
Diana menarik Victoria untuk duduk di ranjang setelah selesai memakaikan gaun tidurnya. Victoria yang merasa bingung tapi tetap mengikuti Diana. Diana menarik sebuah kursi dan mendaratkan bokongnya di depan Victoria yang di pinggir ranjang.
"Kau siap Vic?"
Victoria mengerutkan alisnya
"Siap ke mana?"
Diana mencubit pipi Victoria gemas
"Hasil yang ku dapat"
Victoria segera meluruskan punggungnya dan mengangguk mantap dengan wajah yang terlihat sangat antusias
"Tapi perjanjiannya selama aku bercerita kau tidak boleh bertanya atau aku akan lupa"
Victoria menekan bibirnya sambil mengangguk patuh. Diana menarik nafas dalam dan mulai membuka mulutnya
"Calista adalah putri dari Baron Gafton dan... kekasih His Highness Pangeran Fredrick" Diana menjeda dan melirik ekspresi Victoria yang santai. "Mereka sudah saling mengenal dari His Majesty berumur 8 tahun dan Calista 7 tahun, pertemuan mereka terjadi karena Baroness sering membawa Calista saat mendiang Her Majesty Ratu Rosemary mengundang Baroness untuk ke istana. Mendiang Her Majesty Ratu Rosemary dan baroness berteman baik" Diana melirik wajah Victoria yang terlihat sangat pesaran dan melanjutkan. "His Highness Pangeran Fredrick dan Calista selalu bersama bahkan hingga tahun berikutnya Her Majesty Ratu Rosemary mangkat, Calistalah yang selalu menemaninya. Saat His Highness Pangeran Fredrick berumur 12 tahun dan His Majesty menikah lagi dengan Her Majesry Ratu Elisabeth, saat itulah His Highness Pangeran Fredrick mulai berubah, dia selalu melawan dan sering kabur keluar istana terlebih setelah dia tahu jika dia mempunyai adik tiri yang hanya berbeda 2 tahun darinya" Diana menjeda dan melirik wajah Victoria yang sekarang terlihat sangat serius menatapnya. "Kau mengerti kan maksutnya Vic?"
"Tentu saja, His Majesty selingkuh"
Victoria berbisik yang membuat Diana tersenyum, dan dia kembali membuka mulutnya
"Selama hampir 3 tahun His Highness pangeran Fredrick sering ke luar istana untuk bertemu Calista hingga secara tiba-tiba Calista dan keluarganya menghilang, mulai saat itu keadaan His Highness selalu kacau, dia benar-benar sangat terpukul terlebih saat setahun setelahnya His Highness mengetahui jika His Majesty lah yang mengatur penyebab kepergian keluarga Baron. Saat itu umur His Highness baru menginjak usia 16 tahun tapi keliarannya sangat mengejutkan karna ternyata dia memiliki simpanan yang berumur 22 tahun, janda muda dari seorang Viscount" Diana menghentikan ceritannya ketika melihat ekspresi Victoria yang terlihat sangat terkejut, dan langsung mulai membuka mulutnya lagi ketika Victoria kembali mengangguk. "Setiap tahun His Highness selalu berganti simpanan hingga akhirnya dia menginjak umur 20 tahun, petualangannya itu berhenti karna His Highness bertemu kembali dengan Calista bahkan, dengan sangat menantang His Highness secara terang-terangan membawa Calista ke istana dan mengurung diri berdua selama seminggu, itupun mereka akhinya keluar karna Tuan Edward yang memaksa menghancurkan pintunya dan menyeret Calista. Ada cerita dari para pelayan yang membersihkan kamar itu, di pojok kamar menggunung baju dan seprei yang penuh noda....." Diana menghentikan ucapannya dan menatap wajah Victoria yang terlihat semakin penasaran.
"Apa kau tahu Vic, saat sepasang pria dan wanita tidur bersama mereka bisa memiliki anak, dan bahan untuk membuat anak itulah yang mengotori seprei, sarung bantal, bahkan di atas meja"
Victoria semakin mengerutkan dalam alisnya dan terlihat semakin bingung. Diana membuang nafas panjang dan memutuskan untuk melewati bagian 'itu'
"His Majesty sangat marah dan mencoba memisahkan mereka kembali tapi rencana itu hanya bertahan selama setahun dan entah kenapa setelah satu tahun, His Majesty kembali membiarkan saja His Highness untuk selalu bertemu Calista. His Majesty bahkan selalu diam saat selama 4 tahun ini seluruh pelayan di Istana barat akan di ganti setiap 5 bulan sekali. Tapi puncak keterdiaman His Majesty berakhir di akhir tahun kemarin karna His Majesty memberikan pilihan untuk His Highness memilih, antara tahta atau cintanya, dan pilihan His Highness adalah tahta. Selesai"
Victoria terkekeh dan membuang tubuhnya ke atas ranjang
"Dia tidak memilih tahta, dia memilih semuanya" Diana mengangguk setuju. "Jika Calista meminta Pangeran cabul itu untuk membunuhku, dia pasti akan membunuhku tanpa perlu berpikir"
Diana menggeleng dengan panik
"Itu tidak mungkin Vic"
"Yeah.... karena sekarang aku masih berguna"
Victoria mengepalkan tangannya dengan wajah mengeras.
"Ternyata mereka yang membuatku menjadi bahan hinaan selama ini"
__ADS_1
Mendengar ucapan Victoria, Diana membulatkan matanya
"Itu belum tentu Vic, mungkin saja hanya pelayan yang tidak bisa membedakan....." Diana menghentikan ucapannya ketika akhirnya dia sadar jika apa yang di katakan Victoria mungkin saja benar, karna warna rambut Victoria dan Calista sangat berbeda. Calista yang mempunyai warna rambut unik selalu menjadi ciri khasnya dan terlebih pakaian, kanapa mereka tidak ada yang membahas pakaian yang di pakai wanita penggoda itu? karna bisa saja dan kemungkinan besar saat itu Calista memakai baju pelayan agar mudah berkeliaran di istana. "Tapi itu belum pasti Vic...."
Victoria mengedipkan bahunya acuh dan melirik Grey yang mulai membuka matanya tapi tidak mau bergerak
"Tapi aku akan menganggap jika itu memang perbuatan mereka, bahkan saat aku sakit Pangeran cabul itu sangat mahir memainkan peran calon tunangan yang perhatian hingga menimbulkan gosip, itu menjijikan"
Diana hanya diam, dia sudah tidak bisa berkomentar lagi
๐บ๐บ๐บ๐บ
Victoria terus melempari kulit roti ke kolam ikan di taman, tanpa menyadari sepasang bola mata abu-abu terus mengamatinya hingga si pemilik berdiri tepat di belakangnya.
"Mereka akan kegendutan"
Suara yang tiba-tiba muncul di belakang kepalanya mambuat Victoria terkejut, dan kakinya tergelincir saat pijakannya tidak mendarat pada batu yang mulus. Melihat jika tubuh Victoria yang hampir jatuh Fredrick segera memutar dan menarik pinggang Victoria hingga dada mereka terbentur dan bibir Victoria sukses mendarat cantik di ceruk leher Fredrick. Membuat Victoria kembali terkejut dan bergerak kuat, tapi Fredrick segera menahan kuat pinggang ramping Victoria
"Jangan bergerak Vic! kau bisa tercebur"
Mendengar suara yang di kenalnya membuat Victoria sadar siapa orang yang sudah berani menyentuh dan memeluknya tapi, keadaan pijakannya yang berbahaya membuatnya pasrah dan membiarkan Fredrick sedikit menarik Victoria agar bisa mendaratkan kakinya ke tanah datar.
Kaki Victoria sudah stabil dan tubuhnya sudah siap berdiri tapi, telapak tangan Fredrick terus menggenggam pinggangnya yang membuat Victoria tidak nyaman. Merasa semakin tidak nyaman Victoria mencoba menarik dadanya dan menaikkan arah pandangnya, pandangan mereka bertemu saat Fredrick menurunkan arah pandangnya.
"Your Highness, saatnya anda melepaskan tangan anda"
Mendengar bisikan lirih yang keluar dari mulut kecil dan bibir ranum yang terus di tatapnya, Fredrick malah semakin menggenggam erat pinggang Victoria
"Kau sangat manis Vic"
Victoria langsung memutar bola matanya. Berbeda dengan Fredrick yang terus merasa bergejolak, Victoria terkesan santai tapi tidak menolak karna dia memang merasa biasa saja. Bahkan Victoria tidak mau membuang tenaga untuk marah.
"Berapa lama kita harus begini Your Highness?"
Fredrick tersenyum dan menarik kembali pinggang kecil Victoria hingga dada mereka menempel dan wajah mereka hanya berjarak karna hidung mereka.
"Bagaimana ini Vic, aku benar-benae ingin menciummu"
Victoria menatap kedua bola mata abu-abu di depannya, ada kilapan semangat dan keinginan kuat di sana yang membuat Victoria jadi ikut bersemangat membuat kilapan di mata abu-abu itu semakin terbakar.
"Kita belum terikat Your Highness"
Fredrick semakin melebarkan senyumnya dan menggerakkan kepalannya ke samping pipi Victoria. Gerakannya sangat lembut yang membuat bibirnya tidak menempel tapi, tidak juga kehilangan rasa di pipi kiri Victoria
"Tidak perlu menunggu terikat untuk sebuah ciuman"
__ADS_1
Mendengar perkataan Fredrick, Victoria menukkikkan satu alisnya. Kali ini wajah Fredrick kembali lurus dan hidung mereka kembali bersentuhan.
"Benarkah? Maafkan saya Your Highness, saya tidak mengerti"
Fredrick kembali bermain-main dengan wajah cantik di depannya. Dada Victoria yang terus menempel di dadanya membuatnya api dalam diri Fredrick semakin bergelora bahkan Fredrick mulai menekan pinggung Victoria untuk menempel pada pinggulnya.
"Tidak masalah, karna aku akan mengajarimu, jadi sekarang, bolehkah aku mencium bibirmu ini?" Fredrick melirik ke bibir Victoria lalu ke pipi bulatnya "Atau kulit wangi ini?"
Voctoria semakin tidak nyaman terlebih pinggulnya yang sudah di remas tangan besar Fredrick. Jadi dia memilih apapun untuk segera pergi dari situasinya sekarang
"Ini di luar Your Highness, semua mata melihat"
Fredrick hampir terbatuk mendengar ucapan Victoria, entah Victoria sadar atau tidak dengan ucapannya
"Jadi, jika kita tidak sedang di luar, kau harus mengijinkan aku melakukan apapun, kau sendiri yang mengatakannya"
"Kita belum terikat Your Highness"
Mendengar ucapan Victoria, Fredrick akhirnya menyadari jika Victoria hanya berniat berputar-putar. Akhirnya Fredrick terkekeh
"Kau benar-benar Vic"
Victoria yang sudah di ambang batas sabarnya akhirnya mengatakan hal yang membuat Fredrick cukup terkejut
"Maaf Your Highness, tapi bisakah anda lakukan saja apa yang ingin anda lakukan, agar posisi ini cepat selesai"
Fredeick terbahak dan melepaskan semua ikatan tangannya pada tubuh Victoria, kepala Fredrick tertunduk dengan dahinya yang menempel di bahu Victoria sambil tertawa geli.
Victoria hanya diam sambil menahan berat di sebelah bahunya hingga Fredrick mengangkat kepalanya dan kembali menatap Victoria. Dengan lembut jari-jari Fredrick membelai pipi Victoria dan menatap ke dua bola mata hijau tua yang selalu menatapnya dengan tidak bersahabat
"Kau manis sekali Victoria"
Dengan gerakan lembut, Fredrick mendaratkan satu ciuman pada dahi Victoria yang tertutup poni.
"Aku tidak sabar untuk mengikatmu Vic"
Fredrick segera mundur dan berbalik pergi. Victoria masih berdiri dan melirik Diana dengan posisi mereka yang tidak terlalu jauh, lalu saat Victoria mendekat pada Diana, Victoria bisa melihat jika wajah Diana sudah merah padam.
"Aku yang di goda tapi kenapa kau yang merah Diana?"
\=\=\=\=๐๐๐๐
Silahkan tinggalkan jejaknya
Salam sayang semuanyaโจโจโจ
__ADS_1