
Suasana kota Paris dari sore hari menjelang malam semakin menunjukkan kemolekannya.Memang tak bisa dipungkiri suasana romantis di kota ini, makin terasa di malam hari. Memang pantas,kota ini dijuluki sebagai kota cahaya atau the city of the light.
Menjelang sore hari, lampu-lampu jalanan mulai menyala.Suasana yang tadinya ramai, berganti dengan suasana yang syahdu dan temaram.Bimo mengajak Tiara untuk berjalan-jalan di sekitar Notre Dame.Wajah Tiara terlihat bahagia dan takjub melihat keindahan kota Paris dengan nyata.Tangannya dari tadi tidak pernah lepas dari tangan Bimo yang menggenggamnya sangat erat,seakan takut Tiara akan hilang.
Tiara berjalan dengan sangat semangat seakan tidak merasakan lelah sama sekali. Padahal kaki Bimo saat ini sudah sangat lelah, betis kakinya sudah mulai terasa sakit.Tapi dia tidak mau menunjukkan rasa lelahnya di hadapan Tiara.Dia tidak mau dianggap lemah.
"Wanita itu memang, benar-benar ajaib dan kuat.Tiap hari bawa 2 gunung, satu petak sawah aja masih kuat jalan jauh.Lah ,laki-laki cuma bawa satu biji, buah pisang dan dua telur aja, udah tepar " Bisik Bimo pada dirinya sendiri sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Yang, kita cari tempat untuk makan malam dulu yuk! "ucap Bimo yang merasakan perutnya sudah mulai bernyanyi
"Sebentar lagi ya sayang! " sahut Tiara yang masih merasa enggan meninggalkan tempat itu.
"Yang, cacing di perut juga makhluk hidup, mereka juga butuh makan yang, kasihan mereka dari tadi udah menyanyi"
"Belum juga menangis sayang.Kalau masih bernyanyi itu tandanya mereka lagi bahagia, dan mereka belum lapar" sahut Tiara dengan santai.
"Hah? " Bimo melongo dengan jawaban ajaib yang keluar dari mulut istrinya.
"Iya yang! Kalau mereka ada yang menangis pun, belum tentu kalau mereka lagi lapar.Kamu tanya dulu kenapa mereka bisa menangis, kali aja kan, ada cacingnya yang lagi patah hati, makanya menangis"
" Udah gak iya lagi ini, kalau debat begini, sampai Presiden Sukarno reinkarnasi juga gak bakal menang gue" batin Bimo pasrah.
"Aku yang sudah lapar nih yang" ucap Bimo dengan muka yang betul-betul minta dikasihani.
"Bilang dong kalau kamu yang lapar, jangan bawa-bawa nama cacing, fitnah itu namanya. Ya udah yuk! "
"Ihh, nyebelin baget sih istri gue! untung gue cinta" gumam Bimo.
*****
Bimo dan Tiara memasuki sebuah restaurant yang menyajikan menu steak yang lezat.Karena selera mereka berdua sama, maka mereka memesan menu yang sama. Bimo yang kelaparan sangat menikmati makanannya, karena disamping penyajiannya yang estetik juga cita rasanya yang sangat memanjakan lidah Bimo.
"Yang, aku ke toilet dulu, mau pipis" ucap Tiara pelan,seperti takut didengar orang lain.
__ADS_1
"Gak usah pelan banget ngomongnya yang! mereka juga gak bakal ngerti kamu ngomong apa! sahut Bimo.
"Oh, iya ya! lupa yang" Tiara tersenyum cengengesan.
" Ya udah yang sana, apa perlu aku temenin?"
"Gak usah yang,kamu di sini aja" Tiara berdiri dan beranjak meninggalkan Bimo.
Bimo berulang kali melihat ke arah toilet berada. Karena sudah hampir 15 menit, Tiara belum juga kembali dari toilet. Bimo berdiri dan hendak menyusul Tiara. Tapi ketika dia hendak melangkah, tiba-tiba ada tangan yang memeluknya dari arah belakang, sehingga Bimo sedikit terlonjak kaget.
Bimo mencium aroma parfum, yang biasa dipakai oleh Tiara.Dia tersenyum sumringah dan bahagia, karena seumur-umur baru kali ini Tiara mau memeluknya di depan umum.
"Sayang, kangen atau takut ditinggal nih?" Tanya Bimo dengan nada menggoda tanpa menoleh kebelakang.Karena tidak ada jawaban sama sekali, Bimo memutar badannya dan menoleh kebelakang.Matanya membulat dengan sempurna melihat orang yang telah berani memeluknya dari belakang.
"G-Gladys! " Seru Bimo kaget dan gugup.
"Iya Bim, aku kangen baget sama kamu! ucap wanita yang ternyata Gladys, wanita yang ingin dihindari dan tidak diharapkan untuk bertemu oleh Bimo.Gladys berusaha untuk memeluk Bimo kembali.Tapi Bimo menepis tangan Gladys.
"Kenapa Bim? kamu gak kangen sama aku? ayolah Bim,gak usah malu, kamu kesini nyusulin aku kan? ucap Gladys percaya diri.
"Untuk apa Bim? "
"Ya ampun, sorry aku mau pergi dulu! ucap Bimo dengan panik.
"Kamu mau kemana Bim? " Cegat Gladys, mengahalangi Bimo pergi.
"Aku mau lihat istri ku dulu ke toilet" Bimo menyingkirkan tubuh Gladys dari hadapannya dan buru-buru melangkah untuk menyusul Tiara.
Mendengar kata istri keluar dari mulut Bimo, Gladys terpaku tidak bergeming.Mulutnya sedikit menganga,tidak percaya apa yang baru saja didengarnya.
"Istri? aku gak salah dengarkan tadi? gak mungkin Bimo sudah menikah.Bimo itu cinta mati sama aku! tidak, dia ngomong gitu pasti karena takut sama tante Sarah .Ya , pasti gara-gara itu ." batin Gladys percaya diri, mengeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya.
Gladys sedikit berlari mengejar Bimo,dia tidak mau kehilangan jejak Bimo, dia juga mau membuktikan kebenaran ucapan Bimo barusan.
__ADS_1
Sementara itu Bimo sama sekali tidak menemukan keberadaan Tiara dimana-mana.Dia sudah mencari ke toilet tapi Tiara tidak ada sama sekali di sana. Bimo kini nampak sudah sangat frustasi,dia takut kalau terjadi apa-apa sama Tiara.
Bimo bertanya pada orang-orang yang ditemuinya di sepanjang jalan.
"excuseme madam, did you ever see this woman arround here? "tanya Bimo.
"Emm, Sorry sir, i didn't she her! may i know who is she? "
"She is my wife, i just lost her and i Couldn't find her anywhere"
"Oh, i am sorry to hear that.Hopely you"ll find her soon!
"Thank you madam! Bimo melangkah kembali menyelusuri jalan, Bimo kini sangat khawatir.Tiara baru saja ada di negara ini, dan dia sama sekali tidak tahu tempat ini.
"Sayang kamu dimana sih? Jangan-jangan kamu melihat Gladys memeluk ku.Kamu pasti salah paham sayang! " batin Bimo dengan wajah yang terlihat frustasi.
Dari jauh terlihat Gladys mulai mendekat,dia hampir saja kehilangan jejak Bimo,dan dia tidak mau kalau sampai itu harus terjadi.
Bimo kini berada disebuah taman, dia berharap, dia bakal menemukan Tiara disana.Sayup-sayup, telinga Bimo seperti mendengar suara seseorang yang tengah menangis.Bimo mencari arah suara itu, dan dia langsung bernafas dengan lega begitu melihat siapa yang sedang menangis di sebuah kursi panjang di sana.
"Yang, kamu disini rupanya, aku mencari kamu kemana-mana!" Bimo memeluk Tiara dengan erat, lega seakan himpitan batu dari tubuh nya terangkat dari tubuhnya.
"Ngapain kamu perdulikan aku? kamu kesana aja, mesra-mesraan sama Gladys! Tiara berusaha memberontak dari pelukan Bimo dan masih terisak-isak menangis.
"Kamu salah paham sayang!, aku gak tau ada Gladys di sana,tiba-tiba aja dia memeluk ku dari belakang" Jelas Bimo.
"Iya, tapi kamu kan menikmatinya!"
"Aku kirain itu kamu yang, tapi setelah aku tahu kalo itu bukan kamu, aku langsung melepaskannya kok! kalau gak percaya kita bisa minta restoran itu untuk menunjukkan CCTVnya" Bimo masih berusaha membujuk Tiara.
"Bimo, ternyata benar kalau kamu sudah menikah? kamu jahat Bimo, padahal aku kesini hanya untuk memantaskan diri agar bisa bersanding denganmu " Gladys tiba-tiba muncul dan berteriak histeris.
TBC
__ADS_1
Jangan lupa untuk like, rate,vote dan komen.Thank you🥰🥰