
Jejalanan ibu kota yang mulai menumpuk salju sudah di bersihkan. Di depan gerbang istana sudah ramai di penuhi rakyat yang tampak antusias. Karpet merah membentang si seluruh istana hingga ke pinggir jalanan ibu kota. Dekorasi cantik dan mewah menjuntai di sepanjang dinding seluruh istana bahkan hingga ke semua sudut ruangan. Sisi pinggir sudut istana dan tangga penuh dengan bunga-bunga ranunculus dan peony berwana warni
Di depan istana juga sudah terparkir kereta kuda mewah. Semua tanda ini cukup untuk mejelaskan jika akan ada acara penting bersejarah. Penikahan penting calon pemilik tahta berikutnya.
Tampilan depan Kapel utama istana yang berasa di bagian utara sudah di hiasi dengan cantik. Sepanjang jalan di penuhi bunga dan dekorasi.
Di dalam kapel tempat duduk dan altar juga sudah di hiasi dengan dekorasi dan bunga-bunga indah.
Tempat duduk tamu sudah di penuhi para bangsawan sambil menjadi ajang memamerkan gaun-gaun Lady mewah ataupun tongkat-tongkal berkelas para gentlemen.
Fredrick yang di temani Jeremmy, Lucas dan Tomy sebagai Groomsmen-nya melangkah dengan gagah dan penuh percaya diri menuju ke depan altar. Meski tidak ada seorangpun yang tahu kabar detak jantung Fredrick sekarang. Dengan pasti, Fredrick melangkah ke sisi altar sambil melirik para tamu undangan serta Raja George yang terlihat tersenyum bangga dan hangat meski wajahnya terlihat pucat.
Di sisi ruangan lain. Bety dan empat orang pelayan masih sibuk merapikan sentuhan akhir gaun Victoria. Juliet Ross, Rebecka Wood dan Easter Xenuds juga sibuk menatapi tampilan mereka yang akan menjadi Bridesmaid untuk sang mempelai perempuan.
TOK TOK TOK
Suara pintu di ketuk membuat Easter segera berjalan menuju pintu agar tidak mengganggu pekerjaan para pelayan.
Wajah Arthur lah yang muncul dari balik pintu. Dengan balutan setelan berwarna putih, wajah tampan dan senyum hangat. Easter mematung sepersekian detik hingga suara Rebecka mengambalikan kesadarannya
"Awas liurmu menetes Eas"
Seburat merah langsung mewarnai kedua pipi Easter yang juga langsung menundukkan kepalanya karna malu. Arthur terkekeh yang di ikuti kekehan Juliet serta Rebecka
"Boleh aku masuk Eas?"
"Ahh.. silahkan Your Grace..."
Masih dengan kepala tertunduk malu Easter menggeser tubuhnya ke samping.
"Kau tampak cantik Eas"
Ucapan Arthur membuat Easter semakin salah tingkah dan malu. Kembali kekehan Juliet dan Rebecka terdengar.
__ADS_1
Arthur segera melangkah masuk untuk melihat adiknya yang tampak luar biasa dengan gaun serta Tiara yang terpasang di kepalanya.
Victoria yang baru menyadari jika kakaknya sudah mendekat segera menoleh dan tersenyum hangat
"Hai tampan"
"Hallo manis"
Arthur terkekeh yang di ikuti kekehan semua orang. Arthur dengan tenang memperhatikan para pelayan yang sedang memasangkan vail Victoria ke arah depan, setelah sebelumnya memantapkan tudung itu ke belakang, agar saat arak-arakkan ke jalan ibu kota tidak terjadi kesalahan.
Sekarang Victoria sudah siap dengan gaun dan Vail yang menutupi wajahnya. Bety dengan air mata yang sudah menetes memberikan buket bunga pada ke dua tangan Victoria
"Lihatlah Your Grace... gadis nakal ini benar-benar menikah"
Ucapan haru dengan iskan pelan Bety menbuat Victoria menggigit pipi dalamnya agar tidak ikut menangis. Arthur tersenyum hangat dan semakin mendekat pada Victoria. Membelai kepala adiknya dengan sayang sambil menatap dengan haru kedua bola mata sewarna dengan warna bola mata ibunya dari balik tudung.
"Ayah, ibu dan Charlotte sedang tersenyum Ri. Kau cantik sekali"
Dengan bibir bergetar dan arah pandang yang mulai buram Victoria menatap kakaknya
Kekehan geli dengan mata yang penuh air mata semua orang di ruangan itu mengisi keheningan ruangan. Arthur mengangguk
"Pasti adikku. Hingga ke ujung dunia sekalipun, aku akan selalu menuntun dan menemanimu"
Arthur menyiapkan posisinya dan langsung melingkarkan tangannya. Dengan satu tangan memegang buket bunga, satu tangan Victoria segera melingkar di lengan Arthur.
"Ayo.. mereka menunggu"
Dengan gugup dan dagu terangkat Victoria mengangguk sambil mulai melangkah menuju Kapel. Juliet, Rebecka dan Easter sudah siap memegangi ujung belakang gaun Victoria.
Di depan pintu ruangan, sudah ada empat anak kecil yang siap dengan keranjang berisi bungannya. Mereka adalah anak-anak dari aunty Ivon dan sepupu dari Duke Thomas. Kerabat dan juga keluarga yang sesuai dengan tradisi serta aturan pernikahan kerajaan Francia.
Langkah demi langkah Victoria tapaki dengan di temani kakaknya dan di iringin Bridesmaid-nya. Meski sangat gugup, Victoria menyerahkan segalanya kepada penggiringnya.
Hingga sekarang langkah mereka sudah berada di depan pintu Kapel.
Suara lonceng langsung berdentang lantang hingga ke luar istana dan terdengar ke seluruh ibu kota. Victoria menarik nafas dalam sambil mengeratkan tangannya pada lengan Arthur. Tepukan pelan Arthur di tangannya membuat Victoria tersenyum
"Jangan gugup. Aku di sini Ri"
__ADS_1
Victoria mengangguk yakin dan kembali mengangkat dagunya ke atas
Pintu Kapel di buka. Dengan mengikuti empat orang anak kecil penggiring bunga. Victoria mulai menapaki lantai Kapel.
Bunga-bungan langsung di taburkan ke atas lantai oleh penggiring bunga. Memberikan lantai penuh kelopak bunga untuk di tapaki mempelai perempuan.
Di depan altar, Fredrick tersenyum hangat sambil menekan rasa gugup sertan setak jantungnya yang semakin menggila. Jeremmy menepuk pelan punggung Fredrick yang terlihat tegang sambil berbisik yang entah apa hingga membuat senyum Fredrick semakin lebar menatap langkah demi langkah mempelainya.
Victoria terus menatap ke depan, ke arah seorang pria yang hari ini luar biasa tampan dengan balutan setelannya. Wajahnya terlihat bahagia dengan senyum lebar yang menawan.
Saat sudah hampir menuju depan altar. Victoria menoleh pada keluargannya yang duduk di kursi depan. Keluarganya yang tersenyum haru sambil menganggukkan kepala, seolah memberikan keyakinan untuk langkahnya. Raja George yang duduk di kursi paling depan juga memberikan senyum hangat serta keyakinan untuk Victoria.
Arthur melepaskan tangannya dan meraih telapak tangan adiknya dengan perasaan haru dan sedih. Dengan getir, Arthur memberikan telapak tangan adiknya yang sama dengan menyerahkan kehidupan Victoria selanjutnya pada pria yang sudah mengulurkan tangan di depannya
"Tolong jaga adikku Your Highness... Jika anda tidak menginginkannya lagi, tolong kembalikan dia padaku, jangan pernah sakiti dia"
Ucapan Arthur dengan tangannya yang gemetar saat menyerahkan tangan Victoria membuat arah pandang Victoria kembali buram dengan tersenyum getir.
"Aku berjanji dengan seluruh hidupku akan menjaga dan membahagiakannya Duke Arthur"
Fredrick menggenggam tangan Victoria dengan tersenyum bangga dan hangat pada Victoria. Victoria membalas senyum hangat Fredrick sambil mengikuti Fredrick yang menuntun langkah mereka di depan altar.
Upacara pemberkatan di mulai, lantunan lagu-lagu pujian dan doa-doa berjalan hingga saatnya pemimpin pemberkatan pernikahan mempersilahkan ke dua mempelai mengucapkan sumpah pernikahan mereka di depan seluruh tamu, keluarga, orang tua serta Tuhan.
Fredrick menggenggam semakin erat tangan Victoria dan menatap Victoria dengan lekat dari balik tudungnya
“Saya Fredrick Sebanstian Philip David Castalarox mengambil engkau Victoria Alexandrina Arathorn untuk menjadi istri saya dan pendamping saya memimpin di atas tahta kelak, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya; Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus.”
Victoria menarik nafas dalam untuk meraup semua kekuatan dan menekan kegugupannya. Sudut kedua bibirnya kembali tersenyum hangat dan menatap Fredrick dengan lekat
“Saya Victoria Alexandrina Arathorn mengambil engkau Fredrick Sebastian Philip David Castalarox untuk menjadi suami saya dan menjadi pendamping anda untuk memimpin di atas tahta kelak, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya; Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus.”
Setelah sumpah di sebutkan, pemimpin pemberkatan segera memberkati kedua cincin pernikahan. Victoria dan Fredrick masih saling tersenyum dengan saling mengeratkan tangan mereka
"Silahkan memasangkan cincin pernikahan kalian"
\=\=\=💜💜💜💜
Yuk bisa yuk jejaknya di tinggalin
Salam sayang semua✨
__ADS_1