Behind The Castle

Behind The Castle
**KESATRIA**


__ADS_3

Kemunculan Fredrick di tengah-tengah gemuruh dan sorak-sorai, membuat beberapa kesatria yang melihat sosok Fredrick segera memukul kepala temannya yang masih sibuk dengan selebrasi kemenangan


Victoria terus tertawa lepas dengan cara yang bukan seorang Lady bangsawan dan sesekali mengikuti kesatria yang mengoda kelompok yang kalah


"Ternyata, tunanganku bersenang-senang tanpaku"


Suara Fredrick yang muncul saat suara sorak sorai mulai tenang membuat suara itu bagai bom yang meletus di atas atap rumah mereka. Beberapa kesatria yang berada di sekitar Victoria tercekat dengan wajah mereka yang langsung berubah pucat.


Victoria yang menyadari jika Fredrick sudah membunyikan lonceng kematian untuk yang lain segera memutar kepalanya, wajahnya yang biasa datar sekarang tampak berser-seri senang, bibir ranumnya melengkung dengan lebar dan hangat, kedua bola mata sehijau daun yang biasanya selalu menatap kurang bersahabat dengan siapapun sekarang berbinar lepas.


Dengan melangkah pasti mendekati Victoria, Fredrick bertanya-tanya, apa wajah seperti ini yang akan selalu di tunjukkan Victoria ketika dia bisa membahagiakannya?


"Hallo Your Highness..." Masih dengan bibir yang tersenyum manis dan hangat, Victoria mengerling pada Fredrick. "Tunangan.."


Mendengar ucapan Victoria, perasaan Fredrick serasa melambung tinggi, rasa bangga, bahagia dan puas membuatnya tersenyum sangat lebar, wajah Victoria yang sekarang membuat Fredrick sangat luar biasa ingin menyeretnya detik itu juga ke atas ranjangnya.


Sambil meraih busur dan arrow di tangan Victoria, Fredrick mendekatkan bibirnya ke telinga Victoria dan berbisik


"Apa kau tahu Vic, aku benar-benar ingin memakanmu, sekaran di detik ini juga"


Victoria terkekeh yang entah karna dia mengerti atau karna tidak mengerti? maksut dari pikiran liar Fredrick.


"Dagingku tidak enak"


Dengan polos, tanpa beban, tanpa dosa ucapan Victoria membuat Fredrick sedikit tergelitik malu, dia tidak bisa membayangkan respon apa yang akan di berikan Victoria jika dia bisa membaca isi otak Fredrick sekarang.


"Hhmm... kau benar, dan juga dagingmu terlihat tipis"


Sambil mencibik sebal, Victoria melebarkan arah pandangnya, yang di mana ternyata, kerumunan para kesatria di sekelilingnya tadi sudah tidak ada


"Jadi, kemana kau pergi dari saat fajar?"


Fredrick mengerling


"Apa tunanganku sekarang mulai tertarik tentangku?"


Dengan mengedipkan bahunya acuh dan sibuk menilai sekitar Victoria tidak menjawab, hingga saat mereka sudah berjalan di lapangan camp, di pinggir lapangan penuh dengan semua kesatria yang melompat-melompat mengelilingi lapangan dengan satu kaki.


"Apa Edward sedang menghukum mereka?"


"Hhmm sepertinya"


Dengan langkah lebar Victoria mendekati Edward yang berdiri di tengah lapangan mengawasi para kesatria dengan tatapan tajam, rahang mengeras dan tanduk di kepala, Edward sangat marah


"Kenapa kau menghukum orang yang tidak bersalah Edward?"


Edward yang sudah menyadari kedatangan Victoria hanya diam, mengabaikan

__ADS_1


"Hei kau mendengar ucapanku kan?"


"Ayo Vic"


Victoria menatap Fredrick yang sudah menarik tangannya dan memberikan tatapan peringatan, tapi Victoria belum menyerah


"Hei Edward!"


Sekali lagi Fredrick menarik Victoria untuk menjauh dari lapangan, Fredrick yang melihat jika Victoria tidak akan menyerah akhirnya memutar otaknya


"Ayo kita ke istal kuda"


Mendengar tawaran yang sebenarnya memang tujuan awalnya hingga terjebak di tempatnya sekarang, Victoria segera menoleh dan mengangguk pasrah pada Fredrick


--000--


Dengan wajah yang menggemaskan, Victoria terus membelai punggung kuda putihnya yang sedang merumput di lapangan istana barat, Fredrick dan Diana hanya mendengarkan ocehan manis dan menggemaskan Victoria pada kudanya, sesekali Fredrick menggigit pipi dalamnya karna harus menahan geli dan gemas.


Cukup lama mereka menjadi penonton hingga akhirnya Fredrick mendekat pada Victoria


"Apa kau sudah punya nama untuknya?"


Dengan mata berbinar dan tersenyum lembut Victoria menatap Fredrick lalu mengangguk yakin


"Snow....."


"Hallo snow"


Victoria tekekeh melihat Fredrick menyapa kudanya dan menatap Fredrick dengan hangat


"Terimakasih"


Dengan membalas tatapan hangat Victoria, Fredrick menolehkan kepalanya kesamping, mendekatkan pipinya di depan wajah Victoria sambil menunjuk-nunjuk pipi kirinya


"Ucapan terima kasih"


Dengan ragu Victoria melirik sekitar lalu melirik Diana yang tersenyum malu-malu lalu mengangguk singkat, masih menimang lagi, akhirnya Victoria menegakkan lehernya dengan tangannya bertumpu pada lengan Fredrick agar bibirnya bisa menggapai pipi Fredrick, satu ciuman mendarat di pipi kiri Fredrick, dengan perasaan gemas dan tidak puas Fredrick segera mencubit pipi Victoria


"Besok pakailah baju berkuda"


Victoria membulatkan matanya dan langsung mengangguk dengan antusias


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Di sisi lain, cerita tentang Victoria yang bermain dengan para kesatria yang saat itu sedang ada di camp menyebar hingga ke seluruh telinga para kesatria dari semua tingkatan


Di kerajaan Francia, kesatria memiliki lima tingkatan, di bagian tingkat terendah yaitu pengawal, tingkat ke tiga prajurit, tingkat ke dua kesatria yang bertugas menjaga hal-hal penting yang berhubungan dengan kepentingan kerajaan di luar ibu kota, tingkat ke satu kesatria yang menjaga dan melindungi semua kepentingan kerajaan dan Raja pribadi, dan yang terakhir, kesatria yang paling unggul di antara kesatria unggulan, kesatria yang tidak hanya hebat dalam fisik dan taktik tapi juga dalam hal mental dan kecerdasan mereka adalah kesatria emas.

__ADS_1


Kesatria dengan pangkat tertinggi, kesatria yang berasal dari keluarga bangsawan atau pun keturunan bangsawan, kesatria-kesatria unggulan yang paling di segani di Francia, hingga ke luar Francia.


Kesatria emas hanya berjumlah empat puluh orang, tiga belas di antaranya berada di bawah asuhan Edward yang dalam artian sebenarnya, keluarga bangsawan mereka adalah penyokong Raja George, mempunyai loyalitas mutlak untuk Raja sekarang. Sisanya mengikuti loyalitas dari keluarga mereka yang memiliki loyalitas tersendiri untuk tiap-tiap anggota kerajaan yang lain.


Dan di camp kesatria emas sekarang, yang berada di bukit belakang istana, dekat dengan castle Larina sedang berkumpul sekitar separuh dari kesatria emas, mereka kesatria yang berasal dari keluarga bangsawan yang mempunyai loyalitas untuk anggota kerajaan yang berbeda, termasuk Jeremmy, yang sedang duduk dengan segelas Brandy untuk mendengarkan obrolan-obrolan rekannya.


"Ku dengar Lady Calista menangis saat pulang dari festival?"


Seorang kesatria dengan surai emas bertanya pada kesatria lainnya yang ada di sana, termasuk Jeremmy


"Yang ku lihat begitu, dia menangis di belakang keretanya, aku bisa menebak dari matanya yang sudah memerah dan sembab, dia pasti sudah lama menangis di situ Isac"


Dengan acuh seorang kesatria bersurai coklat menjawab pertanyaan Isac lalu menatap rekannya yang lain, yang sedang berada di sebelah Jeremmy


"Kleeft, bukankah tadi kau mengantar pedang kayu ke camp? kau pasti melihat langsung keadaan di sana kan?"


Kesatria Kleeft terkekeh sambil melirik Jeremmy di sebelahnya


"Hei Lucas! kenapa harus bertanya padaku? tanyakan pada master Jeremmy, dia salah satu pengurus camp istana, sudah pasti dia akan ada di sana" Kesatria Kleeft mengerling pada Jeremmy. "Apa jangan-jangan kau ikut bermain juga saat aku sudah kembali mengantar barang Jer?"


Dengan santai Jeremmy menuangkan lagi isi gelasnya


"Aku jurinya"


Jawaban Jeremmy membuat mereka terbahak


"Apa dia memang hebat?"


Isac bertanya pada Jeremmy. Jeremmy mengangkat gelasnya sambil melirik sekitar dan menatap Isac


"Untuk ukuran seorang Lady manis yang anggun dengan kulit indah lembut, dia luar biasa"


Sambil menenggak isi gelasnya, Jeremmy melirik beberapa kesatria lain yang menganguk-ngangguk sejutu termasuk Kleeft dan Lucas, salah satu rekan yang selalu satu tim dengannya, tim paling setia pada Raja George.


"Jelas saja luar biasa, beberapa kali dengan terang-terangan dia menyerang Lady Calista, bahkan di depan His Highness Pangeran Fredrick langsung"


Ucapan kesatria lain di sana, membuat suara tawa yang mengisi ruangan langsung terhenti, kesatria dengan surai coklat gelap itu melirik sekitar yang langsung diam, seringai di bibirnya terbit dan kembali membuka mulutnya


"Ku rasa kali ini Lady Calista harus berhati-hati, jika tidak dia akan kehilangan cinta seumur hidupnya. Uuhh dia akan patah hati"


"Apa maksutmu Carl!"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai readers... jangan lupa tekan like, komen, bintang dan lope-nya yaa


Salam sayang semua✨

__ADS_1


__ADS_2