Behind The Castle

Behind The Castle
**PERMINTAAN**


__ADS_3

Sudah tiga hari Victoria di kurung di kamarnya, dirinya tidak boleh menginjakkan kaki untuk keluar sedikit saja dari pintu, bukan hanya karna untuk menyembuhkan luka-luka di tubuhnya tapi juga untuk menenangkan batinnya. Victoria terus melirik Fredrick yang masih berbicara dengan dokter Lily, entah apa yang sedang mereka bahas, tapi Victoria yakin, ini bukan hanya tentang kesehatannya saja.


"Tenanglah my Lady... Diana sudah baik-baik saja"


Dengan wajah yang masih menatap ke depan, Victoria tidak memperdulikan ucapan yang terus mencoba menenangkan rasa khawatirnya.


"My Lady... saya sendiri yang sudah melihat keadaannya, Diana sudah benar-benar membaik"


Kembali Victoria tidak bergeming dan tidak peduli, hingga helaan nafas seorang pria membuat bola matanya bergeser.


"Makanlah Vic, pelayanmu baik-baik saja"


"Aku ingin melihatnya"


Pria itu mengangguk dan meraih nampan makanan yang terus di pegangang seorang pelayan di samping ranjang Victoria.


"Nanti kita akan melihatnya, tapi makanlah dulu"


Victoria memalingkan wajahnya dan segera beringsut kembali merebahkan tubuhnya ke ranjang.


Kembali nafas panjang pria itu terdengar


"Aku berjanji Vic"


Sambil menaikkan selimutnya hingga menutupi kepala, Victoria beguman


"Kau juga mengatakan itu dua hari yang lalu penipu"


Pelayan yang masih berdiri di samping ranjang melirik dengan cemas pria yang sudah memegang nampan dari tangannya. Tanpa peduli ucapan Victoria, pria itu kembali membuka suara


"Kali ini, sekali ini, jika kau menghabiskan makanmu, kita akan ke kamar pelayanmu"


Akhirnya, dengan rasa ragu dan dengan perasaan tidak percaya, Victoria membuka selimutnya dan berbalik menatap pria yang memegang nampan dengan tersenyum.


"Ini kesempatan terakhir untuk janjimu Bash"


Dengan senyum semakin lebar pria itu mendaratkan bokongnya pada kursi yang sudah di sediakan oleh pelayan di samping ranjang.


Victoria mulai mengangkat punggungnya dan bersender di kepala ranjang.


"Kelly, aku mau sari apel dengan sedikit madu"


Pelayan itu, Kelly, segera mengangguk antusias dan lega, lalu mohon diri dari hadapan mereka.


"Aku bisa makan sendiri Bash"


Fredrick mengangguk dan meletakkan nampan makanan di pangkuan Victoria sambil mendaratkan sebuah ciuman tidak tahu malu di pelipis Victoria. Victoria melotot. Fredrick tersenyum geli dan gemas, ingin rasanya mencubit pipi Victoria tapi mengingat pipi Victoria yang masih tercetak warna biru, emosi Fredrick kembali. Victoria yang menyadari perubahan raut wajah Fredrick segera mengangkat sendok supnya sambil membuka suara


"Aku baik-baik saja, khawatirkan saja janjimu yang akan melakukan sesuatu"

__ADS_1


Fredrick hanya diam tanpa niat menjawab, lebih tepatnya belum, karna dia akan membicarakan ini setelah keadaan fisik dan batin Victoria sudah sembuh dengan baik.


Setelah melihat Victoria yang mulai memakan bubur dan supnya dengan pelan karna bibirnya yang masih sesekali terasa perih, Fredrick segera kembali ke luar kamar sebelum keberadaannya di kamar terlalu lama dan menyebabkan rumor tidak sedap untuk seorang Lady terhormat.


Setelah kepergian Fredrick, dengan mulut yang mengunyah buburnya, Victoria menunggu kedatangan Kelly dengan penuh harap pada sari apel dan permintaannya yang lain pada Kelly.


Tok Tok Tok


"My Lady..."


"Masuk"


Kelly muncul dengan membawa nampan yang berisi permintaannya, lalu masuk dan mengunci pintu untuk memberikan permintaan Victoria yang lain.


"Pesanan anda My Lady"


Kelly meletakkan nampan di nakas. Victoria segera meletakkan sendoknya dan mentap Kelly. Kelly yang sudah siap memberikan pesanan lain Victoria segera membuka mulutnya


"Diana benar-benar sudah tidak apa-apa my Lady, lukanya sudah mulai mengering meski baru sedikit"


Victoria mengangguk. Kelly melanjutkan


"Sebelum pernikahan dan bahkan sebelum kematian mendiang Her Majesty Ratu Rosemary. Her Majesty Ratu Elisabeth sudah berada di Castel Larina"


Wajah Victoria mulai antusias, dan Kelly kembali melanjutkan


"Seorang pengawal yang sudah melayani kerajaan dari kecil mengatakan, dulu, pernah ada kejadian yang menghebohkan seluruh istana. Tapi seperti henbusan angin, kejadian itu tidak pernah singgah di telinga siapapun"


Kelly menatap Victoria dengan cemas. Victoria menyadari dan mencoba meyakinkan Kelly


"Tenang Kelly, aku tidak akan pernah menyeretmu dalam masalahku, aku berjanji"


Walaupun masih dengan perasan cemas, Kelly kembali membuka mulutnya


"Informasi yang saya dapatkan hanya berupa kesimpulan my Lady, karna tidak ada yang tahu tentang kejadian yang sebenarnya atau apa kejadian saat itu, tapi bisa di pastikan, itu berhubungan dengan His Majesty, mendiang Her Majesty Ratu Rosemary dan Her Majesty Ratu Elisabeth"


"Apa ada lagi Kelly?


Masih dengan menatap Victoria, Kelly mengangguk.


"Saya mendengar rumor jika pelayan berambut merah saat kejadian 'teh panas' itu adalah Lady Calista, cerita menyambar sangat cepat dari mulut pelayan istana barat yang baru di ganti, tapi, dengan sangat cepat juga cerita ini padam"


Kali ini Victoria mulai mengangkat lagi sendoknya dan menatap mangkuk supnya. Kelly yang melihat jika Victoria tampak tidak terkejut hanya bisa bingung dengan pikirannya sendiri.


"Hanya ini yang saya dapatkan my Lady, untuk cerita yang lain tidak ada lagi"


"Bagaimana cerita tentang ku?"


"Masih sama my Lady. Penyebab anda luka-luka hingga harus beristirahat di karenakan anda terjatuh dari kuda"

__ADS_1


Victoria tersenyum culas


"Mereka meredam 'halaman istana' dengan sangat baik"


"Pardon my Lady....?"


Kelly menatap Victoria dan semakin bingung, tapi gelengan kepala Victoria membuat Kelly hanya diam dan menemani Victoria untuk menyelesaikan makanya. Kelly terus memperhatikan Victoria yang tampak tenang memasukkan sendokan demi sendokan ke mulutnya, yang tanpa Kelly ketahui, jika isi kepala Victoria sedang menjelajah jauh memikirkan segela hal dan mencoba mengaitkan segala hal.


🌻🌻🌻🌻


Fredrick masih berdiri di depan meja ayahnya, tanpa gerakan, tanpa suara dan tanpa tahu malu.


Raja Geogre masih berkutat dengan semua kertas dan perklamen di atas mejanya, dia masih diam tanpa pernah menaikkan arah pandannya, tidak berminat untuk hal lain, termasuk untuk hal apa yang ingin di sampaikan atau di minta pria yang dengan tenang berdiri di depan meja kerjanya.


Mungkin hampir satu jam Fredrick sudah berdiri di sana, hingga suara ketukan pintu terdengar, Raja George mempersilahkan masuk pelayan yang mengetuk pintu sambil membawa nampan berisi cangkir dan teko teh herbal ayahnya. Bahkan, saat pelayan itu sudah selesai menghidangkan dan meracik teh herbal hingga kembali ke luar pintu, Raja George masih diam dengan sesekali menyesap tehnya.


Waktu terus berjalan, Fredrick melirik ke arah jendela yang mulai gelap, rasa ingin membuka mulut terlebih dahulu semakin kuat tapi Fredrick mencoba tetap tenang dan terus mengikuti aturan. Seseorang tidak boleh melakukan atau mengatakan apapun sebelum di mulai oleh Raja.


Hampir empat jam Fredrick terus berdiri dan kertas-kertas serta perklamen di atas meja Raja George mulai surut karna sudah berpindah ke kotak dokumen hingga akhirnya penantian panjang Fredrick berakhir saat Raja George membuka suaranya


"Katakan"


Dengan cepat Fredrick membuka suaranya


"Minggu depan pesta ulang tahun Duke Thomas, saya ingin membawa Victoria menghadiri pesta, Victoria sangat ingin ke sana Your Majesty"


"Pergilah"


Jawaban cepat Raja George membuat Fredrick membuang nafas lega dan lelah.


"Terimakasih Your Majesty, saya akan menjaga dia dengan baik"


Masih dengan tidak menaikkan arah pandangnya, dengan cepat dan penuh makna, Raja George menjawab


"Sudah seharusnya"


Fredrick memejamkan matanya dan segera membungkuk


"Saya pamit dan selamat sore Your Majesty"


Setelah kepergian Fredrick dari ruangannya, Raja George akhirnya melepaskan semua hal yang ada di mejanya. Nafas panjangnya berhembus dan kedua bola mata abu-abunya menatap cangkir teh yang sudah kosong. Raja George berguman.


"Seorang Raja"


\=\=\=💜💜💜💜


Yukk bisa yukk tinggalin jejaknya di tombol like, komen, bintang sama lope-nya...


Vote-nya tolong di sebar juga yaaa

__ADS_1


Salam sayang semua ✨


__ADS_2