
Fredrick terus memeluk Victoria saat semua orang sudah siap dan tinggal menunggunya untuk berangkat. Hidungnya menghirup dalam-dalam semua aroma istrinya yang nanti akan lama untuk bisa di hirupnya lagi.
Victoria tidak jauh berbeda, dirinya juga ikut menghirup aroma suaminya yang selalu terasa jantan dan maskulin. Membelai punggung lebar suaminya menikmati kecupan singkat suaminya yang sekarang sudah menciumi seluruh wajahnya
"Aku benar-benar tidak ingin pergi Vic"
"Ini tugasmu Bash"
"Ck! menyebalkan sekali"
Akhirnya Fredrick mengurai pelukan mereka dengan sangat terpaksa dan kembali menciumi seluruh wajah istrinya. Dahi, pelipis, alis, mata, hidung, pipi bibir lalu mengigiti pelan dagu Victoria hingga Victoria merasa malu dan harus mendorong wajah suaminya itu.
Fredrick terkekeh dan menatap wajah Victoria yang merona malu
"Ingatlah untuk berhati-hati. Gunakan Lucas dan Carl. Mereka akan melakuakan apapun yang kau inginkan"
"Kau juga harus berhati-hati. Aku menunggumu pulang"
Oohh.. itu terdengar sangat manis di telinga Fredrick hingga dia tidak bisa menahan senyum lebarnya
"Pergilah Bash. Mereka sudah menunggu"
Dengan sangat berat hati Fredrick memundurkan langkahnya dan berbalik untuk masuk ke dalam kereta kuda sambil mengertkan mantelnya.
Victoria melambaikan tangannya dengan tersenyum hangat saat kereta kuda mulai bergerak.
"Jangan genit Vic"
Semua moment haru dan manis itu berubah menjadi menyebalkan dalam sekejap saat Fredrick mengeluarkan kepalanya hanya untuk meneriakan kata-kata menyenyebalkannya. Dolores, Diana dan yang lainpun jadi ikut terkekeh geli. Victoria hanya bisa berdecak kesal.
"Kau memang menyebalkan!"
Sambil berteriak Victoria merengut pada wajah Fredrick yang semakin menjauh dengan kereta kudanya. Meski sudah mulai menjauh tapi Victoria tahu jika Fredrick terkekeh dengan kepala yang terus keluar dari jendela kereta menoleh ke belakang padanya.
"Hati-hati"
Victoria berguman dengan suara pelan saat kereta kuda mulai keluar dari gerbang dan pintu gerbang yang di tutup mengakhiri pandangannya pada wajah suaminya.
"Carl"
Carl yang masih terpaku sedikit terkejut saat namanya di panggil, dan langsung menuruni undakan tangga halaman istana. Mendekat pada Victoria
"Iya Your Highness"
"Apa kau punya tempat untuk kita bicara hal penting?
Carl melirik Lucas. Lucas yang seolah sudah tahu arah tujuan maksut Victoria segera mengangguk singkat pada Carl
"Ada Your Highness"
"Ayo"
Carl segera mengarahkan langkah mereka
"Ayo Luc"
__ADS_1
Lucas pun akhirnya mengangguk dan mengikuti langkah mereka
Dengan tenang Victoria mengikuti arahan Carl dengan Lucas yang ada di belakangnya
"Kita kemana?"
Victoria bertanya pada Lucas yang langsung menatap punggung Victoria
"Ada sebuah insta kuda di belakang istana utara dekat gudang pemasok dan kapel, Your Highness. Di sana jarang ada yang mendatangi dan sering kami jadikan tempat rahasia untuk berdiskusi ataupun merencanakan pembunuhan"
"What?"
"Seperti yang Lucas katakan Your Highness. Itu tempat rahasia"
Carl ikut menimpali percakan Victoria dan Lucas. Victoria hanya bisa memandang Carl dan Lucas dengan heran.
Akhirnya Carl membawa langkah mereka untuk masuk ke dalam insta kuda yang di maksut. Tidak seperti insta kuda lain, tempat itu di lapisi dengan dua pintu, ketika masuk, bilik-bilik kuda yang kosong menyambut arah pandang Victoria. Tidak seperti yang di bayangkannya, tempat yang di lihatnya sekarang tidak tampak seperti tempat yang tidak terawat. Tempat itu cukup bersih.
"Sebelah sini Your Highness"
Carl kembali menuntun mereka ke sebuah pintu yang ada di sudut ruangan. Carl membuka pintu tebal itu dan mempersilahkan Victoria untuk masuk terlebih dahulu.
Victoria melebarkan arah pandangany mentap isi ruangan. Tempat itu juga cukup bersih, ada beberapa sofa dan kursi-kursi di sana dengan beberapa meja besar bahkan ada perapian besar.
Lucas segera menarik tali yang menjuntai di samping pintu. Ruangan yang tadinya cukup gelap itu sekarang menjadi terang karna ada jendela besar terbuka dengan di pagari kawat berduri di atas atap.
Melihat Victoria yang tampak tertarik dengan ruangan itu. Lucas melirik Carl yang juga menerik tali di samping perapian. Tali itu untuk membuka sebuah jendela yang lebih mirip ventilasi untuk pergantian udara dan lagi dengan di pagari kawat berduri dengan lubang-lubang yang kecil. Mungkin itu berguna untuk menahan salju agar tidak masuk ke dalam ruangan.
"Tempat apa ini sebenarnya Carl?"
Victoria langsung memutar wajahnya yang menjadi tampak antusias untuk menatap Carl
"Dan ruangan ini?"
"Tempat berjudi"
Lucas menimpali dan layaknya seorang getleman sejati langsung mempersilahkan Victoria agar duduk pada sofa di sana.
"Begitu ya... tidak adakah yang pernah datang ke sini. Tempat ini cukup bersih untuk tempat yang jarang di kunjungi"
Lucas terkekeh
"Sebenarnya tempat ini sering kami pakai untuk tidur dalam kesadaran yang mabuk"
"Ahhh begitu"
Victoria hanya tersenyum geli. Ternyata kesatria emas yang mempunyai larangan keras untuk mabuk sering datang ke tempat itu untuk mabuk dan kabur.
"Kalian memang butuh hiburan"
"Sebenarnya Carl yang paling sering kemari Your Highness"
Carl hanya bisa tersenyum kikuk dengan Lucas yang tersenyum geli.
"Kalian duduklah" Lucas dan Carl langsung mengambil posisi duduk di depan Victoria. "Bisa kita mulai?" Victoria yang melihat kedua kepala pria di depannya langsung mengangguk mulai membuka suara
__ADS_1
"Siapa saja yang terlibat dalam pembersihan Albany saat itu?"
Lucas dan Carl yang seperti sudah siap dengan pertanyaan ini dengan duduk tenang menatap Victoria dengan raut wajah yang berubah menjadi serius. Lucas mengangguk pada Carl yang langsung mulai membuka mulutnya
"Ada tiga belas bangswan Your Highness, empat di antaranya pendukung dari His Majesty, lima dari milik mendiang Her Majesty Ratu Rosemary dan sisanya dari pendukung keluarga kerajaan yang lain. Seperti mendiang Raja David dan adik Raja David termasuk dari Duke Kendal"
Victoria mengeryit
"Tidak ada dari Larina?"
"Tidak ada Your Highness"
Ahh... Victoria mengerti sekarang, kenapa keluarganya semakin mendukung Henry untuk naik ke atas tahta dan bersekutu dengan mereka. Ternyata keluarganya sudah mengetahui segalanya atau..... Adakah hal lain yang sudah mereka ketahui? atau malah semuanya? Benarkah?
"Duke Kendal juga ikut ambil bagian?" Kali ini Victoria menatap Carl penuh selidik "Kau ikut juga Carl?"
Carl menarik nafas dalam dan menatap Victoria dengan pandangan teduh
"Saya, Tomy, Xander dan Jarques adalah pendukung dari His Majesty, dan Kendal juga termasuk 'anjing' dari mendiang Raja Terdahulu. Raja David"
Rahang Victoria mengeras
"Siapa... Siapa yang mencemari Charlotte? dan atas perintah siapa?"
Kali ini Lucas langsung menunduk dengan Carl yang kembali menarik nafas dalam
"Kami saat itu punya tugas masing-masing Your Highness. Dan tugas untuk mencari dan menyeret Lady Charlotte dari pelariannya adalah Tomy dan Xander. Mereka bagian dari His Majesty"
"Pertanyaanku, siapa yang mencemari kakakku Carl"
Nada mendingin dengan raut wajah datar Victoria membuat Lucas angkat bicara
"Carl tidak tahu Your Highness, karna dia di tugaskan untuk menyapu bersih pengawal Albany. Dia juga tidak tahu apapun kejadian di dalam castle"
Victoria merubah arah pandangnya pada Lucas
"Apa aku bertanya padamu Lucas?"
Lucas kembali menunduk sambil menggeleng
"Maaf Your Highness"
"Kapten Edward dan Tomy yang memimpin kami saat itu. Semua pergerakan atas seijin mereka, semua keputusan dan rencana hasil atas rencana mereka"
Victoria memejamkan matanya sejenak untuk menahan gejolak hatinya
"Berikan nama semua orang di balik pembersihan padaku" Carl mengangguk dengan Lucas yang hanya diam. "Kirim undangan dariku pada yang berkepenringan untuk membahas Albany, besok setelah makan siang rapat pengaturan Albany akan ku perbaiki"
Setelah mengatakan apa yang perlu di katakannya, Victoria langsung berdiri dari kursinya. Carl dengan sigap segera menuju pintu untuk membukakan pintu dengan pikiran berkecamuk. Sedangkan Lucas hanya diam terpaku di tempat
\=\=\=💜💜💜💜
Yukk tinggalin jejaknya jangan lupa
Salam sayang semua ✨
__ADS_1