dion dan Leo kemudian segera menyuruh dua wanita itu keluar.
"Kenapa kamu membiarkan mereka menemani Ricky??" Tanya Dion dengan menahan suaranya menatap tajam Leo.
Leo hanya mengedikkan bahunya dan mendengus kesal kemudian duduk kembali dan minum.
Dion menghela nafasnya kemudian mengacak-acak rambutnya sendiri.
"Ricky!! Kamu benar-benar keterlaluan!!" Ucap Bella sambil memukul-mukul lengan suaminya dengan sangat marah.
"Hentikan!!" Ucap Ricky dengan membentak istrinya dan menatap tajam kearahnya.
Bella terkejut dan langsung terdiam dengan menatap suaminya tidak percaya karena suaminya membentaknya dengan keras.
Ricky kemudian kembali meminum minumannya.
"Ricky sudah cukup! Kamu sudah banyak minum!" Ucap Leo yang dari tadi berusaha menghentikan Ricky namun Ricky tidak mendengarkannya malah mengajaknya berkelahi hingga Leo harus menghubungi Dion untuk membantunya.
"Biarkan saja dia minum!! Aku juga akan menemaninya minum!!" Ucap Bella dengan penuh penekanan kemudian meraih botol yang berisi red wine masih penuh dan langsung menenggaknya.
Dion dan Leo melongo melihat Bella yang langsung menenggak red wine dari botol.
Bella yang sedang sangat emosi dan telah meminum red wine setengah botol lebih merasa berani menatap suaminya dengan nafas yang memburu.
"Pulanglah!!" Ucap Ricky menyuruh istrinya pulang dengan tegas dan menatapnya.
"Tidak mau!!" Ucap Bella dengan menatap suaminya.
Leo dan Dion menghela nafasnya bersamaan dan memilih untuk diam tidak ikut campur.
"Aku bilang pulang!! Jangan membuatku semakin marah!!" Ucap Ricky dengan wajah garangnya menatap tajam istrinya.
"Kenapa?? Kamu mau marah kepadaku?? Aku juga sangat marah kepadamu!!" Ucap Bella dengan menatap Ricky dengan melotot.
Ricky kemudian beranjak menuju kamar mandi. Ia membasuh wajahnya dengan air didalam kamar mandi. Meski ia mabuk namun ia masih merasa sadar hanya saat mabuk ia tidak bisa mengontrol emosinya.
__ADS_1
Ia tidak mau kalau sampai semakin emosi menghadapi istrinya hingga menyakitinya jadi ia menghindari istrinya.
"Arabella, sebaiknya aku antar kamu pulang saja! Saat ini Ricky sedang banyak pikiran jadi beri waktu kepadanya sebentar!" Ucap Dion mencoba membujuk Bella supaya tidak terjadi pertengkaran lebih lanjut diantara mereka.
"Apa kamu bilang?? Aku ini istrinya dan kalian menyuruhku untuk pulang lalu membiarkan suamiku bersama wanita-wanita sexy seperti tadi hah???" Tanya Bella dengan menggebu-gebu dan sangat marah kepada Dion.
"Dion, sudahlah biarkan saja! Kita tidak usah ikut campur urusab rumah tangga mereka!" Ucap Leo sambil menarik tangan Dion untuk duduk kembali.
"Kau ini!! Aku hanya tidak mau kalau sampai Ricky hilang kendali dan menyakiti istrinya!!" Ucap Dion dengan geram sambil menahan suaranya.
Kemudian Ricky keluar dari kamar mandi dan duduk lalu meraih tangan istrinya untuk duduk dipangkuannya.
Bella menolak dan ia menjatuhkan dirinya disofa disamping suaminya karena kepalanya terasa pusing. Sepertinya Bella sudah merasa mabuk.
Suasana menjadi hening. Ricky menoleh kearah istrinya yang menyandarkan kepala dan tubuhnya kesofa.
"Kau sudah merasa pusing?? Mau minum lagi?? Kalau mau, habiskan semua minuman ini!!" Ucap Ricky dengan emosi sambil menoleh dan menatap istrinya yang sudah terlihat mabuk.
Bella terdiam dan tidak menjawab ucapan suaminya. Kepalanya benar-benar merasa pusing dan matanya semakin berat, ia pun tertidur.
"Ricky, sebaiknya bawa pulang saja istrimu! Kondisinya masih lemah! Dia sangat mengkhawatirkanmu!" Ucap Dion dengan serius menatap Ricky.
"Seharusnya aku menemaninya dirumah sakit, tapi aku malah pergi kesini!" Gumam Ricky sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
Ricky kemudian segera menggendong istrinya dan membawanya keluar dari Club tersebut diikuti oleh Dion dan Leo juga para pengawal dibelakangnya.
Ricky membawa pulang istrinya ke rumah orang tuanya. Sesampainya dirumah orang tuanya, Ricky kembali menggendong istrinya masuk kedalam.
Helmi dan Sofia yang duduk diruang keluarga melihat kedatangan menantunya yang sedang menggendong Bella masuk dan naik keatas hanya diam dan membiarkannya.
"Yah, kenapa masalah menjadi semakin rumit? Ibu tidak tega melihat mereka selalu dalam masalah seperti ini!" Ucap Sofia sambil menggendong Ariella.
Helmi hanya menghela nafasnya tidak menjawab ucapan Sofia. Kemudian Dion dan Leo masuk dan menyalami mereka dengan sopan lalu duduk bersama mereka.
Helmi menanyakan tentang masalah yang sedang dihadapi oleh Ricky yang selalu melibatkan Bella, sejujurnya Helmi sangat takut dan khawatir dengan putrinya kalau sampai terjadi apa-apa dengannya.
__ADS_1
Bagaimana pun juga Bella adalah putrinya dan putri semata wayangnya. Meski kehidupannya sekarang sudah jauh berbeda dengan memiliki seorang menantu seperti Ricky, namun semakin kesini kehidupannya menjadi merasa tidak tenang.
Dion dan Leo pun berusaha menenangkan hati orang tua Bella kalau semua masalah yang dihadapi oleh Ricky sebentar lagi akan segera berakhir.