YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Aarash Kecelakaan


__ADS_3

"Mbok,sepertinya bunda sikembar masih lama, kami pamit dulu aja ya mbok.Lain kali kami kesini lagi" ujar Bimo, yang memang dari dulu tidak suka dengan yang namanya menunggu.


"Oh gitu ya den? ya udah deh den gak apa-apa"


"Tolong sampaikan salam dan maaf kami ya mbok, karena lama ngantar si kembar pulang"


"Oh iya den,nanti mbok sampaikan".


Bimo dan Seno melangkah ke luar dan masuk kedalam mobil,setelah melambaikan tangan,Seno langsung mengemudikan mobil dan berlalu dari tempat itu.


"Ibu,Aarash dan Aariz udah pulang ya?" Tiara tiba-tiba muncul dan membuat mbok Sumi sedikit terlonjak karena kaget.


"Udah ra, tuh udah tidur dikamar, kayanya mereka kecapean".


"Lho, yang ngantar tadi siapa bu?"


"tadi diantar sendiri sama den Bimbim sama temannya.Tadinya mereka nungguin kamu, untuk minta maaf karena sudah lama ngantar si kembar pulang.Tapi ,kamu lama mandinya, jadi mereka pamit pulang"


Aduh, gitu ya bu? aku jadi gak enak ni! Tadi Tiara sedikit luluran bu, makanya lumayan lama.Padahal aku tuh penasaran banget mau kenal sama si Bimbim itu bu, kok bisa sikembar cepat akrab sama dia!" ujar Tiara dengan mimik menyesal.


" Ya udah, mungkin belum saatnya ketemu nak,lain kali katanya dia akan kesini lagi".


"Oh gitu ya bu?, ehmm kita masuk aja ya bu,ntar ibu masuk angin lagi" ajak Tiara sambil menggandeng tangan mbok Sumi.


*****


Langit sudah mulai terang walaupun matahari masih malu- malu untuk menampakan wujudnya.Sudah menjadi rutinitas Tiara, yang harus bangun awal pagi, untuk menyiapkan sarapan dan bekal kedua anaknya sekolah.


Untuk melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya, Tiara sudah membayar seseorang yang datangnya pagi dan akan pulang di sore hari, agar mbok Sumi tidak kecapean.


Aarash dan Aariz yang memang sudah terbiasa mandiri, kini sudah terlihat lengkap dengan segala atribut sekolahnya.Mereka sudah siap untuk menikmati sarapan yang sudah disiapkan Tiara.


"Good morning bunda" ucap keduanya sambil mencium pipi Tiara seperti biasanya.


"Good morning love, are you both ready for school?"


"of course bunda"


"Hari ini bunda sepertinya sedikit sibuk ya nak, jadi nanti bunda jemputnya sedikit lama, tidak apa-apa kan nak?


"Nggak pa-pa bunda," ucap sikembar

__ADS_1


"Ya udah sekarang bunda siap-siap dulu ya.kalian habiskan sarapannya.Bunda hanya sebentar aja kok."


"ok bun"dengan jari jempol dan telunjuk membentuk huruf o.


****


Ternyata dugaan Tiara, kalau Dimas akan mundur setelah tahu yang sebenarnya salah. Dimas terlihat datang ke restoran yang dikelola oleh Tiara, dengan sebuket bunga mawar merah ditangannya.


"Hai cantik, ini buat kamu" ucap Dimas tersenyum sambil menyodorkan sebuket mawar merah tadi ke arah Tiara".


"Ehm, kayanya gak perlu harus begini kak Dimas.Kaka gak usah repot-repot buat bawain bunga segala"


"Buat kamu,kaka gak repot kok Bill. cuma bunga ini.Jangankan bunga, hati ku sepenuhnya akan ku berikan buat kamu" gombal Dimas.


"Ihh ka Dimas mah bisa aja,kalau hatinya semuanya dikasikan ke Billa, nanti buat orang tua dan keluarga lainnya apa dong?"


Dimas hanya bisa tersenyum malu,tidak tahu lagi mau ngomong apa.


"Ngomong-ngomong ka Dimas ngapain ke sini?"tanya Tiara to the point.


"Aku cuma kangen aja sama kamu Bill!, Jujur kaka gak bisa lupain kamu. Aku tidak perduli dengan masa lalu mu,aku juga tidak perduli dengan statusmu.Yang aku tau,kalau aku sangat mencintaimu" Dimas berbicara dengab semangat sambil memandang kedua mata Tiara dengan penuh cinta.


Tiara menghembuskan nafasnya,dia tidak mengerti lagi bagaimana caranya agar Dimas tidak mengharapkannya lagi.


"Aku tidak perduli dengan tanggapan mereka"


"Tapi aku perduli ka, aku sudah pernah merasakan bagaimana sakitnya jadi orang yang tidak dianggap di keluarga sendiri.Aku tidak mau hal itu terjadi lagi nantinya"


" Mungkin awalnya akan susah bagi keluarga ku untuk menerima mu,tapi dengan sedikit perjuangan,aku yakin, mereka akan menerima kamu dan akan menyayangi kamu"


"Ka, aku memang terharu dengan cinta dan perjuangan kaka, tapi maaf ka, jujur aku belum bisa mencintai kaka.Kaka berhak mendapatkan wanita yang bisa memberikan hati nya dengan tulus kepada kaka,dan yang pastinya wanita itu bukan aku.Aku harap ka Dimas bisa mengerti" ucap Tiara


"Tapi aku tetap tidak akan menyerah Bil.Aku akan tetap berusaha untuk memenangkan hatimu." tegas Dimas penuh keyakinan.


****


Sementara itu, Seno sudah mendapatkan alamat cabang restoran milik Sinta, yang dikelola oleh Tiara.Dia berniat memberitahukan dan mengajak Bimo ke alamat tersebut.Tapi tertunda karena begitu dia masuk,ternyata ada ibu Sarah dan Amira di dalam ruangan Bimo.


" Bisa nggak mah, besok saja? Aku soalnya ada urusan penting sama Seno"


"Iya mah, Amira juga tidak apa-apa kalau besok aja perginya" timpal Amira, yang sudah mengganti sebutan tante jadi mamah karena paksaan ibu Sarah.

__ADS_1


"Nggak ada besok-besok,pokoknya harus sekarang.pernikahan kalian tinggal 3 minggu lagi.jadi hari ini, mau tidak mau kalian harus fitting baju pengantinnya".


"Tapi mah! "


"no tapi-tapi Bim.Masih banyak yang harus dipersiapkan bim, undangan juga belum di sebarkan,ayo buruan kita jalan." ucap ibu Sarah tidak mau di bantah.


"Bim, gue kayanya gak harus ikut ya! kalian bertiga aja soalnya saya ada hal yang harus di kerjakan" ujar Seno yang merasa perih di dalam hatinya, begitu mendengar kalau Bimo dan Amira akan fitting baju pengantin.


Bimo yang mengerti bagaimana perasaan Seno saat ini hanya bisa menghela nafasnya dan akhirnya pergi tanpa Seno.


"Oh God, Aku mohon keajaiban mu" bisik Bimo kepada dirinya sendiri.


***


Sementara itu,Aarash dan Aariz memutuskan untuk pulang sendiri.Sifat Bimo kayanya menurun ke diri kedua anak itu yang tidak bisa sabar menunggu. Tanpa mereka sadari sepasang mata sudah mengintai mereka berdua dari dalam mobil.Pemilik sepasang mata itu tiba-tiba melaju dengan kencang hendak menabrak sikembar.Aarash yang melihat mobil yang melaju kencang itu,refleks mendorong Aariz adiknya,dan Sialnya justru dia yang tertabrak.Dan sipenabrak kabur begitu saja meninggalkan Aarash yang tergeletak di jalanan.


"Aarashhhhh" jerit Aariz sambil menangis histeris.


Orang-orang yang berada disekitar sudah berkerumun,tapi tidak ada yang berani mau menolong.Padahal Aariz sudah menangis memohon agar ada yang mau membawa sang kakak ke Rumah sakit.


"Mah, kayanya didepan ada kecelakaan! kita turun dan coba lihat ya" ucap Bimo yang kebetulan melintas di daerah itu.


Bimo turun dan kaget melihat siapa korban kecelakaan itu.Refleks dia mengendong Aarash yang sudah berlumuran darah ke dalam mobil.


"ke kenapa Aarash Bim, kenapa? " Ibu Sarah menangis histeris.


"Dia kayanya korban tabrak lari mah, kita harus segera bawa ke rumah sakit" ucap Bimo panik


"oma, ka Aarash di tabrak orang" tangis Aariz.


"bunda, ka Aarash di tabrak orang bunda, maaf ini salah kami yang tidak sabar nunggu di jemput sama bunda" tangis Aariz sambil memeluk Amira yang di kiranya Tiara. Sehingga membuat Bimo yang sedang menyetir dan Ibu Sarah kaget dan bingung.


"Eh, aku bukan bunda kalian nak, kamu salah orang" ucap Amira juga kebingungan.


Aariz melihat dengan seksama ke arah Amira. Mungkin karena naluri yang kuat,diapun menyadari kalau orang yang dipeluknya bukan bundanya.


"Maaf tante, Aariz kira in bunda,soalnya tante mirip sekali sama bunda".ucap Aariz yang membuat Amira melebarkan matanya dan melihat Bimo yang juga melihatnya dari kaca spion.


**to be continue


please like,vote dan komen ya guys

__ADS_1


mohom kritik dan sarannya juga.thank you**


__ADS_2