Behind The Castle

Behind The Castle
**BUKIT ISTANA II**


__ADS_3

Diana memekik saat Hans dan Alex menariknya semakin menjauh dari Victoria


"Lepaskan tangan kalian darinya!"


Victoria mencoba menarik Diana tapi malah mendapat dorongan dari Alex hingga tubuhnya mencium tanah


"Beraninya kalian! Dia milikku! jangan coba-coba menyentuhnya!"


Saat Victoria akan melompat kembali ke arah Hans dan Alex, seseorang segera memegangi Victoria. Gaston menyeringai menjijikkan ketika memegang kedua bahu kecil Victoria.


Alex dan Hans mengamati raut wajah Victoria yang tidak menunjukkan ketakutan, bahkan raut wajahnya menunjukkan jika dia siap untuk menantang mereka. Rahangnya mengeras, sorot matanya berkilap tajam, Victoria bahkan terus berusaha melepaskan diri dari Gaston.


Hans terkekeh tanpa rasa humor melihat raut wajah keras Victoria


"Kau bahkan tidak tampak takut Lady" Hans melepaskan tangannya dari Diana yang sudah lemas tidak berdaya, dan membiarkan Alex yang menahannya. "Sepertinya kami benar-benar harus menghukummu dan pelayanmu ini karna sudah membuat Lady Calista malu"


Setelah Hans menyebutkan nama seseorang yang Victoria rasa tidak ada hubungannya di situasi mereka sekarang. Victoria menatap Hans dengan rahang terkatup rapat menahan amarah terlebih ketika Diana semakin menangis ketakutan di peganagan menyakitkan Alex


"Apa hubungannya ini semua dengan pelacur itu? Apa kalian pelanggannya juga"


PLAAKK


Tanpa peringatan Hans mendaratkan satu tamparan pada pipi Victoria hingga kepala Victoria berputar. Alex dan Gaston terkesiap dan mencoba mengingatkan


"Hans"


"Diam! Wanita tidak tahu diri ini harus merasakan yang namanya sakit dulu!"


Hans maju dan mencengkam rambut Victoria hingga kepala Victoria menengadah ke atas sambil meringis


"Jangan sakiti nona saya! saya mohon! lakukan apapun yang kalian inginkan pada saya tapi jangan nona kami!!"

__ADS_1


Hans terkekeh menyeramkan dan malah semakin menguatkan cengkamannya di rambut Victoria hingga rasanya kulit kepala Victoria akan ikut tertarik, lalu merubah arah pandangnya untuk menatap Diana yang sudah menangis dengan tubuh gemetar takut


"Luar biasa.... apa kau tahu pelayan Diana, karna namamulah Lady Calista di permalukan oleh gadis-gadis sombong ini, bahkan sekarang dia menjadi buah bibir dengan reputasi buruk karna kelicikan nona angkuhmu ini!"


Kekehan Victoria membuat semua mata menatapnya. Victoria menatap Hans dengan bibir berdarahnya yang sudah tersenyum culas


"Aku tidak tahu jika pelacur itu memiliki anjing elit di istana"


PLAKKK


Kembali satu tamparan lagi melayang ke wajah Victoria, Victoria meringis perih saat pipinya terasa panas dengan rasa anyir yang semakin penuh di mulutnya tapi, Victoria tetap memberikan senyum penuh celaannya


"Hentikan! jangan menyakitinya lagi! saya mohon!! Lakukan apapun yang kalian inginkan pada saya!"


Mereka mengabaikan teriakan Diana. Gaston yang terus memegangi bahu Victoria mulai sedikit cemas dan melirik Alex yang hanya diam menonton semua pergerakan Hans


Kali ini dengan sangat kuat, Hans menarik Victoria dari pegangan Gaston dan mendorong tubuh Victoria hingga kembali mencium tanah


"Siapa yang kau sebut pelacur Jal*ng! Kau hanya barang tawanan untuk properti kerajaan dan saat kerajaan sudah mendapatkan semua yang mereka inginkan, kau akan di buang terlebih oleh Pangeran Fredrick yang akan langsung mencampakkanmu dan kembali pada kekasihnya kau pikir...." Hans mejedah dan menarik lengan Victoria dengan kuat agar kembali berdiri dari tanah dan mendorongnya ke pohon besar, lalu melirik Gaston yang dengan cepat segara memegangi Victoria lagi. "Kau pikir perlakuan istana terlebih tunanganmu itu nyata?" Tangan Hans terulur dan mengcekam kuat rahang Victoria agar mata mereka bertemu. "Semua ini permainan Lady, jangan besar kepala, kau tidak berarti dan jangan berharap His Highness bersungguh-sungguh padamu, dia hanya mengikuti permainan His Majesty agar kekasih kecilnya aman"


"Apa yang kau tertawakan Lady? apa kau mulai gila karna kenyataan?"


Tawa Victoria semakin kencang hingga beberapa saat, lalu menatap Hans dan Alex di depan arah pandangnya penuh dengan tatapan cemooh yang menyebalkan


"Melihat kalian yang seperti ini, membuatku jadi menginginkan His Highness dan membuat pelacur itu menangis darah"


Hans kembali akan mengangkat tangannya untuk melayangkan sebuah tamparan lagi tapi, satu kaki Victoria terayun ke depan, dan satu tendangan kaki Victoria dengan tepat mendarat di antara paha Hans, membuat Hans mengumpat dan mengeram marah. Hans mencoba untuk menyerang Victoria kembali tapi, rasa ngilu yang menjalar hingga ke urat kepala Hans membuatnya hanya bisa memegangi miliknya yang entah setelah ini masih berguna atau tidak.


Semua orang di sana terkejut dan saat Victoria merasakan tangan Gaston yang dengan sengaja melepaskan pegangannya pada Victoria yang entah untuk apa, tanpa berpikir panjang, kesempatan itu tidak di sia-siakan Victoria.


Victoria segera berlari menjauh dari mereka menuju ke dalam pepohonan lebat di dalam bukit

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan bodoh! pegang dia! aku akan mengejar j*lang kecil itu"


Alex segera melepas Diana dan berlari mengejar Victoria, ekor matanya sempat melirik Hans yang terus mengumpat dan juga ikut mencoba berlari mengejar Victoria tapi, rasa ngilu dan sakit di antara paha Hans membuat langkahnya tidak bisa di teruskankan, karna semakin Hans mencoba menggerakkan kakinya, semakin rasa sakit menyerang hingga ke tulang sum-sumnya.


"Dasa j*lang! Pastikan dia kau dapatkan Alex! aku tidak akan menahan diri lagi!!"


"Hei jal*ng! kau ingin meninggalkan pelayanmu begitu saja dan menyelamatkan dirimu sendiri hah?! ke-egoisan Arathorn memang selalu menjijikkan!"


Meski Victoria semakin menjauh dari mereka tapi telinganya tetap bisa menangkap semua ucapan Hans, Victoria memutar kepalanya ke belakang dengan kaki yang terus berpacu sekuat yang dia bisa. Alex terus mencoba mengejarnya yang membuat Victoria behenti sejenak untuk meraih semuah batu yang sebesar genggaman tangannya dan... melayangkan batu itu ke belakang dengan mengandalkan keberuntungannya


"Bed*bah!!!"


Umpatan Alex dan suara langkah laki yang terhenti di belakangnya membuat Victoria yakin jika keberuntungan lemparannya berhasil.


Dengan secepat yang dia bisa, Victoria terus berlari hingga semakin masuk ke dalam pepohonan di dalam bukit. Victoria merasakan kakinya yang semakin lelah dengan perasaan dan pikirannya yang terus tertuju pada Diana, membuat Victoria melebarkan arah pandangnya. Dia harus berhenti karna merasa tidak akan sanggup lagi berlari, terlebih karna korsetnya yang menghimpit nafas perutnya.


Di sisi kanan Victoria menemukan sebuah pohon besar dengan akar besar yang melingkar hingga membuat cela lubang kecil di sana, Victoria melihat peristirahatannya.


Dengan sisa tenaga dan nafas yang lelah, kaki Victoria segera menuju ke sana, tapi sebelum itu, arah pandang Victoria mencari sesuatu untuk berjaga. Ada ranting-ranting pohon yang cukup besar di sekitarnya, Victoria segera menunduk dan meraih beberapa ranting itu di tangannya dan segera menuju lubang untuk masuk ke sana.


Lubang yang cukup kecil, sempat membuat Victoria kesulitan tapi, Victoria memaksakan tubuhnya untuk tetap masuk hingga kedua bahu dan tangannya tergores akar-akar yang terkikis dan cukup tajam.


Saat tubuhnya sudah bisa masuk ke dalam lubang dengan sempurna, Victoria mengumpulkan roknya dan menariknya ke dalam


SREEKKK


Dengan sekuat tenaga tangan Victoria merobek ujung gaun berkudanya yang tidak terlalu tebal. Victoria segera bertindak cepat dengan mematahkan ranting-ranting pepohoan yang di pungutnya tadi agar menjapat ujung ranting yang tajam untuk senjatanya, dan saat itulah, tangan Victoria mulai gemetar, arah pandangnya mulai buram, rasa takut dan cemas terlebih karna dia meninggalkan Diana membuatnya harus menggigit bibirnya yang sudah berdarah agar tidak mengeluarkan suara isakan


\=\=\=\=\=💚💚💚


Yang ngarang cerita siapa yang tegang sendiri siapa... Itu eike guys!

__ADS_1


Tinggalkan jejak kalian ya... biar eike semangat buat nulis kelanjutannya


Salam sayang semua ✨


__ADS_2