Behind The Castle

Behind The Castle
**BERBISIK**


__ADS_3

Victoria segera mendaratkan bokongnya saat Fredrick sudah menarik kursi makan untuknya.


"Apa kau keberatan dengan menu daging domba Vic?"


"Tidak Your Highness"


Fredrick tersenyum


"Hari ini aku meminta juru masak menyiapkan bourguignon"


Mendengar nama menu itu, Victoria mencoba mengingat, seperti kurang yakin dengan ingatannya akhirnya Victoria mencoba bertanya


"Apakah itu daging yang di siram dengan red wine dan burgundy, lalu di masak bersama dengan beberapa macam bawang dan bouquet garni Your Highness?"


Mendengar pertanyaan Victoria, satu alis Fredrick terangkat dan menatap Victoria penuh selidik


"Kau tahu tentang memasak?"


Victoria menggeleng singkat dan tersenyum sendu


"Charlotte sangat suka membaca buku masakan dari seluruh dunia dan setelah itu akan menceritakannya pada saya Your Highness, jadi sebenarnya yang tahu bukanlah saya"


Fredrick menekan bibirnya sambil mengangguk. Melihat wajah Fredrick yang langsung berubah aneh, Victoria menggigit pipi dalamnya agar tidak membuka mulutnya lagi. Dan kalian membuatku kehilangan Charlotte!


Victoria melirik Diana yang ternyata juga sudah meliriknya, Victoria mengangguk singkat yang segera di balas Diana dengan mengangguk singkat, tanda dia mengerti.


"Di, kau boleh jika ingin keluar untuk melihat kolam, di sini sudah ada beberapa pelayan yang bisa melayaniku"


Diana mengangguk sambil mengulum senyumnya


"Baik My Lady..."


"Apa kau sudah makan? kalau belum kau bisa ke dapur"


Mendengar tawaran Fredrick yang tiba-tiba, Diana langsung menggeleng kuat.


"Terimakasih Your Highness, saya sudah makan"


Fredrick mulai membentangkan serbetnya yang langsung di ikuti Victoria yang juga mulai ikut membentangkan serbetnya, Victoria mulai ikut bergerak untuk table manner saat seseorang yang berstatus lebih tinggi darinya mulai bergerak.


"Saya permisi Your Highness"


Fredrick mengangguk singkat


"My Lady"


Victoria tersenyum dan mengedipkan satu matanya.


"Bersenang-senanglah".


Setelah pergi dari ruang makan istana barat, Diana segera pergi ke belakang istana, di belakang istana barat adalah tempat mencuci dan menjemur semua linen dan pakaian, saat arah pandang Diana melihat yang dia cari, senyum Diana terbit.


"Hai Kelly... Apa kau sedang sibuk Kelly?"


Kelly yang mendengar seseorang menyapanya segera berbalik, menghentikan tangannya yang sedang menarik linen di jemuran.


"Diana?"


Melihat siapa yang memanggilnya bola mata Kelly langsung berputar untuk melihat sekeliling, ada dua pelayan lain yang sedang menarik linen di jemuran.


"Iya ini aku... Apa kabarmu? aku mendapat pesan dari rumahmu Kel"

__ADS_1


Diana mengedipkan satu matanya yang langsung di tangkap oleh Kelly. Kelly langsung mendekat pada salah satu pelayan yang sedang merapikan linen di keranjang


"Bolekah aku berbicara sebentar dengan temanku?"


Dua pelayan itu segera mengangguk yang membuat Kelly segera tersenyum dan menyambar lengan Diana, menariknya ke pagar pembatas istana barat.


Kelly dan Diana segera melihat sekeliling yang tampak selalu sepi


"Bagaimana Kel?"


Kelly mendekatkan wajahnya pada telinga Diana dan mulai berbisik


"Aku sudah memeriksa satu kamar dengan pemilik seorang gadis pelayan yang sudah lama tidak pernah di ganti, mungkin sudah beberapa tahun dia selalu bekerja khusus untuk membersihkan dan menyiapkan kamar His Highness Pangeran Fredrick" Kelly kembali memutar bola matanya melirik sekitar. "Kamar itu sudah kosong, yang aku dengar pelayan itu di ganti saat kejadian His Majesty menampar His Highness".


Diana mengangguk dan ikut berbisik


"Apa ada pelayan lain yang dekat dengannya atau ada pelayan lain di sini yang sudah lama tidak di ganti?"


Kelly mengangguk yakin


"Ada dua pelayan yang juga bekerja untuk kamar His Highness dan juga sudah lama tidak di ganti"


"Apa mereka masih bekerja di sini?"


Kelly kembali mengangguk yakin


"Masih, mereka juga masih bertugas untuk kamar His Highness"


Diana menatap Kelly


"Apa kau tahu siapa pelayan yang di ganti itu Kel?"


Diana 'memasang' wajah terkejutnya


"Apa itu pelayan yang di katakan orang-orang?"


"Iya, dialah pelayan yang katanya selalu mendapat perlakuan khusus dari His Highness tapi" Kelly kembali melihat sekelilingnya. "Tapi ini rahasia, para pelayan yang bekerja di dalam istana barat di ancam tidak boleh mengatakan ini di manapun, terlebih pada orang luar"


Diana kembali 'memasang' wajah terkejutnya


"Hingga di ancam? siapa? apa His Highness?"


Kelly menggeleng


"Bukan, tapi nyonya Dolores yang katanya mendapat perintah langsung dari His Majesty"


Diana menutup mulutnya dan membulatkan matanya 'seolah' terkejut


"Apa ada cerita lain yang kau dengar?"


Kelly mengangguk


"Calista sering mengatakan pada yang lain tentang" Kelly menggigit bibirnya dan terlihat cemas. "Tentang Lady Victoria" Kelly meremas tangan Diana dengan gugup. "Hal buruk tentang Lady Victoria yang seorang tawanan dan Lady penggoda"


Diana menggigit pipi dalamnya


"Apa His Highness tahu ini?"


"Aku juga tidak tahu Diana tapi, dua orang pelayan lain yang dekat dengan Calista tahu dan selalu ikut bercerita hal buruk tentang Lady Victoria bahkan hingga sekarang"


Diana merogoh kantong sakunya dan mengeluarkan sebuah cincin yang langsung Diana masukkan ke saku Kelly.

__ADS_1


"Hadiah lain dari Lady Victoria"


Kelly tersenyum lebar sambil menganggukkan kepalanya dengan semangat


"Apa kau tahu siapa kedua pelayan yang sering mengatakan hal buruk tentang Lady Victoria?"


Kelly mengangguk yakin


"Mia dan Vera"


Diana tersenyum


"Aku ada tugas dengan hadiah ini" Diana menjeda dan mengeluarkan sedikit sebuah kalung dengan liontin ruby besar dari sakunya untuk di tunjukkan pada Kelly. "Ini bisa menjadi milikmu atau milikku asal" Diana memutar-mutar kepalanya melihat sekeliling, lalu lebih mendekatkan lagi kepala mereka. "Asal kita bisa mencari tahu apapun tentang Castle Larina dan.... penghuninya"


Kelly membulatkan matanya dan langsung terlihat gugup, Diana yang menyadari itu segera mengeluarkan kalung dari sakunya dan memperlihatkan seluruh bentuk kalung itu pada Kelly


"Kalung ini seharga rumah layak huni di ibu kota, jika kau tidak mau, aku akan mengatakannya pada Lady Victoria agar cuma aku yang mungkin nanti bisa memilikinya"


Mendengar ucapan Diana, Kelly segera menatapi kalung dengan liontin rubi besar itu dan akhirnya menatap Diana


"Apa ada batas waktu?"


Diana mengulum senyumnya saat melihat mata Kelly yang langsung berbibar karna rubi besar di tangannya


"Sudah ku katakan jika ini antara kau dan aku, jadi siapun yang bisa memberikan cerita memuaskan secepatnya, mungkin Lady Victoria akan memberikannya" Diana menjeda dan memasukkan kalung itu ke sakunya. "Antara kau atau aku"


Kelly mengangguk penuh semangat.


"Tapi, jika kau membuat orang lain tahu tentang ini...."


Dengan sengaja Diana tidak meneruskan perkatannya dan melirik Kelly yang langsung memasang wajah serius


"Tidak akan, karna aku tidak ingin keluargaku hidup susah lagi"


Diana tersenyum dan membelai rambut hitam pekat Kelly dengan lembut


"Semoga kau bisa memegang ucapanmu karna Lady Victoria bisa mencari penggangimu dengan mudah jika dia merasa tidak puas"


Kelly mengagguk.


"Baiklah, aku harus kembali"


Kelly kembali mengangguk dan tersenyum lebar


"Sampaikan terimakasihku pada Lady Victoria dan katakan padanya jika dia sangat manis dan anggun, aku sangat suka dengan wajah datarnya dan cara bicaranya yang lembut"


Diana hampir terbahak mendengar pujian? godaan? atau basa basi? yang di ucapkan Kelly dengan wajah polosnya.


"Akan ku katakan Kel.... dia pasti senang"


Diana segera pergi menuju ke kolam ikan di taman istana barat, menunggu pasangan yang sedang makan dalam tata krama membosankan selesai.


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


Hallo readers....


Terimakasih masi mau mampir dan masih berminat lanjut membaca....


Jangan lupa like, komen, bintang dan lope-nya yaaa..


Salam sayang semua✨✨

__ADS_1


__ADS_2