
Bulan dan bintang-bintang kembali ke peraduannya, mereka menghilang seiring munculnya mentari yang masih malu-malu mulai menampakan sinarnya.
Situasi di villa masih terlihat sepi,karena penghuninya masih berada di dunia mimpi, ditambah dengan cuaca yang dingin, membuat mereka semua masih betah untuk bergelung di bawah selimut.
Tiara yang sudah terbiasa bangun pagi, menggeliat dan melihat jam, yang ternyata sudah menunjukkan pukul 06.30.Dia menoleh kesebelahnya,tampak Amira masih tertidur dengan nyenyak.mulutnya agak sedikit mangap,membuat jiwa usil Tiara sedikit meronta.Dengan segera dan hati-hati dia mengambil gambar Amira, setelah di edit sedikit, Tiara langsung mengirimkannya ke Seno.
Dengan sedikit cekikikan, Tiara beranjak bangun,menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.Ternyata semuanya memang sudah direncanakan dengan baik,sampai-sampai pakaian ganti mereka pun sudah di siapkan.
Satu jam kemudian satu persatu penghuni villa itu pun bangun.Setelah sarapan, mereka mutuskan untuk kembali ke Jakarta dengan mobil masing-masing.Tiara ikut mobil Bimo,sedangkan si kembar sudah dari tadi diculik oleh ibu Sarah.
"Sayang, emang pernikahan yang bagaimana yang kamu impikan selama ini" tanya Bimo memulai percakapan.
" Jujur, semenjak kejadian itu, aku tidak pernah lagi mempunyai pernikahan impian,karena aku merasa gak layak untuk itu.tapi, dulu sebelum kejadian itu,aku selalu mempunyai impian menikah seperti pernikahan di Fairy tale.Apakah aku masih layak untuk memiliki impian seperti itu bim?
ckittt
Bimo me-rem mendadak dan langsung memeluk Tiara.Perasaan bersalahnya kembali menyeruak, mendengar perkataan Tiara.
"Kamu layak, kamu sangat layak untuk itu sayang" nampak setitik cairan bening,keluar dari sudut matanya.
Sementara itu di mobil Amira,yang dikemudikan oleh Seno, nampak Seno mengambil Handphone dari sakunya.Dari tadi dia sama sekali belum melihat isi handphonenya sama sekali.Setelah menekan tombol power,nampak sinar putih membias ke wajahnya setelah handphone itu terbuka.Nampak satu pesan yang dikirim oleh Tiara pagi tadi.
"Tiara?? ada apa dia ngirim pesan pagi tadi?" batin Seno.
Dia segera membuka pesan yang dikirim oleh Tiara,dan begitu dia membukanya,di saat itu pula dia tertawa terbahak-bahak.Tampak disana photo Amira yang lagi tidur mangap,dan Tiara sengaja mengedit dengan menambahi kalimat di sudut bibir Amira " selamat pagi sayang"
" Ngetawain apa sih yang?" tanga Amira heran,dan langsung mengambil handphone itu dari tangan Seno ( bukan mengambil sih, lebih tepatnya merampas). Seketika matanya membesar,dengan wajah yang memerah malu.
"Tiaraaaaaaaaaa" teriak Amira..
"hatcii" Tiara tiba-tiba bersin
"kamu kenapa yang? kamu sakit ya? tanya Bimo khawatir.
"Nggak sayang, hidungku tiba-tiba aja gatal, mungkin terkena debu "
__ADS_1
"debu? , debu apaan? kayanya mobil ini steril dari debu deh! bisik Bimo pada diri sendiri.
******
Sudah Seminggu sejak acara pertunangan Bimo dan Tiara berlalu, Persiapan pernikahan sudah 70 persen selesai.Bimo menyewa WO yang profesional,untuk membuat dekorasi pernikahan seperti yang diimpikan Tiara tanpa sepengetahuan Tiara.
Hari ini adalah jadwal,Bimo dan Tiara untuk fitting baju pengantin di butik milik Amira.
"mas Seno mana bim? tanya Amira melihat Bimo dan Tiara datang tanpa Seno.
"Oh, katanya dia ada hal yang sangat penting yang mau dia urus. nanti dia akan menyusul kesini" sahut Bimo yang sebenarnya juga sedikit penasaran, karena tadi Seno terburu-buru sekali meninggalkan kantor.
"Oh, emang lo gak tahu, hal apa yang sangat penting itu? "
"gue gak tau Mir, soalnya dia terburu-buru tadi! "
Amira menarik nafas dalam-dalam, dan menghembuskannya dalam satu hentakan.Dia heran plus khawatir karena dari tadi Seno sulit dihubungi.
"Baju kami mana Mir? " Tiara membuyarkan lamunan Amira.
"Gimana bim? bagus gak" tanya Tiara yang tiba-tiba sudah berdiri di depan Bimo,yang dari tadi asyik dengan Handphonenya.
Bimo mengangkat kepalanya, dan bukannya memberikan tanggapan,dia malah diam tidak bergeming,dan menatap Tiara, sampai tidak bisa mengedipkan matanya.
"Bim, Bimo, gimana" Tiara mengibas-ibaskan tangannya di depan wajah Bimo.
"Eh, iya ra, ka- kamu cantik sekali ra" ucap Bimo dengan mata yang berbinar-binar.
Tiara tersipu dan merasa tersanjung dengan pujian yang diberikan oleh Bimo.Hatinya seperti melayang, melambung tinggi.Dengan senyum sumringah Tiara berbalik, hendak mengganti pakaiannya lagi .
"Eh, tunggu, tunggu, ganti aja, aku gak mau yang ini " ucap Bimo tiba-tiba.
"Kenapa sih yang? tadi katanya bagus! "
"Iya bagus, tapi punggungnya kok kaya sundal bolong gini? aku gak mau orang-orang liat punggung kamu, entar mereka mikirnya yang aneh-aneh lagi!"
__ADS_1
"Yang mikir aneh itu mah elo kali, karena pikiran lo udah mesum dari sononya" Timpal Amira kesal, rancangannya dikataian kaya sundal bolong.
"pokoknya aku gak mau yang ini, terserah apa kata lo" Bimo tetap pada pendapatnya.
"Cih, udah gratis juga banyak permintaan lagi"
" Hei, gue sanggup bayar, gue gak minta di gratisin juga"
"Hei, Tiara itu adik gue! jadi gak mungkin dia gue suruh bayar, kayanya waktu mamah Sarah lagi hamil elo, lo itu telat ngambil otak deh,lo ngambilnya otak sisa-sisa ."
"udah, udah deh,kok jadi kalian berdua yang berantem? Tiara menengahi pertikaian antara Bimo dan Amira.
"Mir,ada yang lain gak? " tanya Tiara lembut.
" hem, ada, kamu tunggu di sini.aku ambilkan dulu" Amira melangkah untuk mengambil gaun yang lain.
"gue pokoknya mau yang tertutup Mir" teriak Bimo, sebelum Amira menjauh.Membuat Amira mengertakkan giginya.
10 menit kemudian Amira datang kembali dengan membawa gaun ditangannya,tapi sebelum dia memberikan gaun itu untuk di coba oleh Tiara, Amira terlebih dahulu melemparkan sesuatu ke wajah Bimo.
" nih, kalau mau yang tertutup"
"Apa an sih Mir? masa Tiara kamu suruh pake daster besar kaya gini?" Protes Bimo.
" Kan maunya kamu tertutup, daster itu kan tertutup depan belakang,besar lagi, jadi bentuk tubuh Tiara pun kan bakal tertutup juga"
"Jangan main-main Mir, gue serius ini! kesal Bimo.
"Diamm" kalian bisa gak berhenti berantem dulu, aku pusing tau gak" Tiara menyambar gaun yang ada ditangan Amira, dan meninggalkan mereka berdua yang tiba-tiba diam melihat kemarahan Tiara.
Akhirnya setelah perdebatan panjang, Tiara akhirnya memilih gaun yang tertutup, tapi terlihat elegan dan mewah sesuai dengan kemauan Bimo.
Tbc
jangan lupa ritualnya ya guys.like, vote dan komen.thank you
__ADS_1