
"Karna itu Calista bisa mendapat penjagaan baik dari dua kesatria itu, dan karna ini juga His Majesty selama ini hanya bisa diam? terlebih di saat Calista mendapat dukungan dari semua anjing mendiang Ratu?" Fredrick mengangguk dan menatap lekat wajah Victoria yang akhirnya bersuara, mengeluarkan suara selain suara isakan tangis. Victoria kembali membuka suaranya. "Apa ini dia lakukan agar ketenangan tetap terjaga?"
Kembali Fredrick mengangguk. Wajahnya kembali menatap ke luar jendela saat angin kembali berhembus, Fredrick melanjutkan ceritanya
"Saat kami di pisahkan, aku bertekat untuk semakin menghancurkannya dan membuat ayahku malu. Aku ingin membalasnya hingga aku mengenal yang namanya tempat pel*cur*n. Aku sebenarnya tidak tertarik untuk bermain di sana, apa lagi bermain bersama wanita kotor di sana, aku hanya ingin membuat ayahku terus pusing dan malu tapi, semuanya semakin parah dan aku terjerumus saat suatu hari aku bertemu seorang janda muda Viscount. Yang ku ingat dia wanita yang lembut dan baik, dia selalu menjaga dan memperhatikanku dengan baik, menjaga anak muda kesepian penuh luka itu. Aku yang mempunyai pikiran belum dewasa mudah terbuai dan telena begitu saja dengan kenikmatan dosa, hingga membuat hubungan menjijikan dengannya, dia simpanan pertamaku. Dan seterusnya di mulai dari sana, setelah mencicipi kenikmatan dosa, setiap tahunnya saat aku bosan dan butuh hiburan baru, aku akan berganti simpanan. Itu semua kulakukan di mulai dari umurku yang baru menginjak usia enam belas tahun. Tapi, semua itu berakhir saat Calista kembali, yang entah kenapa bisa kembali, aku hanya menebak jika itu pasti dari campur tangan ayahku. Kami kembali dekat dan ayahku lepas tangan, dia hanya membiarkan kami. Dia sepertinya belajar dari pengalamannya saat memisahkan kami"
Fredrick kembali menatap lekat wajah Victoria yang hanya diam, dia takut, sangat takut untuk menceritakan bagian ini, bagian terkotor hidupnya. Tapi dia tidak bisa mundur, dia tidak ingin menyembunyikan apapun lagi pada istrinya. Perasaan Fredrick semakin takut saat Victoria masih terdiam, dia sangat takut jika Victoria akan berubah padanya atau bahkan merasa jijik padanya tapi... Saat Fredrick baru akan membuka mulutnya, bibir Victoria tersenyum hangat dan kembali memeluknya dengan erat. Seolah bisa membaca semua rasa takut dalam bola mata abu-abu suaminya, Victoria bersuara
"Aku tidak apa-apa Bash... Aku menerimamu apa adanya. Aku berani menerima pernikahan ini karna aku sudah siap untuk semuanya, termasuk semua masa lalumu. Kau tetap suamiku, suamiku yang akan ku sayangi seumur hidupku, kau adalah suami terbaik"
Hati Fredrick bergetar kuat, darahnya berdesir hebat, perasaannya menghangat hingga membuat arah padangnya buram, dia ingin manangis sekarang. Kedua mata buram Fredrick kembali menerawang jauh keluar jendela
"Dia selalu hanya mencintai wanita itu. Ayahku tidak pernah mencintaiku Vic. Dia hanya mencintai kerajaannya. Bahkan dia membiarkan wanita itu tetap hidup dan menikahinya. Aku...."
__ADS_1
Victoria langsung melepaskan pelukannya dan menutup mulut Fredrick sambil menggeleng kuat, sangat kuat
"Kau salah Bash. Dia sangat mencintaimu, seperti yang di katakan mendiang Ratu, ibumu. Dia melakukan segalanya untuk kebaikanmu dan dia juga sangat mencintai mendiang Ratu. Dia mencintai ibumu"
Fredrick menggeleng kuat
"Tidak Vic.. Dia..."
Tangan Victoria kembali menutup mulut Fredrick dan menatap Fredrick dengan dalam
Dahi Fredrick mengeryit. Victoria yang paham jika suaminya tidak percaya dan bingung kembali melanjutkan ucapannya
"Dia tidak membunuh 'wanita itu' dan membiarkannya hidup karna dia punya alasan. Bahkan dia memberikan nama Ratu untuknya tapi tidak 'menjadikannya' Ratu. Dia menempatkannya sebagai istri dalam status anggota istana tapi hanya mengabaikannya dan menjauhkannya dari istana. Itu dia lakukan dengan alasan, itu semua untuk menghukum dan menyakiti wanita itu, terlebih untuk dirinya sendiri. Dia sedang dan selamanya menyakiti dan menyiksa dirinya sendiri, selama seumur hidupnya" Victoria menarik nafasnya dan melanjutkan. "Setiap hari, setiap jam, dan setiap detik saat tahu jika wanita itu ada, saat mendengar keberadaan wanita itu, saat ada yang menyebut nama wanita itu, dia akan terus teringat dengan semua kesalahan dan penyesalannya. Dia menyiksa, menghukum dan terus mengancurkan hatinya sendiri selama seumur hidupnya. Karna, jika wanita itu mati, itu terlalu mudah untuk wanita itu dan terlebih untuk dirinya sendiri. Setiap hari aku yakin dia akan selalu merasakan rasa sakit dan penyiksaan pada dirinya sendiri Bash. Rasa menyesal dan rasa kehilangannya akan terus tertancap kokoh di hati dan pikirannya. Dia yang sangat mencintai kalian akan terus mengaduk lukanya sendiri dengan keberadaan wanita itu di dunia ini. Dia tidak menyingkirkan wanita itu karna tidak ingin ada kelegaan di hatinya, agar dia bisa terus menyiksa dirinya, agar sepanjang hidupnya dia bisa terus merasakan sakit. Karna itu, penghuni Larina itu masih ada di sana dan bernafas, bernafas dalam penjara dan pembuangan, bernafas dalam kesepian dan kehinaan. Kematian terlalu mahal untuknya"
__ADS_1
Kali ini semua pertahanan Fredrick hancur, dia sudah tidak bisa lagi menahan segalanya, Fredrick terisak, menangis, merintih dan menitihkan air mata yang dengan cepat mengisi suara di keheningan kamar ibunya. Victoria tidak jauh berbeda, untuk yang kesekian kalinya Victoria menangis. Victoria ikut menangis sambil menangkup wajah Fredrick, wajah penuh kehancuran dan penuh luka perih yang tidak pernah diihatnya
"Bash... Kita tidak bisa mengobati luka kita, seumur hidup kita, kita akan selalu mengingat dan merasakan semua luka kita tapi..." Victoria mengusap air mata Fredrick dan memandangnya dengan hangat. "Tapi kita hidup di hari ini dan untuk masa depan... aku ingin kita bahagia Bash. Aku ingin kita bahagia tanpa ada beban di sini..." Dengan pelan Victoria meletakkan sebelah tangannya ke dada Fredrick. "Aku ingin di sini lega dan tenang. Karna itu berdamailah dengan semua cerita masa lalu kita. Relakan dan berdamailah dengan semua takdir pedih kita, biarkan semuanya terlewati karna..." Bibir Victoria tersenyum hangat, sorot matanya memancarkan kelembutan dan kehangatan, tangannya dengan penuh kasih sayang kembali mengusap pipi suaminya yang basah karna terus terisak. "Karna kau memiliki kami. Kau memiliki aku dan anak-anak kita. Mari kita bahagia Bash, mari kita berbahagia bersama anak-anak kita sampai maut memisahkan kita"
Dengan kuat Fredrick langsung memeluk Victoria. Isakannya semakin kuat dan kuat, semua benteng kokoh dan pertahananya sudah hancur tidak bersisa. Di tengah isakan rasa sakitnya dengan susah payah Fredrick mencoba berucap
"Terimakasih sudah ada di hidupku Vic. Terimakasih..."
Dan malam itu, tangisan mereka terus saling bersaut-sautan mengisi isi kamar mendiang Ratu Rosemary. Sepanjang sore hari di awal musim gugur, Fredrick mendekap erat Victoria dengan menumpahkan segala kesakitan dan kepedihannya yang selama ini tidak bisa di keluarkannya. mengeluarkan semua rasa perih, pedih dan sakit tanpa ampun yang selalu menghujam hatinya. Victoria mengeratkan pelukan mereka dengan doa di hatinya. Berdoa agar setelah ini, Tuhan mengijinkan mereka untuk bisa terus berbahagia. Victoria tidak ingin lagi berkubang di masa lalu, dia hanya ingin bahagia di masa sekarang dan masa depan bersama keluarga dan rakyatnya. Selamanya hingga maut menjemputnya.
\=\=\=💜💜💜💜
Aahhh.... akhirnya kelar numpahin masa lalu Fredrick. Tolong kasih Fredrick ucapan guys...
__ADS_1
Salam sayang semua