
"Vic!!!"
"Ada apa Di?"
"Kau mendengarku tidak? keadaan di luar sangat kacau"
Victoria mengabaikan lagi ucapan Diana yang sudah ber hari-hari terus mengeluhkan keadaan di luar setelah kejadian 'teh panas' dan tamparan Raja George terlebih, pernyataan tidak resmi Raja George tentang ikatan penerus tahta
"Vic........"
Victoria melirik wajah Diana yang sepertinya sudah akan menangis, akhirnya Victoria memberikan lemparan terahkir topinya untuk di tangkap Grey
"Jangan menangis Diana"
Victoria mengakhiri permainan lempar tangkapnya dengan Grey dan memutar bola matanya ketika Diana sudah mulai menghapusi air matanya yang mengalir.
"Kemarilah Di"
Victoria menepuk-nepuk ranjang di sebelahya yang membuat Diana dan Grey segera naik ke atas ranjang
"Kenapa harus menangis, katakan apa yang kau khawatirkan?"
Diana menghapus kembali air matanya dan menatap wajah menyebalkan Victoria.
"Mereka membicarakan hal buruk tentangmu Vic, mereka menghinamu! dan semakin hari ucapan mereka semakin mengerikan"
Victoria tertawa tapi dengan segera menutup kembali mulutnya saat mata Diana seperti akan banjir kembali
"Baiklah... baiklah.... siapa yang menghinaku? dan apa yang di katakan mereka?"
Diana memejamkan matanya sebentar, lalu beberapa kali menarik nafas dalam seolah mencoba menenangkan gejolak batinnya agar bisa membuka suara
"Para pelayan istana barat dan beberapa pelayan di tempat lain menyebutmu lady yang menyedihkan dan lady pengemis cinta"
Victoria mengangguk-anggukkan kepalanya
"Ceritakan"
"Mereka mengatakan jika kau berusaha mengemis cinta His Highness, bahkan di saat cuaca panas dan His Highness sedang sibuk mengecek pertahanan istana kau memaksa untuk minum teh bersama di istananya, kau dengan sengaja menggunakan gaun mewah bahkan dengan potongan dada yang rendah, kau seperti sangat berharap jika His Highness tergoda padamu tapi sayangnya His Highness tidak tertarik pada wanita kejam yang memandang pelayan lebih rendah dari anjing"
Victoria kembali mengangguk-anggukkan kepalanya tanpa beban lalu mengerling pada Diana
__ADS_1
"Tapi Calista memang lebih rendah dari Grey"
Diana langsung memelotot penuh peringatan pada Diana yang membuat sepasang bola mata birunya seolah akan melompat
"Lady......"
Victoria berdecak sebal, mendengar wajah dan suara peringatan Diana
"Iya-iya-iya-iya aku seorang lady tidak boleh kasar"
"Dan berdecak dan memutar bola mata dan tertawa lebar dengan mulut terbuka"
Diana menambahkan yang membuat Victoria mengeram
"Dan mengeram kesal"
Victoria membuang nafas panjang dan menegakkan punggungnya dengan tangan yang tertaut di depan perut, mengeluarkan kulit bangsawannya agar Diana berhenti melotot padanya
"Sudah kan Lady Diana? lanjutkan"
"Ini sudah 2 minggu Vic, dan kau masih tidak peduli dengan undangan bahkan kau tidak mau menemui His Highness yang hampir setiap hari kemari, ini juga sudah 2 minggu kau tidak keluar kamar, jika kau seperti ini, kau hanya membuat mulut mereka semakin berbicara yang tidak-tidak tentang mu, jadi ku mohon Vic, kita harus memperbaiki namamu" Diana menjeda dan suaranya terdengar bergetar karna dia mulai terisak. "Kau tidak seperti itu Vic, tidak ada satupun yang benar dari hinaan dan ejekan yang mereka berikan padamu"
Setelah mengatakan ucapannya tangis Diana pecah, Victoria yang melihat Diana semakin menangis untuknya tersenyum haru dan segera membawa Diana kepelukkannya
Victoria menepuk-nepuk pelan punggu Diana yang berada di pelukkannya hingga di rasa Diana mulai tenang, Victoria menguraikan pelukkan mereka dan menatap Diana
"Baiklah aku akan menjelaskan semuanya padamu Di"
Sambil menghapusi pipinya yang basah Diana mengangguk
"Aku rasa kau sudah tahu jika kejadian 'teh panas' itu adalah rencanaku"
Diana mengangguk
"Ya, aku baru paham semua maksut permintaan dan tingkahmu yang aneh pada hari itu, ketika aku melihat kau menjentikkan jarimu di bawah meja yang membuat Grey langsung menggonggong"
Victoria mengangguk
"Dan ingatlah ini Di, apapun yang kulakukan mulai dari aku di seret ke dalam istana ini semuanya sudah ku pikirkan dengan matang"
Diana mengangguk
__ADS_1
"Baiklah aku akan menjelaskannya"
"Aku melempar satu batu untuk melukai 3 burung sekaligus, Pangeran cabul, istana dan terlebih Raja George, aku juga sengaja semakin membuat kobaran api di mulut orang-orang semakin membara dan juga agar pesanku tersampaikan"
Victoria melirik Diana yang sudah mengerutkan dalam alisnya
"Kau bingung?"
Diana mengangguk
"Maksutnya adalah aku sengaja memacu kalangan ton, kritik para bangsawan yang pasti cepat atau lambat akan mendengar cerita 'teh panas' ini, di dalam istana ini aku yakin ada beberap orang yang sengaja di tempatkan bangsawan di pihak Pangeran cabul atau di pihak His Highness Pangeran Henry, dan saat mereka mendengarnya, jika itu di dalam pusaran para ton, pisau tajam mereka akan mengacung ke wajah kerajaan.
Aku seorang Lady terhormat yang punya darah kedua keluarga bangsawan besar dan kaya, datang untuk bertemu calon tunanganku dan berusaha tampil sempurna untuknya, itu tidak akan salah di mata ton. Saat aku sudah melakukan apa yang harus ku lakukan sebagai seorang calon tunangan dan mencoba menjaga hubungan dengan calon tunanganku, aku malah di permalukan dan di sakiti oleh seorang pelayan dan bahkan calon tunanganku yang 'katanya' sangat perhatian ketika aku sakit membela mati-matian seorang pelayan rendah bahkan rela memukul tanganku untuk menghentikan hukuman yang akan ku berikan pada pelayan bersalah itu, itu adalah pola pikir dan memang aturan kalangan atas dan bangsawan tapi, tentu saja respon di kalangan ton akan berbeda dengan kalangan bawah, kalangan bawah yang selalu memberikan hormat ketika melihatku, akan membela sesama mereka yang sudah di perlakukan kejam olehku hanya karna 'ketidak sengajaanya'....." Victoria menjeda dan melirik wajah Diana yang tampak aneh. "Karna itu, baru beberapa jam setelah kejadian 'teh panas' itu, Raja George tidak melakukan tindakan yang setengah-setengah lagi, dia segera meneriakan peringatan berat yang bisa langsung di dengar banyak telinga"
Sambil memainkan ekor Grey, Victoria melirik Diana yang tampak sedang mengatur nafasnya bahkan dadanya sampai naik turun, Victoria menduga Diana pasti syok mencerna semuanya. Saat nafas Diana terlihat mulai teratur Victoria melanjutkan
"Tidak hanya karna alasan itu saja yang membuat Raja George segera bertindak, tapi juga memikirkan pemikiran tentang bangsawan tentang 'kenapa' anaknya si pewaris tahta dan berdarah murni kerajaan membela mati-matian seorang pelayan rendah terlebih pelayan itu adalah seorang...... gadis muda, aku menunggu cerita apa yang akan keluar dari versi bangsawan tapi yang terpenting aku berharap pesanku tersampaikan pada Uncle Charles"
Diana mulai memijit pelipisnya sambil menatap Victoria
"Pesan?"
"Kau ingat ketika kita pulang dari sana kita berputar-putar melewati jalan yang terjauh"
Diana mengangguk
"Apa alasannya?"
Victoria terkekeh melihat wajah Diana yang sekarang terlihat bertambah syok
"Tentu saja, kita melewati gudang dan ruang rapat pemasok, di sana pasti akan ada pedagang, pemasok dan pengusaha dari setiap wilayah, dari seluruh keluargaku hanya Marquess of Lorne, uncle Charles, suami dari adik ibuku, aunty Elis, yang bersedia untuk menjadi pemasok tetap untuk kerjaan ini. Aku berharap saat itu ada pengusaha atau pemasok dari Lorne yang melihat tampilan 'tidak biasaku' dan bisa segera sampai ke telinga uncle Charles karna, jika dia sudah mendengar tanda itu dia pasti akan menyelidikinya dari dalam parlemen dan pesanku tersampaikan"
"Unbelievable!"
Hanya itu kata yang terucap dari Diana sebelum dia keluar kamar Victoria karna Victoria sudah memejamkan matanya dengan Grey yang sudah terlebih lebih dulu tidur di antara kedua laki Victoria yang merenggang sangat lebar.
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Hallo readers.... jangan lupa like, komen, bintang, lope-nya ya....
Semoga masih tertarik untuk lanjut membaca...
__ADS_1
Salam sayang untuk kalian semua ✨✨