YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Penangkapan Deni dan Sherly


__ADS_3

Sherly turun dari mobil dan dengan tergesa-gesa, menuju ruangan suaminya , di perusahaan Hartono group.Dia membuka pintu ruangan itu dengan cukup keras.Tapi entah kemana suaminya pergi. Ruangan itu tampak kosong, meninggalkan aroma parfum sang suami.


Sherly menghubungi ponsel suaminya, tapi tidak ada jawaban. "Kemana sih dia? gak tau apa kalau sekarang keadaan sangat genting? arghhhhh! " Sherly membantin sambil menggusak rambut cantiknya. Setelah itu dia merapikannya kembali.


Sherly akhirnya mendaratkan tubuhnya, duduk di sofa untuk menunggu suaminya kembali. Tidak sampai 15 menit, suara decitan pintu yang dibuka oleh seseorang, mengalihkan perhatian Sherli dari ponsel yang dipegangnya kini.


Dia melihat suaminya masuk dengan wajah yang kecut dan terlihat frustasi.


"Sayang, sejak kapan kamu disini? bukannya kamu lagi arisan? " Deni menyapa Sherly, berusaha untuk tetap tersenyum di depan istrinya itu.


"Papah, dari mana aja sih? Mamah sudah lebih sejam nungguin Papah disini.Lagian ponsel Papah kok gak bisa dihubungi sih? " ucap Sherly melebih-lebihkan.


"Papah, tadi lagi rapat dengan semua dewan direksi dan pemegang saham,Mah! Perusahaan ini benar-benar colaps sekarang. Semuanya berhenti ber-investasi dan bahkan menarik investasi yang sudah sempat mereka tanam diperusahaan kita." Deny tidak bisa menyimpan lagi kegundahan hatinya. Dia menjatukan dirinya di sofa dan menyenderkan tubuhnya di sandaran sofa itu, sambil menutup wajahnya dengan bantal sofa itu.


"Mamah yakin, kalau ini semua terjadi pasti. karna perbuatan Bimo! "


Deni menyingkirkan bantal itu dari wajahnya dan menatap wajah istrinya dengan kening berkerut. " Mah, kamu tidak boleh asal menuduh! Cindy memang telah melakukan kesalahan yang sangat fatal. Tapi setahu aku, Bimo itu profesional, dan tidak mungkin mencampur adukkan masalah perusahaan dengan masalah pribadi." Deni menyangkal ucapan istrinya.


"Ini bukan masalah Cindy Pah, tapi ini masalah Laura! Mereka sudah tahu, kalau Ayu itu Laura, dan bahkan Laura kini sudah jadi menantu di keluarga Bimo.Aarash sudah menikahinya , Pah! " tutur Sherly dengan wajah yang sangat panik.

__ADS_1


Deni sontak berdiri dari tempat duduknya dan menatap istrinya dengan tatapan ragu.


"Kamu tidak sedang mendongeng kan Mah? dari mana kamu tahu semua itu?"


"Aku serius,Pah! Tadi aku ketemu mereka di restoran tempat Mamah arisan. Dan Mamah mendengar sendiri kalau Tiara memanggil Ayu, Laura dan dia juga mengatakan langsung ke Mamah kalau Laura sudah menikah dengan Aarash. Tadi Mamah refleks mendorong Tiara karena sudah mempermalukan Mamah di depan teman-teman arisan Mamah. Tapi, tidak sengaja Mamah mendorong Tiara ke arah Laura, sehingga yang terjatuh itu Laura Pah! " jelas Sherly panjang lebar, yang membuat Deni sekarang semakin panik.


"Ini masalah serius Mah! sepertinya mereka sudah mencurigai kita, yang menjadi dalang atas kematian Ka Ardian dan Kaka ipar.Mereka mungkin selama ini sudah mencari bukti-bukti untuk menangkap kita. Kita tidak boleh tinggal diam Mah. Kita harus pergi jauh dari kota ini" Deni menarik tangan Sherly istrinya dan dengan tergesa-gesa keluar dari ruangan kantor itu.


Mereka memasuki mobil masing-masing dan berniat untuk menjual mobil Sherly terlebih dahulu, lalu pulang sebentar untuk mengambil semua barang berharga yang ada dirumah mereka ,termasuk sertifikat rumah dan tanah yang sampai saat ini masih atas nama Ardian, Papahnya Laura.


Setelah mereka sudah menyelesaikan semua yang sudah direncanakan tadi, mereka berdua langsung bersiap-siap untuk meninggalkan rumah itu dengan segera. Akan tetapi mereka kurang cepat. Di depan pintu sudah ada Bimo, Seno dan beberapa polisi yang bersiap untuk managkap kedua manusia serakah itu.


Ya... Seno yang tadinya berniat untuk pulang, meminta jatah pada Amira istrinya, mau tidak mau harus mengurungkan niatnya.Karena tiba-tiba orang suruhannya melaporkan, kalau bukti yang sangat akurat penyebab kecelakaan, yang menimpa besan Bimo sudah didapatkan. Dengan segera,dia pun langsung menghubungi Bimo, untuk segera melakukan tindakan pada Deni dan istrinya, sebelum mereka kabur.


Wajah Deni dan Sherly semakin pucat, begitu melihat sosok seorang laki-laki suruhan mereka dulu, untuk merusak rem mobil Kakak angkatnya itu.


"Apa anda mengenal laki-laki ini ,Pak Deni? Apa wajahnya lebih menakutkan dari hantu, sehingga wajah anda sangat ketakutan melihatnya? Sindir Seno.


"Ok, aku tidak mau lagi berbasa-basi! Pak polisi aku mau kalian tangkap mereka! Karena mereka adalah dalang dari kecelakaan, yang mengakibatkan kematian Pak Ardian Hartono dan istrinya " titah Bimo dengan penuh ketegasan.

__ADS_1


"Itu tidak benar, Pak polisi. Mereka itu sedang mengfitnahku! Tidak mungkin aku mau mencelakai Kaka saya sendiri! Deni berusaha membela diri dan diangguki oleh Sherly istrinya.


"Oh, ya? kenapa tidak mungkin Pak Deni? Anda hanyalah anak angkat, dan anda dengan tidak tahu dirinya ingin menguasai sendiri,semua harta keluarga Hartono, karena hasutan oleh istri kamu yang serakah ini. Selama ini, Ardian telah membantu kamu, dan memberikan sebuah perusahaan untuk kamu kelola, tapi karena untuk memenuhi kebutuhan istrimu yang suka berfoya-foya ini, semua uang perusahaan juga kamu gunakan untuk bisa memenuhi kebutuhan mewahnya. Sehingga perusahaan mu selalu merugi. Ardian sudah berkali-kali membantumu, untuk bangkit kembali,tapi kamu tidak pernah berubah. Karena itulah, perusahaan yang kamu kelola itu diambil balik oleh Ardian. Kamu tidak terima dan kamu menganggap Ardian tidak adil pada mu. Tapi, sebenarnya, walaupun dia mengambil alih perusahaan itu, dia tidak pernah mengubah nama kepemilikannya.Perusahaan itu tetap atas nama kamu, dan hasilnya sebagian di kasih ke kamu untuk kelangsungan hidup keluargamu dan sebagian lagi,dia simpan sebagai tabungan masa depanmu. Dan karena hasutan istrimu ini, kamu menyuruh laki-laki itu untuk mensabotase mobil yang dikemudikan oleh Ardian dan keluarganya. " ucap Bimo dengan lantang dan jelas.


" Kamu bohong kan Pak Bimo? Ka Ardian tidak pernah memberitahukan aku tentang ini semua!Jadi bagaimana bisa anda mengetahui itu semua? Deni menatap Bimo dengan kening yang berkerut. Dia belum benar-benar belum bisa percaya penuh,dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Bimo.


"Aku tahu semua dari pengacara pribadi Ardian. Dan kalau kamu tidak percaya, ini surat kepemilikan perusahaan yang masih mengatas namakan namamu dan buku tabungan yang di simpan oleh Ardian selama ini." Bimo menyerahkan surat-surat itu ke tangan Deni.


Deni tiba-tiba tersungkur dan menangis histeris, begitu mengetahui kenyataan kalau Kakanya Ardian begitu menyayanginya dan selalu tetap memikirkan masa depannya. Dengan sorot mata yang tajam, dia menoleh ke arah Sherly istrinya. " Ini semua , gara-gara kamu! Kamu yang menyebabkan aku membenci Kakaku sendiri. Kamu yang telah merencanakan ini semua,dan bodohnya, aku malah menyetujui rencanamu. Kamu memang wanita iblis! Aku tidak tahu, kenapa aku bisa mencintai wanita sepertimu!" Teriak Deny seraya menunjuk-nunjuk wajah Sherly.


"Hei, kenapa kamu menyalahkan ku? yang jelas kamu juga ikut terlibat! " Sherly balik membentak Deni suaminya.


"Stop! kalian berdua sekarang harus ikut ke kantor polisi! Ayo, bawa mereka ke mobil! " perintah salah satu polisi ke bawahannya.


Polisi-polisi itu langsung menangkap tangan Deni dan Sherly. Deni terlihat pasrah sedangkan Sherli berteriak-teriak, minta dilepaskan.


Tbc


Jangan lupa, like, vote, rate dan komen ya gais. Thank you

__ADS_1


__ADS_2